ANDA BLACK MOOD?

ANDA BLACK MOOD?

(Baca: I Samuel 16:14-23)

david harp

      Mengalami bad mood itu biasa, tetapi bagaimana apabila mengalami black mood? Kegelisahan mencekam seolah tidak ada harapan, tidak ada jalan keluar untuk masalah dan diri diliputi dengan pikiran negatif berbeban berat. Keadaan yang disebut black mood (versi terjemahan Alkitab The Message) inilah yang dialami oleh raja Saul (I Samuel 16:14). Saul ketakutan, cemas dan paranoid.

       Terjemahan Alkitab LAI menyebutkan bahwa roh jahat dari Tuhan sedang mengganggu Saul (ay.15). Kata yang dipakai untuk roh jahat adalah ערַ (raah berarti jahat/tidak baik). Jadi kata ini lebih dimaksudkan sebagai kesehatan mental yang terganggu/black mood. Kejahatan tidak bersumber dari Tuhan melainkan ada kalanya Tuhan mengijinkan hal buruk terjadi kepada umat-Nya untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Tuhan.

       no moodApa yang terjadi selanjutnya pada Saul? Daud menjadi ajudan raja Saul dan dengan permainan musik kecapi, maka Saul merasakan kelegaan, damai dan perasaan yang enak. Kesembuhan memang berasal dari Tuhan, namun Tuhan menghendaki respon setiap pribadi untuk sungguh percaya (bukan saja setuju), mau bangkit memakai caraNya, dan tidak tertutup kemungkinan melibatkan pertolongan orang lain yang dipakai oleh Tuhan.

       Mungkin Anda saat ini mengalami black mood, bisa jadi Andalah (konselor/terapis) “Daud” yang hendak dipakai Tuhan memberkati orang lain. Apapun keadaan Anda, jangan anggap remeh lagu rohani penyembahan. Karena lagu yang dipanjatkan dengan sungguh untuk Tuhan dan musik rohani yang dimainkan dengan kekudusan hati akan membawa dampak yang dahsyat! Kita sanggup menggubah bad mood atau bahkan black mood menjadi good mood di dalam Tuhan Yesus Kristus Sang pengharapan hidup. Amin.

 

TUHAN SANGGUP MENGGUNAKAN MUSIK ROHANI UNTUK MENGUBAH BLACK MOOD MENJADI GOOD MOOD

 

ANUGERAH YANG MENGHIDUPKAN

ANUGERAH YANG MENGHIDUPKAN & HIDUP DALAM ANUGERAH
Mazmur 15:1
TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu?
Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?
Pagi hari ketika ret-ret di Markas Militer (Lembang-Bandung, saya mendengengar bunyi terompet apel pagi tepat pukul 06.00.  Seorang teman dari militer mengatakan bahwa biasa di kotanya juga dilakukan kebiasaan demikian.  Sambil berkelakar, ia mengatakan terompet dibunyikan untuk membangunkan para prajurit dan sekaligus tetangga  dan orang-orang di rumah penduduk.
Terompet pagi hari di markas tentara adalah tanda apel pagi untuk kesiapan prajurit menjalani seluruh kegiatan hari itu.  Biasa di dalam apel pagi juga terdapat koordinasi antara prajurit dan komandannya.  Terompet ini berfungsi sebagai alat komunikasi, alat koordinasi dan sekaligus membangunkan penduduk yang sedang tidur J
Seperti halnya terompet bagi tentara, demkian juga peranan anugerah Tuhan bagi orang percaya.  Orang percaya yang sudah ditebus oleh Kristus, lama menjadi Kristen, bahkan menjadi rohaniwan, tidaklah otomatis memiliki hidup yang sempurna tanpa cela.
Pemazmur Daud menunjukkan bahwa manusia yang dapat hidup dalam hadirat Tuhan adalah mereka yang hidupnya tidak bercela, tidak jahat, tidak merugikan orang-orang terdekatnya, tidak mengais keuntungan di tengah penderitaan orang lain, tidak terima dan memberi suap, tetapi bersikap adil, berkata benar, dan hidup berintegritas.
Jikalau kita merenungkan dan merefleksikan perkataan Mazmur 15 adalah hal yang hampir dipastikan mustahil dapat dilakukan oleh manusia.  Pasalnya, manusia tidak sempurna, banyak cacat celah.  Daud saja yang menuliskan lagu ini juga banyak cacat celah: mulai dari mengambil istri Uria, tidak tegas dan memperhatikan anak-anaknya secara bijaksana sehingga Amnon memperkosa Tamara dan Absalom membunuh Amnon.  Belum lagi banyak usaha kudeta Absalom tetapi hanya ditangaapi tidak tegas oleh Daud sebagai kepala negara karena itu anaknya, hingga menaruh kebencian dan dendam hingga masa tua kepada Yoab dan Amasa (I Raj.2:5-6).
Lalu siapakah yang dapat hidup tidak bercela di hadapan Tuhan kecuali Tuhan sendiri?  Hanya anugerah Allah yang memampukan orang percaya dapat menikmati hadirat Tuhan.  Kita dan Daud tidak akan dapat tinggal di dalam kemah Tuhan kecuali Tuhan yang memberikan anugerah-Nya melalui Yesus Kristus sehingga kita dapat dilayakkan dan datang menikmati persekutuan dengan-Nya.
Anugerah itulah yang menghidupkan kita sehingga dapat hidup dalam anugerah Tuhan.  Bak terompet (baca: anugerah Tuhan), kita dipanggil dari lumpur dosa, mendapat koordinasi dari Komandan (baca: Yesus Kristus) dan melalui komunikasi (baca: persekutuan dalam Firman Tuhan) kita mendapat tuntunan mengerjakan hidup dan membangunkan orang yang dalam kegelapan untuk bangun dan berkarya bersama Tuhan.  Maukah Anda menerima anugerah penebusan dalam Yesus Kristus?  Maukah Anda terus dipimpin oleh Sang Pemberi Anugerah?   Anugerah itu menghidupkan kita dan menuntun kita hidup dalam anugerah.

APAKAH HIDUP ANDA DIKENDALIKAN RASA TAKUT

APAKAH HIDUP ANDA 
DIKENDALIKAN RASA TAKUT?
Mazmur 34:19
Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu
Orang yang takut bisa tidak berbuat apa-apa.  Ada kalanya justru karena rasa takut, seseorang berbuat apa saja.  Pelajar yang takut tidak lulus, mencontek sewaktu ujian.  Pekerja yang takut dipecat boss-nya, datang tepat waktu dan mengerjakan tugasnya dengan disiplin.  Seorang yang takut digigit anjing bisa berlari dengan sangat lebih cepat dari biasanya.  Ketakutan meningkatkan adrenalin tubuh sekaligus memotivasi seseorang untuk warning adanya kerugian yang tidak diinginkan.  Orang yang takut cenderung bersikap waspada dan menjadi berbeda.
Daud pernah mengalami ketakutan yang sangat hebat di kota Gat (I Samuel 21:12).  Sekalipun Daud seorang pahlawan gagah berani, namun tetaplah ia memiliki ketakutan.  Sekalipun Goliat raksasa pernah dirobohkannya dengan lontaran ketapel dari batu kali, namun Daud gemetar seperti anjing mati di depan raja kota Gat.  Daud takut karena merasa sendiri dan tidak berdaya.
Ketakutan Daud terjadi ketika rasa iri hati dan kebencian muncul  dalam hati pimpinannya, raja Saul.  Saul mencoba membunuh Daud dengan berbagai cara dan beribu-ribu tentara.  Di saat tidak berdaya, dan ditekan oleh raja Israel sendiri, Daud yang sedang dikhianati itu menjadi berkecil hati dan terus berpindah tempat dari satu kota ke kota lain, dari padang gurun ke gua-gua.
Kitab nyanyian Mazmur nomor 34 ditulis setelah Daud dilepaskan Tuhan dari cengkraman raja kota Gat.  Daud merasa bersyukur atas kebaikan Tuhan.  Daud mengajarkan bahwa orang yang diberkati adalah orang yang benar, hancur hatinya (bertobat), mau menaruh kepercayaan  dan melayani-Nya.
Pada saat ini adakah ketakutan-ketakutan yang mendera hidup Anda?  Ada orang yang karena takut, tidak dapat mengerjakan fungsi hidupnya dengan baik.  Sebagian orang yang takut justru berbuat menyimpang dari kehendak Tuhan.  Ada orang yang karena takut, tidak bisa tidur dan makan dengan baik.  Ada orang yang takut masa depan diri dan keluarganya.  Ketakutan-ketakutan apakah yang Anda sedang gumulkan saat ini?
Daud memberikan resep atas ketakutan yang merusak fungsi hidup.  Pertama, Orang yang mengarahkan hati kepada Tuhan akan mendapat pertolongan.  Ketika masalah datang, dan orang percaya berseru dan meyakini janji Tuhan, akan mendapat pengharapan dan kelegaan.
Kedua, orang yang takut akan Tuhan akan menjaga hati, pikiran, perkataan dan tindakannya dari berbuat kebodohan.  Biarlah ketakutan terhadap masalah diganti dengan keseganan/ketakutan terhadap Tuhan.  Suatu sikap menghormati dan menaruh prioritas untuk Tuhan.
Ketiga, orang yang dekat kepada Tuhan akan mendapat kekuatan dan bangkit kembali pada waktu pemulihan-Nya.  Masalah hidup orang percaya tetap ada.  Apa yang ditakutkan seseorang mungkin terjadi, tetapi bukan berarti itu adalah akhir dari segala-galanya.  Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu.  Kiranya Tuhan menolong kita.