KARENA BERKAT TUHAN SAJA

KARENA BERKAT TUHAN SAJA

(Baca: Pengkhotbah 9:11-12)

 

            Pernakah Anda merasa diperlakukan tidak adil oleh orang lain atau keadaan? Sore itu, anak perempuan kami merajuk setelah bermain dengan teman-temannya. Ia marah, kecewa, sedih dan menangis karena beberapa teman bersekongkol untuk mengalahkan dia seorang diri. Ia merasa diperlakukan tidak adil. Selamat datang dalam kehidupan! Inilah yang bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa, yakni merasa hidup tidak fair.

            Penulis Kitab Pengkhotbah, Salomo membuka tabir kenyataan hidup dalam kaca mata hikmat. Tidak bisa dipungkiri ada kebaikan dan kejahatan, bahkan di tempat yang disebut keadilan justru terjadi ketidakadilan. Yang menang dalam pertandingan bisa jadi bukan yang terbaik. Yang menang perang belum tentu yang paling kuat fisiknya. Yang cerdas dan bijak justru biasanya tidak kaya. Bisa jadi yang terampil tidak pintar dan yang pintar tidak terampil. Ada sejuta misteri kehidupan yang tidak dapat diselami manusia. Singkatnya, kalau manusia mendapat kekayaan, kepandaian, popularitas dan menikmatinya hidupnya maka itu bukan karena diri yang hebat dan usaha yang keras, melainkan pemberian Tuhan. Hanya pada pemahaman inilah manusia dapat lebih mengerti realitas hidup yang sesungguhnya.

            Memahami makna “karena berkat Tuhan saja” membuat manusia jadi lebih hidup, lebih baik dan lebih bijaksana. Sebab dengan demikian kita belajar menjalani hidup takut akan Tuhan dan belajar mensyukuri dan mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita. Nikmati hidup di dalam kekudusan! Pergunakan waktu yang ada dengan terus menabur kebaikan di dalam Tuhan. Waktu itu terbatas dan akan berhenti pada saatnya.  Tuhan Yesus memberkati.

INGATLAH PENCIPTAMU

TAWAR HATI

TAWAR HATI

(Baca: Yosua 7:3-13)

Selalu ada jalan

 

       Tawar hati adalah keadaan yang tidak diinginkan oleh semua orang. Tawar hati membuat orang ragu dan tidak dapat melihat potensi diri yang sesungguhnya. Inilah keadaan umat Allah di jaman Yosua ketika berhadapan dengan bangsa Ai. Keadaan tidak semudah seperti kelihatannya. Mereka kalah perang, ketakutan dan dipermalukan karena menganggap enteng keberhasilan.

       Bagaimana menghadapi tawar hati versi Yosua di Ai? Pertama jelas jangan menganggap remeh apa yang kelihatannya mudah. Yosua memakai strategi untuk mendapatkan keberhasilan (Yosua 8:5-8). Kedua, Yosua menjaga kekudusan hidup di hadapan Tuhan dan membereskan dosa yang masih tersisa dari umat Allah. Ia percaya bahwa keberhasilan itu dari Tuhan (Lihat Yosua 1:8) yang patut diusahakan dengan kerja keras dan prinsip kebenaran yang bijaksana. Ketiga, Yosua tidak alergi dengan kegagalan karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Yosua alergi dengan tidak membereskan akar masalah yakni dosa. Ia mencari solusi dari akar permasalahan dan menemukan bahwa ada korupsi yang harus diberantas

Akhan korupsi

       Alkitab berani terus terang mengenai kegagalan dan kerapuhan umat Allah karena memang yang hendak disorot bukan kehebatan manusia tertentu tetapi kehebatan Tuhan. Tawar hati bisa menghinggapi siapa saja dan membuat terkapar mangsanya secara mengenaskan, tetapi bukan berarti tidak ada jalan keluar dan harapan. Ketika kita belajar hidup berjalan bersama Tuhan, kita akan menemukan betapa diri sendiri lemah, rapuh dan banyak kekurangan. Kiranya Tuhan menolong kita boleh belajar dari Yosua dan mengalami semangat dan kemenangan hidup dari Allahnya Yosua. Amin.

 

 

KEKALAHAN TERBESAR SESEORANG BUKAN KETIKA TIDAK ADA UANG ATAU SENJATA, TETAPI KETIKA KEHILANGAN SEMANGAT HIDUP