TUHAN Allah berfirman: Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia(Kej.2:18).
Ayat ini bener banget! Sampai ke dalam sel bahkan bagian DNA manusia. Ceritanya begini: barusan belajar tentang mitokondria. Ini semacam (organelles) perangkat dalam sel manusia yang bermanfaat untuk menghasilkan energi, transfer antar sel, membuang sel mati yg tidak terpakai (apoptosis) bahkan mendukung sistem imun tubuh. Mitochondrial rusak maka bisa berakibat seperti depresi (depression), cemas (anxiety) bahkan penuaan sel dini (aging related disesase).
Fun facts: mitokondria itu memiliki DNA dengan 37 gen yang HANYA diwariskan oleh ibu . Mitokondria juga berfungsi sebagai penolong saat krisis dalam sel seperti inflamasi, infeksi, keracunan, trauma, dll., di sinilah saya teringat Kejadian 2:18. Tuhan sudah atur sedemikian rupa manusia laki laki dan perempuan, yang sehat dan keturunan nya: pasangan suami dan istri saling dukung dalam Tuhan. Masing-masing punya peran penting! Masing-masing diciptakan unik dan istimewa.
Sambil mengagumi fungsi ajaib mitokondria, saya tersenyum senyum sendiri dan berkata dalam hati: Hebat ya Tuhan itu! Menciptakan manusia dengan ajaib. Kiranya hidup kita seturut dengan rencana-Nya yang baik.
Apakah Anda seorang hamba Tuhan? Maafkan saya tidak berbicara tentang status rohaniwan entah disebut Pendeta, Pastor, Evangelist, atau apapun sebutannya. Jabatan gerejawi dan kedudukan di sebuah organisasi hanyalah kulit luar dan tidak menjamin bahwa orang yang ber titel pasti hamba Tuhan. Apakah Anda seorang hamba Tuhan? Pertanyaan ini dapat dijawab oleh Tuhan dan yang bersangkutan.
Ketika Abimelekh dijumpai Tuhan dalam mimpi, Tuhan dengan jelas menyebut Abraham adalah hamba Tuhan dengan fungsi Nabi (Kejadian 20:7). Tuhan memberikan penghargaan khusus kepada hamba-Nya. Tuhan mengajarkan umat-Nya untuk memberikan penghargaan khusus kepada hamba Tuhan yang menyampaikan isi hati dan kehendak Tuhan.
Bagaimana kita tahu bahwa seseorang adalah hamba Tuhan? Berkaca dari Abraham sebagai hamba Tuhan, maka yang disebut hamba Tuhan adalah orang yang dipanggil Tuhan terlepas dari kekurangan atau kelemahan dirinya sebagai manusia biasa. Hamba Tuhan diakui Tuhan bukan karena status atau jabatan di organisasi, tetapi fungsinya menggenapi kehendak Tuhan. Hamba Tuhan berarti hidupnya 100% dikhususkan untuk Tuhan.
Bagaimana apabila seseorang menyebut diri hamba Tuhan tetapi memberitakan ajaran lain selain Firman Tuhan? Apakah disebut hamba Tuhan apabila gaya hidupnya jauh dari Firman Tuhan? Hamba Tuhan bukan orang sempurna, tetapi ia wajib menyampaikan kebenaran Firman Tuhan dengan setia dan benar. Ia harus berusaha menjalani hidup untuk Tuhan, oleh Tuhan dan karena Tuhan saja.
Abimelekh adalah orang percaya yang sangat baik, tulus dan pengikut Tuhan; namun ia bukan hamba Tuhan. Ia adalah raja Gerar yang bertanggung jawab membawa kesejahteraan rakyatnya di dalam Tuhan. Ia mengasihi rakyatnya dan takut akan Tuhan. Apakah Anda hamba Tuhan? Apakah Anda termasuk bilangan orang percaya Tuhan? Setiap kita sama-sama dipanggil untuk hidup takut akan Tuhan dan melakukan yang terbaik. Ketika rencana Tuhan digenapi dan Firman-Nya dilakukan oleh kita, maka perkara ajaib akan dinyatakan Tuhan pada waktu-Nya. Ingat-lah, Tuhan sanggup menolong Anda dan saya! Amin.
KETIKA KITA MENGGENAPI RENCANA TUHAN, MAKA PERKARA AJAIB AKAN DINYATAKAN PADA WAKTU-NYA
Natal di demo? Itu hal biasa. Sepanjang sejarah Indonesia, tercatat ribuan gereja dirusak, dibakar, dan diratakan belum terhitung ribuan bahkan ratusan ribu yang trauma, terluka dan meninggal sejak kemerdekaan Indonesia 1945. Bahkan ketika perayaan Natal baru-baru ini di Bandung dibubarkan oknum ormas tertentu justru membuat berita Natal tersebut semakin bergaung di Indonesia: Natal bukan Hari Kebencian tetapi hari Cinta Kasih.
Sebenarnya sejak hari pertama Natal diadakan sudah terjadi konspirasi kejam untuk menghalangi Sang tokoh utama Natal. Aktor politik Herodes menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya. Mulai dari memanfaatkan para tokoh agama, hingga kesepakatan di balik tangan dengan para majus atas nama kebaikan sudah dilancarkan Herodes. Satu hal yang tidak diketahui Herodes adalah Tuhan sanggup menggunakan instrumen termasuk kejahatan Herodes untuk menggenapi Firman-Nya bahkan menyelamatkan dan melindungi bayi Natal.
Pesan Natal sangat kuat, yakni kalau Tuhan beperkara maka kejahatan apapun dan oleh siapapun tidak akan sanggup menghalangi kehendak Tuhan menggenapi janji-Nya. Di jaman Yusuf dan Maria tidak ada Whats app, Line, Facebook untuk mendapatkan informasi akan adanya pembunuhan bayi massal. Keluguan para majus pun bukan berarti Herodes pasti berhasil memanfaatkan tipu dayanya. Natal pertama tetap berlangsung dengan khidmat bersama para gembala di kandang Bethlehem.
Hari ini mungkin Anda merayakan Natal di tempat sederhana. Bisa jadi Anda merayakan hari istimewa ini dengan pakaian ala kadarnya karena tidak mampu membeli sepatu dan baju baru. Mungkin panitia Natal gereja Anda dibuat waspada berkali lipat atas kemungkinan gerakan pengacau. Apapun keadaannya, ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah tinggal diam. Setiap kesulitan, tantangan dan hambatan adalah bagian dari rencana Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya, untuk menumbuhkan iman kita dan ajaib-Nya adalah Tuhan dapat memakai segala sesuatu untuk menggenapi tujuan-Nya. Sekarang kita tahu bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi-Nya. Amin. Selamat memasuki masa Natal.
PESAN NATAL SANGAT KUAT, YAKNI KALAU TUHAN BEPEKARA MAKA KEJAHATAN APAPUN OLEH SIAPAPUN TIDAK AKAN SANGGUP MENGHALANGI KEHENDAK TUHAN
Siapa bilang di padang gurun itu udaranya hanya panas dan gersang? Saya dahulu berpikir juga demikian. Tahukah Anda bahwa di perjalanan Musa melewati padang gurun atau yang dikenal Wadi Musa adalah tempat yang unik dan indah. Di Wadi Musa bukan hanya panas menyengat, tetapi pada saat musim dingin udaranya kisaran 10 hingga 2 derajat celcius, bahkan bisa terjadi salju di sana.
Ketika bangsa Israel melewati padang gurun “Petra” ini, mereka bersungut-sungut. Mengomel karena kurang makanan enak, tidak senyaman seperti di Mesir. Mereka marah karena tidak ada air dan haus. Mereka menjerit karena ular berbisa dan binatang buas. Tahukah Anda, mujizat terbanyak di Perjanjian Lama adalah ketika orang Israel bersama Musa di padang gurun. Mereka makan gratis manna selama 40 tahun, juga dikirim daging plus air gratis dari ketukan batu Musa. Belum lagi kasut yang tidak rusak dan penerangan tiang api serta kompas ajaib berupa tiang awan.
Semua berkat Tuhan tersebut kurang begitu dirasakan dan disyukuri oleh umat Israel waktu itu. Mengapa? Karena mereka cenderung hanya melihat kesibukan sehari-hari dengan permasalahan yang ada. Bukankah hari ini banyak umat Tuhan seperti itu? Mengeluh, bersungut-sungut dan mengancam meninggalkan Tuhan apabila keinginannya tidak dituruti.
Paulus mengingatkan jemaat Kolose untuk belajar memikirkan perkara yang di atas. Maksudnya bukan supaya orang Nasrani itu hidup dalam utopia atau idealisme atau mimpi belaka, tetapi justru sebaliknya Firman Tuhan mengajak dengan memiliki cara pandang surgawi akan memampukan kita melihat hidup ini secara lebih mendarat, lebih nyata, lebih jelas.
Ketika kita hanya memikirkan perkara di bumi, maka kita cenderung berfokus kepada masalah yang ada dengan jargon: Apa yang saya dapat? Kenapa dia dapat lebih? Kenapa saya tidak dapat? Akhirnya pemikiran ini melahirkan sungut-sungut ketimbang syukur, kerakusan ketimbang mencukupkan diri, serta mengejar ambisi dan nafsu ketimbang melayani Tuhan dan menggenapkan tujuan kita hidup di dunia ini.
Ketika kita memikirkan perkara surgawi, apa yang Tuhan kehendaki dan apa yang menjadi prinsip kebenaran, maka di sana kita dapat menilai realitas kehidupan ini dengan lebih terarah dan justru lebih mendarat. Kerangka berpikir rohani yang diajarkan Alkitab memampukan kita memperoleh hikmat Tuhan dalam menjalani hidup ini.
Saat ini Anda dan saya dipanggil menyediakan waktu jeda dalam hidup ini untuk bersaat teduh, merenungkan prinsip kebenaran Firman Tuhan ini justru hidup kita lebih mendarat dengan realitas, dengan kehendak Tuhan dan dengan janji Tuhan. Amin.
BERPIKIR ROHANI TIDAK IDENTIK DENGAN IDEALISME MENG-AWANG AWANG, TETAPI JUSTRU SEBALIKNYA ADALAH CARA PALING MENDARAT DALAM MENJALANI HIDUP YANG BERHIKMAT