PENIPU YANG DITIPU

PENIPU YANG DITIPU

(Baca: Kejadian 32:28)

bpekara

       Beberapa waktu lalu saya melihat rekaman penipu undian berhadiah via atm yang dikerjain oleh orang yang akan ditipunya. Calon korban sudah tahu akan ditipu dan sengaja memainkan sandiwara bertele-tele untuk menghamburkan pulsa penipunya. Singkat cerita penipu itu sadar dan telepon pun ditutup.

       Kisah penipu yang ditipu terjadi disaksikan di Alkitab agar menjadi pelajaran buat kita semua. Bermula dari menjadi penipu kakaknya Esau, Yakub harus menjalani hidup mengembara dan ditipu pula oleh pamannya Laban selama 20 tahun. Tuhan punya cara membentuk Yakub dari lelaki pecundang menjadi pahlawan milik Allah.

       Setiap orang percaya akan dibentuk Tuhan dengan dua cara yang dilakukan Allah terhadap Yakub. Uniknya, cara Tuhan ini bukan cara gampangan seperti yang dipikir banyak orang: berkat melimpah dan segala kesusahan dilewatkan. Pertama, Tuhan membentuk orang percaya dengan cara diperhadapkan pada dirinya sendiri. Di sana Yakub diperhadapkan dengan Laban, Esau dan terakhir dirinya sendiri. Ia dipaksa masuk dalam situasi untuk melihat ulang kelemaha dirinya; masa lalunya yang kelam dan ketakutannya di masa yang akan datang.

       Kedua, Tuhan membentuk orang percaya dengan cara dimurnikan lewat pergumulan. Cara Tuhan menjumpai Yakub di sungai Yabok adalah sebuah pergulatan antara si “aku” yang berkuasa dengan segala ambisi dan kepentingan diri melawan si “aku” yang mempersembahkan diri di hadapan Tuhan. Ketika Yakub kalah bergulat dengan Tuhan, ia justru minta diberkati.  Sikap inilah yang disebut kemenangan oleh Tuhan! Secara fisik Yakub kalah, tetapi secara iman ia menang karena lulus menundukkan diri di hadapan Tuhan.

       Hari ini tidak peduli seberapa kelam masa lalu; sebanyak apa kelemahan, bahkan seberapa besar ketidak pastian di masa yang akan datang; Tuhan punya cara untuk bepekara dalam diri Anda dan saya. Kemenangan itu terjadi ketika kita menundukkan dan mempersembahkan diri di hadapan Tuhan. Tuhan sedang memoles Anda dan saya lewat kesulitan hidup agar keluar sebagai pemenang dan umat kepunyaan Allah.  Amin.

TUHAN PUNYA CARA UNTUK BEPEKARA DALAM DIRI ANDA DAN SAYA

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

SUMUR CINTA

SUMUR CINTA

(Baca: Yohanes 4:14)

air hidup

       Dari manakah datangnya cinta? Bagi laki-laki bisa jadi jawabannya adalah dari mata turun ke hati, namun bagi wanita bisa jadi dari sikap dan perbuatan cowok tersebut. Konon di Universitas Petra Surabaya ada yang namanya kolam jodoh, yakni tempat bersantai duduk di depan air mancur selagi istirahat jam kuliah. Begitu banyak nya orang di tempat itu bisa jadi pertemuan antara lawan jenis dan jatuh cinta.

       Menariknya, di Alkitab ada pula kisah sumur cinta yakni pertemuan antara sepasang pemuda dan pemudi yang kemudian jatuh cinta, menikah dan mengukir perjalanan hidup yang sangat penting bagi sejarah iman umat Allah. Kisah cinta Yakub dan Rahel berawal dari pertemuan di sumur (Kejadian 29:14). Kisah cinta Musa dan Zipora juga berawal dari pertemuan di sumur (Keluaran 2:17). Oh ya, Ishak mendapatkan pasangan hidup bernama Ribka (Kejadian 24:21) juga bermula di depan sumur. Sebuah misi yang diberikan Abraham kepada manajernya untuk mencari pasangan hidup bagi putra tunggal.

       Sumur bukan hanya menjadi sumber kehidupan bagi banyak orang dengan dipenuhinya kebutuhan air, tetapi sekaligus menekankan lambang    sumber kehidupan dari Tuhan. Ketika wanita Samaria menimba air di depan sumur, di sana terjadi perjumpaan dengan Tuhan Sang Air hidup (Yohanes 4:14). Sumur cinta itu digenapi dengan datangnya Sang Cinta yang memberikan kehidupan kepada manusia. Di dalam Tuhan lah kita dapat berusaha, berharap dan menemukan jawaban atas pergumulan kita. Apa yang Anda gumulkan saat ini? Pasangan hidup? Jati diri? Mencari makna di tengah pengembaraan hidup? Haus akan kebutuhan dasar sandang, papan, pangan? Apapun itu, mari bawa di hadapan Tuhan dan minta lah hikmat-Nya. Ia sanggup menolong Abraham, Ishak, Yakub, Musa. Ia sanggup menolong Anda dan saya. Amin. Selamat memasuki tahun 2018.

BARANGSIAPA PERCAYA KEPADA YESUS, DARI DALAM HATINYA AKAN MENGALIR ALIRAN-ALIRAN AIR HIDUP

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

PENTINGNYA PERAN AYAH

PENTINGNYA PERAN AYAH TERHADAP ANAK

(Baca: Kolose 3:21)

ayah

       Tahukah Anda bahwa figur ayah memiliki peran penting dalam perkembangan anak? Vaheshta Sethna dkk dalam penelitian berjudul, Father-Child Interactions at 3 Months and 24 Months: Contributions to Children’s Cognitive Development at 24 Months yang diterbitkan oleh Jurnal Infant Mental Health Journal, April 2017 (http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/imhj.21642/full#imhj21642-sec-0160) menyimpulkan peran aktif ayah di usia 3 bulan dan kemudian 24 akan berpengaruh besar pada perkembangan kognitif anak.

       Demikian pula dengan hasil penelitian Rohner dan Khaleque, Transnational Relations Between Perceived Parental Acceptance and Personality Dispositions of Children and Adults: A Meta-Analitic Review, yang diterbikan oleh jurnal Personality and Social Psychology Review (September 2011) dengan impact factor 9; menyimpulkan hal penting bahwa penerimaan kasih sayang ayah terhadap anak akan berpengaruh besar terhadap perkembangan kepribadian anak tersebut. Ayah yang menerima anak dengan kasih sayang yang baik akan menghasilkan rasa aman dan rasa percaya diri; sementara anak yang ditolak ayahnya cenderung akan menghasilkan anak yang cemas dan rasa tidak aman. Anak yang ditolak ayahnya akan juga cenderung bersikap bermusuhan dan agresif terhadap orang lain.

       Dampak inilah yang terjadi kepada Ismael anak Abraham dari Hagar (Kejadian 21:14, 16:12). Ismael merasakan kepahitan ditolak dan diusir oleh ayahnya. Tidaklah heran di kemudian hari, ia menjadi pribadi yang agresif yang berakar dari rasa tidak aman. Alkitab mencatat Tuhan mengasihi Hagar dan Ismael.

       Semakin saya belajar banyak tentang psikologi perkembangan dan hasil penelitian dari berbagai jurnal; semakin saya menyadari banyak kekurangan sebagai ayah di masa lalu dan masih banyak yang perlu dipelajari untuk menjadi ayah yang baik. Bersyukur kita punya Tuhan yang begitu mengasihi diri kita dan anak-anak kita.

       Hari ini selagi ada kesempatan, siapapun Anda-baik yang baru menjadi Ayah atau pun sudah memiliki cucu-mari kita sebagai orang tua mendidik anak-anak kita di dalam kasih Tuhan. Disiplin adalah hal yang sangat penting, namun lebih penting dari itu semua adalah kasih dan penerimaan yang bersumber dari Tuhan. Kiranya Tuhan menolong kita dan memampukan kita membentuk generasi muda yang sehat, berhikmat dan takut akan Tuhan. Amin.

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

MINTA APA?

ULANG TAHUN MINTA APA?

(Baca: II Tesalonika 3:13)

tujuan hidp

       Ada sebuah cerita tentang seorang raja yang sangat kaya. Suatu malam, sebelum ulang tahunnya ia berdoa kepada Tuhan minta lebih banyak harta kekayaan yakni emas. Esok pagi nya ketika bangun, betapa terkejut nya bahwa apa yang dipegangnya jadi emas! Ia pegang meja dan jadilah emas. Ia pegang kursi dan jadilah emas.

       Selagi ia gembira dengan apa yang dilihatnya, tiba-tiba masuklah istri dan anak-anaknya menyambutnya dengan  ucapan, “Selamat pagi Ayah! Selamat Ulang tahun!” Mereka langsung memeluk orang yang dicintainya. Apa yang terjadi? Ya, benar! Isteri dan anak-anaknya langsung jadi emas. Dalam waktu yang tidak lama, semua seisi rumah memang jadi emas tetapi raja ini rasa sepi dan ketakutan. Ia menyadari bahwa harta memang bisa membuat orang bahagia tetapi harta bukan segalanya. Ia berdoa menyesal kepada Tuhan dan ingin semua dikembalikan seperti semula. Betapa senangnya raja ini bahwa itu semua hanya mimpi.

       Hidup bukan sekedar mencari harta untuk kesejahteraan. Hidup bukan pula sekedar bekerja untuk bertahan (survival) hidup. Hidup kita adalah rancangan Tuhan dengan tujuan mulia dan penting. Itulah yang diingatkan Paulus kepada jemaat Tesalonika yang sungguh-sungguh mengikut Tuhan. Walau ada banyak tantangan, mereka disemangati untuk tetap berdoa dan bekerja mengiring Tuhan Yesus. Tetap semangat dan tidak jemu berbuat baik menyongsong kedatangan Tuhan kedua kalinya. 

       Pagi ini ketika renungan ini ditulis, saya sedang merayakan hari jadi di bumi ini. Saya terharu dan bersyukur dengan Firman Tuhan yang datang mengingatkan hadiah terbesar dari Tuhan Yesus Sang Roti Hidup. Dalam hati ku berucap, “Tetap semangat melayani Tuhan! Kiranya hidupku menjadi persembahan yang layak di hadapan-Nya.

       Kalau Tuhan berikan satu kesempatan minta apa saja pada hari ulang tahun Anda, apa yang akan Anda sampaikan kepada-Nya? Kesehatan? Kelancaran dan kesuksesan usaha? Kebahagiaan? Apapun itu tentunya muncul dari motivasi hati kita. Hati-hatilah dengan apa yang Anda minta, karena itu dapat terjadi apabila Tuhan berkenan. Kiranya hidup kita boleh memuliakan Tuhan. Bagi yang berulang tahun ketika membaca renungan ini, ijin kan saya mengucapkan: Selamat Ulang Tahun! Tuhan Yesus memberkati.

HIDUP KITA DIRANCANG TUHAN DENGAN TUJUAN MULIA DAN PENTING.

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail