Osaka Expo: No Tobacco Day

Osaka Expo: No Tobacco Day

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, – dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! 1 Korintus 6:19-20

Ajang internasional Osaka Expo di Jepang diadakan pada bulan April-Oktober 2025. Ide nya satu, bagaimana merancang komunitas masa depan bagi hidup kita. Fokus pada inovasi, teknologi dan keberlanjutan membawa perwakilan negara-negara seluruh dunia untuk presentasi apa-apa saja yang dapat ditawarkan untuk masa depan yang lebih baik. Saya tidak menyangka Tuhan memberikan anugerah untuk ikutan menjadi pembicara dalam salah satu sesi kesehatan di hari Tanpa Rokok Internasional (No Tobacco Day).

Secara garis besar lebih dari 70 juta penduduk Indonesia merokok (data tahun 2023). Setiap tahun sekitar 250 ribu orang di Indonesia meninggal dunia karena merokok, ditambah setidaknya 50 ribu orang meninggal hanya karena sering menghisap asap rokok. Apa akibat buruk merokok? Mungkin kita semua sudah tahu, tapi mari diingatkan kembali akibat nya seperti kanker, sakit jantung, malah pernafasan, lemah nya kekebalan tubuh hingga penuaan yang lebih cepat. Indonesia pula mengusung juara orang paling banyak merokok setiap hari nya (prevalensi perokok) se Asia Tenggara.

Apakah ini masalah pribadi hanya dari kemauan sekedar berhenti merokok? Ternyata data dan fakta di lapangan menunjukkan bahwa hidup sehat dalam hal ini berhenti merokok adalah masalah kita bersama. Dibutuhkan lebih dari kemauan pribadi untuk hidup sehat, menerobos budaya kebiasaan merokok, menyuarakan kebijakan kesehatan masyarakat yang melindungi banyak orang, kebijakan dan aturan yang tegas dari pemerintah disertai pendidikan dan informasi yang memadai kepada semua orang. Oh ya, Indonesia juga adalah salah satu dari sedikit negara yang belum ikut meratifikasi kebijakan Rokok Terkendali (Framework Convention on Tobacco Control) di tingkat World Health Organization.

Sementara kampanye edukasi di sekolah-sekolah, puskesmas, Rumah Sakit, bahkan di instansi pemerintah dan keagamaan menyuarakan hidup sehat dan waspada bahaya merokok, kita sebagai orang percaya juga dipanggil untuk menghargai tubuh kita dengan baik. Firman Tuhan dalam surat Korintus yang ditulis oleh Paulus (1Korintus 6) meningatkan kita semua sejatinya adalah bukan milik diri sendiri, tetapi milik pencipta, yakni Tuhan. Tubuh kita adalah bait Allah yang berarti kita punya kewajiban untuk menjaga dan merawat dengan sehat.

Hidup sehat sangatlah sulit dilakukan sendirian, tetapi bersama-sama komunitas; BISA! Mari, setidaknya kita bisa saling menghormati sesama dengan gaya hidup menjadi berkat. Bagaimana cara nya? Dimulai dari hal sederhana saja: tidur cukup dan sebisa mungkin teratur waktunya. Usahakan konsumsi makanan sehat, tidak harus mahal. Adalah sangat baik apabila minimal setahun sekali periksa kesehatan. Berhenti merokok, termasuk vape demi kebaikan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita khususnya orang-orang yang kita kasihi. Apa yang kita tabur akan kita tuai kelak. Rugi rasanya menabur kesenangan sesaat dan harus membayar mahal biaya berobat di masa yang akan datang. Memang hidup kita di tangan Tuhan, tetapi Tuhan memanggil kita untuk hargai hidup dengan baik. Anda ingin menikmati berkat-berkat Tuhan? Muliakanlah Allah dengan tubuhmu. Amin.

MENIKMATI BERKAT TUHAN DIMULAI DARI JAGA KESEHATAN

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

TUHAN (TIDAK) MENOLONG ?

TUHAN (TIDAK) MENOLONG?

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

(I Korintus 10:13)

 

 

       Beberapa waktu lampau pernah terjadi musibah banjir di sebuah negara bagian Amerika Serikat.  Seorang wanita berdiri di atas atap rumah yang tengah dilanda banjir sedang menangis dan disorot oleh kamera video sebuah stasiun televisi. Ia mengatakan dengan pedih kecewa kepada Tuhan yang membiarkan musibah melampaui kekuatannya. Jikalau orang tersebut mengatakan demikian di depan kamera bukankah dia masih memiliki kekuatan untuk mengungkapkan rasa frustasinya? Benarkah Tuhan membiarkan kita mengalami penderitaan melampaui kekuatan kita?

       Surat Rasul Paulus kepada jemaat Korintus pertama mengingatkan Allah memberi kekuatan kepada umat-Nya dikala mengalami pencobaan sehingga mereka disanggupkan menghadapi hidup ini bersama Tuhan. Konteks dari perikop ayat ini adalah mengingatkan agar umat percaya waspada jangan seperti bangsa Israel yang bersungut-sungut menjalani masalah hidup dan meninggalkan Tuhan dengan berbuat jahat. Apapun yang kita kerjakan haruslah untuk kemuliaan Tuhan Pencipta kita.

       Saya pernah membaca cerita tentang seorang percaya yang mengalami musibah banjir. Ia berdoa dan berseru kepada Tuhan agar menolongnya. Tidak berapa lama kemudian datang perahu milik tetangganya. “Ayo ikut kami, tetanggaku! Mumpung kerabat kami menyewa perahu ini untuk keselamatan keluarga kami.” seru tetangganya, namun ia menolak.

       Hujan semakin deras dan banjir semakin hebat dan datanglah speed boat milik tim SAR. “Cepat selamatkan dirimu dan ikut kami!” seru petugas namun ditolaknya juga. Ketika banjir sudah naik ke atap dan sudah setinggi leher orang tersebut, lewatlah helikopter Tim SAR dengan seruan speaker, “Cepat selamatkan dirimu dengan tali ini” seru petugas sambil melempar tali dari atas. Orang itupun sekali lagi menolak dan banjir akhirnya memakan nyawanya.

       Sesampai di pintu surga, ia marah kepada Tuhan, “Tuhan kenapa tidak menolong saya?”. Jawab-Nya, “Sudah berkali-kali saya menolongmu lewat tetangga, tim SAR dan berbagai cara tetapi engkau tidak mau! Mengapa engkau mengeraskan hatimu dengan penafsiran yang picik?

       Ilustrasi ini menggambarkan bagaimana manusia kerap kali salah tafsir tentang Firman Tuhan dan lebih menyukai jawaban yang instan dan sesuai kehendak diri dari pada kehendak Tuhan. Apabila kita mau rendah hati dan belajar terbuka dengan sapaan Tuhan lewat alam dan sekitar, maka kita melihat sesungguhnya Tuhan itu tidak tinggal diam. Ada jalan keluar disediakan-Nya bahkan ketika tidak ada jalan, Tuhan akan buka jalan baru bagi kita untuk menghadapinya. Biarlah menjadi doa kita bersama agar Tuhan memberi hikmat dan menolong umat-Nya. Amin.

HARI INI BILA KITA DIIJINKAN HIDUP, ITU BUKAN KEBETULAN TETAPI UNTUK PENUHI TUJUAN-NYA

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail