ANTARA PERSEMBAHAN DAN SIKAP

ANTARA PERSEMBAHAN DAN SIKAP HATI
Mazmur 50:23
“Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.”
Ada kaitan yang sangat erat antara persembahan dengan hati orang yang memberikan persembahan itu pada Tuhan.  Persembahan dan segala bentuk ucapan syukur yang dipersembahkan kepada Tuhan adalah baik.  Persembahan itu dapat berupa perpuluhan, persembahan syukur, persembahan mingguan maupun dukungan-dukungan lain bagi Gereja dan orang-orang tersisih.
Tuhan menegur keras orang-orang Israel yang pada waktu itu memberikan persembahan tetapi tidak dengan tulus hati.  Sikap dan motivasi mereka jauh dari Tuhan.  Tangan memberi persembahan, tetapi hati masih melekat kejahatan dan belum adanya pertobatan.
Kemarahan Tuhan dinyatakan melalui kenyataan bahwa Tuhan tidak membutuhkan persembahan manusia.  Tuhan tidak hidup dari segala pemberian manusia.  Justru Tuhanlah yang memberikan berkat kepada umat-Nya.
Motivasi hati seseorang sulit untuk dipastikan, namun Tuhan tahu dengan jelas apa yang ada di dalam hati manusia ketika memberikan persembahan bagi Tuhan.
Lihat saja contoh Ananias dan Safira yang menipu Gereja untuk memberikan sebagian persembahan sementara mereka mengklaim sebagai keseluruhan hartanya.  Penipuan terhadap Roh Kudus hukumannya mati.  Mereka sedang mencuri kemuliaan Tuhan dibalik persembahan yang diberikan.  Mereka ingin mendapatkan nama, pengakuan, dan berbagai macam motivasi tersembunyi yang diketahui oleh Roh Kudus. 
Bagaimana dengan Anda dan saya?  Adalah mudah bagi kita untuk memberikan persembahan tanpa motivasi yang tulus.  Orang lain mungkin tidak tahu, bahkan keluarga mungkin juga tidak tahu, tetapi Tuhan mengetahui apa niat hati kita.
Sudahkah kita memberikan perpuluhan?  Jangan-jangan bukan sepersepuluh tetapi sepersepuluh dari sepersepuluh penghasilan bersih.  Adakah kita memiliki hati yang ingin memuliakan Tuhan?  Firman Tuhan menjamin penyertaan dan berkat bagi orang yang mengasihi Dia.  Amin.
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

APAKAH HIDUP ANDA DIKENDALIKAN RASA TAKUT

APAKAH HIDUP ANDA 
DIKENDALIKAN RASA TAKUT?
Mazmur 34:19
Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu
Orang yang takut bisa tidak berbuat apa-apa.  Ada kalanya justru karena rasa takut, seseorang berbuat apa saja.  Pelajar yang takut tidak lulus, mencontek sewaktu ujian.  Pekerja yang takut dipecat boss-nya, datang tepat waktu dan mengerjakan tugasnya dengan disiplin.  Seorang yang takut digigit anjing bisa berlari dengan sangat lebih cepat dari biasanya.  Ketakutan meningkatkan adrenalin tubuh sekaligus memotivasi seseorang untuk warning adanya kerugian yang tidak diinginkan.  Orang yang takut cenderung bersikap waspada dan menjadi berbeda.
Daud pernah mengalami ketakutan yang sangat hebat di kota Gat (I Samuel 21:12).  Sekalipun Daud seorang pahlawan gagah berani, namun tetaplah ia memiliki ketakutan.  Sekalipun Goliat raksasa pernah dirobohkannya dengan lontaran ketapel dari batu kali, namun Daud gemetar seperti anjing mati di depan raja kota Gat.  Daud takut karena merasa sendiri dan tidak berdaya.
Ketakutan Daud terjadi ketika rasa iri hati dan kebencian muncul  dalam hati pimpinannya, raja Saul.  Saul mencoba membunuh Daud dengan berbagai cara dan beribu-ribu tentara.  Di saat tidak berdaya, dan ditekan oleh raja Israel sendiri, Daud yang sedang dikhianati itu menjadi berkecil hati dan terus berpindah tempat dari satu kota ke kota lain, dari padang gurun ke gua-gua.
Kitab nyanyian Mazmur nomor 34 ditulis setelah Daud dilepaskan Tuhan dari cengkraman raja kota Gat.  Daud merasa bersyukur atas kebaikan Tuhan.  Daud mengajarkan bahwa orang yang diberkati adalah orang yang benar, hancur hatinya (bertobat), mau menaruh kepercayaan  dan melayani-Nya.
Pada saat ini adakah ketakutan-ketakutan yang mendera hidup Anda?  Ada orang yang karena takut, tidak dapat mengerjakan fungsi hidupnya dengan baik.  Sebagian orang yang takut justru berbuat menyimpang dari kehendak Tuhan.  Ada orang yang karena takut, tidak bisa tidur dan makan dengan baik.  Ada orang yang takut masa depan diri dan keluarganya.  Ketakutan-ketakutan apakah yang Anda sedang gumulkan saat ini?
Daud memberikan resep atas ketakutan yang merusak fungsi hidup.  Pertama, Orang yang mengarahkan hati kepada Tuhan akan mendapat pertolongan.  Ketika masalah datang, dan orang percaya berseru dan meyakini janji Tuhan, akan mendapat pengharapan dan kelegaan.
Kedua, orang yang takut akan Tuhan akan menjaga hati, pikiran, perkataan dan tindakannya dari berbuat kebodohan.  Biarlah ketakutan terhadap masalah diganti dengan keseganan/ketakutan terhadap Tuhan.  Suatu sikap menghormati dan menaruh prioritas untuk Tuhan.
Ketiga, orang yang dekat kepada Tuhan akan mendapat kekuatan dan bangkit kembali pada waktu pemulihan-Nya.  Masalah hidup orang percaya tetap ada.  Apa yang ditakutkan seseorang mungkin terjadi, tetapi bukan berarti itu adalah akhir dari segala-galanya.  Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu.  Kiranya Tuhan menolong kita.
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

AJAIBNYA MATA ROHANI

Ajaibnya Mata Rohani
II Raja-raja 6:16-17
Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.
Pernah seorang hamba Tuhan, Pdt.Eri  menceritakan bagaimana Tuhan menolong keluarganya.  Orang tuanya yang sudah percaya  tidak putus asa   mengabarkan Injil di daerah anti Kristen.  Suatu malam mereka diserbu oleh ratusan orang dengan membawa obor (waktu itu belum ada listrik).  Sambil berteriak: “bakar gereja ini!” dan melempari banyak batu ke arah rumah, mereka mendekat.
Suasana begitu panik dan mencekam.  Ayah  dari Eri (waktu itu masih kecil) menganjurkan keluarganya lari mengungsi, sementara sang ayah di rumah.   Eri tidak menyetujui dan justru mengajak seisi keluarga berlutut dan berdoa.  Tidak lama kemudian, mereka terheran-heran.  Tidak ada suara sama sekali.
Beberapa waktu kemudian ada seorang bapak-bapak datang minta didoakan agar sembuh.  Selesai didoakan, bapak ini meminta maaf.  Ayah dari Eri heran: “Kenapa meminta maaf pak?!”  Kemudian diceritakan bahwa bapak ini beberapa waktu yang lalu ikut hendak membakar gereja itu, namun tidak jadi.  Sewaktu mereka berteriak-teriak, tiba-tiba mereka melihat sejumlah tentara disekeliling mereka.  Tentara ini berjumlah sangat banyak dengan senapan laras panjang dan bayonetnya.  Penduduk itu kemudian melarikan diri.
Kesaksian ini mirip sekali dengan kejadian yang dialami oleh Elisa.    Peristiwa ini dimulai dengan kemarahan raja Aram karena Elisa berkali-kali menggagalkan serangan tentara Aram ke Israel.  Setelah diketahui Elisa berada di kota Dotan, raja Aram mengirim sangat amat banyak tentara beserta kereta dan kuda.
Mengetahui jumlah tentara yang sangat banyak di depan rumah, Gehazi jadi ketakutan.  Pada saat itu  Tuhan berkenan membuka mata rohani  Gehazi akan  penyertaan-Nya.  Gehazi melihat sekeliling bukit, mungkin jutaan kuda dan kereta api!  Cerita lebih lengkapnya silahkan baca II Raja-raja 6:1-23.
Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana orang yang melihat tetapi buta rohani.  Ada banyak orang Kristen dibuat takut oleh masalah hidup.  Padahal sebenarnya:  sebesar apapun masalah, Tuhan Yesus Kristus  lebih besar!  Elisa melihat dengan mata rohani.  Eri dan keluarganya yang percaya melihat dengan mata rohani. 
Jikalau kita  rindu mata rohani kita dicelikkan, mintalah Tuhan membuka mata rohani kita.  Lihatlah bagaimana Anda sesungguhnya tidak sendiri!  Pastikan Anda berada dipihak Allah, dan Anda akan melihat bala tentara sorgawi Allah.  Yakinlah Tuhan memegang kendali sekalipun dalam situasi yang buruk.    Iman percaya kepada kuasa dan penyertaan Tuhan sungguh ajaib.  Melihat dengan mata rohani memang ajaib!
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

PAKAIAN PUTIH

PAKAIAN PUTIH
(Baca: Wahyu 3:1-6)
Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu. 
Wahyu 3:4
Pakaian apa yang paling suka Anda kenakan?  Konon warna dan bentuk pakaian menggambarkan keadaan seseorang.  Sebagai contoh: orang yang memakai baju warna kuning; adalah orang yang periang, suka bicara, penghidup suasana tetapi tidak disiplin.  Orang yang memakai pakaian merah berorientasi pada tujuan; transparan; dan optimis.  Orang yang menyukai warna putih dalam berpakaian biasanya tidak suka konfrontasi, sedangkan orang yang suka mengenakan baju biru biasanya tipe orang pemikir; sensitif; analitif dan introspektif.
Pakaian seperti apa yang Anda biasa kenakan, yang bersih dan rapi walau sederhana atau kotor dan bau tidak sedap?  Normalnya, orang lebih menyukai pakaian yang bersih walaupun sederhana.  Kebersihan biasanya menghasilkan kenyamanan dan keadaan baik.  Sebaliknya, baju kotor dan berbau menyengat menunjukkan ketidaknyamanan dan suasana hati yang kacau/bermasalah.
Perikop kitab Wahyu ini juga membicarakan mengenai pakaian dan hubungannya dengan hidup.  Perkataan Tuhan Yesus Kristus ini ditunjukkan kepada jemaat di Sardis karena sebagian dari mereka tidak mengenakan pakaian putih.  Tuhan Yesus bahkan menegur mereka yang mencemarkan pakaiannya.  Mengapa Kristus mempermasalahkan pakaian seperti apa yang harus dipakai orang Kristen? Apa maksdunya? 
Pakaian putih melambangkan hidup kudus.  Pakaian kotor melambangkan kehidupan dalam dosa yang belum bertobat dari kesesatan.  Di sinilah maksud dari peringatan Tuhan Yesus bagi orang Kristen yang tertidur atau dikatakan sudah mati walaupun masih hidup.  Status adalah orang Nasrani, tetapi hidup jauh dari kekudusan dan persekutuan dengan Tuhan.
Kristus mengetahui segala sesuatu yang dilakukan oleh setiap manusia.  Situasi di jemaat Sardis memang banyak tantangan, khususnya penyembahan berhala dan kecemaran seksual yang dibenarkan penduduk di sana.  Kendati demikian, tidaklah seharusnya kematian rohani dan hidup keduniawian dijalani oleh orang Kristen yang sudah pernah mendengar dan menerima pengajaran kebenaran di dalam Kristus.
Bagaimana dengan kehidupan kita saat ini?  Apakah kerohanian kita suam-suam, bahkan sudah mati walaupun kelihatannya hidup?  Mengetahui kebenaran dan belajar banyak mengenai Alkitab (teologi) tidaklah berarti kerohanian sudah dewasa.  Hanya mereka yang mendengar dan mentaati Firman Tuhanlah yang bertumbuh menjadi dewasa rohani.
Pakaian hidup apakah yang saat ini kita kenakan?  Apakah pakaian putih, yang melambangkan hidup dalam kekudusan?  Atau justru pakaian kotor, yang menunjukkan kehidupan dalam dosa?  Jika kita sedang memakai pakaian cemar, maka kinilah saatnya untuk bertobat dan belajar hidup kudus.  Tidak ada yang mustahil bagi orang yang ingin hidup kudus, apalagi jika mau bertobat dan meminta Kristus menguasai hidup kita.  Tuhan Yesus tahu keberadaan diri kita, kelemahan dan kecenderungan kita, dan Ia berkuasa mengubah dan menolong orang yang mau datang kepada-Nya.  Sekarang tinggal kemauan dan ketaatan kita untuk hidup sebagaimana Tuhan inginkan: mengenakan pakaian putih.  Pakaian apa yang Anda mau kenakan?
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail