GOD’S MASTER PIECE

GOD’S MASTER PIECE?

(Baca: Efesus 2:1-10)

 

 

       Ingat benar dalam memori hari itu ketika saya masih Sekolah Dasar dan pulang sekolah di siang hari. Melewati kampung deretan rumah tetangga, saya melihat kerumunan dan kehebohan di satu rumah tetangga kami. Betapa terkejut karena salah satu putri yang paling dibanggakan, pintar, cantik baru saja meninggal karena bunuh diri. Kenapa? Perihal putus pacar. Entah apa yang ada dalam benaknya tetapi jelas harapannya akan hidup pupus sudah ketika ia merasa sudah tidak ada dasar untuk hidup alias pacar sebagai dasar hidupnya.

       Apakah dasar hidup Anda? Bagi sebagian orang, mereka meletakkan dasar hidup kepada banyaknya harta, pasangan hidup, gelar dan pendidikan tinggi; sementara yang lain meletakkan pada kekuatan fisik dan perawakannya yang gagah dan cantik. Di bilangan kota besar ditemukan pelajar bunuh diri karena mendapat nilai jelek. Ia pandai dan terbiasa mendapat nilai sempurna, ketika ujian jelek maka ia merasa hidupnya tidak berguna dan mengakhiri dengan bunuh diri. Sungguh menghancurkan ketika manusia meletakkan dasar hidup pada apa yang diluar dan sementara.

       Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa hidup manusia diciptakan oleh Tuhan dan diberi makna karena tujuan penciptaan manusia bukan sia-sia  tetapi menyatakan kemuliaan sang Pencipta. Ukuran sukses manusia bukan terletak semata pada apa yang di dapat seperti prestasi, harta, dan takhta. Ukuran sukses manusia adalah menggenapi tujuan ia diciptakan oleh Tuhan. Setiap orang unik dan menjadi berhasil bukan apa kata orang lain atau pun apa kata diri tetapi apa kata Pencipta yang merancang dalam kekekalan.

       Anda dan saya adalah hasil karya dari Pencipta Agung untuk melakukan pekerjaan baik di dalam Tuhan. Letakkan dasar hidup hanya pada Kristus Yesus dan jalani bersama dengan-Nya. Temukan keindahan, keunikan dan segala suka duka dalam satu paket kehidupan di tempat Anda berada. Jangan habiskan waktu menjadi orang lain yang bukan diri Anda. Jangan biarkan pikiran putus asa, kematian apalagi bunuh diri sebagai jalan keluar. Yesus Kristus sudah mati di kayu salib dan bangkit dari kematian mengalahkan maut agar kita hidup di dalam kepenuhan anugerah-Nya. Carilah hidup dan genapi tujuan Anda diciptakan oleh Nya. Kita ini buatan Allah diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya (Efesus 2:10). Amin.

 

 

YOU ARE GOD’S MASTER PIECE… DO GOOD WORK AND WALK IN HIM

PATCH ADAM: Antara Kerohanian Fisik dan Jiwa

PATCH ADAM: Antara Kesehatan Fisik dan Jiwa

(Baca Amsal 17:22)

changes

 

 

       Anda pernah mengetahui cerita mengenai Patch Adam? Film yang diperankan oleh alm.Andi Williams ini terinspirasi dari kisah nyata Dokter Hunter Doherty Adam (28 Mei 1945- sekarang) yang dibesarkan dalam keadaan susah dan bahkan sudah 3x masuk Rumah Sakit karena ingin bunuh diri. Rupanya di Rumah Sakit inilah yang menjadi titik tolak perubahan hidupnya ketika melihat banyak orang yang juga sakit. Dalam hatinya ia berpikir, “Stop! Cukup sudah usaha bunuh diri. Goblok! Ayo sekarang saatnya berubah!

       Sejak itu Adam bertekad meningkatkan kualitas hidup manusia dengan masuk sekolah kedokteran dan memakai metode terobosan dengan cara mengkombinasikan ilmu medis dan terapi badut untuk membuat orang bahagia.

       Sudah menjadi perkembangan modern dunia medis bahwa orang yang sakit tidak hanya ditangani lewat resep obat saja tetapi juga lewat terapi konseling, pendekatan sosial budaya bahkan kerohanian. Meskipun pendekatan “Patch” Adam tidak menyinggung tentang agama tertentu namun apa yang ditemukan, dikembangkan dan menjadi inspirasi dunia sebenarnya sudah tercatat dalam kitab Hikmat Amsal Salomo, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17:22).

medicine       Obat yang tepat adalah alat yang sangat penting, namun obat bukan satu-satunya kunci untuk memperbaiki kualitas hidup manusia. Ada aspek jiwa seperti sukacita, pengharapan, rasa cukup “contentment” dan rasa hidup bermakna di tengah komunitas yang juga berperan sangat penting dalam kehidupan manusia. Beberapa terjemahan Alkitab bahasa Inggris dan Ibrani dalam Amsal 17:22 mengindikasikan bahwa pusat hidup berakar dari hati mempengaruhi kehidupan. Semangat hidup membuat orang dapat menanggung kesusahannya, tetapi patah semangat mengecilkan harapan. Kepada siapa kita berharap dan memperoleh kekuatan hidup kalau bukan dari Sang pemberi hidup? Kiranya Tuhan menolong kita untuk selalu kembali melibatkan Tuhan dan bersandar bersama-Nya. Amin.

 

ORANG YANG SEMANGAT DAPAT MENANGGUNG KESUSAHANNYA, TETAPI KEKUATAN BERLIMPAH-LIMPAH DATANGNYA HANYA DARI TUHAN

dimensi rohani