TAMAR: KORBAN PASANGAN HIDUP YANG SALAH

Residenzgalerie Salzburg
Residenzplatz 1
A-5010 Salzburg

TAMAR:
KORBAN PASANGAN HIDUP YANG SALAH

(Baca: Kejadian 38)
”Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya.  Sbab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimankah terang dapat bersatu dengan gelap?” II Korintus 6:14
 
Tidak ada yang lebih menyakitkan bagi seorang istri ketika mendapatkan pasangan hidup yang salah.  Kisah ini dialami oleh seorang wanita bernama Tamar.  Bagaimana tidak, suami Tamar (bernama: Er) adalah seorang yang jahat di mata Tuhan.  Bisa dibayangkan kesehariannya, sejak Tamar dikawinkan dengan Er ada banyak hal menyesakan yang harus dipendam oleh Tamar.  Er begitu egois dan kurang memperhatikan orang lain.  Hati yang tidak takut akan Tuhan adalah gambaran dari keluarga yang tidak bahagia karena hidup di dalam dosa.
Entah mengapa penulis kitab Kejadian memasukkan kisah ini di tengah-tengah kisah kehidupan Yusuf.  Yang pasti ada kekontrasan hidup antara anak-anak Yakub satu dengan yang lain.  Yusuf, memiliki karakter takut akan Tuhan, berintegritas dan berjuang menjauhi nafsu duniawi.  Sementara Yehuda—hampir mirip dengan kehidupan Esau—lebih memilih keinginan mata dan nafsu dalam mencari pasangan hidupnya. 
Tamar adalah menantu Yehuda.  Anak-anak Yehuda adalah Er, Onan dan Syua.  Mereka rupanya tidak dibesarkan di dalam takut akan Tuhan alias hidup secara kafir.  Bisa jadi Yehuda begitu sibuk mencari uang pagi hingga malam, dan anak-anak mereka bertumbuh dalam pengaruh kehidupan yang sekuler.
Er mati dihukum Tuhan karena kejahatannya dan tidak meninggalkan seorang anak dari Tamar.  Onan pun adiknya mati setelah tidak lama dikawinkan dengan Tamar oleh Yehuda.   Ini juga karena kejahatan Onan di mata Tuhan.  Sebenarnya ada ketakukan dari Yehuda bahwa ada yang tidak beres dari tubuh Tamar.  Mungkin terkutuk.
Bukankah ini juga menjadi banyak pergumulan pasutri di jaman ini.  Ketika Istri tidak juga mengandung, maka seringkali istrilah yang disalahkan karena mandul.  Jarang diperiksa bahwa ada kemungkinan suami yang mandul.  Tamar sudah kawin dengan Er dan Onan, namun tidak mengandung.  Padahal sesungguhnya merekalah yang mandul.
Kehidupan Tamar adalah pelajaran bagi semua wanita yang hendak dan berencana untuk membentuk suatu keluarga.  Tidak menjamin bila pasangan sudah satu gereja atau satu agama hidup rumah tangganya  pasti akan berhasil.  Tidak menjamin calon pasangan yang aktif di gereja dan menjadi kepengurusan suatu pelayanan/komisi/bidang/departemen, pasti  adalah pasangan hidup seiman dan takut akan Tuhan.  Haruslah banyak dilihat dalam kehidupan keseharian dan digumulkan bersama dengan Tuhan.
Tamar menikahi orang yang salah, di keluarga yang tidak tepat dan harus menanggung kerugian dalam hidupnya.  Boleh dikatakan mertuanya adalah Kristen KTP, suaminya juga bahkan jahat di mata Tuhan.  Jadi, bagaimana?
Mulailah dengan diri kita sendiri, keluarga kita.  Akarnya adalah hidup di dalam Tuhan atau hidup menuruti keinginan daging.  Jika keluarga tidak di bawah pada persekutuan dengan Tuhan, jika anak-anak tidak di bawa pada hidup takut akan Tuhan, maka kehidupan dapat dipastikan lebih sengsara dan menyakitkan. 
Lanjutkan dengan memilih pasangan hidup yang takut akan Tuhan, ini adalah permulaan hidup rumah tangga yang baik.  Sediakan waktu untuk berdoa dan membaca buku-buku rohani seputar keluarga Kristen oleh para pakar psikologi Kristen.  Berkonsultasilah dengan pendeta/rohaniwan yang Anda percayai, ambil waktu untuk diskusi dengan calon pasangan Anda tentang nilai dan prinsip-prinsip hidup.  Doa saya, Anda yang akan menikah atau memilih pacar, dapat menemukan pasangan hidup yang tepat di dalam Tuhan.  Selamat melanjutkan hidup!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *