SIAP TERIMA BERKAT DOUBLE?

SIAP TERIMA 
BERKAT DOUBLE ?
Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:3.
“… mereka akan menamakan Dia Imanuel, yang berarti Allah menyertai kita.” Matius 1:23.
Apa beda antara sekadar menikmati hidup dengan mensyukuri hidup berkat Tuhan? Ketika Tuhan menciptakan dunia dan isinya dalam waktu 6 hari yang dianggap baik, maka pada hari ke-7 Tuhan berhenti dan menguduskannya.  Alkitab mencatat bahwa Tuhan memberkati hari ketujuh.  Apa maksudnya? Apakah berarti hari lain Tuhan tidak berkati dan berjalan dengan sendirinya seperti teori ateis big bang (alam ada dari ledakan gas galaksi dan berjalan dengan sendirinya segala sesuatu termasuk realitas rutin semesta)?
Kalau kita perhatikan konteks Kejadian 1 dan 2 maka terlihat sebuah kesinambungan Tuhan berkarya dengan sangat indah terhadap ciptaan.  Bukan melihat parsial hanya pada hari ketujuh sebagai sabat (sebagian orang menganggap itu adalah sabtu ada juga yang minggu), tetapi sejak awal mula hingga akhir Tuhanlah yang berdaulat penuh.  Ciptaan Tuhan adalah indah, kudus dan dikonfirmasi dengan berkat Tuhan.  Di tangan Tuhan setiap hari adalah kudus dan menjadi berkat-Nya.
Hari ini banyak orang hanya melalui hidup sekadarnya dan lupa melibatkan Tuhan.  Bisa saja orang yang tidak melibatkan Tuhan tetap bisa makan, menikmati hujan dan panas seperti halnya orang yang melibatkan Tuhan.  Anda tahu dimana bedanya? Ya! Orang yang melibatkan Tuhan tidak akan kekurangan penyertaan Tuhan.  Bukan berarti melibatkan Tuhan free dari kesulitan, tetapi sungguh berbeda apabila Tuhan hadir bersama kita. Orang yang melibatkan Tuhan berkat-Nya double. Pertama ia menikmati berkat yang diberikan oleh semua orang sebagai konsekuensi dari bekerja (wahyu umum), kedua ia menikmati pengudusan Tuhan dan konfirmasi berkat Tuhan dari apa yang sedang dimilikinya.  Sungguh indah bila Tuhan hadir menyertai kita. Mari kita belajar melibatkan Tuhan dalam segala sesuatu.  Amin.
ORANG YANG MELIBATKAN TUHAN BERKATNYA DOUBLE. ITU BUKAN HIDUP SEKADARNYA, TETAPI MELAMPAUI KADARNYA.

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

KETIKA TUHAN MELETAKKAN NATAL

KETIKA TUHAN MELETAKKAN NATAL

(Baca: Lukas 2:7)

Natal1

       Natal dalam istilah Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki dua pengertian: kelahiran seseorang dan kelahiran Isa Almasih. Ketika Tuhan menempatkan manusia ada di bumi ini, maka di sana segala suka dan duka menyatu dalam satu paket kehidupan dengan tujuan yang dirancang Tuhan mulia.

       Sejak pertama kali manusia diciptakan dan ditempatkan di Taman Eden (Kejadian 2:15), di sana Tuhan punya misi bagi manusia yakni mengelolah alam secara bertanggung jawab. Kata “menempatkan” dalam bahasa Ibrani (וַיַּנִּחֵ֣הוּ) “wayannihehu” mengandung arti meletakkan atau membaringkan atau memberi ruang untuk sendiri. Kata dibaringkan “anakleno” (ἀνακλίνω) yang sama ini lah yang dipakai dalam Lukas 2:7 ketika bayi Yesus diletakkan di palungan.  

       Ketika Tuhan menempatkan manusia memulai kehidupan, maka di sana Tuhan memberi ruang bukan hanya beristirahat, tetapi juga bertumbuh dan berbuah dalam karya dan kreasi. Kelahiran berarti permulaan hidup, maka akan ada akhir hidup (kematian).

       Natal mengingatkan kita bahwa kehidupan di dunia ini sementara, ada permulaan dan akan ada akhirnya. Berbahagia lah orang yang mengerjakan misi hidup yang Tuhan percayakan kepadanya. Ketika Tuhan meletakkan Natal dalam diri Anda dan saya, IA mempercayakan hidup untuk kita jalani dalam keseimbangan antara istirahat dan bekerja. Kiranya hidup kita boleh memuliakan nama Tuhan. Selamat memasuki masa Adven. Tuhan memberkati.

KETIKA TUHAN MENEMPATKAN MANUSIA, DI SANA IA MEMPERCAYAKAN HIDUP BAGI KEMULIAANNYA

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail