MEDITASI FIRMAN TUHAN ITU DAHSYAT!

Meditasi Firman Tuhan itu Dahsyat!

“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau… berhasil dan engkau akan beruntung” . Yosua 1:8

Penelitian menunjukkan meditasi berdampak pada peningkatan konsentrasi gray matter di hippocampus, posterior cingulate cortex, temporoparietal junction dan cerebellum.

Sederhana nya meditasi meningkatkan kemampuan belajar, regulasi emosi, daya ingat dan self awareness.
Sumber: Hölzel et all (2011). Psychiatry Research: Neuroimaging, 191(1), 36–43.

Jauh sebelum penelitian neuroimaging ini ditemukan, efek dahsyat dari meditasi sudah diberitahukan oleh Tuhan kepada jenderal Yosua pengganti Musa. Jenderal muda seperti kebanyakan anak muda yang ketika baru memimpin, merasakan kuatir, tegang, dan juga was-was, “Apa iya, saya bisa memimpin dengan baik dan sukses gemilang? Apa iya, saya mampu membawa tim dengan dua juta penduduk ke tempat yang aman, baik, terpelihara bahkan mengalami banyak kelimpahan? Apa iya, kemampuan tempur ku yang secuil ini sanggup menghadapi musuh-musuh besar? Pertanyaan itu semua wajar dan sehat karena dengan kerendahan hati dan mawas diri justru membawa keberhasilan.

Firman Tuhan datang kepada Yosua untuk mengkonfirmasi bahwa kalau Tuhan memilih, maka pilihan-Nya akan diperlengkapi hingga misi Tuhan itu terwujud berhasil. Entah orang tersebut memiliki banyak kelemahan ataupun masih muda dan belum banyak pengalaman, tetapi Tuhan akan mampukan dan buat sukses.

Sejarah membuktikan bahwa Yosua berhasil dengan sukses gemilang berkat pertolongan Tuhan. Ia berhasil mengalahkan musuh-musuh besar. Ia berhasil membawa umat Tuhan dalam pemeliharaan dari sehari ke sehari, yang kalau diukur dengan logistik makanan sangat mustahil membawa kecukupan bagi jutaan orang di Padang Gurun. Nyatanya, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan bagi orang yang mau percaya dan ikut pimpinan-Nya.

Kunci keberhasilan Yosua tidak serta merta hanya karena mau, usaha dan kerja keras tetapi juga mengikuti pimpinan dan arahan Tuhan. Dalam hal ini singkatnya, merenungkan Firman Tuhan dan bertindak berdasarkan prinsip kebenaran Firman Tuhan. Meditasi bukan hanya berdiam diri, refleksi tetapi juga “encounter” berjumpa dengan Tuhan lewat saat teduh. Meditasi berarti mengakui diri apa adanya dan menyerahkan hidup dalam tangan Tuhan. Meditasi berarti siap mendengar Firman Tuhan, evaluasi diri dan melakukan kehendak-Nya.

Studi menunjukkan hasil yang luar biasa bagi orang yang menyempatkan diri rutin ber meditasi. Itu kata panelitian lho! Apalagi kata Firman Tuhan, bukan nya hasil bisa lebih dahsyat lagi. Penelitian mengenai otak dan neuroimaging mengkonfirmasi kebenaran Firman Tuhan bila dilakukan itu dahsyat! Jadi, tunggu apalagi? Ambil waktu baca dan renungkan Firman Tuhan setiap hari. Rasakan berkat kebaikan Tuhan dalam hidupmu.

FIRMAN TUHAN BERI KEKUATAN MELANGKAH JALANI HIDUP

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

TAKUT GELAP

“TAKUT GELAP..!”

(Yohanes 6:16-21)

takut

       Entah siapa yang mengajari, tetapi akhir-akhir ini anak-anak kami takut ke toilet sendirian. Alasannya gelap dan membayangkan ada monster. Sebagai orang tua, kami harus meyakinkan anak-anak agar merasa aman dan tenang ketika ke kamar kecil. Ada kalanya kami membiarkan pintu terbuka agar mereka dapat sewaktu waktu melihat kami. Ada kalanya anak yang paling kecil berkata, “Pa, lihat ya!” hanya sekedar untuk memastikan perjalanan beberapa meter ke toilet aman baginya.

       Setiap orang memiliki rasa takutnya sendiri. Bagi anak-anak, takut itu kalau tidak naik kelas atau berada di ruangan gelap. Bagi orang dewasa takut itu bisa jadi kehilangan pekerjaan atau mungkin menghadapi kematian. Malam itu para murid yang tengah berada di perahu sangat ketakutan karena ganasnya ombak danau Galilea. Di sana memang terkenal sering terjadi angin sakal, yakni pertemuan arus panas dan dingin yang menimbulkan badai. Mendadak muncul sebuah sosok yang berjalan di atas air. Mereka berpikir melihat penampakan hantu padahal itu adalah Gurunya sendiri. Yesus menenangkan mereka dan mengingatkan untuk tidak dikuasai rasa takut. Singkat cerita, ombak mendadak jadi sangat teduh dan para murid jadi tenang karena Yesus berada di dalam perahu.

       Hari ini banyak orang takut menghadapi gelapnya kehidupan. Pemikiran berada dalam keadaan suram menyamarkan realitas. Akibat dikuasai rasa takut membuatnya berpikiran negatif, tidak keluar rumah, tidak bergaul, enggan mengambil keputusan dan gamang untuk melangkah. Dunia menawarkan percaya diri yang palsu dengan bungkusan sok kuat, sok yakin dan sok bisa. Semuanya itu kemudian dibumbuhi dengan religius agamis yang munafik.

       Sebaliknya Firman Tuhan mengajarkan untuk mempercayai Tuhan sebagai yang utama dan dasar dari hidup. Mempercayai Tuhan berarti berani menolak diri dikuasai rasa takut, berani melangkah, berani bersaksi, berani percaya dan mewujudkan panggilan hidupnya. Kalau dibahasakan secara bebas, Firman Tuhan mengajarkan, “Saya mengerti keadaanmu. Engkau lemah dan rapuh itu sebabnya ada rasa takut. Pandanglah AKU! Ijinkan bukan rasa takut yang menguasai hatimu tetapi Firman-KU menguasai hatimu. Engkau akan mendapat damai dan pertolongan pada waktu-Nya.” Amin.

SETIAP ORANG MEMILIKI RASA TAKUTNYA SENDIRI, DAN MEREKA YANG MEMPERCAYAI HIDUPNYA KEPADA TUHAN LAH YANG BERANI MENOLAK DIKUASAI RASA TAKUT

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail