JORNADA DE VIDA COM DEUS

JORNADA DE VIDA COM DEUS

JORNADA

       O que irá acontecer em 2017? Algumas pessoas estão prevendo uma nova guerra mundial entre os Estados Unidos e a Rússia; ISIS estaria totalmente presente nas mídias sociais; o gelo do mar Ártico continuria a derreter, mas não da forma como é descrito nas teorias sobre o aquecimento global… Você está preocupado e com medo do futuro?

       A Bíblia diz nos Salmos 90:12 “Ensina-nos a contar os nossos dias para que o nosso coração alcance sabedoria.”. Quando Moisés escreveu essa oração, ele já havia experimentado mais de 80 anos de dificuldades na vida. Surpreendentemente, ele não pede a Deus por dinheiro, saúde ou popularidade. Ela sabia que todas as coisas que o mundo busca são temporárias, e, ocasionalmente, terminam em problemas e tristezas. Por isso, ao invés, ele pede por um coração sábio. Um coração que sabe apreciar a graça de Deus; a habilidade para reconhecer a diferença entre o mortal e o eterno; e, o desejo pela Palavra de Deus.

       Abraão não esperou pelo nascimente de Isaque para começar sua jornada à Terra Prometida. Noé não esperou começar a chover para construir a arca. Josué não esperou pela queda das muralhas de Jericó para começar a marchar. Daniel não foi conferir se os leões estavam muito famintos antes de desobedecer à lei que o proibira de orar ao Deus verdadeiro.

       Que possamos aprender com a oração de Moisés “Ensina-nos a contar os nossos dias para que o nosso coração alcance sabedoria.”. Eu peço a Deus que dê a todos nós um coração que saiba apreciar a graça de Deus. Que Deus nos conceda a capacidade de enxergar as situações em nossa vida não apenas como eventos no presente, mas como elas estão relacionadas com àquilo que é eterno.

       E, que, Deus nos mostre de forma grandiosa, tanto a mim quanto a você, que nosso trabalho em Cristo não é em vão. Que à medida que avançamos 2017, possamos viver para Deus, depender de Deus e confiar em nEle. Amém.

VIVAMOS PARA DEUS, DEPENDENDO E CONFIANDO NELE

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

TAKUT GELAP

“TAKUT GELAP..!”

(Yohanes 6:16-21)

takut

       Entah siapa yang mengajari, tetapi akhir-akhir ini anak-anak kami takut ke toilet sendirian. Alasannya gelap dan membayangkan ada monster. Sebagai orang tua, kami harus meyakinkan anak-anak agar merasa aman dan tenang ketika ke kamar kecil. Ada kalanya kami membiarkan pintu terbuka agar mereka dapat sewaktu waktu melihat kami. Ada kalanya anak yang paling kecil berkata, “Pa, lihat ya!” hanya sekedar untuk memastikan perjalanan beberapa meter ke toilet aman baginya.

       Setiap orang memiliki rasa takutnya sendiri. Bagi anak-anak, takut itu kalau tidak naik kelas atau berada di ruangan gelap. Bagi orang dewasa takut itu bisa jadi kehilangan pekerjaan atau mungkin menghadapi kematian. Malam itu para murid yang tengah berada di perahu sangat ketakutan karena ganasnya ombak danau Galilea. Di sana memang terkenal sering terjadi angin sakal, yakni pertemuan arus panas dan dingin yang menimbulkan badai. Mendadak muncul sebuah sosok yang berjalan di atas air. Mereka berpikir melihat penampakan hantu padahal itu adalah Gurunya sendiri. Yesus menenangkan mereka dan mengingatkan untuk tidak dikuasai rasa takut. Singkat cerita, ombak mendadak jadi sangat teduh dan para murid jadi tenang karena Yesus berada di dalam perahu.

       Hari ini banyak orang takut menghadapi gelapnya kehidupan. Pemikiran berada dalam keadaan suram menyamarkan realitas. Akibat dikuasai rasa takut membuatnya berpikiran negatif, tidak keluar rumah, tidak bergaul, enggan mengambil keputusan dan gamang untuk melangkah. Dunia menawarkan percaya diri yang palsu dengan bungkusan sok kuat, sok yakin dan sok bisa. Semuanya itu kemudian dibumbuhi dengan religius agamis yang munafik.

       Sebaliknya Firman Tuhan mengajarkan untuk mempercayai Tuhan sebagai yang utama dan dasar dari hidup. Mempercayai Tuhan berarti berani menolak diri dikuasai rasa takut, berani melangkah, berani bersaksi, berani percaya dan mewujudkan panggilan hidupnya. Kalau dibahasakan secara bebas, Firman Tuhan mengajarkan, “Saya mengerti keadaanmu. Engkau lemah dan rapuh itu sebabnya ada rasa takut. Pandanglah AKU! Ijinkan bukan rasa takut yang menguasai hatimu tetapi Firman-KU menguasai hatimu. Engkau akan mendapat damai dan pertolongan pada waktu-Nya.” Amin.

SETIAP ORANG MEMILIKI RASA TAKUTNYA SENDIRI, DAN MEREKA YANG MEMPERCAYAI HIDUPNYA KEPADA TUHAN LAH YANG BERANI MENOLAK DIKUASAI RASA TAKUT

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

PERTANDINGAN DENGAN ANAK

PERTANDINGAN DENGAN ANAK

(Yesaya 41:10)

perjalanan b

       Cukup sering saya mengadakan pertandingan ganti baju dengan anak yang paling kecil. Apabila pulang dari sekolah atau sepulang dari kegiatan di luar, kami punya kebiasaan berganti baju santai di rumah. Pertandingan ini bertujuan agar anak bukan saja pakai baju sendiri tetapi mahir dalam keterampilan motorik, baik itu membedakan baju terbalik atau pun memasukkan  pakaian ke anggota tubuh dengan waktu yang singkat. Ketika menang, ia begitu gembira. Padahal ia tidak tahu bahwa bapaknya sengaja memberi kemenangan.

       Siapa sih yang tidak suka menang? Ketika kita menghadapi masalah berat dan kita berusaha kerja keras untuk menyelesaikannya. Kemudian hasil akhir adalah berhasil! Menang! Bukankah itu yang kita harapkan, doakan dan usahakan? Itulah janji Tuhan kepada umat-Nya seperti yang dituliskan oleh Yesaya.  Tuhan memberi semangat dan peneguhan bahwa orang yang melibatkan Tuhan sepenuhnya tidak ditinggalkan tetapi akan mendapat pertolongan dan kemenangan.

       Banyak orang berpikir karena kepandaian, kerja keras dan kelebihannya yang membuat berhasil tetapi kerap kali lupa bahwa Tuhan yang memberi kemenangan. Jangan lupa anugerah Tuhan. Jangan anggap remeh kebaikan-Nya. Tuhan sengaja memberi kebaikan dengan keadaan kita saat itu agar kita menyaksikan kasih setia Tuhan.

       Apabila kita masih bisa makan hari ini, bisa bernafas dan bahkan bisa membaca tulisan ini, itu artinya Tuhan belum selesai beperkara dalam hidup kita. Anda merasa seorang diri? Apakah Anda mulai ragu untuk tetap berjalan di jalan yang benar? Atau Anda lelah dan hampir menyerah karena sekeliling yang berlawanan dengan kebenaran? Jangan menyerah dan berputus asa. Tuhan adalah Allah yang meneguhkan dan menolong, yang menyertai dan memberi kemenangan. Ia akan menunjukkan jalan kehidupan bagi orang yang bertobat. Di dalam ketenangan dan kepercayaan terletak kekuatan dari Tuhan. Amin.

TUHAN SENGAJA MEMBERI KEBERHASILAN KEPADA KITA BUKAN KARENA KEHEBATAN DAN KERJA KERAS KITA TETAPI AGAR KITA INGAT SIAPA TUHAN PENCIPTA

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

PELAYAN WARUNG DI USIA 93

PELAYAN WARUNG DI USIA 93 TAHUN

Roma 14:1-12 

Makan

       Koran Yomiuri Jepang baru saja mengupas kisah seorang nenek yang masih produktif di usia senja. Yae Yamagashi yang berusia 93 tahun adalah pelayan warung rumahan di Maruken Musashino, Tokyo Barat. Bermula dari tahun 1960 ketika ia dan almarhum suaminya membuka warung rumahan, Yamagashi menjual nasi hangat berisi daging (Tonkatsu) dengan menu tambahan sayuran atau telur.

       Kini bersama anaknya yang berusia 67 tahun, Yamagashi tetap menekuni bidang kuliner tersebut  di tempat yang sama dan harga merakyat (rumahan). Warung rumahan yang berisi 14 meja itu kerap kali penuh sesak saat jam makan siang. Ketika ditanya, “Apa nenek ada rencana untuk pensiun?” Dengan mengenakkan celemek (apron), Yae menjawab, “Selama pelanggan tetap datang, saya mau terus bekerja.”  

       Yae       Semangat hidup nenek Yae Yamagashi patut diacungi jempol. Ia membuat hidupnya tetap berarti dan produktif, baik bagi dirinya sendiri maupun memberkati komunitasnya. Hari ini banyak orang menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak produktif mulai dari gosip, saling menjelekkan, memfitnah, hingga berbicara hal-hal negatif tentang orang lain. Waktunya dihabiskan untuk hal-hal kontra produktif atas nama nafsu dan prasangka.

       Paulus mengingatkan umat di kota Roma pada waktu itu agar tidak takabur menjalani hidup yang sesaat ini. Hidup manusia adalah milik Tuhan dan akan dipertanggungjawabkan kelak dalam kekekalan. Apabila kita masih diberi kesempatan hidup, itu artinya ada hal-hal yang Tuhan mau kita kerjakan. Bisa jadi itu berupa doa, pelayanan, persembahan, atau hal spesifik lain yang Tuhan titipkan dalam diri kita. 

       Kalau nenek Yae bersemboyan, “Selama pelanggan tetap datang, saya mau terus bekerja” maka mari kita memiliki semboyan hidup, “Selama Tuhan masih mempercayakan hidup ini, saya mau terus bekerja bagi-Nya.” Amin.

 

SELAMA TUHAN MASIH MEMPERCAYAKAN HIDUP INI, SAYA MAU TERUS BEKERJA BAGINYA

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail