BERBAGI KEBAIKAN

BERBAGI KEBAIKAN
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Filipi 4:5

 

 Apakah Anda ingin memperoleh damai sejahtera Allah?  Apakah Anda merindukan pemeliharaan Tuhan berlaku atas hidup Anda?  Apakah Anda ingin dapat penyertaan Tuhan dalam hidupmu?  Bila ya, marilah kita menyimak sejumlah nasihat Paulus terhadap jemaat di kota Filipi.
Paulus mengajak orang-orang percaya untuk hidup di dalam Tuhan walaupun berada dalam situasi yang sulit.  Surat Paulus kepada jemaat Filipi boleh dikatakan sebagai surat sukacita, sebab banyak kalimat dan nada kegembiraan di dalam Tuhan terkandung dari surat ini.  Menariknya adalah pada saat Paulus menulis surat sukacita ini, ia berada di dalam sel penjara yang pengap, kotor, bau, gelap dan besar kemungkinan disertai banyak tikus dan kecoa.
Pada umumnya orang yang berada dalam keadaan seperti Paulus di penjara lebih muda bersungut-sungut, frustasi bahkan putus asa.  Mengapa Paulus bisa bersukacita di saat sulit? Apa rahasianya sehingga Paulus bisa mendapat kekuatan berlimpah-limpah dari Tuhan?
Belajar dari surat Filipi, setidaknya kita bisa melihat bagaimana Paulus bukan saja merasakan kekuatan berlimpah tetapi berani mengatakan bahwa janji-janji Tuhan itu berlaku di dalam kehidupan orang-orang yang mengikut Tuhan.  Alasan pertama adalah, Paulus tidak memikirkan nasibnya sendiri melainkan memikirkan kebaikan orang lain.
Paulus menasihati Euodia dan Sintikhe yang kemungkinan sedang konflik.  Paulus bahkan meminta dengan sangat kepada Sunsugos agar menolong mendamaikannya.  Terlebih lagi, Paulus dengan jelas mengajak jemaat Filipi agar menyatakan kebaikan kepada orang-orang lain (ayat 5).  Kebaikan tidak boleh disimpan sendiri apalagi dimanipulasi untuk kepentingan sendiri atau nafsu duniawi.  Kebaikan harus dibagi agar orang lain merasakan dan diberkati melaluinya.
Alasan kedua Paulus bersukacita di tengah kesulitan bahkan memperoleh kekuatan berlimpah adalah karena berpikir seperti yang Tuhan mau.  Dalam suratnya dengan jelas mengajak pembaca untuk memikirkan yang benar, mulia, adil, suci, manis dan semua yang baik.
Berpikir seperti yang Tuhan mau adalah latihan setiap hari.  Dibutuhkan komitmen untuk mengusahakan.  Yang menjadi pertanyaan bukan apakah orang Kristen bisa atau tidak bisa, melainkan mau atau tidak mau untuk berpikir seperti yang Tuhan mau.
Beberapa waktu lalu saya baru menyadari bahwa dua ekor burung yang saya pelihara di sangkar ternyata adalah burung yang memikirkan kebaikan burung lain.  Semula saya jengkel, karena setiap kali diberi makan maka tidak lama kemudian makanan itu tercecer di lantai.  Dalam hati saya berpikir, “burung ini tidak menghargai makanan!  Diserak-serakkan makanan semaunya.”
Kemudian, sewaktu habis memberi makan dan membersihkan kotoran burung serta memberi minum air, saya sembunyi tetapi dengan iseng mengamati tingkah laku burung-burung itu.  Astaga, ternyata dia sering bersiul-siul di pagi hari ataupun waktu lain karena sedang berkomunikasi dengan burung lain di luar sangkar.  Burung liar di luar itu makan dari makanan yang sengaja dibagi oleh burung-burung saya.
Entah apa karena hidup di perkotaan lebih sulit bagi burung dari pada hidup dalam sangkar yang lengkap makanan dan minuman?  Saya tidak tahu.  Tetapi yang saya lihat, dapat saya simpulkan bahwa dua ekor burung peliharaan saya yang disebut Nuri itu membagi kebaikan kepada burung-burung lain.  Ini pelajaran yang luar biasa dari peristiwa alam yang biasa!
Jauh sebelum saya mengerti secuil dinamika kebaikan burung, Tuhan sudah mengajarkan di dalam Alkitab tentang kebaikan yang harus dibagi agar orang lain melihat kebaikan Tuhan.  Anda ingin mendapat dan merasakan janji-janji Tuhan?  Belajarlah berpikir seperti yang Tuhan mau.  Belajarlah untuk berbagi kebaikan.  Amin.
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

NYATAKAN KHARISMA NASRANIMU…!

NYATAKAN KHARISMA NASRANIMU…!

Kejadian 14:17-24

Tidak ada kehidupan Kristen yang lebih nyata dengan perbuatan dari pada kata-kata atau pemikiran belaka. Setiap orang yang sungguh-sungguh merindukan menjadi seorang Kristen berdampak pada lingkungan dan orang-orang sekitar, maka ia harus mempraktekkan kharismanya.
Kharisma dalam kamus Oxford diterjemahkan dengan pengertian kemampuan yang sangat kuat untuk menarik atau kualitas yang sangat baik sehingga menimbulkan inspirasi. Kharisma sendiri dari akar kata bahasa Yunani berarti anugerah Tuhan dalam diri seseorang.
Abram adalah contoh bagi setiap kita tentang hidup Kristen yang nyata. Kehidupan Kristen yang berdampak tidak dibatasi hanya dengan doa, baca Alkitab dan ke Gereja. Kehidupan Kristen yang memberi dampak diwujudkan dalam tindakan nyata dalam rangka meresponi anugerah Tuhan.
Abram yang sudah disertai Tuhan dalam mengalahkan Kedorlaomer dan raja-raja sekutunya, mendapat berkat sekali lagi dari Imam Melkisedek, raja Salem (lihat artikel saya tentang asal-usul Urusalim). Abram menyadari bahwa semua keberhasilan yang dialami adalah berkat Tuhan yang perlu disalurkan dan bukan disimpan sendiri.
Kharisma bapak orang percaya ini begitu besar, berdampak pada masyarakatnya, bahkan pada ribuan tahun setelah meninggalnya adalah tidak lain karena ia mempraktekkan kharismanya. Abram menunjukkan kesaksian hidup percayanya dengan memberikan perpuluhan, menolak mengingini harta orang lain dan memperhatikan kesejahteraan pengikutnya.
Banyak orang ingin berkat Tuhan dan ketika sudah diberkati sedemikian besar oleh Tuhan, justru pelit di dalam memberikan perpuluhan. Banyak orang tahu makna perpuluhan (Maleakhi 3:10), tetapi imannya kepada Tuhan tidak sampai seper sepuluh.
Ironis sekali setiap kali saya mendengar sesama orang Kristen bertengkar bahkan sampai di pengadilan karena masalah harta atau tentang hal kepemilikan. Menyedihkan melihat pengusaha-pengusaha Kristen yang kemudian memeras bahkan menekan biaya hidup dari pegawainya. Tragis memang bila mendengar usaha seseorang pengusaha Kristen begitu diberkati Tuhan sementara kesejahteraan pegawainya dilalaikan. Ada orang yang begitu setia bekerja puluhan tahun dengan baik, tetapi gajinya naik sangat sedikit dan dibawah standar kelayakan.
Siapapun kita dan apapun pekerjaan kita, hari ini Firman Tuhan datang mendorong kita untuk mempraktekkan kharisma Kristen yang sudah diberikan Tuhan. Mari kita belajar setia memberikan perpuluhan, belajar untuk tidak tamak dengan mengingini apa yang bukan milik kita, belajar untuk memperhatikan orang-orang yang mengikut/bekerja pada kita atau berada dalam satu kelompok/tim dengan kita. Amin.

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

SUDAH PADAMKAH LENTERAMU ?


SUDAH PADAMKAH LENTERAMU?
Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Matius 24:12

Beberapa saat yang lalu ada seorang bertanya mengenai transport dari Surabaya-Lumajang kepada saya. Belum sempat saya membalas, ternyata informasi ini dia tanyakan untuk membantu seorang yang mengaku Pendeta dan mencari dana untuk membangun gerejanya di pelosok daerah. Katanya, rohaniwan ini susah banget mendapat dana dari berjualan minyak. Ia sudah berkeliling gereja-gereja besar tapi ditolak.
Terbersit dalam pikiran saya adalah: “apakah orang ini benar Pendeta atau dia sebenarnya penipu yang menyamar?” Saya pribadi banyak kali menjumpai dan mendengar banyak cerita mengenai orang yang mengaku baik padahal penipu. Singkat cerita, rupanya orang yang bercerita kepada saya sudah mengecek kebenarannya dan orang ini memang membutuhkan bantuan.
Siapa sih yang tidak tahu kalau dunia ini jahat? Orang polos mana yang tidak tahu bahwa di dunia ini ada banyak penipu yang menyamar sebagai orang baik? Namun sayang, seringkali keadaan dunia yang tidak baik menjadikan banyak orang Kristen pasif. Yesus Kristus menggambarkan keadaan itu sebagai “kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin” (ayat 12). Inilah gambaran keadaan dunia yang sedang terjadi saat ini.
Saya jadi berkaca, apakah kasih saya terhadap orang lain menjadi dingin? Pertimbangan sebelum menolong orang lain adalah hal yang penting. Siapa sih yang mau ditipu dan dirugikan?? Tetapi bila hal itu membuat kita menjadi Kristen yang pasif dan tidak menunjukkan kasih, maka kita sedang hanyut dalam kedurhakaan dunia.
Bagaimana dengan Anda dan saya saat ini? Apakah kita masih menjadi pengikut Kristus yang didorong oleh semangat kasih Kristus atau jangan-jangan justru didorong oleh ketakutan dan kekuatiran dunia? Kiranya Tuhan menolong kita untuk boleh terus mengalirkan kasih Tuhan kepada orang di sekitar kita. Seperti ada pepatah “jangan tunggu bola datang, kita harus jemput bola”, mendorong kita untuk tidak jadi Kristen yang pasif tetapi aktif melakukan Firman Tuhan. Maukah Anda?

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

MISI UNTUK DISELESAIKAN


MISI UNTUK DISELESAIKAN
Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku
dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Yohanes 3:34
Pernakah Anda bertanya, “hidup ini untuk apa?” Ketika menuliskan renungan ini, saya teringat peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu. Seorang bapak terkena api semburan dari tabung gas elpiji yang bocor. Ketika melihatnya di ruang ICU, saya sama sekali tidak mengenali wajahnya. Gosong. Tidak sampai seminggu akhirnya bapak ini dipanggil Tuhan. Minggu sebelumnya masih bertemu di Gereja dengan kondisi sehat, baik dan ceria. Hari itu sudah dipanggil Tuhan dengan kondisi tidak sadarkan diri.
Beberapa hari kemudian, seorang jemaat kami yang usianya sudah 102 tahun juga dipanggil Tuhan. Sudah cukup lama oma ini terbaring di ranjangnya, penglihatannya kabur dan tidak jelas mendengar suara orang-orang di sekitarnya. Kejadian semua ini begitu mengejutkan dan nyata menghampiri setiap manusia. Apakah arti hidup manusia?
Apabila kita melihat peristiwa perjalanan Yesus di daerah Samaria, maka terlihat adanya misi hiudp yang jelas yang terpancar dari perkataan-Nya. Tuhan Yesus datang ke dalam dunia untuk sebuah misi: Menyatakan Karya Keselamatan Allah kepada Manusia. Tuhan Yesus Kristus datang ke dalam dunia dan menjadi manusia, membatasi diri di dalam ruang dan waktu bukan sekedar ada, hidup, berkarya, tetapi menyelesaikan misi Allah.
Demikian pula dengan banyak bagian Alkitab yang menceritakan misi hidup para tokohnya. Abraham memiliki sebuah misi hidup untuk membawa seluruh keluarganya ke Tanah Perjanjian. Yusuf memiliki misi hidup untuk menyelamatkan Israel dari bencana kelaparan. Musa memiliki misi hidup untuk membebaskan Israel dari penjajahan Mesir. Demikian pula dengan para Hakim yang mengemban misi dari Tuhan untuk menyelamatkan Israel dari penjajahan bangsa-bangsa lain. Paulus memiliki misi hidup untuk mengabarkan Injil kepada orang non Yahudi.
Yesus Kristus ada di dunia sekitar 33,5 tahun untuk sebuah misi Allah. Ia mengerjakan pelayanan sekitar 3,5 tahun dengan motto: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia”. Ia memiliki target dan sasaran yang jelas sehingga tahu apa yang harus diselesaikan.
Kata “selesai” di dalam Yohanes 4:34 mempunyai makna: menggenapi, mengerjakan sampai akhir/lengkap. Kata ini jelas mempunyai maksud untuk menggenapi nubuatan Kitab Suci di Perjanjian Lama. Kata ini sekaligus memaknai kasih dan kehadiran Allah kepada manusia. Kata ini pula memberikan jawaban atas kebutuhan terdalam manusia yang dicari sepanjang segala abad. Yesus menyelesaikan-Nya sampai tuntas (Yohanes 19:30).
Apakah arti hidup Anda? Tahukah Anda, mengapa Allah mengijinkan kita semua hidup saat ini (bukan hanya sampai kemarin) karena ada misi Tuhan yang harus kita kerjakan? Tahukah Anda, jikalau Tuhan mengijinkan kita hidup di hari esok berarti ada hal-hal yang harus kita kerjakan bagi Dia? Apakah Anda sedang mengerjakan misi hidup yang sesungguhnya? Bila belum, mari kita mulai dari sekarang selagi ada waktu untuk hidup bagi Tuhan. Amin.
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail