MANIA SELFIE

MANIA SELFIE

(Baca: Markus 7:14-23)

selfie

       Anda pernah menjumpai keadaan seperti ini? Ketika mau makan, difoto; sedang berada di objek wisata, difoto; sedang bersama teman, difoto; bahkan hampir semua kegiatan tidak lupa di foto. Ya, itulah yang disebut mania “selfie”.

       Pemerintah Rusia baru saja mengeluarkan peraturan agar waspada bagi para penggila selfie, pasalnya sudah dijumpai ratusan kasus orang yang mania selfie dan akhirnya mencederai bahkan menelan korban nyawa. Gara-gara mania selfie di jalan raya, ditabrak kendaraan. Akibat selife di atas bukit tinggi dan terjal, akhirnya jatuh.

150708135914-russia-selfie-brochure-large-169

       Mania selfie sebenarnya berkaitan dengan dinamika psikologi seseorang untuk menjadi populer.  Doktor Mitch Prinstein dari University of North Carolina at Chapel Hill, Amerika Serikat (July 2015)  menjelaskan bahwa ada banyak data penelitian tentang Psikologi Populer mengenai keadaan seseorang pada posisi ditolak, kontroversi, terabaikan dan terkenal. Apa yang dialami seseorang di masa kecil entah itu populer/tidak populer akan berpengaruh bagaimana bersikap ketika dewasa, baik di  pekerjaan, keluarga maupun  lingkungan sosial.

       Apakah mania selfie sebenarnya menunjukkan narsis atau rendah diri? Apa kata Firman Tuhan?  Yesus mengingatkan agar waspada terhadap motivasi dari dalam hati, seperti pikiran jahat, kesombongan, kelicikan, keserakahan, hawa nafsu dsb. (Markus 7:14-23). Prinsip dasar selfie yang benar terletak pada motivasi hati.

       Mau selfie? Boleh-boleh saja, namun ada baiknya kita bertanya: Apakah ini berguna dan menjadi berkat buat orang lain? Apakah sifatnya membangun untuk kebaikan? Apakah dengan memuat ini nama Tuhan dipermuliakan? Apakah ini sopan, baik, benar? Hanya Tuhan dan diri sendiri yang tahu motivasi hati. Kiranya Tuhan menolong kita hidup berkenan di hadapan-Nya. Amin.

Kata orang, “Kita boleh berbuat apa saja yang kita mau.” Benar! Tetapi tidak semua yang kita mau itu berguna. “Kita boleh berbuat apa saja yang kita mau” –tetapi tidak semua yang kita mau itu membangun kehidupan kita. – Paulus.

Selfie

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

ORANG MENINGGAL TIDAK PERGI BEGITU SAJA

ORANG MENINGGAL TIDAK PERGI BEGITU SAJA

(Baca: I Tesalonika 4:13-18)

Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia (I Tesalonika 4:14).

roh

 

       Kata “meninggal” adalah sebutan tabu dan dihindari banyak orang. Meninggal berarti berpisah, mati atau akhir. Apa yang terjadi kepada orang yang meninggal? Apakah orang tersebut lenyap begitu saja atau rohnya gentayangan?

       Alkitab menyebutkan bahwa orang yang meninggal tidak hilang atau lenyap. Ada kehidupan sesudah kematian. Paulus mengingatkan jemaat di Tesalonika tentang penghiburan bagi orang-orang berduka (I Tesalonika 13, 18). Pertama, ada pengharapan hidup bahwa orang-orang percaya yang meninggal rohnya tidak gentayangan tetapi berada dalam keadaan istirahat dan akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia (Ayat 13-15).

       bookKedua adalah realitas bahwa pada hari kiamat, yakni segala sesuatu di dunia berakhir maka akan terjadi reuni akbar menyongsong Yesus di sorga. Orang yang meninggal sebelum kita dan sesudah kita di masa yang akan datang sama-sama memiliki roh yang bersifat kekal dan tidak akan dilupakan oleh Tuhan (ayat 14-18).

       Setiap kali ketika saya memimpin ibadah pemakaman, ada pesan penting Firman Tuhan bagi semua orang. Tuhan ingat setiap orang yang telah meninggal dan akan memanggil satu persatu terlebih dahulu sebelum kita. Seperti giliran undian yang naik nomor, demikian tidak ada seorangpun yang tahu siapa yang dipanggil Tuhan berikutnya. Itulah sebabnya kita diingatkan untuk tidak hidup di dalam kejahatan melainkan memegang teguh iman, kasih dan pengharapan keselamatan (I Tesalonika 5:9-10). Kiranya Tuhan menolong kita mengawal perjalanan hidup ini berharga, penuh makna dan selamat.

 

HIDUP INI ADA BATASNYA, PERGUNAKAN SEBAIK MUNGKIN BERSAMA DENGAN TUHAN

judgement day

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

MENJADI BERKAT LEWAT KETERBATASAN

MENJADI BERKAT LEWAT KETERBATASAN

(Baca: Markus 6:35-44)

b

 

       Apakah lapar itu? Kajian ilmu kesehatan menengarahi sebagai sensasi yang dipicu dari hypotalamus dan hormon yang mengakibatkan rasa lapar dan berdampak pada kekurangan energi. Pada jangka pendek berhubungan dengan selera makan yang meningkat dan keinginan untuk dikenyangkan. Sementara apabila berdampak jangka panjang, maka lapar akan mengakibatkan kerusakan organ tubuh hingga kematian.

       Dapatkah Anda membayangkan apa dampak massa yang kelaparan? Inilah yang dipikirkan oleh para murid Yesus setelah seharian puluhan ribu massa menyimak kata-kata bijaksana dari Yesus. Mereka begitu terkesima hingga lupa makan dan lupa waktu sudah hampir malam (Markus 6:35). Para murid berpikiran logis, dan boleh dikatakan berpikiran fair (seimbang). Jangan biarkan massa yang lapar. Lebih baik masing-masing pergi bayar makanannya sesuai kemampuan.

       Apa yang dipikirkan para murid berbeda dengan apa yang dipikirkan Yesus. Yesus berpikiran bagaimana melatih mental dan iman dalam menghadapi masalah. Strategi Yesus dimulai dengan menghadapi masalah bukan menghindari/melarikan diri dari masalah. Yesus meminta para murid memeriksa inventaris. Ada dua opsi (bdk.Matius 14:13-21 ; Lukas 9:10-17;Yohanes 6:1-13): uang kas sekitar 200 dinar (Kalau 1 dinar adalah upah minimum sehari, maka cukup untuk 200an orang) dan sepaket donasi dari anak kecil (5 roti dan 2 ekor ikan). Dalam pikiran manusia, dua opsi ini sangat terbatas.

      share Apa yang terjadi? Yesus berdoa mengucap syukur, terjadilah mujizat yang membuat lebih 5000 laki-laki belum termasuk wanita dan anak-anak ini kenyang bahkan lebih 12 bakul besar penuh roti dan ikan. Pelajaran penting kehidupan apa yang dapat kita petik? Pertama, evaluasi inventaris Anda. Seringkali kita merasa kurang dengan segala kebutuhan dan keinginan yang memang tidak pernah ada kata cukup bila tidak disyukuri. Ada baiknya kita menyisihkan sekian persen untuk mendukung pekerjaan pelayanan.

       Kedua, belajar melibatkan Tuhan. Bagi orang Ateis, pemikiran ini sulit untuk diterima akal sehat karena Tuhan adalah diri mereka sendiri. Sementara bagi orang yang pernah mengalami mujizat dan pertolongan Tuhan, mengerti apa arti hidup melibatkan Tuhan. Jadi, singkatnya adalah “ora et labora”, berdoa sambil berusaha. Kiranya Tuhan menolong menjadi berkat bagi banyak orang lewat keterbatasan yang ada pada kita. Immanuel.

SERING KALI JUSTRU LEWAT KETERBATASAN DAN PENYERAHAN DIRI, TUHAN BEKERJA SECARA DAHSYAT MELAMPAUI APA YANG KITA PERKIRAKAN

 

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

JUJUR MENGUBAH NASIB?

JUJUR MENGUBAH NASIB?

Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya (Amsal 11:3a).

 gold

 

       “Kejujuran Ubah Hidup Wanita Pemulung ini”, itulah tajuk berita di Viva.co.id mengutip ulang Daily Mail (23 Mei 2015) yang menarik perhatian saya. Ana dos Santos Cruz, terpaksa menjadi pemulung untuk menghidupi anaknya yang berusia 3 tahun, karena suaminya sedang dalam penjara.

       Ketika mengais di pembuangan sampah Barretos (dekat Sao Paulo), Ana menemukan amplop berisi cek dalam plastik senilai £.52.000 atau lebih Rp.1 milliar. Ternyata cek ini adalah donasi untuk Rumah Sakit Kanker Barretos. Karena kesalahan petugas rumah sakit, maka terbuang di tempat sampah. Ana tidak tergiur untuk mengambil cek itu, tetapi justru mengembalikan ke Rumah Sakit yang dirasa lebih membutuhkannya.

       Berita kejujuran Ana segera menyebar dan membuat 1 pusat perbelanjan mengundangnya sebagai bintang kampanye iklan TV & Reklame. Ana mengatakan, “Saya sebelumnya tidak dilihat orang, tapi kini orang minta tanda tangan saya, bicara dengan saya di Face Book”  Ya, itu semuanya berkat kejujuran yang mengubah kehidupannya.

       Kisah nyata di atas sungguh bertolak belakang dengan banyak keadaan di sekeliling kita jaman ini. Apakah benar, kejujuran mengubah nasib hidup? Kenapa banyak orang jujur seolah “ajur” (hancur/rugi)? Apa kata Firman Tuhan tentang hal ini?

       Amsal 11 ditulis oleh raja Salomo, yang dikenal sukses oleh dunia karena memiliki banyak harta, takhta dan wanita. Ia menyimak kehidupan dan merasa muak dengan kegemerlapan dunia tetapi kosong (Baca Pengkhotbah 1-6). Salomo mencari nilai hidup dan membandingkan jalan yang benar dan salah, baik dan buruk, serta konsekuensinya. Integritas orang jujur membuatnya berada di jalur yang benar (Amsal 10:3a).

      legacy honest Kejujuran tidak serta merta mengubah nasib, tetapi memastikan orang tersebut berada di jalur berkat Tuhan. Sebaliknya, ketidak-jujuran Walau terkesan cepat untung namun sedang menghancurkan jalan hidupnya sendiri. Kiranya Tuhan menolong kita cerdik dan “lihai” seperti ular tetapi tetap jujur dan tulus seperti merpati.

Disadur dari tulisan: Bp. Surya Wiraatmadja

 

JUJUR TIDAK SERTA MERTA MENGUBAH NASIB ORANG, TETAPI MEMASTIKAN BERADA DI JALUR BERKAT TUHAN

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail