ANTARA IS, AKHIR ZAMAN DAN SIKAP NASRANI



Antara IS, Akhir Zaman dan Sikap Nasrani
(Baca: I Petrus 4:12-19)
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.  I Petrus 4:7
Apakah Anda mendengar atau melihat clip video pembantaian IS (Islamic State) di Iraq dan Siria? Respon manusia pada umumnya: ngeri, sedih, dan tidak habis pikir bagaimana orang merampok tanah dan harta orang lain, membunuhi dengan sadis sambil berseru menyebut nama “Allahu Akbar” (Tuhan Maha Besar).   
Ketika mencermati situasi terkini, saya teringat apa yang dikatakan Tuhan Yesus mengenai akhir zaman, “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji… di mana ada bangkai, di situ ada burung nazar berkerumun.” (Matius 24:15-28). Bukan hanya peperangan, siksaan berat, penyesatan, bencana alam tetapi juga dengan jelas Tuhan Yesus mengingatkan bahwa akan datang hari-hari di mana orang melakukan kekejaman atas nama Tuhan dan yang paling diwaspadai adalah adanya penyesatan pada ajaran kebenaran.
Surat Petrus kepada orang-orang perantauan Nasrani jaman itu juga menegaskan apa yang telah dinubuatkan Yesus, bahwa orang-orang percaya harus berjaga-jaga saat masa penganiayaan datang. Petrus mengingatkan agar kalaupun menderita jangan karena berbuat jahat, membunuh, mengacau, mencuri tetapi berada dalam kondisi senantiasa berbuat baik, sehingga penderitaan karena Kristus adalah kehormatan bagi pengikut-Nya.
Apakah ISIS ada di Indonesia? Jawabannya jelas “TIDAK..!”, tetapi pengikut IS (Islamic State) banyak!  Bagaimana sikap kita sebagai pengikut Kristus? Jangan berdiam diri. Jangan hanyut dalam kecemasan dan ketakutan.  Tetap berbuah dalam perbuatan baik, tetap mengikut Kristus karena akan datang hari penghakiman Tuhan.  Kedatangan Kristus semakin dekat!
JANGAN TERJEBAK DALAM LINGKARAN SETAN, TETAPKANLAH HATI BERBUAH PERBUATAN BAIK BAGI KRISTUS
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

COCOK DENGAN UMURNYA

COCOK DENGAN UMURNYA
(Baca: I Korintus 14:1-40)
Saudara-saudaraku, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu! I Korintus 14:20
 
Ayaka Shiomura (35 tahun) duduk meneteskan air mata setelah menyuarakan kesetaraan emansipasi wanita di Tokyo Assembly Meeting.  Apa yang terjadi? Rupanya disela-sela pidatonya, ia di interupsi berbunyi, “Sudah, cepat menikah sana!” dan “Memangnya kamu bisa punya anak?” Ungkapan pelecehan ini sontak membuat reaksi publik secara ekstrim.  Kemudian Ayaka menantang laki-laki tersebut untuk maju mempertanggungjawabkan ucapannya. 
Orang yang masih muda bisa jadi menunjukkan sikap dewasa, orang yang sudah tua bisa jadi memperlihatkan sikap kekanak-kanakan. Itulah yang disampaikan Paulus agar orang-orang percaya di kota Korintus bertumbuh dewasa secara rohani.  Pikiran Nasrani yang kekanak-kanakan adalah masih percaya tahayul, kalau sakit ya Tuhan juga pegang jimat, membandingkan diri dengan orang lain dari kekayaan, status, dan jabatan.  Seharusnya setiap orang Nasrani walau berbeda tetapi harus memiliki semangat untuk saling membangun dan menguatkan dalam Kristus.
Mencela, menghakimi, merasa diri hebat adalah sikap “kanak-kanak” dan harus diganti dengan sikap  sopan, teratur dan membangun.  Dari pada menghasilkan kerusakan, lebih baik berkarya jadi berkat bagi banyak orang.  Dari pada buat kekacauan, lebih baik menghasilkan keteraturan.  Dari pada meninggikan diri, lebih baik bersikap menolong untuk kebaikan bersama. Ingat! Kemampuan dan status yang tinggi hanyalah anugerah Tuhan.
Oh ya, Akihiro Suzuki umurnya jauh lebih tua (51 tahun) tetapi sikapnya memalukan dihadapan wanita muda.  Akhirnya ia mengadakan jumpa pers dan menyatakan permintaan maaf secara langsung.  Akihira berani tanggung jawab atas perkataanya.  Kalau di Indonesia, kira-kira bagaimana ya akhirnya? Kiranya Tuhan menolong kita jadi dewasa dalam kebaikan.
 
KEDEWASAAN SESEORANG TIDAK DITENTUKAN OLEH UMUR TETAPI OLEH SIKAP & PERILAKUNYA.  DEWASA ROHANI TIDAK DIUKUR BERAPA BANYAK JABATAN PELAYANAN TETAPI SEBERAPA JAUH PERUBAHAN HIDUPNYA DALAM KRISTUS.

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

LIBUR HAMPIR SELESAI


LIBUR HAMPIR SELESAI
(Baca: Ibrani 11:1-40)
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. 
Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada,
Dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Ibrani 11:6
Apa yang Anda lakukan selama liburan ini? Kalau kami sekeluarga lebih banyak di rumah saja.  Putra saya yang duduk di kelas 1 SD (Sekolah Dasar) mendapat tugas merawat tanaman morning glory dari sekolahnya. Tanaman dengan nama latin Ipomoea pur purea ini hanya mekar di pagi hari dan selama musim panas. Tanaman ini konon digunakan sebagai obat dan sekaligus seni hias keindahan taman.
Setiap pagi putra saya menyirami tanaman itu, menghitung dan mencatat warna yang mekar pada hari itu. Bagi saya, anak ini bukan hanya mengerjakan tugas sekolah, tetapi belajar bertanggung jawab secara sungguh-sungguh. Hasilnya? Sudah lebih puluhan bunga morning glory mekar!
Mengerjakan tanggung jawab secara sungguh-sungguh bukan sekedar “Iya!” tetapi harus dilakukan terus hingga ada hasilnya.  Hidup iman percaya kepada Kristus pun demikian, bukan sekedar “Ya dan amin!” di depan Tuhan dan umat-Nya tetapi diri ini harus terus disirami Firman Tuhan dan kemudian orang percaya berbuah terus menjadi berkat entah dihargai/diejek, entah diterima/ disalahpahami, entah dibalas berkat/disakiti oleh orang lain.  Tujuan perbuatan baik berakar dalam Kristus dan bukan karena dilihat manusia.
Penulis Ibrani memaparkan kesaksian hidup para tokoh Alkitab karena iman.  Ada kalanya ketekunan menghidupi iman Nasrani menghasilkan berkat luar biasa seperti Abraham dengan banyak hartanya, seperti Daud dengan banyak kemenangannya; tetapi ada kalanya harus melewati penderitaan diejek, didera, dibelenggu, dipenjara, dilempari, digergaji dan dibunuh dengan pedang (Ibrani 11:35-38).  Mari selagi masih ada hari, kita sungguh-sungguh mencari-Nya dan menyirami kerohanian dengan Firman Tuhan. Berbuah jadi berkat adalah konsekuensi logis dari hidup orang percaya. Soli Deo Gloria.
SEPERTI TANAMAN YANG DISIRAM DAN MENGHASILKAN BUAH, DEMIKIAN ORANG NASRANI PERLU SIRAMAN ROHANI DAN WAJIB MENGHASILKAN BUAH BAGI KEHIDUPAN.
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

DALAM KRISTUS ADA KELEMAHAN?


HAH?! DALAM KRISTUS ADA KELEMAHAN?
(Baca: Filemon 1:1-25)
Apa maksud tema di atas? Jangan terburu-buru berpikiran negatif tentang topik ini. Di dalam  Kristus memang ada kelemahan.  Lihatlah Paulus yang bertengkar dengan Barnabas, Abraham si takut mati, Yusuf si lugu, Saul si iri, Daud si mata keranjang, Hosea beristrikan pelacur, Yunus tukang marah, Petrus si munafik, dsb.
Demikian pula tulisan Paulus kepada Filemon dipenuhi dengan latar belakang kelemahan pengikut Kristus.  Lihatlah bagaimana Filemon begitu luar biasa teladan dan kebaikannya di luar rumah, lingkungan bahkan di kalangan gerejawi (Filemon 1: 4-10), tetapi ada konflik, tersirat kekecewaan dan bisa jadi kemarahan terhadap seorang budak bernama Onesimus yang melarikan diri dari dalam rumahnya (Filemon 1:10,11,16,18).  Tentu saja jaman itu budak yang lari berarti kerugian baik uang maupun berkurangnya orang yang membantu di rumah Filemon.
Bisakah Anda bayangkan reaksi seorang pengusaha yang mendadak karyawannya keluar dan lari membawa uang perusahaan? Apa rasanya seorang tuan rumah yang biasa dilayani pembantu dan tiba-tiba pembantu pulang kampung sambil membawa harta benda di rumah? Kurang lebih seperti itulah keadaan Filemon bila dipadankan dengan jaman ini. Ada reaksi wajar manusiawi dan tidak secara otomatis seperti “malaikat” yang serba hebat, langsung berpikiran positif dan mengampuni. Pada waktu itu sempat Filemon menganggap Onesimus sebagai budak yang tidak berguna lagi (Filemon 1:11).
Inilah contoh sesungguhnya seorang Nasrani yang hidup dalam kelemahan dan tidak otomatis jadi “malaikat” ketika percaya dan ikut Yesus.  Pengampunan adalah sebuah keputusan dan tidak terjadi dengan sendirinya.  Berpikir positif apalagi bersikap sesuai Firman Tuhan tidak muncul tiba-tiba tetapi harus dikerjakan dan diusahakan bahkan ada kalanya harus didorong saudara seiman lain (seperti Paulus kepada Filemon) agar menghidupi yang namanya menjadi Nasrani. 
Maukah Anda menghidupi iman Nasrani dan bukan sekedar teori dan rutinitas ibadah Gerejawi? Bila jawabannya, “Ya!” maka pada tahapan seperti ini barulah Nasrani mendapat kekuatan supranatural.  Dalam Kristus ada kelemahan manusiawi kita yang semakin disadari, tetapi ingat! pada saat lemah, kita  kuat karena karunia anugerah Tuhan itu cukup.  
JANGAN PUTUS ASA MENJADI PENGIKUT KRISTUS KARENA BANYAK KELEMAHAN DAN KEGAGALAN ANDA, BANGKITLAH KEMBALI DALAM ANUGERAH TUHAN!
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail