TIPS MEMASUKI 2016

TIPS MEMASUKI 2016
(Baca: Mazmur 90:10-17)

2016

       Apa yang Anda persiapkan memasuki tahun 2016? Sebagian orang tutup dan buka tahun bersama keluarga di kampung halamannya, yang lain sibuk kejar setoran, hitung uang, ada pula yang berpesta dan ada pula yang pergi ke tempat ibadah untuk berdoa. Apapun bentuk kegiatannya, apabila kita boleh melewati tahun 2015 adalah anugerah Tuhan yang patut disyukuri. Ada agenda Tuhan untuk rencana kehidupan 2016 yang penuh misteri bagi semua orang.

       Apa tips Firman Tuhan memasuki tahun 2016 ini? Belajar dari pesohor Musa dalam doanya di Mazmur no.90 setidaknya ada 3 hal yang perlu kita simak selagi membuka lembaran 2016.

MELIHAT NILAI WAKTU
       Ketika Musa menuliskan doa ini, ia sadar benar realitas kehidupan sepaket baik dalam suka dan duka. Apa maksudnya? Kehidupan yang kita jalani di tahun 2016 itu yang penting bukan lamanya tetapi maknanya. Apa kegiatan itu berkenan di hati Tuhan? Apa rencana ini melibatkan Tuhan? Apa Tuhan Sang Penguasa waktu hidup dimuliakan dalam hidup saya?

MELIHAT NILAI DIRI
       Bagi Musa, hidup iring Tuhan itu kenyang dengan lancar sulitnya hidup. Kendati demikian hidup itu tidak tawar, melainkan diwarnai kehadiran Tuhan yang menguatkan. Musa bukan saja melihat dan mengalami mujizat air laut terbelah, roti manna surgawi, air segar keluar dari batu, tetapi juga shekinah (kemuliaan Tuhan) di gunung Sinai. Perjalanan hidup bersama Tuhan ini bukan mimpi bolong seperti yang dituduhkan orang sekuler ateis praktis bahwa seolah orang percaya hidup meng-awang awang seolah tidak realistis dengan kehidupan, justru sebaliknya makin ikut Tuhan makin melihat hidup ini secara realistis.

psalm90

       Apa langkah Musa ketika melihat hidup secara realistis? Disebutkan bahwa ia mencoba belajar menghitung hari agar jadi bijaksana. Musa tengah refleksi diri dan berusaha sinergi dengan menggenapi rencana Tuhan dalam hidupnya. Meskipun tahu dirinya adalah pemimpin besar, berpengalaman dengan segudang prestasi dan lulusan pendidikan terbaik di negara maju Mesir waktu itu, ia sadar diri lemah, kurang, terbatas dan berdosa. Orang yang seimbang melihat kelebihan dan kekurangannya lebih berpotensi untuk menjadi maju, tidak membuang waktu dengan melakukan kesalahan dan lebih rendah hati dalam menghadapi hidup ini.

MELIHAT NILAI TUHAN
       Hal yang paling penting ketika seseorang melihat diri refleksi adalah ia tidak lupa melihat Tuhan. Seberapa jauh kita membaca kitab suci Alkitab setiap harinya? Seberapa sering kita ngobrol dengan Tuhan? Seberapa penting Tuhan diutamakan dalam keputusan keputusan penting kita?

       Seorang remaja tengah membakar ranting ranting pohon yang tidak dipakai. Ketika membuang ranting ke tengah api, tampak ada seekor ulat yang berusaha menghindar dari panasnya api. Ulat itu berusaha maju namun ada api, ke samping rantingnya sudah di rapuh, ke belakang juga terasa panas. Akhirnya ulatnya putus asa dan menegadah ke atas. Anak remaja ini mengambil kayu tipis yang masih kering dan menolong ulat tersebut selamat dari api.

       Nilai hidup dapat diilustrasikan dengan cerita di atas. Manusia tidak cukup hanya berusaha keras bagi dirinya dan orang lain. Tidak cukup hanya refleksi lihat diri tetap harus dilengkapi lihat ke atas, jauh di atas yakni Tuhan. Inilah realitas hidup manusia yang sesungguhnya.

Mari kita belajar melihat nilai waktu, diri dan Tuhan seperti yang dilihat hambaNya Musa di Alkitab. Ia berhasil mengukir sejarah dahsyatNya Tuhan yang bekerja dalam hidupnya. Ia menjadi bijaksana dan berhasil melihat hidup lebih realistis Karena berjalan bersama Tuhan. Mari kita memasuki tahun 2016 dengan pertolongan Tuhan. Solo Deo Gloria. Amin

AJARLAH KAMI MENGHITUNG HARI KAMI SEDEMIKIAN HINGGA KAMI BEROLEH HATI YANG BIJAKSANA

20162

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

JOY TO THE WORLD

JOY TO THE WORLD

(Baca: Lukas 1:46)

joy3

       Seorang anak mengeluh kepada ayahnya, “Pa, kenapa lagu-lagu di Gereja itu membosankan ya? Sepertinya ketinggalan jaman dan kata-katanya kurang bermakna”. Ayahnya menjawab, “Kalau kamu bisa membuat lagu yang lebih baik, kenapa tidak melakukannya?” Kemudian anak itu masuk ke dalam kamar dan membuat lagu hymn pertama berjudul “When I Survey The Wondrous Cross” (KPK no.163, Bila Kuingat SalibNya) dan pada tahun 1690 dia membuat lagu Natal yang dikenal dunia hingga saat ini, “Joy To The World” (KPK no.88, Dunia Gemar dan Soraklah). Siapakah anak ini? Ya, dialah Isaac Watts.

Berikut ini teks lagunya dalam bahasa Inggris dan Indonesia:

Joy teks

       Bertolak dari Mazmur 98 dan diilhami oleh ayat Alkitab Lukas 1:46-55, Isaac Watss menggubah lagu Natal yang dikenal dunia hingga saat ini. Bukan hanya para malaikat, para gembala dan para Majus yang bersukacita tetapi seluruh isi surga bersorak sorai atas kehadiran Yesus di dunia. Mengapa? Karena Yesus Kristus adalah Mesias, Juruselamat, Penolong,  Penyelamat dan Pengharapan hidup manusia, Tuhan yang datang menyatakan berkat justru dari kesederhanaan dan kerendahan hati. 

Joy the World by Isaac Watts

       Ironisnya adalah meski banyak orang menyanyikan dan memutar lagu Joy To The World, namun hatinya menolak  Tuhan Yesus, hidupnya jauh dari pada mencerminkan kemuliaan Tuhan, sukacita dari Tuhan kepada dunia berubah menjadi hura-hura duniawi mengatas namakan kebaikan. Inilah cara dunia menjual natal tanpa Kristus.

       Hari ini kita diingatkan kembali kepada lagu Isaac Watts, kepada pujian Maria. Mereka memiliki nada yang sama, yakni hidup memuliakan Tuhan dan bersukacita karena Tuhan Juruselamat. Kalau jutaan malaikat bersorak mengagungkan Tuhan, badai dan ombak laut tunduk kepada-Nya, alam semesta mendengar Firman-Nya, bahkan setan gemetaran di hadapan Tuhan, bagaimana dengan kita ciptaan-Nya?  Kiranya sukacita dan rasa syukur yang dalam itu dinyatakan dengan hidup memperkenan hati Tuhan Yesus Kristus. Selamat memasuki masa Natal. Amin.

 

NATAL TANPA KRISTUS ADALAH SUKACITA PALSU. NATAL YANG BERPUSAT PADA KRISTUS MENGHASILKAN SUKACITA SEJATI.

keep Christ

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

BATU BESAR DULU

BATU BESAR DULU

(Baca: Matius 6:33)

profesor di kelas

 

 

       Pagi itu Profesor memberikan pelajaran penting di kelas. Dipenuhi dengan para pembelajar yang bersiap dengan alat tulis, mereka keheranan karena profesor ini membawa sebuah aquarium besar. Ia lalu meletakkan aquarium tersebut dan mengisi dengan sebuah batu besar sambil bertanya, “Apakah aquarium ini telah penuh?”  Serentak para pembelajar mengatakan, “Belum!”. Profesor itu mengatakan, “Betul sekali, belum!”. Lalu ia mengisi dengan batu-batu kecil dan sedang hingga sampai di bibir aquarium. Ujar Profesor, “Apakah sekarang sudah penuh?”. Serentak semua kelas berkata, “Ya, sudah penuh!” Lagi-lagi Profesor menjawab, “Belum! Perhatikan!

       Ia lalu mengisi aquarium tersebut dengan kerikil-kerikil kecil hingga penuh di bibir aquarium dan bertanya, “Apakah sekarang sudah penuh?” Sebagian mengatakan “Ya”, yang lain mengatakan “Tidak” dan sisanya tampak berpikir agak bingung. Profesor ini mengatakan, “Yang menjawab tidak, benar!” sambil mengambil sekantong pasir dituang dan diakhiri dengan mengisi aquarium tersebut dengan air satu gelas. Pelajaran apa yang hendak saya sampaikan hari ini? Jikalau Anda tidak menempatkan batu besar terlebih dahulu maka yang lain tidak akan bisa muat dalam aquarium ini.

       in ChristApakah batu besar dalam hidup Anda? Kesehatan? Keluarga? Teman? Diri sendiri? Yesus mengatakan bahwa batu besar dalam hidup ini adalah, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya”. Hidup ini bukan diukur dari berapa banyak yang kita inginkan atau bahkan kuatirkan tetapi bagaimana kita menempatkan prioritas hidup. Orang yang meletakkan Yesus Kristus di tempat utama dan paling penting dalam hidup akan menemukan hidupnya dipakai Tuhan melebihi apa yang dia dapat lakukan; memperdalam sukacita; mengembangkan visi; mempertajam cara berpikir; menguatkan kerohanian; melipatgandakan berkat dan menjadi saluran berkat perdamaian di sekitarnya. Kiranya Tuhan menolong kita berhikmat di dalam menaruh prioritas hidup. Amin.

TANPA MELIBATKAN TUHAN, MENJALANI HIDUP INI SEPERTI TANPA WARNA

FLYERS SVEN

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

TAWAR HATI

TAWAR HATI

(Baca: Yosua 7:3-13)

Selalu ada jalan

 

       Tawar hati adalah keadaan yang tidak diinginkan oleh semua orang. Tawar hati membuat orang ragu dan tidak dapat melihat potensi diri yang sesungguhnya. Inilah keadaan umat Allah di jaman Yosua ketika berhadapan dengan bangsa Ai. Keadaan tidak semudah seperti kelihatannya. Mereka kalah perang, ketakutan dan dipermalukan karena menganggap enteng keberhasilan.

       Bagaimana menghadapi tawar hati versi Yosua di Ai? Pertama jelas jangan menganggap remeh apa yang kelihatannya mudah. Yosua memakai strategi untuk mendapatkan keberhasilan (Yosua 8:5-8). Kedua, Yosua menjaga kekudusan hidup di hadapan Tuhan dan membereskan dosa yang masih tersisa dari umat Allah. Ia percaya bahwa keberhasilan itu dari Tuhan (Lihat Yosua 1:8) yang patut diusahakan dengan kerja keras dan prinsip kebenaran yang bijaksana. Ketiga, Yosua tidak alergi dengan kegagalan karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Yosua alergi dengan tidak membereskan akar masalah yakni dosa. Ia mencari solusi dari akar permasalahan dan menemukan bahwa ada korupsi yang harus diberantas

Akhan korupsi

       Alkitab berani terus terang mengenai kegagalan dan kerapuhan umat Allah karena memang yang hendak disorot bukan kehebatan manusia tertentu tetapi kehebatan Tuhan. Tawar hati bisa menghinggapi siapa saja dan membuat terkapar mangsanya secara mengenaskan, tetapi bukan berarti tidak ada jalan keluar dan harapan. Ketika kita belajar hidup berjalan bersama Tuhan, kita akan menemukan betapa diri sendiri lemah, rapuh dan banyak kekurangan. Kiranya Tuhan menolong kita boleh belajar dari Yosua dan mengalami semangat dan kemenangan hidup dari Allahnya Yosua. Amin.

 

 

KEKALAHAN TERBESAR SESEORANG BUKAN KETIKA TIDAK ADA UANG ATAU SENJATA, TETAPI KETIKA KEHILANGAN SEMANGAT HIDUP

Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail