LIBUR HAMPIR SELESAI

LIBUR HAMPIR SELESAI

(Baca: Ibrani 11:1-40)

Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. 

Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada,

Dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Ibrani 11:6

Apa yang Anda lakukan selama liburan ini? Kalau kami sekeluarga lebih banyak di rumah saja.  Putra saya yang duduk di kelas 1 SD (Sekolah Dasar) mendapat tugas merawat tanaman morning glory dari sekolahnya. Tanaman dengan nama latin Ipomoea pur purea ini hanya mekar di pagi hari dan selama musim panas. Tanaman ini konon digunakan sebagai obat dan sekaligus seni hias keindahan taman.

Setiap pagi putra saya menyirami tanaman itu, menghitung dan mencatat warna yang mekar pada hari itu. Bagi saya, anak ini bukan hanya mengerjakan tugas sekolah, tetapi belajar bertanggung jawab secara sungguh-sungguh. Hasilnya? Sudah lebih puluhan bunga morning glory mekar!

Mengerjakan tanggung jawab secara sungguh-sungguh bukan sekedar “Iya!” tetapi harus dilakukan terus hingga ada hasilnya.  Hidup iman percaya kepada Kristus pun demikian, bukan sekedar “Ya dan amin!” di depan Tuhan dan umat-Nya tetapi diri ini harus terus disirami Firman Tuhan dan kemudian orang percaya berbuah terus menjadi berkat entah dihargai/diejek, entah diterima/ disalahpahami, entah dibalas berkat/disakiti oleh orang lain.  Tujuan perbuatan baik berakar dalam Kristus dan bukan karena dilihat manusia.

Penulis Ibrani memaparkan kesaksian hidup para tokoh Alkitab karena iman.  Ada kalanya ketekunan menghidupi iman Nasrani menghasilkan berkat luar biasa seperti Abraham dengan banyak hartanya, seperti Daud dengan banyak kemenangannya; tetapi ada kalanya harus melewati penderitaan diejek, didera, dibelenggu, dipenjara, dilempari, digergaji dan dibunuh dengan pedang (Ibrani 11:35-38).  Mari selagi masih ada hari, kita sungguh-sungguh mencari-Nya dan menyirami kerohanian dengan Firman Tuhan. Berbuah jadi berkat adalah konsekuensi logis dari hidup orang percaya. Soli Deo Gloria.

SEPERTI TANAMAN YANG DISIRAM DAN MENGHASILKAN BUAH, DEMIKIAN ORANG NASRANI PERLU SIRAMAN ROHANI DAN WAJIB MENGHASILKAN BUAH BAGI KEHIDUPAN.

DALAM KRISTUS ADA KELEMAHAN?

HAH?! DALAM KRISTUS ADA KELEMAHAN?

(Baca: Filemon 1:1-25)

Apa maksud tema di atas? Jangan terburu-buru berpikiran negatif tentang topik ini. Di dalam  Kristus memang ada kelemahan.  Lihatlah Paulus yang bertengkar dengan Barnabas, Abraham si takut mati, Yusuf si lugu, Saul si iri, Daud si mata keranjang, Hosea beristrikan pelacur, Yunus tukang marah, Petrus si munafik, dsb.

Demikian pula tulisan Paulus kepada Filemon dipenuhi dengan latar belakang kelemahan pengikut Kristus.  Lihatlah bagaimana Filemon begitu luar biasa teladan dan kebaikannya di luar rumah , lingkungan bahkan di kalangan gerejawi (Filemon 1: 4-10), tetapi ada konflik, tersirat kekecewaan dan bisa jadi kemarahan terhadap seorang budak bernama Onesimus yang melarikan diri dari dalam rumahnya (Filemon 1:10,11,16,18).  Tentu saja jaman itu budak yang lari berarti kerugian baik uang maupun berkurangnya orang yang membantu di rumah Filemon.

Bisakah Anda bayangkan reaksi seorang pengusaha yang mendadak karyawannya keluar dan lari membawa uang perusahaan? Apa rasanya seorang tuan rumah yang biasa dilayani pembantu dan tiba-tiba pembantu pulang kampung sambil membawa harta benda di rumah? Kurang lebih seperti itulah keadaan Filemon bila dipadankan dengan jaman ini. Ada reaksi wajar manusiawi dan tidak secara otomatis seperti “malaikat” yang serba hebat, langsung berpikiran positif dan mengampuni. Pada waktu itu sempat Filemon menganggap Onesimus sebagai budak yang tidak berguna lagi (Filemon 1:11).

Inilah contoh sesungguhnya seorang Nasrani yang hidup dalam kelemahan dan tidak otomatis jadi “malaikat” ketika percaya dan ikut Yesus.  Pengampunan adalah sebuah keputusan dan tidak terjadi dengan sendirinya.  Berpikir positif apalagi bersikap sesuai Firman Tuhan tidak muncul tiba-tiba tetapi harus dikerjakan dan diusahakan bahkan ada kalanya harus didorong saudara seiman lain (seperti Paulus kepada Filemon) agar menghidupi yang namanya menjadi Nasrani. 

Maukah Anda menghidupi iman Nasrani dan bukan sekedar teori dan rutinitas ibadah Gerejawi? Bila jawabannya, “Ya!” maka pada tahapan seperti ini barulah Nasrani mendapat kekuatan supranatural.  Dalam Kristus ada kelemahan manusiawi kita yang semakin disadari, tetapi ingat! pada saat lemah, kita  kuat karena karunia anugerah Tuhan itu cukup.  

JANGAN PUTUS ASA MENJADI PENGIKUT KRISTUS KARENA BANYAK KELEMAHAN DAN KEGAGALAN ANDA, BANGKITLAH KEMBALI DALAM ANUGERAH TUHAN!

DIBALIK SETIAP BERKAT YANG KITA TERIMA

DI BALIK SETIAP BERKAT YANG KITA TERIMA

(Baca: Kejadian 25:1-18)

 “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita.  Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.” Kolose 6:1

Jaman ini banyak terjadi peristiwa keluarga-keluarga yang konflik karena harta warisan.  Bila orang tua punya banyak harta dan keturunannya tidak akur, apalagi ditambah hidup dengan cara duniawi, maka besar kemungkinan akan terjadi pertengkaran.  Tidak menjamin apakah orang tersebut rajin ke tempat ibadah, rajin berdoa, tetapi bila hatinya tamak maka berpotensi terjadi keributan. 

Abraham ternyata memiliki sejumlah istri dan anak-anak semasa hidupnya (bdk.Kejadian 25:1-3).  Potensi konflik harta warisan dapat terjadi pun dalam keluarga Abraham.  Konflik tidak terjadi pada keluarga Abraham sebelum meninggal, sebab ia sudah menetapkan bahwa semua anak-anaknya, kecuali Ishak hanya mendapatkan pemberian. 

Pada waktu itu Ishak tidak mendapat apa-apa sampai Abraham meninggal barulah mendapat semua warisan (Kejadian 25:5).  Terjemahan Alkitab LAI tidak menyebutkan hal ini dengan jelas, tetapi Alkitab terjemahan contemporery English Version meyebutkan bahwa semua anak-anak Abraham dapat pemberian/hadiah sementara Ishak mendapat seluruh harta.  Inilah yang disebut warisan, ketika seseorang meninggal dan memberikannya kepada ahli waris.

Anak-anak Abraham bisa saja merasa diperlakukan tidak adil.  Dalam hati mereka mungkin saja bertanya, “Kenapa Ishak dapat semua warisan sementara kita diberikan hanya hadiah?  Kenapa hanya Ishak yang dipilih (the choosen one ) sementara kita tidak pakai Tuhan dalam sejarah keselamatan Allah?

Apapun yang menjadi pertanyaan mereka maupun pertanyaan kita saat ini, Alkitab dengan jelas memaparkan akan apa yang menjadi kehendak, kedaulatan dan hikmat Tuhan di dalam memilih siapa dan bagaimana orang tersebut dipakai Tuhan (bdk.Kejadian 21:12; Roma 8:28-29; 9-10).  Pemilihan Tuhan bukan berdasarkan pemikiran dan pertimbangan manusia, bukan pula berdasarkan suka atau tidak suka menurut standar manusia, tetapi berdasarkan waktu dan rencana Tuhan.

Saat ini bagaimana kehidupan Anda dan saya?  Apapun keadaan kita, Tuhan punya rencana dan maksud agar kita tidak melupakan dan tetap mengerjakan kehendak Tuhan.  Bila kita berhasil dan diberkati, maka dibalik semua itu ada hal yang Tuhan mau kita kerjakan untuk rencana-Nya.  Ketika kita dalam kesulitan dan kesusahan, ada hal yang Tuhan mau kerjakan pula dalam rencana-Nya yang jauh lebih besar dari pada apa yang sanggup kita pikirkan.  Tahukah Anda bahwa keadaan itupun, Tuhan tengah mengatur dan mempersiapkan berkat-Nya?

Belajar dari sejarah Abraham dan Ishak, marilah kita kembali menetapkan langkah dan berusaha terus menyesuaikan diri agar tetap di dalam Dia.  Inilah panggilan hidup kita semua.  Apapun pekerjaan kita, apapun pelayanan kita, siapapun dan bagaimanapun keluarga dan keadaan kita, Tuhan mau kita tetap di dalam Dia.  Tuhan mau agar dibalik setiap berkat yang kita terima, kita ingat dan mencari kehendak Tuhan.  Kiranya Tuhan menolong kita.  Amin.

TUHAN MAU AGAR DIBALIK SETIAP BERKAT YANG KITA TERIMA, KITA INGAT DAN MENCARI TUHAN!

INI PUZZLE-KU !!!

INI PUZZLE-KU!!!

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, .. yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” Yeremia 29:11

 

 Pernahkah Anda melihat puzzle? Bagaimana jika saat Anda tegang bermain, tiba-tiba seseorang datang dan berkata, “Yang kamu susun itu salah, seharusnya begini,” dan akhirnya ia membongkar apa yang sudah Anda kerjakan selama berjam-jam. Akankah kita marah? Mungkin sebagian dari kita akan berkata, “Ini kan puzzle-ku, kok kamu ikut-ikutan sih.”

Kepingan puzzle_yang kita susun ibaratnya rencana-rencana yang kita buat ke depannya. Mungkin inilah yang seringkali terjadi pada setiap orang, termasuk saya. Setahun yang lalu, saya memiliki banyak rencana diantaranya ialah  studi lanjut. Ternyata berakhir tidak sesuai dengan keinginan saya. Ibaratnya, Tuhan membongkar _puzzle yang telah saya susun dan menggantinya dengan kepingan puzzle lain.

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan” (Yesaya 55:8).  Seringkali apa yang kita inginkan bukanlah apa yang diinginkan Tuhan terjadi dalam hidup ini. Tuhan adalah Tuhan yang selalu mengasihi dan tidak pernah meninggalkan kita. Ia memberikan kita kebebasan untuk merangkai kepingan puzzle tersebut, namun di saat kita salah merangkainya, maka Ia akan turun tangan dan memperbaikinya. Siapkah kita jika kepingan puzzle kita dibongkar dan dirangkai kembali oleh Tuhan? “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yeremia 29:11). –Dewi Septiawati.

HIDUP INI BAK PUZZLE, JIKA TUHAN TERLIBAT DI DALAMNYA INDAH PADA AKHIRNYA.