Natal dalam istilah Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki dua pengertian: kelahiran seseorang dan kelahiran Isa Almasih. Ketika Tuhan menempatkan manusia ada di bumi ini, maka di sana segala suka dan duka menyatu dalam satu paket kehidupan dengan tujuan yang dirancang Tuhan mulia.
Sejak pertama kali manusia diciptakan dan ditempatkan di Taman Eden (Kejadian 2:15), di sana Tuhan punya misi bagi manusia yakni mengelolah alam secara bertanggung jawab. Kata “menempatkan” dalam bahasa Ibrani (וַיַּנִּחֵ֣הוּ) “wayannihehu” mengandung arti meletakkan atau membaringkan atau memberi ruang untuk sendiri. Kata dibaringkan “anakleno” (ἀνακλίνω) yang sama ini lah yang dipakai dalam Lukas 2:7 ketika bayi Yesus diletakkan di palungan.
Ketika Tuhan menempatkan manusia memulai kehidupan, maka di sana Tuhan memberi ruang bukan hanya beristirahat, tetapi juga bertumbuh dan berbuah dalam karya dan kreasi. Kelahiran berarti permulaan hidup, maka akan ada akhir hidup (kematian).
Natal mengingatkan kita bahwa kehidupan di dunia ini sementara, ada permulaan dan akan ada akhirnya. Berbahagia lah orang yang mengerjakan misi hidup yang Tuhan percayakan kepadanya. Ketika Tuhan meletakkan Natal dalam diri Anda dan saya, IA mempercayakan hidup untuk kita jalani dalam keseimbangan antara istirahat dan bekerja. Kiranya hidup kita boleh memuliakan nama Tuhan. Selamat memasuki masa Adven. Tuhan memberkati.
KETIKA TUHAN MENEMPATKAN MANUSIA, DI SANA IA MEMPERCAYAKAN HIDUP BAGI KEMULIAANNYA
Beberapa hari lalu saya berkesempatan menyusuri anak sungai yang mengalir cukup deras. Senang rasanya berada di tempat yang banyak tanaman dan dialiri sungai. Udara lebih bersih dan sejuk serasa membantu me netral kan racun (toxic) kebisingan dan hiruk pikuk kota tempat saya tinggal. Bagi saya pengalaman sejenak itu bermakna meneduhkan hati.
Hari ini ada kabar gembira! Firman Tuhan membuka rahasia hidup yang dipenuhi damai sejahtera dan bahagia. Unik nya semua ini bisa diakses bukan karena berapa banyak harta yang kita miliki tetapi seberapa ikhlas hati kita mau mendengarkan Firman Tuhan. Firman Tuhan ini justru relevan di saat kondisi kehidupan kacau balau dan keadaan tidak ideal.
Firman Tuhan inilah yang datang melalui nabi Yesaya kepada orang-orang Israel justru di jaman yang tidak ideal, yakni raja yang kacau meninggalkan Tuhan; umat Israel yang lebih suka menyembah berhala; serta situasi politik yang memanas baik dari Mesir, Asyur maupun Babilon pada waktu itu. Ada pengharapan di dalam Tuhan meski keadaan kelam dan suram. Ada masa depan bagi orang yang mau datang mencari dan memperhatikan Firman Tuhan.
Yesaya menuliskan dengan jelas akan janji Tuhan bahwa orang yang memperhatikan Firman Tuhan akan dikaruniai damai sejahtera yang mengalir bak sungai tak pernah kering dan bahagia seperti gelombang laut yang tidak pernah berhenti bekerja. Sungguh dahsyat janji Tuhan!
Setidaknya ada beberapa hal yang kita bisa petik dari Firman Tuhan ini: Pertama, seperti hal nya aliran sungai yang mengalir dari gunung dan tidak dicemari oleh kotoran sampah, maka air itu membawa kebaikan dan berkat bagi alam. Demikian pula Firman Tuhan harus dibaca dan meresap mengalir dalam hati yang baik. Jangan biarkan “kotoran” seperti kebencian, dendam, iri, rakus mencemari isi hati kita. Sedikan prioritas waktu untuk membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan dengan tulus. Semua ini menghasilkan berkat Tuhan dan ingat! Berkat Tuhan ini harus dialirkan dan tidak boleh disimpan sendiri.
Kedua, Firman Tuhan bukan candu seperti yang dicibir orang tak ber-Tuhan. Firman Tuhan relevan dan memahami yang namanya hidup ada naik dan turun, pun suka dan duka; ini semua satu paket dengan kehidupan. Berjalan bersama Tuhan adalah langkah paling tepat mengarungi hidup. Tuhan tidak memberikan kita hidup yang gampangan dan bebas hambatan; meski sulit tapi ada jalan keluar; meski rumit tapi ada pengharapan dalam Tuhan.
Ada sebuah cerita tentang perlombaan melukis terbaik yang diadakan oleh seorang raja kepada rakyatnya. Tema sayembara lukisan itu adalah “DAMAI”. Ada begitu banyak lukisan yang indah, menarik dan mengagumkan. Lukisan alam yang sangat indah dan terdapat burung ber siul di tengah sarang dan anak-anak keluarga nya yang lengkap. Ada pula lukisan menarik tentang nelayan di tengah danau yang teduh dan air yang tenang sore hari. Tidak ketinggalan pula lukisan kerajaan yang menggambarkan banyak anak-anak, orang dewasa, bahkan raja yang bahagia dengan raut wajah senang sambil melakukan aktivitas sehari-hari. Lukisan yang sangat indah!
Uniknya, pemenang bukan diberikan kepada lukisan-lukisan indah ini tetapi pada satu lukisan yang unik. Lukisan ini menggambarkan ombak besar yang sangat mengerikan, angin kencang dan alam yang sangat tidak bersahabat. Di tengah lukisan itu terdapat batu karang yang berlubang, di situ terlihat burung pipit bersiul. Burung pipit ini aman di tengah batu karang yang kuat dan kokoh. Ini lah gambaran damai sejahtera. Ketika kita mendekat kepada Tuhan, damai sejahtera-Nya dilimpahkan kepada kita dan kita tahu dan percaya bahwa Tuhan adalah batu karang yang teguh.
Anda ingin mendapatkan damai Tuhan di hati? Bahkan justru keadaan tidak ideal dan masalah banyak sekalipun, anugerah Tuhan sanggup menjangkau Anda dan saya dalam kasih dan kebaikan-Nya. Mari datang dalam doa. Sediakan waktu membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Ijinkan anugerah Tuhan menyapa Anda hari ini. Kiranya Tuhan memberkati kita semua, Amin.
Terkadang dari hal sederhana kita bisa memahami sapaan Tuhan kepada kita. Itulah yang saya alami pagi ini lewat kehadiran orang yang cacat. Jadi cerita nya, pagi ini saya turun dari sebuah gedung menggunakan lift. Beberapa detik kemudian lift terbuka, dan saya lihat ada orang cacat dengan ditandai tangan dan kaki tidak sempurna.
Saya keluar dari lift itu dengan asumsi sudah tiba di lantai 1, tempat parkir sepeda. Bapak yang cacat ini kemudian berbicara kepada saya. Saya kurang mengerti ia berbicara apa karena ia mengatakan dengan tidak jelas alias pelat (kurang sempurna mengucapkan kata-kata). Beberapa kalimat beliau ucapkan tetapi tidak juga saya mengerti. Hanya satu kata yang saya mengerti, “empat”.
Akhirnya, bapak ini masuk lift dan saya keluar lift. Waktu saya lihat tanda di lift, baru lah saya mengerti bahwa saya masih berada di lantai empat dan belum mencapai lantai tujuan yakni lantai satu. Saya sadar dan segera masuk kembali sambil menertawakan diri sendiri. Konyol sekali diri ini, sibuk dengan pikiran pikiran mau berbuat apa saja pagi ini sampai tidak sadar kalau belum saat nya keluar dari lift.
Ku tatap wajah bapak cacat ini dan sambil tersenyum, saya menyampaikan terima kasih atas kebaikan nya. Rupanya dari tadi bapak ini sudah berusaha berulang kali mengingatkan masih di lantai empat. Baik sekali orang ini. Pagi ini, beliau jadi berkat buat saya.
Hal sederhana seperti mengingatkann dan menyapa dengan ramah itu penting, apalagi di era modern banyak orang tidak peduli satu dengan yang lain. Banyak orang lebih suka membiarkan dan tidak berurusan. Banyak orang tidak saling sapa dan tidak peduli. Sungguh era modern yang tersesat, sakit dan menuju kebinasaan.
Hari ini Firman Tuhan lewat Efesus 2:10 mengingatkan kita akan siapa diri kita dan apa panggilan kita sebagai ciptaan baru. Tuhan mau kita hidup menjadi saluran berkat buat sesama. Menjadi ramah terhadap orang lain, termasuk keluarga, tetangga, rekan, bahkan orang asing adalah hal sederhana yang bisa kita lakukan sebagai orang Nasrani. Dunia yang sudah keruh, gelap dan lelah ini butuh terang dan garam. Anda dan saya lah dipanggil untuk hal ini. Kiranya Tuhan menolong kita jadi saluran berkat-Nya. Amin.
BEING NICE TO OTHERS IS THE SIMPLE WAY TO BECOME GOD’S BLESSING.
Jangan salah persepsi, saya tidak bermaksud mengatakan masalah yang Anda sedang hadapi semua nya adalah hal sepele. Bukan! Masalah besar bisa terjadi seperti: sakit, kepergian orang yang dikasihi, darurat finansial, retaknya hubungan, dst. Ini bisa jadi masalah kecil bagi seseorang tetapi masalah besar bagi orang lain. Bagaimana Firman Tuhan dapat menolong kita melihat masalah hidup?
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan yang sanggup menolong umat-Nya keluar dari perbudakan Mesir di masa lalu adalah Tuhan yang sanggup menolong Anda dan saya keluar dari masalah hidup di masa sekarang. Tuhan lebih besar dari apa pun masalah Anda dan saya.
Tuhan sanggup melimpahkan kasih-Nya kepada kita. Tuhan sanggup menjaga dan melindungan Anda. Tuhan sanggup menyatakan kemurahan-Nya secara berlimpah. Bagaimana cara mendapatkan dan mengalami kebaikan Tuhan ini? Firman Tuhan mengingatkan hanya ketika kita mau ada dalam hadirat Tuhan.
Apa yang dimaksud ada dalam hadirat Tuhan? Ada dalam hadirat Tuhan itu tidak melulu peristiwa sensasional, bukan katarsis (istilah psikologi yang berarti pelepasan emosi) tetapi lebih kepada motivasi hidup untuk Tuhan, hidup belajar mengasihi Tuhan, hidup melakukan Firman Tuhan. Ada dalam hadirat Tuhan berarti kehendak Tuhan jadi dalam hidup kita di bumi seperti di surga (Matius 6:10).
Saya pernah berbelanja di sebuah super market besar. Begitu banyak barang menarik dipajang dengan harga promo yang fantastis. Meski sudah mengantongi daftar belanjaan, namun godaan untuk membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan itu besar. Akhirnya saya membeli barang sesuai daftar belanjaan tetapi juga tambahan barang-barang lain. Sesampai di rumah baru menyesal kalau barang-barang yang kelihatan murah itu sebenarnya tidak betul-betul kita butuhkan. Anda pernah mengalami seperti yang saya alami?
Inilah salah satu cara marketing perusahaan besar merayu pembeli untuk beli sebanyak-banyak nya, beli sesering mungkin dan beli dengan rasa senang karena berpikir itu tawaran yang tepat (good deal). Konon barang harga terbaik ada di ujung setelah kita berkeliling melihat barang barang lain. Kita kewalahan mendapat banyak promo, banyak jenis produk, banyak tawarn menarik yang mengalihkan dari tujuan semula.
Hidup ini bisa seperti itu, ketika kita melihat begitu banyak masalah membuat stress, kecewa bahkan putus asa. Pandangan kita menyelesaikan masalah jadi kabur dan semangat jadi kecil karena pajangan masalah demi masalah di sekeliling kita. Itu sebab nya kiita perlu rehat dalam Firman Tuhan. Lihat masalah dari atas perspektif Allah dan ijinkan Tuhan yang memberi hikmat dalam mengambil keputusan. Dari sana lah kita akan mengetahui apakah kita sedang sibuk dengan remeh temeh dunia atau tidak.
Kalau ribuan generasi sejak dari jaman penciptaan hingga sekarang Tuhan sanggup tolong, apalagi kita yang cuman debu ini? Terlebih Tuhan sanggup tolong Anda dan saya. Mari tetap jaga motivasi hidup. Mari belajar mengasihi Tuhan dengan melakukan Firman-Nya. Tuhan mau menunjukkan kasih-Nya kepada kita. Amin. (J.S)