ARE YOU READY FOR CHRISTMAS?


ARE YOU READY FOR CHRISTMAS?
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai .. bayi itu yang sedang berbaring dalam palungan (Lukas 2:16).
Mungkin Anda bertanya-tanya, “Apa maksud dari topik di atas?” Merayakan Natal di bulan ini lebih penting dari pada natal di tahun-tahun sebelumnya.  Mengapa? Karena kedatangan Kristus yang kedua sudah semakin dekat dan kita dipanggil untuk lebih bersiap lagi apabila hari Tuhan (yom YHWH) itu tiba.
 Hari ini Natal sebenarnya lebih dibutuhkan bagi manusia di muka bumi dari pada tahun-tahun sebelumnya, karena dunia ini penat dengan dusta, kerakusan, kehampaan dan ketidakpastian masa depan. Natal sebenarnya menyapa setiap manusia dari Kitab Kejadian hingga kitab Wahyu; dari Adam dan Hawa yang ditebus lewat korban binatang hingga umat manusia yang ditebus oleh Kristus dan mendapat kesempatan hidup bersama Allah.
Bukankah Nabi Nuh berjaga-jaga dengan bahtera-Nya menghadapi air bah (Kejadian 7; Ibrani 11:7; Matius 7:24-27; Lukas 17:26-27)? Nuh terus melayani Tuhan dan menyampaikan Kabar Baik. Nuh sekeluarga bersiap menantikan Tuhan menyelamatkan dari air bah yang bersifat global.
Ketika Israel keluar dari penjajahan Mesir, disebutkan bahwa, “Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN, untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir.  Dan itulah juga malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turun termurun untuk kemuliaan TUHAN.” (Keluaran 12:42). Mereka bersiap menantikan Tuhan memerdekakan dari penjajahan Mesir selama 430 tahun.
Bukankah Maria dan Yusuf diminta bersiap dalam rangkaian sejarah keselamatan Allah? Bukankah para gembala bersiap untuk menjumpai Juru selamat? Bukankah Kakek Simeon dan Nenek Hana walau sudah lanjut usia tetap bersiap atas lawatan Tuhan (Lukas 2)?
Bukankah Yesus berpesan kepada para murid untuk bersiap dengan berjaga-jaga dan berdoa (Matius 24:42)? Kelahiran, kematian hingga kebangkitan Kristus menggenapi arti Natal. Inilah yang sesungguhnya dibutuhkan oleh umat manusia. Bukan tentang pernak pernik dekorasi meriah, bukan tentang makanan mewah, bukan tentang kado, bukan tentang pujian sesuai selera tetapi tentang Tuhan yang mau hadir melawat Anda dan saya.
Pertanyaannya bukan, berapa banyak uang untuk belanja Natal? Tetapi, Apakah saya sudah siap bila Tuhan datang? Apakah saya berjaga-jaga dengan iman yang berkobar iring Yesus? Atau jangan-jangan, status Nasrani tetapi imannya suam-suam kuku alias sudah mulai menjauh hubungan pribadi dengan Tuhan. Are You Ready for Christmas? Anda mau dan siap dilawat Tuhan? Bersiaplah menyambut Natal!
PERTANYAANNYA BUKAN BERAPA BANYAK UANG UNTUK BELANJA NATAL, TETAPI APAKAH SAYA SUDAH SIAP BILA TUHAN DATANG?
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

LET IT SNOW…! LET IT SNOW…! LET IT SNOW..!


LET IT SNOW..!   
LET IT SNOW..!   
LET IT SNOW…!
Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kiabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.”  Matius 2:8
(Baca: Matius 2:1-12)


Pagi itu selesai mencuci baju dan hendak menjemur, saya dikejutkan oleh angin yang cukup keras dan hujan.  Hanya saja hujan kali ini berbeda dari hujan sebelumnya, hujan salju!  Ya, kristalisasi air yang membeku di awan-awan berjatuhan ke bumi.  Its snow!  Kata pertama yang terungkap dalam hati adalah syukur!  Oh puji Tuhan!  Hati ini begitu gembira melihat karya Tuhan yang luar biasa indah. 
Let it snow!  Let it snow! Let it snow! Adalah lagu Natal yang dibuat tahun 1945 dengan kalimat-kalimat sederhana tentang kehidupan di musim dingin akan jadi hangat karena orang-orang terkasih ada di rumah itu.  Seolah lagu ini menyatakan, tidak perduli seberapa dingin udara di luar, biarlah bersalju sekalipun tetapi hatiku tenang, hangat dan senang.  Seolah intonasi lagu “qui sera sera, what ever will be.” menyatakan hal serupa, terjadilah apa yang perlu terjadi.  Masalah dan kesulitan boleh ada, terjadilah yang harus terjadi asal Tuhan beserta kita dan kita iring Dia ada kedamaian penuh.
Kata: let it snow! (biarlah bersalju) saya pikir boleh juga disematkan pada Natal pertama di Bethlehem.  Ketika para Majus gencar, gempita dan heboh mencari Tuhan Juruselamat yang jadi manusia sebagai bayi Yesus Kristus.  Alkitab menulis “terkejutlah” seluruh Yerusalem dan tidak terkecuali raja bengis, jahat dan culas yang bernama Herodes.
Herodes menginvestigasi para Majus dengan cermat dan ditutup dengan “madu di tangan kanan dan racun di tangan kiri” lewat perkataan akan menyembah Yesus padahal hendak membunuh bayi Yesus.  Kendati raja sekalipun hendak berbuat nista dalam kehidupan keluarga Yusuf, tetapi malaikat mendahului niat jahat dengan pencegahan ke Mesir.  Herodes mau berbuat jahat?  Qui sera sera, let it snow!  Berbuat jahatlah, tetapi tanpa seijin Tuhan, tanpa ketetapan dari Tuhan maka melihatpun bayi Yesus pun tidak akan bisa, apalagi menyentuh-Nya.
 Masalah bisa datang kepada siapa saja, bukan hanya keluarga Yusuf tetapi keluarga Anda dan saya.  Bila kita memastikan diri berjalan bersama Tuhan, maka kita pun dapat berkata Let it snow ! let it snow ! let it snow!  Yang perlu terjadi, terjadilah dan kita kerjakan bagian kita untuk hidup di dalam Tuhan sembari melihat karya Tuhan yang ajaib, tak terselami, melampaui pikiran dan rencana kita. 
Minggu-minggu ini ketika kita merayakan Natal, bisa jadi ada sejumlah masalah yang masih harus dihadapi, ada setumpuk kepahitan, kekecewaan, kesedihan yang harus diselesaikan, bisa jadi keadaan saat ini jauh di luar ideal untuk merayakan Natal dan keadaan kita kurang baik.  Tapi ingatlah!  Natal pertama juga demikian!  Selama Tuhan Yesus jadi sandaran kita dan kita terus kerjakan hidup dalam Firman Tuhan, let it snow!  Let it snow! Let it snow!  Selamat Natal!
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

BAGAIMANA KALAU NATAL DIRAYAKAN LEBIH CEPAT?

BAGAIMANA KALAU NATAL DIRAYAKAN LEBIH CEPAT?
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menakaman Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita.
(Baca: Matius 1:18-25)

 

Bagaimana kalau Natal dirayakan lebih cepat?  Apa jadinya dan apa perbedaanya?  Bagi Devin Kohlman sangat berarti dalam sisa hidupnya.  Ya, anak usia 13 tahun ini didiagnosa terkena kanker otak stadium akhir.  Ia punya kerinduan bisa pulang ke rumahnya dan secepatnya merayakan Natal di Toledo, Ohio-Amerika Serikat.
Tanggal 27 Oktober 2013 dari Cincinnati, Devin diterbangkan ke kota asalnya dengan pengawalan polisi.  Ratusan orang mulai dari yang berpakaian santa Claus, dekorasi natal, salju, banyak balon warna warni, lampu-lampu menghiasi jalan utama kota Toledo dilengkapkan dengan spanduk dan lagu “Selamat Natala Devin!” membuatnya keinginannya yang terakhir terkabulkan. Ibunya mengatakan bahwa Devin sangat senang mengetahui ada begitu banyak orang yang perduli.
Apa yang menjadi keadaan dan harapan Anda menyambut Natal 2013 ini?  Sebagian orang akan melewati dalam kesendirian, kesepian, kedinginan, keputusasaan, kelaparan dan perasaan hampa.  Sebagian orang lain akan menjalani dengan hura-hura, bermabuk-mabuk, melakukan dosa yang menjijikan.  Sebagian orang lagi akan menghadapi ketidakpastian dan ketidakmengertian makna Natal sesungguhnya.  Mereka hanya sebatas tahu pohon Natal yang indah, lampu-lampu menghiasi jalanan, kado dan Santa Claus gemuk berbaju merah dan berjanggut putih. 
Natal pertama kali tidak meriah sama sekali, jauh dari kata nyaman, bersih dan aman.  Natal pertama kali adalah tentang Yesu Kristus datang ke dalam dunia, lahir sebagai bayi mungil yang lemah dan sangat low profile.  Bayi ini adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia, menyapa kita dalam kesederhanaan dan hadir memberikan pertolongan, pembebasan dan keselamatan.  Itu sebabnya Alkitab menyebut “Imanuel“ yang artinya: Allah beserta kita! 
Imanuel adalah jawaban apa yang dinantikan oleh orang-orang Yahudi sebagai Mesias (Yesaya 7:14).  Kristus Yesus datang ke dunia untuk manusia yang sekarat dan menuju neraka, untuk manusia yang bahkan tidak menyadari dirinya rapuh, lemah dan membutuhkan Juruselamat.  Yesus Kristus datang memulai semangat Natal sesungguhnya.  Ia perduli, itu sebabnya Ia datang ke dunia dan mati disalib agar ada pengharapan hidup dan pertolongan bagi siapa saja dan di mana saja.  Kedatangan dan kematian-Nya menyentuh, mengubah dan menyelamatkan manusia.
11 November 2013 sore, Devin menghembuskan nafas terakhirnya.  Suasana duka dan haru menyelimuti ribuan orang.  Ada ribuan kartu dari berbagai negara Amerika, Perancis, Australia dan Rusia berdatangan setelah mendengar kisah ini.  Ada banyak mainan, dan boneka  Teddy Bear yang berjejeran di jalanan Toledo dan Midway dari sekitar 6000 orang yang perduli.  Devin memberikan semua donasi ini kepada anak-anak terkhusus untuk teman-teman sekelasnya.  Kematian Devin menyentuh kehidupan banyak orang untuk saling perduli.  Inilah semangat Natal dalam bungkusan kasih .
Apakah Anda akan merayakan Natal lebih cepat tahun ini atau mungkin justru awal tahun 2014 baru akan dirayakan?  Perayaan dengan ceremony dan liturginya adalah satu hal tetapi semangat Natal itu telah datang… Bel-nya berdentang… Musiknya mengalun.. seolah memanggil setiap kita untuk melihat, mengingat, meresapi dan diinspirasi akan kasih Natal mula-mula: kasih Tuhan Yesus Kristus.  Mari kita melakukan sesuatu entah itu memberi makan kepada yang kelaparan, memberi pakaian kepada yang membutuhkan, mengajak teman atau kenalan untuk ke gereja, makan malam bersama atau bahkan membagikan kado (mainan dan boneka Teddy Bear) kepada anak-anak lain yang tidak seberuntung kita.
Allah hadir menyertai kita!  Betulkah?  Atau jangan-jangan kita tidak percaya dan mengabaikan semangat Natal untuk memberkati orang lain dan tetap dalam kesendirian dan keegoisan.  Semoga tidak.  Selamat menyambut Natal!  Imanuel!
BUKAN SAATNYA LAGI MENYAMBUT NATAL DENGAN MENTAL PENGEMIS TAPI MARI JADI SALURAN BERKAT TUHAN

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

KARTU AYAT HAFALAN


KARTU AYAT HAFALAN
(Baca: Yesaya 9:5)
Beberapa waktu lalu saya menyampaikan terima kasih kepada guru sekolah minggu anak saya Jonas dan Elishia atas usahanya membuat kartu ayat hafalan.  Kartu ini sederhana, berisi ayat mas Alkitab dalam bahasa Inggris dan Jepang dan disertakan gambar kecil sederhana. 
Saya teringat ketika masih di sekolah minggu biasa mendapatkan berbagai macam gambar tokoh Alkitab; kartu ayat hafalan Alkitab dari ukuran kecil hingga ukuran semi besar seukuran setengah kertas folio.  Rupanya kartu ayat hafalan juga menjadi bagian hidup bahkan saat di seminari Alkitab biasa mencatat ratusan ayat Alkitab, ratusan vocabulary kata-kata Yunani atau Ibrani bahasa Alkitab kuno.  Semua ini dibaca, diingat bahkan diujikan sebagai bagian dari materi kurikulum pendidikan rohani. 
Kartu ayat hafalan sungguh menolong setiap orang percaya ditengah-tengah kesibukan, bahkan keberlimpahan materi renungan di berbagai media audio maupun visual.  Seolah kartu ayat hafalan memberikan garis tebal (bold) bahwa inilah bagian penting yang harus diingat sepanjang hari agar kita manusia pelupa Firman Tuhan mendapat belas kasihan Tuhan untuk mengingat dan mengaplikasikan Firman-Nya.
Sekarang sementara kartu ayat hafalan ada di depan meja kerja, kartu ayat hafalan itu pula yang berambil bagian mendidik, mengingatkan dan menyuarakan isi hati Tuhan kepada generasi anak-anak sejak mudanya.  Kartu ayat hafalan apa yang Anda pakai minggu pertama bulan Natal ini?  Bila belum ada, mari menyelipkan Yesaya 9:5: 
Sungguh bayi yang telah lahir sekitar 2000 tahun lalu adalah pengharapan dan kekuatan kita, karena dalam diriNya-lah terdapat jawaban dari problematik yang dicari dunia.  Pemerintahan dunia bingung mencari arah terbaik untuk negaranya, para pebisnis berusaha menentukan arah sukses, setiap orang membutuhkan penasihat ajaib yang menuntunnya kepada keberhasilan, hidup dan arah yang pasti.  Dia-lah Penasihat.
Setiap orang sadar atau tidak sadar, mengakui atau memungkiri, menerima atau menolak pun tetap membutuhkan Allah.  Bukan sekedar Allah yang diam, yang digambar, yang diukir dalam patung, yang dibayangkan, tetapi Allah yang hidup, benar dan yang sanggup menolong umat manusia.  Dia-lah Allah yang Perkasa.
Figur Bapa yang perduli, tegas, penuh kasih sekaligus dapat dipercaya dan menjadi teladan adalah figur yang sulit didapatkan oleh anak manapun di dunia karena memang tidak ada orang tua sempurna.  Setiap orang, bahkan anak dari yatim atau yatim piatu dapat memperoleh kasih dan keperdulian Bapa Sorgawi yakni Tuhan.
Sementara dunia bergeliat dalam konflik antar negara, antar suku, rasa dan bahkan antar agama, sesungguhnya perdamaian adalah hakikat yang dibutuhkan manusia jaman ini.  Manusia boleh mendapatkan banyak harta, banyak kedudukan bahkan banyak fasilitas dan pengaruh kekuasaan tetapi tanpa damai; tidak mungkin hatinya tenang.  Tanpa damai tidak mungkin seseorang mendapatkan segalanya dan lengkap.  Damai itu hanya ada di dalam Tuhan sang Raja Damai.  Ketika disebutkan Raja, maka disanalah manusia harus bertekuk lutut menyembah, mengakui dan mengikuti Tuhan Allah itu sendiri.  Selamat memasuki masa Natal.  Jadikan Firman Tuhan Penuntun Hidup.
JADIKAN KARTU AYAT HAFALAN ALKITAB MENGHIASI RUANGAN ANDA, BAHKAN RUANGAN HATI ANDA!
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail