40 KM BERSAMA TUHAN

40KM BERSAMA TUHAN
(Baca: Yunus 3:1-10)
“Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.” Yunus 3:10
Apa yang kesan Anda mendengar “kota besar”?  Gedung-gedung pencakar langit, teknologi canggih? Kalau saya terbayang kepadatan penduduk dan tingkat kejahatan yang tinggi disamping yang lain-lain.  Kota besar memang seperti gula yang nikmatnya menarik banyak semut datang.  Kerap kali justru di kota besar terdapat kompleksitas besar mulai dari yang positif sampai yang negatif.
Niniwe di jaman Yunus adalah kota besar 3 hari perjalanan luasnya. Bila dihitung rata-rata ukuran tentara romawi marchingsehari adalah 40km maka setidaknya panjang kota Niniwe lebih dari 120km.  Yunus berjalan 40km (mungkin sedikit lari karena bukan tentara) sambil berkhotbah penginjilan sepanjang hari adalah pelayanan yang sangat melelahkan.
Apa yang dilakukan Yunus boleh dikatakan contoh dasar ilmu berkhotbah (homiletik) yang sederhana sekaligus tepat.  Dikatakan sederhana karena tidak memakai penjelasan panjang bertele-tele.  Dikatakan tepat karena tajam menusuk ke sasaran sesuai isi hati Tuhan. Yunus dipakai Tuhan luar biasa bukan karena kepandaiannya, buka pula karena fasih lidah.  Yunus dipakai Tuhan karena ia mau dan taat.
Setiap kitapun dipanggil Tuhan untuk rencana yang luar biasa indah dan dahsyat.  Tuhan mau memakai setiap orang percaya yang bersedia untuk Tuhan.  Ada kalanya lewat perjalanan yang panjang, sukar dan sulit sebelum kemuliaan Tuhan dinyatakan dan banyak orang diberkati.  Bersediakah Anda berjalan bersama Tuhan dalam ketaatan?
KESEMPATAN YANG SANGAT INDAH DALAM HIDUP SEJARAH MANUSIA YANG FANA INI ADALAH APABILA BOLEH DILIBATKAN DALAM PEKERJAAN  TUHAN.  BERSEDIAKAH ANDA?

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

CUMA TITIPAN

CUMA TITIPAN
(Baca: Matius 21:1-10)
Hidup ini cuma titipan Tuhan.  Segala yang ada pada manusia, mulai dari tubuh jiwa hingga semua harta kekayaan, jabatan dan bahkan keluarga sekalipun kelak akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan.
Pagi itu istri saya menitipkan botol minum untuk dibawa rekreasi oleh anak kami.  Sepanjang hari anak-anak gembira bermain.  Sorenya sewaktu  perjalanan pulang, wajah anak kami kelihatan murung dan hampir menangis.  Kenapa?” tanya saya.  Dengan nada lirih ia menjawab sedih karena disebut tidak tanggung jawab menjaga miliknya sendiri.  Sebenarnya ada dua kesedihan yang menyelimutinya, pertama adalah kehilangan barang miliknya dan kedua adalah teguran orang tua agar ke depan lebih hati-hati menjaga barang yang dipercayakan kepadanya.
Hari ini banyak orang sibuk dengan “permainannya” hingga lupa hidup bagi Tuhan.  Sebagian orang sibuk “bermain”  bisnis untuk alasan bertahan hidup atau demi segenggam berlian.  Sebagian “permainan” itu disebut tender, yang lain menyebutnya karier, dan ada pula yang menyebut sebagai “nyaleg” atau “nyapres” yang kesemuanya diulaskan sebagai beribu alasan mulia yang tipis bedanya antara semua ini milikku atau milik Tuhan yang dititipkan. 
Dicatat seorang warga kampung Betfage di Bukit Zaitun memberikan keledainya untuk Tuhan.  Ia adalah orang yang sadar bahwa hidup ini titipan Tuhan (Matius 21:1-7).  Keledai jaman itu adalah alat transportasi yang penting dan sangat berguna untuk keperluan bisnis sehari-hari.  Melalui keledainya ribuan orang bersukacita, mempunyai pengharapan besar dan memuliakan nama Tuhan (ayat 8-10).  Tidak ada kehormatan dan keberhasilan penuh dalam hidup ini kecuali sadar hidup ini cuma titipan.
HIDUP INI CUMA TITIPAN TUHAN.  ORANG YANG MENGHIDUPINYA TENGAH MENGERJAKAN KEBERHASILAN PENUH.

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

TENGGELAM

TENGGELAM
(Baca:Yunus 2:1-10)
Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar.  Keselamatan adalah dari  TUHAN !” (Yunus 2:10)
 Pernakah Anda tenggelam di dalam air?  Saya pernah! Sewaktu berlajar berenang bersama ayah.  Semula berpikir pasti ditolong, tetapi ketika sudah sampai di dasar kolam dan tidak dapat menahan nafas akhirnya mulai merasakan takut, tidak berdaya, dan berpikir akan mati.  Perasaan menghadapi hidup dan mati membuat saya bergerak dan berusaha keras hingga ke tepian sendiri.  Saat itu perasaan jengkel, marah, ditinggalkan.  Tetapi hasil dari pengalaman berharga itu adalah sekarang bisa berenang. Sebuah berkat di tengah pembelajaran.
Tentu saja perasaan dan keadaan Yunus jauh lebih mengerikan ketika tenggelam dalam lautan ganas, apalagi ditelan ikan raksasa.  Di sana Yunus bukan saja belajar menerima tanggung jawabnya sebagai orang yang dipanggil Tuhan, tetapi ia belajar bahwa anugerah Tuhan nyata bahkan di tengah badai kehidupan sekalipun.
Doa Yunus tentang syukur atas keselamatan Tuhan adalah doa yang lahir dari hati yang sangat lega dan bersyukur luar biasa dan diakhir dengan komitmen untuk menjalankan panggilan Tuhan.  Di titik inilah Tuhan memerintahkan ikan raksasa menggembalikan Yunus kepada kehidupan nyata yakni panggilan pelayanan di Niniwe.
Ada kalanya Tuhan ijinkan kita “tenggelam” agar kita keluar dari zona nyaman dan bahkan ketidakberdayaan untuk bersandar dan berjalan bersama Dia saja.  Hari ini, apakah Anda mengambil keputusan untuk berjalan bersama Dia? Ia akan membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya.  
ADA KALANYA TUHAN IJINKAN “TENGGELAM” BUKAN  UNTUK MENYAKITI TETAPI UNTUK MEMBERKATI UMAT-NYA.

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

ANDALAH YUNUS ITU!

Andalah Yunus itu!
(Baca: Yunus 1:1-17)
Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, 
lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN 
serta mengikrarkan nazar (Yunus 1:16)
Tahukah Anda definisi kata “tidur” di kamus oxford? Dijelaskan bahwa “sleep” adalah sebuah kondisi umum yang terjadi pada tubuh dan pikiran dimana sistem saraf tidak aktif, mata tertutup, keadaan postur otot relaks dan keadaan tidak sadar.
Itulah yang terjadi pada Yunus ketika berada di bawah kapal yang bertolak dari Yafo hendak menuju ke Tarsis.  Ia tidur nyenyak! Padahal Yunus sedang dalam masa tugas pekerjaan yang besar. Sebelumnya ia sudah dipanggil Tuhan untuk bangun dan pergi pelayanan ke Niniwe, tapi Yunus lari dan tidur (Bangun dan pergi vs.lari dan tidur).
Yunus tidak dapat sembunyi dari Tuhan walaupun ia berusaha lari dan tidur.  Bencana besar di kapal tersebut menggoncangkan keberanian semua orang di kapal, kecuali Yunus.  Tampaknya Yunus memiliki pemahaman yang kuat tentang Allah, alam semesta dan manusia (ay,9), namun pemahaman sistematik teologi tidak sejalan dengan kerohaniannya yang tertidur.  Yunus baru “bangun” ketika ia dipaksa keluar dari zona nyaman dan berkata, “…karena akulah badai besar ini menyerang kamu” (ay.12).  Yunus baru “bangun” ketika ia menerima tanggung jawabnya (Menerima tanggung jawab vs.melempar tanggung jawab).
Andalah Yunus itu!  Setiap kita dipanggil menjalankan Amanat Agung (Matius 28:18-20).  Setiap kita dipanggil untuk aktif, terbuka dan sadar akan keadaan jaman ini.  Adakah orang-orang jadi takut akan Tuhan dan mengikut Yesus karena Anda? 

PADA SAAT ORANG PERCAYA MENERIMA TANGGUNG JAWAB PERAN & PANGGILAN-NYA, DISANA TUHAN SEDANG BEPEKARA AJAIB.

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail