DIRANCANG UNTUK DIA

air-plane-destination

DIRANCANG UNTUK DIA
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu,
yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan,
baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa;
segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Kolose 1:16
Ketika sedang menunggu boarding di dalam pesawat, saya melihat  seorang pramugari berbicara kepada penumpang yang sedang mencari tempat duduknya: “Bapak, pesawat menuju Jakarta ada di sebelah.  Bukan di sini!”
Kontan saja, calon penumpang yang salah pesawat turun dan berganti pesawat.  Tidak berapa lama kemudian, penumpang lain yang sudah duduk bertanya kepada pramugari: “Permisi, pesawat ini menuju ke Makassar kan?”  “Iya pak.”  Jawab pramugari itu.  Dengan tenang dan meregangkan kaki, bapak itu kemudian asyik berbicara dengan penumpang di sebelahnya.
Semua orang ingin menaiki pesawat yang benar sebab mereka memiliki tujuan yang jelas dari dan hendak ke mana.  Demikian pula hidup ini harus memiliki tujuan yang jelas. 
Banyak orang hidup tetapi tidak memiliki tujuan yang jelas.  Hanya sekedar hidup dan mencari penghasilan untuk kaya.  Sebagian orang lain hidup dengan tujuannya sendiri menurut apa yang dia suka dan mau.
Firman Tuhan mengingatkan kepada kita apa arti dan tujuan hidup manusia.  Bukan dengan maksud dan tujuan sendiri yang dibuat, tetapi berdasarkan tujuan Tuhan.  Paulus menjelaskan arti dan tujuan hidup adalah bagi Dia yang menciptakan segala sesuatu di dalam, di luar dan semua yang ada dalam alam semesta.  Tuhan yang menciptakan dan sewajarnya pula ciptaan itu dirancang untuk kesenangan Pencipta-Nya.
Paulus membicarakan tujuan hidup manusia harus berakar pada Kristus yang sudah ada sebelum permulaan jaman, yang menebus dosa manusia sebelum manusia sadar dan mengenal pertobatannya, yang tetap ada sampai selama-lamanya.
Arti dan tujuan hidup manusia harus diarahkan untuk menyenangkan Pencipta, yakni: mengenal dan mengasihi Kristus!  Jikalau kita mengarahkan hidup kita hari ini dengan suatu hasil lebih mengasihi dan mengenal Kristus, maka hidup kita disebut sukses.  Jikalalu hari-hari kita lalui tetapi tidak membuat kita lebih kenal Kristus dan mengasihi-Nya, maka kita gagal berfungsi sebagaimana rancangan awal kita diciptakan.
Jikalau segala sesuatu diciptakan untuk kemuliaan Tuhan, bukankah inilah arah hidup yang harus kita capai hari ini?  Mari kita pikirkan apa saja yang kita akan rencanakan hari ini.  Apakah itu memuliakan Tuhan?  Apakah itu membuat kita berbuat baik dan orang-orang di sekitar merasakan kehadiran garam dan terang?  Mari kita berdoa agar Tuhan memampukan kita untuk dapat mengasihi dan lebih mengenal Dia.  Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *