KAPAK YANG TUMPUL

KAPAK YANG TUMPUL

(2 Timotius 3:15-17)

sharpening

       Seorang reporter lokal hendak meliput kehidupan penebang kayu yang jujur, yang menebang sesuai ijin dan dalam jumlah yang optimal. Kemudian reporter ini mendekati seorang bapak dan berkata, “Pak, boleh saya wawancara?” Tanya reporter lokal ini. “Saya tidak waktu! Lain kali saja!” ujar bapak ini dengan wajah cemberut.

       Reporter yang cermat ini bukan hanya bertanya, tetapi juga mengamati bapak tersebut beserta peralatannya. Ia lihat bahwa kapak itu sudah tumpul. Reporter mudah ini mengatakan, “Bagaimana kalau diasah dulu kapaknya pak?”. Sontak bapak ini marah dan berkata, “Tahu tidak?! Tahun tahun sebelumnya satu hari saya bisa memotong 5 pohon, tetapi sekarang satu pohonpun sehari susah. Kalau saya habiskan waktu mengasah kapak tua ini, nanti tidak akan ada cukup waktu!”

       Bapak tua tersebut walaupun jujur, lugu tetapi bodoh karena ia tidak menyempatkan mengasah kapaknya. Bekerja lebih keras bukan jawabannya, tetapi sebenarnya bekerja dengan hikmat dibutuhkan untuk mendampingi sikap jujur. Sama halnya dengan kehidupan ini, apabila kita terlalu sibuk dengan diri sendiri tetapi lupa menyediakan waktu teduh berkualitas di hadapan Tuhan maka lama kelamaan hati nurani akan tumpul dan kerohanian jadi lesuh. Pelayanan lebih banyak bukan jawaban untuk membuat rohani sehat, tetapi relasi dengan Tuhan-lah yang menjadi kekuatan hidup.

         Elia sangat giat bagi Tuhan tetapi rohaninya yang lesuh baru dipulihkan dalam keheningan bersama Tuhan (Lihat I Raja-raja 19:1-12). Marta sibuk melayani Tuhan tetapi mengabaikan Firman Tuhan (Lihat Lukas 10:38-42). Paulus mengingatkan Timotius pentingnya Kitab Suci bagi hidup. Firman Tuhan sanggup mengasah hati nurani dan menyegarkan kehidupan. Kiranya Tuhan menolong kita untuk kembali menyediakan waktu dalam Firman Tuhan, dan doa. Amin.

 

BUKAN HANYA KAPAK YANG PERLU DIASAH, HIDUP MANUSIA JUGA PERLU DIASAH OLEH KEBENARAN FIRMAN TUHAN

renungan rohani f

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

TAWAR HATI

TAWAR HATI

(Baca: Yosua 7:3-13)

Selalu ada jalan

 

       Tawar hati adalah keadaan yang tidak diinginkan oleh semua orang. Tawar hati membuat orang ragu dan tidak dapat melihat potensi diri yang sesungguhnya. Inilah keadaan umat Allah di jaman Yosua ketika berhadapan dengan bangsa Ai. Keadaan tidak semudah seperti kelihatannya. Mereka kalah perang, ketakutan dan dipermalukan karena menganggap enteng keberhasilan.

       Bagaimana menghadapi tawar hati versi Yosua di Ai? Pertama jelas jangan menganggap remeh apa yang kelihatannya mudah. Yosua memakai strategi untuk mendapatkan keberhasilan (Yosua 8:5-8). Kedua, Yosua menjaga kekudusan hidup di hadapan Tuhan dan membereskan dosa yang masih tersisa dari umat Allah. Ia percaya bahwa keberhasilan itu dari Tuhan (Lihat Yosua 1:8) yang patut diusahakan dengan kerja keras dan prinsip kebenaran yang bijaksana. Ketiga, Yosua tidak alergi dengan kegagalan karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Yosua alergi dengan tidak membereskan akar masalah yakni dosa. Ia mencari solusi dari akar permasalahan dan menemukan bahwa ada korupsi yang harus diberantas

Akhan korupsi

       Alkitab berani terus terang mengenai kegagalan dan kerapuhan umat Allah karena memang yang hendak disorot bukan kehebatan manusia tertentu tetapi kehebatan Tuhan. Tawar hati bisa menghinggapi siapa saja dan membuat terkapar mangsanya secara mengenaskan, tetapi bukan berarti tidak ada jalan keluar dan harapan. Ketika kita belajar hidup berjalan bersama Tuhan, kita akan menemukan betapa diri sendiri lemah, rapuh dan banyak kekurangan. Kiranya Tuhan menolong kita boleh belajar dari Yosua dan mengalami semangat dan kemenangan hidup dari Allahnya Yosua. Amin.

 

 

KEKALAHAN TERBESAR SESEORANG BUKAN KETIKA TIDAK ADA UANG ATAU SENJATA, TETAPI KETIKA KEHILANGAN SEMANGAT HIDUP

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

JANGAN LUPA 31 OKTOBER….!

JANGAN LUPA 31 OKTOBER…!

(Baca: Yosua 1:8)

Halloween

       Apa yang ada dalam bayangan Anda tentang 31 Oktober? Ulang tahun teman? Hari pernikahan? Hari Reformasi 31 Oktober 1517 atau Halloween? Agaknya dunia lebih mempromosikan sebagai hari Halloween. Hari itu anak saya bertanya, Halloween itu apa? Semula saya berpikiran Halloween adalah hari hantu yang menakuti anak-anak dan terkenal dengan parade baju seram seperti drakula, monster, zombie sambil datang ke rumah dan berkata, “trick or treat” (ditraktir makanan/permen atau diganggu)?

       refMenengok sejarah, 31 Oktober bermula sebagai hari orang suci (hallows berarti orang-orang saleh). Ada yang menekankan sebagai peringatan orang-orang martir dan ada pula yang menggabungkan dengan hari penghargaan kepada orang-orang saleh. Sebagian lebih mengarah kepada kultus dan mitos orang meninggal tetapi ada pula yang memperingati sebagai hari Reformasi yakni mengajak semua orang Nasrani kembali kepada Alkitab.

       Selalu kembali kepada Alkitab. Itulah pesan Tuhan kepada Yosua sebagai kunci keberhasilan. Firman Tuhan bukan hanya didengar dan dibaca tetapi direnungkan dan menjadi prinsip menjalani hidup. Kalau dunia mengajarkan saling sikut, saling gigit dan saling jatuhkan demi sukses semu, Firman Tuhan menawarkan logika yang berkebalikan: melayani ganti memerintah; kejujuran ganti penipuan serta kekekalan ganti kesementaraan.

words

       Halloween jaman sekarang sudah berubah salah kaprah sebagai metode dagang dan bersenang-senang, padahal halloween berakar dari semangat mengingat bagaimana serius dan total orang-orang yang mengiring Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Adakah semangat militan itu di dalam diri kita? Jangan-jangan kita lupa realitas bahwa hidup di dunia ini adalah persiapan menuju kekekalan. Amin.

 

HALLOWEEN BAGI ORANG NASRANI ADALAH KEMBALI KEPADA SEMANGAT HIDUP BAGI TUHAN

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

ORANG TUA

ORANG TUA

(Baca: Markus 7:9-13)

parentf

       Dua tahun sudah berlalu, seorang kakek yang merasa dibuang oleh anak-anaknya di panti jompo cerita dengan lirih, “Waktu mudah kerja keras demi keberhasilan anak-anak. Rumah mewah ada, uang lebih dari cukup. Anak-anak lulus sekolah dari luar negeri. Saat ini mereka semua sukses dalam usahanya. Sejak “pensiun” apalagi isteri mendadak meninggal, hidup serasa berat, sepi dan sunyi.”

       Mulanya anak-anaknya berjanji untuk mendampingi, tetapi pembantu-lah yang mengurus semua keperluannya. Perlahan namun pasti, diri yang rentan diberikan peralatan makan dan minum dari kayu dan plastik yang sama persis dipakai oleh pembantu dan anjing peliharaan. Alasannya sederhana, fisik rentan akan membuat peralatan makan yang mahal-mahal itu pecah. Inilah dari sebuah majalah yang saya baca beberapa waktu lalu.

       Ketidakperdulian terhadap orang tua dapat menimpa siapa saja. Tidak terkecuali apa yang menjadi teguran Yesus kepada orang-orang religius yang sangat aktif beribadah, tau banyak tentang kitab suci, bahkan aktif melayani dalam kegiatan sosial tetapi mengabaikan menghormati (baca: berbakti) orang tua. Yesus marah besar dengan anak yang berkata kepada orang tuanya, “Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban—yaitu persembahan kepada Allah“ (Markus 7:11). Mereka berdalih tentang kesibukan yang tampaknya religius dan baik tetapi mengabaikan sikap memperhatikan dan merawat orang tua sendiri.

       Jelaslah bahwa semua tradisi, kebiasaan bahkan budaya yang kelihatannya saleh dapat menjadi selubung kemunafikan tanpa disertai kerendahan hati dan pertobatan. Akar permasalahannya dari hati dan diwujudkan dalam tindakan praktis seperti memelihara orang tua yang sudah lanjut usia. Bagi sebagian orang memang merepotkan, memang tidak biasa, memang terganggu, tetapi memperhatikan  orang tua itulah panggilan termulia dan mendapat penghargaan khusus di mata Tuhan.  Apakah orang tua  Anda terlupakan? Kiranya Tuhan menolong kita melakukan Firman-Nya. Amin.

 

ANAK YANG DIBIARKAN TIDAK MENGHARGAI ORANG TUANYA, TIDAK AKAN DAPAT MENGHARGAI ORANG LAIN DENGAN SUNGGUH. –Billy Graham.

Disadur dari tulisan bapak Surya Wiraatmadja

parenting4

 

 

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail