KASIH YANG BEKORBAN

KASIH YANG BEKORBAN

(Yesaya 53:5)

kasih yang bekorban

       Lilin adalah ilustrasi yang tepat untuk menggambarkan arti dari sebuah pengorbanan. Ketika lilin dinyalakan dengan api, ia berfungsi penuh sebagai penerang di sekelilingnya. Gelap tidak dapat disingkirkan dengan gelap, tetapi hanya terang lah yang sanggup memusnahkan kegelapan. Hanya saja, ketika lilin itu menyala, maka ia sedang mengorbankan dirinya hingga habis total.

       Itulah yang dilakukan oleh Tuhan Pencipta alam semesta dan isinya agar manusia beroleh harapan hidupan yang sesungguhnya. Nubuatan Yesaya di dalam Pasal 53 mengetengahkan dua fakta nyata: Pertama, manusia berdosa dan tersesat menuju kehancuran. Dunia menyebutnya kebebasan tanpa batas, kitab suci menyebutnya sebagai kesesatan yang membinasakan.

       Kedua, Tuhan memiliki rencana pemulihan manusia kembali kepada hidup yang sesungguhnya. Tuhan datang ke dalam dunia yang gelap, mengorbankan diri di atas kayu salib agar manusia yang berdosa dipulihkan dan menghidupi tujuan ia ada diciptakan di dunia ini. Orang yang menghidupi hal ini tengah mengerjakan keberhasilan hidupnya. 

       Beberapa waktu lalu saya mendapatkan sebuah gambar seorang anak dan seorang ayah berdiri berhadapan. Si anak tampak menerima potongan kotak dari bagian ayahnya. Gambar ini hendak menunjukkan seorang ayah yang mengasihi anaknya dengan terus menerus memberi bagian dari dirinya.  Inilah yang dilakukan oleh orang tua kepada anak yang dikasihinya. Setiap potongan kotak itu dapat berupa menyediakan waktu bermain bersama, mendampingi belajar,  mengajak ibadah keluarga bersama, menyediakan makanan sehat hingga menyertai ke dokter ketika sakit hingga sembuh. Inilah yang disebut sebagai pengorbanan karena kasih.

dad to son

       Seperti halnya orang tua mengasihi anaknya, terlebih pula Tuhan mengasihi manusia. Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus datang ke dunia, berkorban di kayu salib agar terbuka  jalan menuju pemulihan dengan Allah, alam semesta dan sesama manusia. Hidup yang dipulihkan Tuhan tersedia bagi setiap orang yang mau percaya dan mengikut Dia. Maukah Anda hidup dalam rencana-Nya yang mengagumkan ini? Kiranya Tuhan menolong kita memiliki hidup yang penuh bersama Dia. Amin.

.

DUNIA MENYEBUT KETERSESATAN YANG MEMBINASAKAN SEBAGAI KEBEBASAN TANPA BATAS, FIRMAN TUHAN PENGORBANAN ADALAH KASIH YANG MENYELAMATKAN

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

WHEN WORRIES CHAIN YOUR LIFE

WHEN WORRIES CHAIN YOUR LIFE

Matthew 6:25-33

WORRY

       Do you ever feel life is unfair?  Do you ever worry about future things that are uncertain?   In the book Preliminary Exploration of Worry: by Borkovec, it says: worry is a primary cognitive characteristic of anxiety and has been described as ‘a chain of thoughts and images, negatively affect laden and relatively uncontrollable’

       Research by Hirsch and Mathews in 2012 about A cognitive model of Pathological Worry (NCBI US National Library of Medicine National Institutes of Health http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3444754/ ) gives the conclusion that repeated cycles of negative thoughts including factors processing biases, misdirected control and verbal encoding will lead to general anxiety disorder (GAD).

       Actually worry is not a new problem in modern days.  Far back, about 2000 years ago, people in Jesus’ time worried much about their life.  Some made money their god and others made themselves as an idol.  A lot of people worried to the point of suffering (until) they couldn’t sleep and were filled with hate, hurt, stress, depression, finally Today, we would call it GAD (General Anxiety Disorder). 

      What Jesus told them is how to stay worry-free and get a blessing from God. There are two things we should know about God’s heart.  First, because we are precious in His sight (Matthew 6:26) and second is God has a good plan for us (Matthew 6:30). God values our life more than luxury things in the world.  Jesus Christ wants, all of us to stay free of worries because the reality of our future world is in His powerful hand.  We can plan to do something in the future but we can’t determine what will happen tomorrow. A fortune teller can’t even be sure about details in the future, but God can!

      The Bible is not only theories about good living but it is about life with Jesus Christ!  Jesus said, “I am the way, the truth and the life” (John 14:6a).  If life is doubtful for us and we feel sour with heavy burdens, remember that JESUS is the one, who can make the  blind see, lame walk, deaf hear, dumb speak, sick be healed and the dead raised to life!

      If unhelpful worries chain your life, remember Jesus Christ.  The Bible said “So don’t worry about tomorrow, for tomorrow will bring its own worries.  Today’s trouble is enough for today.” (Matthew 6:34). Amen.

DO NOT WORRY ABOUT TOMORROW, FOR TOMORROW WILL BRING ITS OWN WORRIES

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

BOCAH LOPER KORAN

BOCAH LOPER KORAN

(Baca: Matius 7:1-5)

waktu

       Elias dilahirkan dari keluarga miskin.  Di usia Sekolah Dasar, ia harus mengantar surat kabar pada waktu subuh dan setelah pulang sekolah. Tidaklah heran nilai pelajaran di sekolahnya sangat jelek.  Ayahnya mengijinkan Elias untuk menekuni dunia menggambar. Hasil gambarannya banyak ditolak di sana sini. Ia bahkan pernah dipecat karena dianggap tidak bisa menggambar dengan baik. Ketika usahanya mulai berhasil, ia ditipu oleh rekan kerjanya. Apakah hidupnya berarti gagal? Apakah masa depannya suram karena lahir dari keluarga miskin dan prestasi sekolahnya tidak baik?

       Elias atau nama lengkapnya Walter Elias Disney adalah pesohor kartunis yang terkenal di dunia. Bermula dari menggambar tikus yang diberi nama Mickey Mouse, kelak berdiri taman hiburan anak Internasional disney land, resort, hotel, televisi dll. Di akhir hidupnya, Elias (05 Desember 1901-15 Desember 1966) memiliki kekayaan lebih dari US $.20 juta. 55% diwariskan kepada keluarga dan 45% dipersembahkan untuk amal.

disney

       Banyak orang menilai dan menghakimi orang lain sebelah mata. Manusia sering kali diukur dari  besarnya kekayaan, tingginya pendidikan dan banyaknya prestasi keberhasilan. Setiap orang memiliki waktunya sendiri yang unik dan dipertanggung jawabkan kepada Tuhan kelak. Membandingkan diri dengan orang lain dapat menghasilkan tinggi hati atau rendah diri. Firman Tuhan mengingatkan kita bahaya menilai dan menghakimi orang lain dapat berakibat pada iri hati atau merendahkan orang lain. Sebaliknya meng-evaluasi diri adalah sikap yang bijaksana. Sebelum mengumpat, memaki, atau mengejek orang lain yang berbeda dengan kita; ada baiknya kita belajar mempertimbangkan dengan pertanyaan: Apakah Tuhan akan tersenyum atau kecewa dengan sikap saya? Apakah berita yang saya dengar adalah benar atau saya pikir mungkin benar? Apakah reaksi yang saya timbulkan lebih karena emosi atau menyuarakan kasih? Kiranya Tuhan menolong kita selangkah lebih maju lewat refleksi diri, motivasi hati dan cara menyikapi sesuatu dengan bijaksana. Amin.

SETIAP ORANG MEMILIKI WAKTUNYA SENDIRI YANG UNIK DAN DIPERTANGGUNG JAWABKAN KELAK KEPADA TUHAN

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

JORNADA DE VIDA COM DEUS

JORNADA DE VIDA COM DEUS

JORNADA

       O que irá acontecer em 2017? Algumas pessoas estão prevendo uma nova guerra mundial entre os Estados Unidos e a Rússia; ISIS estaria totalmente presente nas mídias sociais; o gelo do mar Ártico continuria a derreter, mas não da forma como é descrito nas teorias sobre o aquecimento global… Você está preocupado e com medo do futuro?

       A Bíblia diz nos Salmos 90:12 “Ensina-nos a contar os nossos dias para que o nosso coração alcance sabedoria.”. Quando Moisés escreveu essa oração, ele já havia experimentado mais de 80 anos de dificuldades na vida. Surpreendentemente, ele não pede a Deus por dinheiro, saúde ou popularidade. Ela sabia que todas as coisas que o mundo busca são temporárias, e, ocasionalmente, terminam em problemas e tristezas. Por isso, ao invés, ele pede por um coração sábio. Um coração que sabe apreciar a graça de Deus; a habilidade para reconhecer a diferença entre o mortal e o eterno; e, o desejo pela Palavra de Deus.

       Abraão não esperou pelo nascimente de Isaque para começar sua jornada à Terra Prometida. Noé não esperou começar a chover para construir a arca. Josué não esperou pela queda das muralhas de Jericó para começar a marchar. Daniel não foi conferir se os leões estavam muito famintos antes de desobedecer à lei que o proibira de orar ao Deus verdadeiro.

       Que possamos aprender com a oração de Moisés “Ensina-nos a contar os nossos dias para que o nosso coração alcance sabedoria.”. Eu peço a Deus que dê a todos nós um coração que saiba apreciar a graça de Deus. Que Deus nos conceda a capacidade de enxergar as situações em nossa vida não apenas como eventos no presente, mas como elas estão relacionadas com àquilo que é eterno.

       E, que, Deus nos mostre de forma grandiosa, tanto a mim quanto a você, que nosso trabalho em Cristo não é em vão. Que à medida que avançamos 2017, possamos viver para Deus, depender de Deus e confiar em nEle. Amém.

VIVAMOS PARA DEUS, DEPENDENDO E CONFIANDO NELE

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail