Film yang dibintangi oleh Sylvester Stallone (1995) ini mengetengahkan seorang perempuan yang hendak dibunuh karena membawa kode rahasia yang bernilai puluhan juta dollar.Perempuan ini tidak menyangka bahwa dirinya akan mengalami pencobaan pembunuhan tingkat tinggi.Tetangga dan sahabat dekatnya dibunuh ketika datang di apartemen perempuan ini. Singkat cerita, Stallone yang tadinya adalah juga pembunuh justru menjadi penyelamatnya.Stallone menanyakan bila perempuan ini mau hidup maka ia harus mentaati apa yang dikatakan Stallone.
Kisah film di salah satu televisi ini menyiratkan sekilas mengenai arti ketaatan.Orang yang tidak berpengalaman dapat selamat karena ketaatan kepada orang yang menguasai bidangnya.Bukankah ini tema klasik mengenai ketaatan?
Nuh taat dengan Tuhan dengan membuat bahtera agar terhindar dari air bah.Ketaatan bagi orang yang tidak mengetahui masa depan tampaknya hanya membuang-buang waktu.Ketaatan bagi orang yang tidak beriman tampak seperti lelucon.Bagaimana tidak, ada orang membangun kapal di atas gunung?Bisa jadi banyak menertawakan Nuh karena dianggap aneh.
Rupanya ketaatan Nuh menghasilkan buah yang nyata pada waktunya.Nuh bukan taat kepada sembarangan orang, tetapi taat kepada Tuhan Sang Pencipta alam semesta.Nuh taat kepada Tuhan dengan kesabaran dan penantian.Inilah suatu pengharapan yang menguatkan.
Ketaatan Nuh membawa sejumlah binatang jantan dan betina tetap hidup dan dapat melangsungkan keturunan di kemudian hari.Ketaatan Nuh membawanya menggenapi misinya di dunia.Ketaatan Nuh membawa keluarganya diselamatkan.Bahkan ketaatan Nuh juga berhasil membawa para menantunya turut diselamatkan.
Hari ini bila ditanya: Apakah Anda ingin diselamatkan Tuhan Yesus Kristus dan masuk surga?Apakah Anda ingin keluarga besar Anda juga turut diselamatkan dan masuk surga kelak?Semua orang pada umumnya ingin selamat, tidak ada orang yang ingin masuk neraka dan menderita selamanya.
Belajar dari ketaatan Nuh, kita pun dapat belajar taat kepada Tuhan melalui Firman-Nya di Alkitab.Firmannya banyak memberikan perlengkapan bagi kita untuk bertumbuh dan sekaligus mendorong kita untuk membawa keluarga kita percaya Tuhan.Meskipun hal ini tidaklah selalu mudah, namun melalui doa dan kesabaran yang terus menerus maka perjuangan untuk membawa orang selamat adalah suatu kemungkinan.
Kakak pembina Kelompok Tumbuh Bersama saya di remaja dahulu pernah bercerita bagaimana ia merindukan ayahnya boleh percaya Yesus.Ia berdoa dan terus berdoa.Sampai pernah diceritakannya bahwa ia terkadang hampir putus asa kenapa ayah tidak juga mau menerima Yesus.Setelah 25 tahun menanti, akhirnya ayahnya percaya dan menerima Tuhan Yesus Kristus.Sungguh suatu sukacita besar!
Hari ini, adakah diantara keluarga kita yang belum percaya Yesus?Mungkin itu orang tua, kakak, adik, anak ataupun ponakan-ponakan.Marilah kita terus mendoakan dan berusaha dengan hikmat Tuhan untuk memberitakan Injil.Jika Tuhan berkenan dan orang yang kita kasihi terbuka terhadap keselamatan, maka mereka menjadi bagian dari warga negara kerajaan Allah.Saya turut berdoa buat Anda.Amin.
Saya teringat sewatku SMA (Sekolah Menengah Atas) dahulu di St.Louis I Surabaya.Di sekolah kami biasa ada ujian lari sebelum memasuki masa ujian.Untuk mengambil nilai dari para murid, maka guru kami memberitahukan sebelumnya untuk bersiap dan melatih diri dengan stamina yang baik.
Teman-teman waktu itu ada yang santai-santai, ada pula yang kemudian mengambil waktu untuk berlatih lari.Sementara saya mengambil waktu di waktu subuh untuk berlari di jalan dan kemudian pulang mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah.Waktu demi waktu berjalan dan tibalah kami semua diuji seberapa banyak putaran dalam sekian belas menit di lapangan sekolah yang kami mampukelilingi.
Ada teman yang kelihatannya stamina begitu kuat, larinya begitu cepat, tenaganya begitu besar sementara ia tidak pernah berlatih secara khusus.Mulanya ia lari sangat cepat di putaran pertama, putaran kedua, kemudian tenaganya habis bersama dengan semangatnya, dan pada putaran ke lima sudah berjalan kaki.
Ada pula teman yang mempersiapkan beberapa waktu lamanya berlatih dan berlari dengan stabil hingga puluhan putaran.Akhirnya teman saya ini mendapatkan nilai tertinggi di kelas karena putaran terbanyak dan stamni yang baik dalam berlari.
Bagaimana dengan saya?Kalau saya, biasa-biasa saja.Saya termasuk suka olah raga lari, tetapi bukan yang terbaikdibandingkan teman-teman lainnya.Saya mempersiapkan diri beberapa waktu untuk berlari di jalan raya pada pagi hari yang masih gelap.Untungnya ada latihan sebelumnya sehingga saya punya cukup ketahanan lebih dari biasanya.Saya berusaha yang terbaik.
Saya mulai dengan lari secara stabil, tidak terlalu cepat tetapi juga tidak terlalu lambat.Saya menyelesaikan putaran terbanyak kedua pada akhirnya.Tahukah Anda apa yang terjadi pada saya di akhir lari?Saya sangat kecapean dan banyak sekali mengeluarkan keringat.Kalau beberapa orang duduk dalam istirahatnya, saya terkapar membaringkan badan di tanah.Sampai-sampai guru olah raga itu bilang saya seperti KO (knock out).
Dari pengalaman lari ini, saya mendapati pelajaran berharga: ketaatan dalam mepersiapkan tujuan.Hidup ini bagaikan lomba.Setiap orang berlari dan mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk menang mencapai tujuan (IKorintus 9:24-25).Ketaatan dan kesungguhan mempersiapkan diri, mengikuti instruksi yang diberikan selama ini sangatlah perlu dalam mencapai tujuan.
Nabi Nuh adalah seorang yang taat dan mengikuti instruksi dari Tuhan dengan baik.Nuh yang bergaul erat dengan Tuhan hidup mengerti arti dari apa yang akan terjadi dan mempersiapkan diri sedemikian rupa agar selamat beserta seisi keluarganya.
Perlu diketahui bahwa Alkitab mencatat sejumlah orang yang dipilih Tuhan, bukan orang-orang yang sempurna.Sejak Habel meninggal, generasi demi generasi lahir di dalam bermacam kehidupan mereka.Alkitab mencatat nama-nama seperti Set, Enos, Henokh bahkan Nuh sebagai bagian dari rentetan orang-orang yang dipilih Allah.Mereka bukan saja percaya dan mengikut Allah tetapi mereka juga dekat dengan Tuhan.
Kehidupan Nuh ditandai dengan keakraban dengan Allah dan kesalehan hidup di tengah-tengah dunianya yang semakin rusak oleh dosa.Kekerasan menjadi lambang dari manusia yang dibutakan oleh dosa.Pada waktu itulah Tuhan hendak menghabiskan generasi yang ada karena dosanya dan memulai generasi baru di dalam keturunan nabi Nuh.
Tuhan meminta Nuh membuat bahtera dengan rincian yang jelas.Tuhan juga meminta Nuh membawa masuk sejumlah binatang untuk melanjutkan kehidupan di masa yang akan datang.Tuhan hendak menyelamatkan Nuh di dalam bahtera bersama dengan orang-orang yang mau mendengar, percaya dan taat.
Ketaatan Nuh dibuktikan dalam tindakan dan persiapan yang matang.Ketaatan mempersiapkan tujuan dan misi yang diemban adalah sebuah panggilan mulia bagi Nuh.Demikian pula dengan kita sebagai orang percaya bukan saja dipanggil untuk selamat, tetapi juga untuk menjalankan misi kita dengan bertanggung jawab.
Dunia ini akan berakhir suatu saat.Hidup manusia dan isinya semakin rusak dan hancur oleh karena kejahatan manusia yang berdosa.Kitab Daniel, kitab Injil maupun kitab Wahyu dengan jelas menceritakan akan jadi seperti apakah bumi kelak.Kehidupan akan musnah dalam hari kiamat dan setiap orang yang tidak masuk dalam “bahtera” akan ikut binasa.Bahtera itu adalah Tuhan Yesus Kristus.
Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat, dan setiap orang yang mengaku dengan mulut, percaya dalam hati akan diselamatkan.Keselamatan bukan ditentukan dari seberapa sempurna kita, tetapi iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus.
Jikalau Nuh taat dan diselamatkan, maka kita yang sudah percaya perlu belajar dan mempersiapkan diri seperti Nuh.Kita perlu taat dan bersiap diri menjelang kedatangan Tuhan.Mari kita bersama mempersiapkan diri dengan ketaatan kepada Tuhan.Mari kita melayani Tuhan sesuai dengan talenta yang Tuhan berikan, mari kita menceritakan kepada orang-orang di sekitar kita, keluarga kita, kenalan, sahabat kita bahwa Yesus adalah jalan menuju keselamatan.
Untuk berlari dengan baik dan mencapai garis akhir dibutuhkan persiapan yang serius, demikian pula untuk mencapai garis akhir kehidupan dibutuhkan persiapan yang serius pula.Bila lari persiapannya adalah lari, maka hidup ini persiapannya juga adalah hidup.Mengerjakan hidup di dalam Tuhan dan dalam persekutuan dengan Tuhan adalah modal awalnya, melakukan Firman Tuhan adalah kekuatan dan buah dari hidup di dalam Tuhan.Kiranya Tuhan menolong kita untuk bersiap sebelum tiba hari-Nya.Amin.
Apakah Anda pernah membuat bagan “pohon keluarga”?Saya pernah.Dari beberapa kumpulan data seputar asal muasal keluarga, terdapat sejumlah keterangan baru tentang hidup dan diri pribadi.Pohon Keluarga adalah catatan mengenai siapa orang tua, kakek-nenek, sepupu bahkan hingga keluarga jauh beserta sejumlah catatan sejarahnya.
Pohon Keluarga yang dituliskan dalam kitab Kejadian 5 ini juga mencantumkan sejumlah nama dan keturunan dari Adam hingga Nuh.Memang tidak semua keluarga dituliskan secara detil oleh penulis kitab Kejadian (Musa), namun bila mengkaji rangkaian pasal pertama hingga ke lima dapatlah disimpulkan adanya maksud Tuhan dalam hidup orang-orang-Nya.
Setidaknya ada hal-hal yang dapat kita pelajari dari pohon garis keturunan Adam hingga Nuh.Kehidupan mereka sungguhlah kehidupan saleh-saleh yang bersekutu erat dengan Tuhan bahkan dipakai Tuhan secara luar biasa di tengah-tengah jaman yang rusak.Hal pertama dapat kita pelajari dari genealogi ini adalah mengenai perkembangan manusia yang terbatas.Manusia hidup di dunia ada batasnya.Entah ia akan mati atau diangkat ke surga, tetapi masa hidupnya terbatas.Manusia akan menjadi tua dan menurun kekuatan fisiknya.
Hari ini banyak orang yang mengerjakan hidup tanpa menyadari dengan sungguh akan keterbatasannya.Ada orang yang bekerja mati-matian dari pagi hingga malam demi meraup sejumlah milyaran uang.Mereka mengorbankan persekutuan dengan Tuhan, mengorbankan waktu dengan keluarga dan mengorbankan kesehatan karena didorong oleh nafsu dan ambisi.
Sesungguhnya ketika seseorang tidak menyadari keterbatasannya, ia telah masuk di dalam jebakan Iblis persis seperti Adam dan Hawa.Iblis mempengaruhi manusia sedemikian rupa bahwa mereka tidak akan mati dengan memakan buah pengetahuan baik dan jahat.Manusia jaman sekarang dipengaruhi sedemikian rupa untuk meraih dunia dan kegemerlapannya sehingga lupa siapa diri yang sesungguhnya.
Melalui pohon keturunan keluarga (genealogi) Adam hingga Nuh, sebenarnya hendak menyatakan bahwa dalam perkembangan hidup manusia akan silih berganti dengan generasi yang baru.Yang lama akan berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang untuk menggantikan dan melanjutkan tongkat estafet kehidupan.Semakin ditahan-tahan, maka kehidupan bukan bertambah baik tetapi menjadi kaku dan ketinggalan jaman.
Hal kedua yang dapat kita pelajari dari garis keturunan ini adalah kehidupan manusia berasal dari satu garis keturunan Adam.Sesungguhnya manusia adalah satu spesies dari satu keluarga besar Adam.Perbedaan akan selalu ada dalam berbagai dimensi dan aspek-aspek sekitarnya, namun hal itu haruslah menjadi kekayaan bukan perpecahan.
Hari ini banyak orang berselisih paham dan bermusuhan karena perbedaan suku, agama, dan ras.Banyak orang saling bermusuhan dan terpecah belah di dalam prasangka negatif.Pada saat ini muncul dalam hidup kita, marilah kita bercermin kembali kepada akar kehidupan dan sejarah yang sama.
Di komunitas orang percaya pun bisa terjadi perpecahan dari prasangka buruk antara orang miskin dan kaya, antara yang pandai dan yang kurang pandai.Semuanya ini tidaklah boleh terjadi di dalam tubuh Kristus sebab kita telah disatukan kembali bukan saja dari Adam, tetapi dari Yesus Kristus (Adam kedua).Satu di dalam Tuhan, satu Tubuh Kristus, satu Roh, satu baptisan dan Allah Bapa.
Hal ketiga yang dapat dipelajari dari garis keturunan ini adalah bahwa dari keturunan mereka inilah akan muncul Mesias sesuai dengan yang dinubuatkan (Matius 1:1-17; Lukas 3:23-38).Orang-orang yang dituliskan adalah bagian dari keturunan dan penggenapan nubuatan kehadiran Mesias.Setiap mereka sekalipun adalah orang-orang yang dipilih Allah juga memiliki kelemahan dan kekurangan.Justru di dalam kekurangan inilah kuasa Allah menjadi sempurna di dalam penggenapan-Nya.
Hal keempat yang dapat kita pelajari dari garis keturunan dari Adam hingga Nuh adalah juga hendak menunjukkan bahwa mereka ini berharga di mata Tuhan.Alkitab menuliskan nama-nama mereka, bukan kumpulan atau nama kelompok.Mereka disebutkan satu-satu namanya karena mereka masing-masing berharga dan Tuhan punya rencan yang indah buat hidup mereka.
Demikian dengan setiap kita diciptakan Tuhan bukan dengan sia-sia dan tanpa tujuan.Tuhan punya rencana dan tujuan yang disiapkan sebelum permulaan jaman (Kejadian 1:26-28; Mazmur 139; Efesus 2:10; II Timotius 1:9).Setiap kita diciptakan dengan tujuan untuk menggenapi rencana Tuhan.Inilah kehidupan yang berhasil, bila kita berjalan di dalam rencana Tuhan dan bukan berdasarkan pikiran manusia.
Hari ini banyak orang berpikir bahwa hidup yang berhasil adalah kalau banyak punya uang, kalau sekolah tinggi dan punya pengaruh yang penting di masyarakat.Tidak heran orang berlomba-lomba mencari uang siang malam; banyak orang belajar dan mengeluarkan uang habis-habisan untuk dapat gelar; bahkan banyak orang yang berebutan menjadi wakil rakyat untuk dapat posisi di dunia politik.Semua ini bukan ukuran keberhasilan, tetapi ukuran ketamakan, kerakusan, takabur.
Hidup yang berhasil adalah hidup yang menjalani sesuai dengan bakat/talenta dan panggilan yang Tuhan sudah siapkan sebelumnya.Menjadi tukang sapu pun adalah baik bila dilakukan dengan sungguh, dengan hati yang melayani, dengan profesional.Kekayaan dan semua berkat Tuhan adalah bonus dari pengabdian hidup kita untuk berkarya bagi Tuhan.Tujuan kita bukan bonusnya, tetapi karya.Motivasi kita bukan manusianya, tetapi Tuhan.Kiranya melalui sekilas pandang runtutan garis keturunan Adam hingga Nuh boleh menambah kita berhikmat di dalam Tuhan, di dalam menjalani hidup ini, di dalam memandang keberadaan kita sebagai ciptaan.Amin.
Apa yang timbul dalam pikiran Anda ketika mendengar Kebangunan Rohani?Sebagian orang mungkin akan berpikir adanya seorang pengkhotbah dan sejumlah orang hadir dalam acara Kebaktian Kebangunan Rohani.Khotbahnya bagus, banyak orang tertarik dan digerakkan.Kemudian orang-orang ini datang ke depan mimbar dan menyatakan komitmen baru.
Bila kita melihat kembali arti dari Kebangunan Rohani, maka tidak bisa tidak harus melihat pada Kebangunan Rohani pertama yang terjadi di Kitab Kejadian.Kebangunan Rohani pertama pasca kejatuhan Adam dan Hawa adalah di jaman Enos.
Pada waktu itu manusia berdosa dan diusir dari Taman Eden.Kehidupan keturunan Adam bak neraka.Di sana bisa dibayangkan Adam dan Hawa saling menyalahkan karena hidup mereka yang susah.Kain membunuh Habel karena iri, kebencian dan dendam yang timbunnya.Bisa dibayangkan pula keluarga ini saling mencela, meneriaki dan bersikap kasar satu dengan yang lain pada waktu-waktu sulit itu.
Kehidupan keturunan Adam diceritakan kitab Kejadian dengan makin merebaknya kehidupan manusia dan menyebar di berbagai tempat.Di masa itu pula tercatat manusia mulai berpoligami, meski Allah merancang manusia monogami dalam pernikahan.
Rupanya terdapat Kebangunan Rohani setelah generasi ke tiga manusia, yakni Enos.Tepatnya Kebangunan Rohani itu terjadi pada waktu Set berumur 105 tahun.Adam yang berumur 905 tahun masih hidup pada waktu Enos lahir (Kejadian 5:4-6).Secara runtut kronologis dan penjelasan kitab Kejadian, bisa diprediksi bahwa sudah banyak keturunan Adam pada waktu itu, termasuk juga mungkin yang tidak dicatat oleh Alkitab.
Mengapa disebut sebagai Kebangunan Rohani pada waktu itu?Setidaknya ada beberapa hal yang dapat ditengarai secara jelas.Pertama, Alkitab mencatat bahwa pada masa Enos lahir maka di masa itu pula orang-orang mulai menyebut nama TUHAN.Bukan satu orang saja yang mencari Tuhan, tetapi rupanya banyak orang.Terjemahan Alkitab bahasa Inggris sehari-hari dan kontemporery menyebut dengan istilah people.Peoplemengacu kepada orang-orang pada umumnya di dalam suatu populasi.Dengan demikian terlihat jelas adanya Kebangunan Rohani di masa Enos dengan banyaknya orang yang mulai bertobat dan mencari Tuhan.
Hal kedua yang menjawab mengapa disebut Kebangunan Rohani di masa Enos adalah dari arti nama Enos sendiri.Akar kata dari nama Enos artinya “lemah”.Maksud dari nama ini hendak mengatakan bahwa Enos mengindikasikan keadaan manusia itu rapuh, lemah, bisa mati (mortal).Nama ini menunjukkan manusia sadar siapa dirinya dan keterbatasannya.Bila Adam dan Hawa jatuh dalam dosa karena tidak sadar dirinya bukan Allah, maka di jaman Enos, manusia sadar dirinya hanya ciptaan yang ada batasnya.Hanya ketika seseorang menyadari dirinya terbatas, berdosa dan membutuhkan Tuhan, maka di saat itulah permulaan terjadinya Kebangunan Rohani.
Hari ini banyak gereja berlomba-lomba mengadakan Kebangunan Rohani.Maksud dan kerinduan ini sangat baik sebab setiap kita bukan saja perlu disegarkan kerohaniannya, tetapi membawa jiwa-jiwa yang terhilang kembali kepada Kristus.
Hanya saja yang perlu diperhatikan dalam Kebangunan Rohani bukan pada cara tertentu atau gaya kebaktian tertentu. Kebangunan Rohani tidak serta merta berhasil hanya dengan pengkhotbah yang pandai bicara, artis atau penyanyi terkenal yang bersaksi atau terampilnya panitia menghadirkan banyak orang di suatu tempat.
Kebangunan Rohani barulah disebut Kebangunan Rohani bila banyak orang di satu populasi (bukan beberapa orang saja) bahkan satu populasi itu bertobat dari dosanya dan mengikut Yesus Kristus.Pertobatan ini bukan sekedar angkat tangan di suatu KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani), melainkan suatu keadaan di mana orang-orang merasa dirinya sangat berdosa, lemah, sedang menuju neraka dan perlu Yesus menyelamatkan.Mengikut Yesus berarti setelah moment pertobatan, maka banyak orang-orang ini mulai ke gereja, bertumbuh dalam Firman Tuhan, mencari dan bersekutu dengan Tuhan melalui doa dan bersama-sama melayani.Persis dengan kejadian yang pernah ada di Kisah Para Rasul 2:41-47.
Hari ini banyak orang mengklaim KKR yang diadakan di gerejanya berhasil karena mengundang pembicara besar, ada artis terkenal, penyanyi kelas nasional dan ribuan orang hadir.Banyak gereja merasa KKR yang diadakannya berhasil karena persembahan yang diterima surplus dari semua biaya yang dikeluarkan.
Banyak orang hari ini merasa KKR berhasil dengan banyaknya orang yang menangis dan angkat tangan.Kenyataannya, banyak diantara mereka yang setelah pulang dari momentpenting ini dan kembali kepada kehidupan yang lama.Sebagian dari mereka memang sudah percaya, mereka sedikit lebih rajin ke gereja, tetapi bila sibuk di kantor atau dagangannya maka hilang dari peredaran di gereja.Tidak hadir ke gereja, tidak melayani, tidak berdoa, apalagi membaca Alkitab.
Bila kita merindukan Kebangunan Rohani yang sesungguhnya, marilah kita minta Tuhan dan menyiapkannya dengan sungguh-sungguh.Mungkin butuh proses yang lama dan harus dimulai dari kita.Lihatlah Adam harus menunggu 775 tahun baru terjadi Kebangunan Rohani di komunitasnya.Bila melihat kehidupan Habel dan juga Set dan Enos, setidaknya kita bisa memperkirakan bahwa Adam dan Hawa mati-matian sebagai orang tua mengajar anak-anaknya hidup mengenal dan mengikut Tuhan.
Bila kita merindukan Kebangunan Rohani yang sesungguhnya, maka hal itu bukan dimulai dengan membentuk panitia KKR (Hal ini bukan berarti saya tidak setuju atau menolak KKR).Kita harus memulai dengan keluarga kita, anak-anak kita harus dididik mengenal dan mencintai Tuhan Yesus Kristus.Bila orang tua-orang tua Kristen menyediakan waktu khusus untuk mencari dan bersekutu dengan Tuhan, untuk membaca Alkitab bersama, berdoa dan belajar mengandalkan Tuhan dalam keputusan-keputusan mereka, maka Kebangunan Rohani ada di depan mata.KKR hanyalah pendobrak akhir dan salah satu metode di masa lalu.
Jadi kesimpulannya, Kebangunan Rohani yang sesungguhnya membutuhkan waktu, komitmen yang serius dan terus menerus dari setiap orang Kristen.Mulailah dari keluarga Anda, anak-anakmu, orang tuamu, istri atau suamimu, adik atau kakakmu, ponakanmu, kakek atau nenekmu.Mungkin pada saat itu banyak tantangan.Banyak orang diremehkan, tidak dianggap, perlu menjadi teladan dulu, dsb.Kendati demikian bukan tidak mustahil bahwa justru Kebangunan Rohani bertahan lama dan mempunyai efek yang dalam karena orang-orang Kristen mempersiapkannya sejak sekarang.Kiranya Tuhan menolong dan mendengar seru doa kita.Selamat mempersiapkan Kebangunan Rohani.Amin.