NATAL DI DEMO

NATAL DI DEMO?

(Matius 2:1-12)

kkr_natal_di_bandung_dibubarkan

       Natal di demo? Itu hal biasa. Sepanjang sejarah Indonesia, tercatat ribuan gereja dirusak, dibakar, dan diratakan belum terhitung ribuan bahkan ratusan ribu yang trauma, terluka dan meninggal sejak kemerdekaan Indonesia 1945. Bahkan ketika perayaan Natal baru-baru ini di Bandung dibubarkan oknum ormas tertentu justru membuat berita Natal tersebut semakin bergaung di Indonesia: Natal bukan Hari Kebencian tetapi hari Cinta Kasih.

       Sebenarnya sejak hari pertama Natal diadakan sudah terjadi konspirasi kejam untuk menghalangi Sang tokoh utama Natal. Aktor politik Herodes menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya. Mulai dari memanfaatkan para tokoh agama, hingga kesepakatan di balik tangan dengan para majus atas nama kebaikan sudah dilancarkan Herodes. Satu hal yang tidak diketahui Herodes adalah Tuhan sanggup menggunakan instrumen termasuk kejahatan Herodes untuk menggenapi Firman-Nya bahkan menyelamatkan dan melindungi bayi Natal.

       Pesan Natal sangat kuat, yakni kalau Tuhan beperkara maka kejahatan apapun dan oleh siapapun tidak akan sanggup menghalangi kehendak Tuhan menggenapi janji-Nya. Di jaman Yusuf dan Maria tidak ada Whats app, Line, Facebook untuk mendapatkan informasi akan adanya pembunuhan bayi massal. Keluguan para majus pun bukan berarti Herodes pasti berhasil memanfaatkan tipu dayanya. Natal pertama tetap berlangsung dengan khidmat bersama para gembala di kandang Bethlehem.

       Hari ini mungkin Anda merayakan Natal di tempat sederhana. Bisa jadi Anda merayakan hari istimewa ini dengan pakaian ala kadarnya karena tidak mampu membeli sepatu dan baju baru. Mungkin panitia Natal gereja Anda dibuat waspada berkali lipat atas kemungkinan gerakan pengacau. Apapun keadaannya, ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah tinggal diam. Setiap kesulitan, tantangan dan hambatan adalah bagian dari rencana Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya, untuk menumbuhkan iman kita dan ajaib-Nya adalah Tuhan dapat memakai segala sesuatu untuk menggenapi tujuan-Nya. Sekarang kita tahu bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi-Nya. Amin. Selamat memasuki masa Natal.

PESAN NATAL SANGAT KUAT, YAKNI KALAU TUHAN BEPEKARA MAKA KEJAHATAN APAPUN OLEH SIAPAPUN TIDAK AKAN SANGGUP MENGHALANGI KEHENDAK TUHAN

pesan-natal

 

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

JOY TO THE WORLD

JOY TO THE WORLD

(Baca: Lukas 1:46)

joy3

       Seorang anak mengeluh kepada ayahnya, “Pa, kenapa lagu-lagu di Gereja itu membosankan ya? Sepertinya ketinggalan jaman dan kata-katanya kurang bermakna”. Ayahnya menjawab, “Kalau kamu bisa membuat lagu yang lebih baik, kenapa tidak melakukannya?” Kemudian anak itu masuk ke dalam kamar dan membuat lagu hymn pertama berjudul “When I Survey The Wondrous Cross” (KPK no.163, Bila Kuingat SalibNya) dan pada tahun 1690 dia membuat lagu Natal yang dikenal dunia hingga saat ini, “Joy To The World” (KPK no.88, Dunia Gemar dan Soraklah). Siapakah anak ini? Ya, dialah Isaac Watts.

Berikut ini teks lagunya dalam bahasa Inggris dan Indonesia:

Joy teks

       Bertolak dari Mazmur 98 dan diilhami oleh ayat Alkitab Lukas 1:46-55, Isaac Watss menggubah lagu Natal yang dikenal dunia hingga saat ini. Bukan hanya para malaikat, para gembala dan para Majus yang bersukacita tetapi seluruh isi surga bersorak sorai atas kehadiran Yesus di dunia. Mengapa? Karena Yesus Kristus adalah Mesias, Juruselamat, Penolong,  Penyelamat dan Pengharapan hidup manusia, Tuhan yang datang menyatakan berkat justru dari kesederhanaan dan kerendahan hati. 

Joy the World by Isaac Watts

       Ironisnya adalah meski banyak orang menyanyikan dan memutar lagu Joy To The World, namun hatinya menolak  Tuhan Yesus, hidupnya jauh dari pada mencerminkan kemuliaan Tuhan, sukacita dari Tuhan kepada dunia berubah menjadi hura-hura duniawi mengatas namakan kebaikan. Inilah cara dunia menjual natal tanpa Kristus.

       Hari ini kita diingatkan kembali kepada lagu Isaac Watts, kepada pujian Maria. Mereka memiliki nada yang sama, yakni hidup memuliakan Tuhan dan bersukacita karena Tuhan Juruselamat. Kalau jutaan malaikat bersorak mengagungkan Tuhan, badai dan ombak laut tunduk kepada-Nya, alam semesta mendengar Firman-Nya, bahkan setan gemetaran di hadapan Tuhan, bagaimana dengan kita ciptaan-Nya?  Kiranya sukacita dan rasa syukur yang dalam itu dinyatakan dengan hidup memperkenan hati Tuhan Yesus Kristus. Selamat memasuki masa Natal. Amin.

 

NATAL TANPA KRISTUS ADALAH SUKACITA PALSU. NATAL YANG BERPUSAT PADA KRISTUS MENGHASILKAN SUKACITA SEJATI.

keep Christ

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

NATAL DI RSJ DAN PENJARA?


NATAL DI RUMAH SAKIT JIWA DAN PENJARA?
Baca: Markus 9:14-29
Untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut, untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera (Lukas 1:79).
Ada dua pelayanan yang sering menjadi momok bagi banyak orang: pelayanan di Rumah Sakit Jiwa dan di penjara. Mengapa? Karena kedua pelayanan ini berkesan menakutkan, ganas dan berbahaya.
Pelayanan ibadah di Rumah Sakit jiwa seringkali mendapat stigma bahwa para pasien pasti semua adalah orang gila akut yang bisa teriak sendiri, tertawa tanpa sebab dan melukai atau bahkan membunuh orang tak dikenal sekalipun. Memang pernah ada kejadian orang yang waham kemudian membunuh keluarganya dengan sekop dan berpikir bahwa ada tikus-tikus besar! Tetapi ingatlah bahwa para dokter dan perawat tidak serta merta melepaskan pasien yang tidak terkontrol apalagi saat ibadah Natal bersama. Saya pernah pelayanan ibadah Natal bersama tim di sana. Mereka takut memasuki kompleks besar rumah sakit jiwa ini, namun akhirnya bisa adaptasi dan melayani dengan baik.
Pelayanan ibadah di Penjara memiliki konteks yang harus diketahui oleh para pelayan. Penjara di Indonesia pada umumnya jorok, kotor dan relatif kurang aman. Selesai ibadah Natal, tim pelayanan kami keluar dikawal sejumlah jemaat yang adalah narapidana dari gereja penjara menuju pintu keluar dengan melewati ratusan sel dan beberapa blok, tiba-tiba pembawa kami langsung mengarahkan ke samping dan berjalan memutar. Ada apa? Kemudian kami diberitahu bahwa ada kelompok tertentu di depan yang sebaiknya dihindari. Bayangkan apabila kita melenggang begitu saja seperti di jalan umum, ah lebih baik tidak usah dibahas.
Pelayanan di Rumah Sakit Jiwa dan Penjara tampaknya sulit untuk membawa perubahan sekejap seperti sembuh atau sadar dan bertobat. Siapakah kita manusia dapat mengubah orang yang sakit  kecuali kuasa Tuhan? Itulah yang terjadi pada orang “sakit” kerasukan setan (Markus 9:14-29). Banyak orang berpikir, “Oh, dengan hamba Tuhan A ini lho manjur doanya! Kalau hamba Tuhan B kurang bagus, didoakan tambah mati.” Mereka merasa heran karena para murid tidak sanggup mengusir setan sampai Yesus datang dan anak itu disembuhkan.
Hari ini banyak orang berpikir bahwa doa rohaniwan tertentu lebih manjur dan mujarab dan mengkultuskan seperti dewa. Ini salah! Acuan kesembuhan, pertolongan, pemulihan dan keselamatan harus dan hanya satu: Tuhan! Ingat, Tuhan sanggup bekerja lewat bejana yang sederhana seperti Anda dan saya! Sudahkah Anda menyediakan waktu khusus untuk berdoa? Selamat menyambut Natal, kiranya Kristus dinyatakan melalui kita. Amin.
BAGI MANUSIA MUNGKIN MUSTAHIL, NAMUN TUHAN DAPAT BEKERJA MELAMPAUI APA YANG SANGGUP KITA LAKUKAN
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

NATAL KELABU DI LINDT CAFE SYDNEY


NATAL KELABU DI LINDT CAFÉ SYDNEY
Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi. Yeremia 31:15
Tepat 10 hari sebelum Natal, 15 Desember 2014 dunia dikejutkan dengan peristiwa teroris membajak Lindt Café di pusat kota Sydney, Australia. Man Haron Monis menodongkan senjata kepada 17 orang (sebelumnya 5 orang berhasil lolos). Dalam sekejap daerah bisnis Martin Place ditutup dan kompleks kejadian perkara dipenuhi dengan aparat keamanan.
17 Jam masa menegangkan berakhir dengan 2 orang meninggal dan 4 orang mengalami luka. Seorang yang meninggal adalah ibu dari 3 anak dan seorang lagi adalah manager dari Lindt kafe. Pelaku teroris yang ternyata tidak asing di catatan kriminal kepolisian juga meninggal setelah baku tembak dengan polisi khusus anti teroris.
Ada satu foto dari media massa yang memuat gambar dua orang tawanan (hostages) menempelkan tangan di kaca dan dipaksa menyelipkan bendera ISIS sementara di bawah kaca terpajang dekorasi dan ucapan Selamat Natal. Tragedi kelabu di sana mengingatkan saya kepada tragedi kelabu di Natal pertama ketika Herodes hendak membunuh bayi Yesus dan semua bayi di Bethlehem (Matius 2:16-18). Waktu itu tidak ada pasukan anti teror, tidak ada media massa yang berani meliput di tempat kejadian perkara dan yang ada adalah kepanikan, tangisan histeris dan kedukaan mendalam.
Apa dampak dari kejadian ini? Banyak! Tentunya membuat teror pada banyak orang dan tidak terlepas orang Nasrani maupun Muslim. Sejumlah orang-orang muslim Indonesia berjilbab berkomentar: takut keluar dan jadi korban kekerasan dari orang-orang yang berprasangka buruk kepada muslim. Bukankah ini jebakan Iblis bagi kita semua?
Ketika (saya menyebutnya) “lingkaran setan balas dendam” menyambut  kekerasan seperti teror di atas, maka dapat menimbulkan prasangka (prejudice) buruk terhadap sterotipe tertentu baik agama maupun suku bangsa tertentu yang berujung saling membalas. Di sinilah propaganda yang sengaja dibuat ISIS menguatkan asumsi bahwa muslim sedang dihancurkan dan satu-satunya cara adalah berjuang jihad dengan kekerasan hingga mati pula.
Bagaimana seharusnya sikap kita sebagai orang-orang Nasrani ketika Natal diwarnai kelabu ini? Apakah kita ikutan menaruh prasangka buruk? Apakah kita terpancing untuk melakukan balas dendam dan terjebak dalam kebencian?
Yesus Kristus memahami masalah kehidupan secara nyata (real problem of life) dan ketika Ia datang di Betlehem hingga di Golgota memberikan harapan bagi yang putus asa, terang di dalam kegelapan dunia. Yesus Kristus menjawab masalah nyata dunia dengan hal nyata: menyembuhkan yang sakit, mengenyangkan yang lapar, mengobati yang luka, memulihkan yang hancur, mendampingi yang berduka dan sendiri (lonely), memberikan jaminan keselamatan hidup kekal kepada manusia yang hidup di dunia yang tidak ideal. Tuhan-lah dan bukan agama manusia yang menjadi jawaban atas masalah nyata ini.
Setidaknya ada beberapa hal praktis yang perlu kita pegang: Pertama, jangan prasangka buruk terhadap suku, agama dan kelompok tertentu. Saya mengenal banyak Muslim yang sangat baik dan ramah, bahkan tetangga-tetangga Muslim kami saling berbagi makanan termasuk di bulan Natal ini. Seorang teroris Man Haron Monis jangan serta merta membuat kita berpikiran negatif dan buruk terhadap semua orang Islam.
Kedua, jangan biarkan “lingkaran setan balas dendam” membuat hidup dan dunia kita menjadi makin kelabu. Kristus datang memberi Terang dalam kegelapan dan mewarnai dunia yang kelabu ini, demikian pula Nasrani dipanggil bukan untuk membuat makin kelabu tetapi penuh warna indah termasuk merah dan hijau yang menyapa dan memberkati semua orang.
Ketiga, mari kita jadi saluran berkat Tuhan sesuai konteks keadaan kita manusia yang rapuh ini. Tidak perlu berlagak sok suci, sok saleh dan sok hebat menjadi orang yang bukan diri kita tetapi sesuai kekuatan dalam proses iring Yesus. Bila kemampuan kita hanya 2 helai baju untuk menolong orang yang kedinginan, itu yang terbaik. Bisa jadi 2 buah roti yang kita bagikan dipakai Tuhan untuk menghangatkan orang yang beku hatinya. Anda dan saya dapat dipakai dalam mujizat Tuhan Yesus. Selamat menyambut Natal. Doa saya untuk keluarga korban meninggal dan korban yang trauma, dihibur dan dipulihkan kembali (oh ya, satu orang yang berhasil lolos dari peristiwa di Lindt kafe ini adalah orang Indonesia). Doa saya untuk Anda di bulan Natal ini. Immanuel.
KRISTUS DATANG MEMBERI TERANG DALAM KEGELAPAN, MEMBERI WARNA PENGHARAPAN DALAM KELABU KEPUTUS ASAAN

 

 
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail