PERJALANANKU DI HIROSHIMA


PERJALANANKU DI HIROSHIMA
Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.  Markus 9:50b
Tidak pernah terbayang bahwa akhirnya saya menjejakkan kaki di Hiroshima, Jepang.  Hiroshima adalah salah satu sasaran bom atom Amerika Serikat sebagai rentetan konflik perang dunia II. Dari lebih dari 350.000 orang pada waktu itu, setidaknya ada sekitar 200.000 orang terkena dampak mengerikan dari bom atom. Mulai dari radiasi yang menyebabkan gatal, panas terbakar, kulit hancur hingga bentuk tubuh yang meleleh dan sulit dikenali apakah mahkluk berjalan itu laki-laki atau perempuan.
Di wilayah sekitar “Memorial Dome”; museum hingga titik nol bom atom, saya merasakan suasana hening, mencekam dan mengerikan.  Pasalnya bukan hanya foto-foto korban, kesaksian hidup yang ditulis dan disuarakan tetapi ribuan bukti akibat kekejaman perang manusia dipamerkan sebagai peringatan bahwa perang itu mahal harganya.  Lebih baik berusaha menjaga perdamaian dari pada terjebak dalam lingkaran setan “balas dendam” yang menghancurkan satu dengan yang lain.
Itulah yang dimaksud Tuhan Yesus ketika menyampaikan sebuah panggilan hidup menjadi garam dan terang dunia (Matius 5:13; Lukas 14:34-35).  Manusia diciptakan bukan untuk saling menghancurkan tetapi saling memberkati.  Kenyataan menunjukkan tidak semua orang mau berdamai dengan kita, tidak semua orang mau jadi berkat dan wajar tidak semua orang menyukai kita.  Panggilan Tuhan Yesus kepada umat manusia adalah berusaha menjaga perdamaian (shalom) sehingga orang tetap melihat dan merasakan manfaat (bukan sekedar) baik tetapi juga benar.
Saat ini Hiroshima adalah kota besar dengan penduduk lebih dari 1 juta jiwa.  Kota yang sangat maju, modern, bersih dan indah. Sejarah kota ini tetap berdengung di denyut nadi dunia seolah mengingatkan bahwa sebisa mungkin jaga dan usahakanlah perdamaian. Jangan membiarkan diri tenggelam dalam prasangka negatif tentang suku, agama, atau bangsa tertentu. Ketika mendengar berita dari orang atau media massa yang sifatnya provokatif, jangan terburu-buru panas hati tetapi berhenti sejenak, berpikir dan bertanya: Apakah hal ini baik? Apakah informasi ini berguna untuk kebaikan saya atau saya sedang dipermainkan oleh oknum tertentu? Apakah kata Firman Tuhan? Doa saya, kiranya kita tetap menjadi garam dan terang Tuhan di manapun kita berada.
ORANG YANG MENYADARI PERANG ITU SANGAT MAHAL AKIBATNYA, AKAN BERUSAHA MENJAGA PERDAMAIAN DAN MELEPASKAN DIRI DARI LINGKARAN SETAN KEBENCIAN.
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

KENDI AIR KERAMAH TAMAHAN


KENDI AIR KERAMAH-TAMAHAN
Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya. Matius 10:42
Sewaktu kecil saya mengenyam pendidikan TK (Taman Kanak-kanak) dekat pasar rakyat. Gedung TK ini kecil sehingga sebelum jam pembelajaran dimulai, kami suka nongkrong di depan sambil bermain atau melihat lalu lalang tawar menawar pembeli dan penjual sayur mayuran. Biasalah suasana pasar selain bau menyengat ikan mentah, sayur dan sampah berserakan juga riuh dan ramai dengan berbagai peristiwa yang unik setiap harinya. 
Hari itu saya memperhatikan seorang bapak membawa gerobak (entah apa yang dibawanya) dan berhenti persis di depan rumah di depan TK kami. Depan rumah tersebut berdiri tiang seukuran 1,5 meter dan diletakkan sebuah kendi air di atasnya. Kendi itulah yang diambil oleh bapak itu untuk diminum beberapa teguk dan dikembalikan ke tempatnya. Lalu ia melanjutkan perjalanan.  Tidak berapa lama ada seorang tukang becak yang juga berhenti sejenak, mengambil dan meminum kendi berisi air tersebut dan mengembalikan ke tempatnya. Semula saya berpikir sedang melihat aksi pencurian, tetapi kemudian saya menyadari ini adalah sebuah keramahtamahan.
Mungkin praktik seperti ini agak sukar dilakukan di jaman ini, kalau tidak hilang kendinya bisa pula terjadi orang-orang meminta teh manis, kopi atau minuman bersoda dengan es batu. Perbuatan baik jaman sekarang kerap langka, penuh prasangka dan disalahpahami.  Sebagian orang menolong justru dirampok. Syukurnya, hakikat perbuatan baik yang benar bukan lahir dari reaksi apa kata orang tetapi lahir dari motivasi mau berbagi secara tulus.
Mengikut Yesus secara radikal bukan tentang mengacungkan pedang dan melakukan kekerasan, melainkan mengedepankan prioritas hidup untuk Tuhan dalam cara yang nyata dan seimbang.  Berbuat baik seperti yang dikatakan Yesus, “..memberi air sejuk secangkir sajapun…” (Matius 10:42) adalah bentuk nyata radikalisme Nasrani. Menyambut “orang kecil”, mendukung rohaniwan yang tulus melayani Tuhan, mengunjungi orang sakit pun dapat dilakukan sebagai bagian dari menyambut Tuhan.  Upahnya bukan apa kata orang, apa balas orang, tetapi sebuah kehormatan bisa memberi dan melayani dengan motivasi untuk Tuhan. Inilah militanisme yang perlu dijaga setiap orang percaya apabila merindukan hidupnya berkenan dan diberkati Tuhan. 
KENDI AIR YANG SEDERHANA DAPAT MENJADI ALAT TUHAN MEMBERKATI ORANG LAIN, HIDUP MEMBERI YANG LAHIR DARI MOTIVASI UNTUK TUHAN TIDAK AKAN KEKURANGAN BERKAT TUHAN.
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

SUDAHKAH ANDA SARAPAN?


SUDAHKAH ANDA SARAPAN?
Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. 
Matius 4:4b.
Sudahkah Anda sarapan pagi ini? British Journal of Nutrition (1997) dalam topik “How important is breakfast?” memberikan kesimpulan bahwa sarapan yang bergizi itu penting apabila dilakukan secara berkelanjutan dalam konteks konsumsi nutrisi yang seimbang (hal. 97-98). Sarapan yang baik bermanfaat menyediakan energi di permulaan hari.  Tubuh yang sehat dan segar menolong keberhasilan hidup.  Tapi sarapan jasmani saja tidak cukup. Seperti satu koin memiliki dua sisi yang berbeda, demikian hidup manusia perlu kandungan gizi jasmani dan rohani.
Yesus memiliki prinsip bahwa hidup manusia bukan hanya dari roti (makanan jasmani) tetapi juga lewat makanan Firman Tuhan (Matius 4:4b). Makanan rohani bermanfaat agar sehat dan kuat menghadapi kesulitan dan pencobaan hidup. Firman Tuhan adalah gizi rohani yang dapat menguatkan dan menangkis serangan kuman seperti kerakusan, iri hati, kebencian, dsb. Roh Kudus terus bekerja mengingatkan orang-orang percaya pada konsumsi Firman Tuhan. Firman Tuhan pula yang akan menghibur, mengajar, menegur dan membawa kita melakukan perbuatan baik (II Timotius 3: 16-17).
Sudahkah Anda saat teduh pagi ini? Sudahkah Anda membaca Alkitab, berdoa dan sediakan waktu khusus untuk merenungkan Firman Tuhan? Doa saya, Tuhan memberkati Anda hari ini. Amin.
HIDUP MANUSIA YANG SEHAT ADALAH SEPERTI DUA SISI KOIN, PERLU KANDUNGAN GIZI JASMANI DAN ROHANI YANG SEHAT.
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

Hi.. kecoak !


Hi.. kecoak !
Ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. Amsal 6:8.
Apa kesan Anda mendengar kata “kecoak”? Jijik, kotor, penyakit? Malam itu kecoak bertamu di tempat tinggal kita.  Begitu anak saya berseru, “kecoak!”, saya langsung berusaha memburu, membunuh tanpa menghancurkannya.  Karena konon isi perut kecoak penuh dengan kuman parasit seperti cacing halus yang berbahaya bagi manusia.
Rasa risih mendorong saya untuk sedikit researchtentang kecoak. Cukup mengejutkan setelah membaca seputar serangga yang disebut blattaria atau blattodea ini konon bisa dipakai sebagai obat untuk luka bakar, hepatitis, trauma, dst. Kecoak dapat mengatur sendiri mekanisme kelompok dan dapat hidup sebulan tanpa makanan. Jenis tertentu seperti periplaneta japonica dapat tahan pada suhu hingga -5 derajat celcius dan punya mekanisme hybrid(tidur selama musim dingin). Uniknya, neopteraini meninggalkan semacam bau dan jejak khas untuk memberi informasi keberadaan dirinya dan rantai makanan bagi kecoak lain.
Amsal Salomo menuliskan kata-kata bijak belajar dari alam ciptaan Tuhan: semut (Amsal 6:6-8).  Semut adalah serangga yang rajin bekerja, punya mekanisme hidup berkelompok, pembagian fungsi kerja, hirarki dan terkhusus dikenal dengan mengumpulkan makanan di musim panas alias investasi untuk jangka panjang. Kecoak dan semut adalah serangga ciptaan Tuhan yang unik, rumit dan menakjubkan.  Binatang kecil sepele ini mengajarkan makna keseimbangan antara berinvestasi dan berbagi.
Oh ya, konon untuk mengusirnya dapat dilakukan banyak cara seperti menaruh daun pandan, mengikat erat sampah makanan, mengepel lantai  dengan bersih, perangkap kecoak hingga semprotan insektisida. Kiranya Tuhan menolong kita bukan hanya gembira menerima tetapi juga memberi sebagai gaya hidup yang sehat.
BERINVESTASI DAN BERBAGI ADALAH KESEIMBANGAN HIDUP YANG DIAJARKAN ALKITAB
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail