BELAJAR BERJALAN DENGAN TUHAN

Belajar berjalan dengan tuhan
(Baca: Kejadian 45:1-13)
Anda dirancang lebih dari pada sekedar mengerjakan tugas rutin setiap hari.  Anda dirancang untuk berpetualangan dalam iman kpd Tuhan.  Ini dimulai dari bergerak, lompatan iman dengan berkata, Ya kepada Tuhan yang sungguh-sungguh mengasihimu.
SAY YES TO LORD
Seorang bayi yang baru lahir tidak serta merta langsung bisa berjalan.  Mulanya ia hanya bisa menangis, kemudian sedikit kata-kata, belajar merangkak, belajar berdiri, hingga perlahan-lahan belajar berjalan.
Demikian pula dengan orang Kristen di dalam hidup rohaninya.  Setiap orang yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat memasuki dimensi spiritual dalam hidupnya.  Ia ingin dekat dan mencari kehendak Tuhan.  Ia ingin dekat dengan Tuhan.  Ia belajar berdoa, berkomunikasi dengan Bapa, belajar berdiri dengan iman percayanya.  Ia mau belajar berjalan dengan Tuhan.
Ketika Yusuf bertemu dengan saudara-saudaranya di Mesir, rasa harunya tidak tertahankan.  Yusuf menyambut saudara-saudaranya, menyelamatkan keluarga besar Israel dari bencana kelaparan.  Kisah yang indah ini dirajut dari kesulitan-kesulitan yang dialami Yusuf ketika ia belajar berjalan dengan Tuhan.
Penderitaan Yusuf dimulai dengan dikhianati saudara-saudaranya sendiri.  Yusuf dibuang, dikucilkan dan dijadikan budak dengan dijual ke Mesir.  Yusuf difitnah oleh istri Potifar dijebloskan ke penjara.  Meskipun sudah menolong juru minum raja, Yusuf terlupakan sekian lama di dalam penjara.  Singkatnya, penderitaan Yusuf adalah tidak mudah.
Yusuf mau belajar berjalan dengan Tuhan.  Dengan iman, ia percaya Tuhan sanggup menolong hidupnya, masa depannya, dan keluarganya.  Yusuf belajar melihat peristiwa hidupnya dari sudut pandang Tuhan.  Yusuf belajar mengampuni meskipun sulit.  Yusuf belajar tetap mengikut Tuhan.
Setidaknya ada 3 point yang dapat kita pelajari dari kisah Yusuf yang belajar berjalan dengan Tuhan:
  1. Setiap musibah yang kita alami, sanggup Tuhan ubahkan menjadi saluran berkat bagi diri kita sendiri dan orang lain.
  2. Pemulihan luka batin dan dosa yang dibereskan membuat orang percaya mampu melihat karya Allah melewati masa sulit.
  3. Belajar melihat peristiwa sehari-hari dari sudut pandang Tuhan memampukan kita bersikap tepat.
Belajar berjalan dengan Tuhan adalah proses.  Adakalanya orang percaya jatuh bangun ketika berjalan dengan Tuhan.  Adakalanya berdiri dengan iman percaya saja sudah sulit.  Namun, sungguh bukan suatu kesia-siaan belajar berjalan dengan Tuhan.  Penderitaan adalah tetap penderitaan.  Kesulitan adalah tetap kesulitan, tetapi bersama Tuhan ada berkat yang tidak berkesudahan.  Di dalam berjalan bersama Tuhan ada masa depan cerah yang menanti Anda dan saya.  Kiranya Tuhan menolong kita.  Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *