TERJERAT DALAM DOSA BENCI

Terjerat dalam Dosa Benci
Kejadian 4:8-16
Kebencian terhadap sesama adalah dosa yang berpotensi mematikan.  Pernakah Anda membenci seseorang karena sakit hati?  Firman Tuhan menjelaskan, orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh manusia (I Yohanes 3:15).  Kain semula tidak senang dengan adiknya Habel karena persembahannya diterima Tuhan sementara persembahan Kain tidak diterima Tuhan.  Bisa dibayangkan rasa tidak senang Kain berubah menjadi kebencian yang dipupuk waktu demi waktu.  Puncak dari kebencian Kain terhadap Habel adalah membunuhnya dengan pukulanmaut.
Ketika dosa menggerogoti hidup manusia, maka efek dosa itu seperti kanker yang semakin lama semakin menjalar dan merusak hidup manusia.  Efek dari manusia yang tercemar oleh dosa adalah merusak orang lain dan lingkungan di sekitarnya.  Bila kita mengamati apa yang terjadi dalam Kejadian 4:8-16, terlihat beberapa aspek dari dosa benci.
Ketika ketidak sukaan berubah menjadi iri dan berlanjut pada benci, maka kebencian itu akan menghasilkan pembunuhan pada akhirnya.  Dosa benci dalam diri Kain membuat Kain menjadi manusia yang berbeda jauh dari gambaran rupa Allah.  Beberapa aspek yang setidaknya dapat kita lihat pada bagian ini adalah:
Pertama, dosa benci dalam diri Kain menghasilkan ketidakperdulian.  Kain merasa tidak punya tanggung jawab untuk menjagai adiknya.  Kain mengelak tanggung jawab bukan karena tidak terjadi apa-apa, melainkan sudah ada dosa dalam dirinya.
Hari ini kita menjumpai banyak orang yang hidup di dalam ketidakperdulian.  Ada orang yang tidak perduli dengan lingkungannya.  Orang-orang ini merokok di sembarangan tempat.  Ada pula yang membuang sampah di selokan sehingga berpotensi membuat bibit penyakit dan banjir.  Orang-orang yang lain meludah di jalan dan menyebarkan bakteri karena air ludah yang menguap di udara. 
Ketidakperdulian juga menimpa banyak aspek di keluarga terdapat orang tua-orang tua yang tidak memperhatikan dan mendidik anak-anaknya di dalam Tuhan.  Di masyarakat masing-masing hidup dan mengurus urusannya sendiri sehingga tidak saling kenal dan tidak perduli.  Tidaklah heran kemudian muncul cerita ada seorang wanita dibunuh di lingkungan padat penduduk sementara wanita ini teriak-teriak minta tolong, semua orang yang mendengarnya merasa bukan urusannya.  Ketika polisi datang, wanita ini sudah menjadi mayat dan warga baru tahu ternyata sudah terlambat untuk menolong.
Sikap cuek adalah efek nyata dari manusia berdosa yang perlu diubah di dalam Kristus.  Sikap yang seharusnya adalah perduli terhadap sekitarnya.  Membuang sampah pada tempatnya, ikut menghijaukan lingkungan dengan berbagai tanaman, tidak meludah sembarangan, menyapa tetangga dan menyediakan waktu untuk bersosialisasi adalah baik.  Hal ini bukan bermaksud bahwa kita harus ikut meng-gosip di pertemuan antar tetangga, tetapi ada bentuk keperdulian di tempat kita berada: entah di kantor, rumah, sekolah, dst.
Kedua, efek dari manusia yang jatuh dalam dosa benci adalah berujung pada ketakutan.  Takut adalah rasa sadar yang diberikan Pencipta kepada manusia bahwa ada sesuatu yang perlu diwaspadai atau diperhatikan atau diantisipasi.  Memang tidak semua orang yang takut pasti karena dosa benci, tetapi kebencian dan perbuatan jahat dapat berakibat rasa takut orang lain juga akan menyakitinya. 
Kain takut diusir dari tempat asalnya oleh Tuhan.  Kain takut dibunuh dan dicederai orang lain karena ia merasa jauh dari Tuhan.  Perbuatan dosa yang kita lakukan terhadap orang lain mengakibatkan kita takut orang lain berbuat dosa persis seperti yang kita lakukan terhadap orang lain.  Kain membunuh Habel dengan kebencian.  Bisa jadi orang lain akan membunuh Kain pula.
Rasa takut kerap membuat manusia tidak hidup sebagaimana seharusnya.  Ketakutan membuat banyak orang tidak berbuat apa-apa.  Ketakutan membuat orang bertindak salah.  Ketakutan membuat orang tidak melakukan yang seharusnya yang Tuhan mau.  Beberapa ketakutan adalah masuk akal mengingat dunia yang sudah rusak dan jahat.  Manusia perlu waspada, tetapi tidak perlu dikuasai ketakutan.
Hari ini kita hidup di dunia yang tidak ideal karena dunia yang tengah dirusak oleh dosa.  Syukur, karena cinta Allah yang besar maka Tuhan masih masih memberikan keselamatan melalui Yesus Kristus.  Tuhan menyertai orang yang mau mencari-Nya.  Janji penyertaan Tuhan bukan hidup yang selalu lancar, tetapi hidup tidak sendiri.  Keperdulian Tuhan tampak dalam setiap karya-Nya di dunia ini hingga dunia berakhir adalah bagian dari integritas Allah. 
Marilah kita hidup di dalam rencana-Nya yang baik di tengah-tengah jaman yang tidak baik ini.  Biarlah Tuhan menolong kita agar hidup di dalam keperdulian dan ketaatan bukan didalam kecuekan dan ketakutan.  Amin.
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

KARIER SEPERTI APA YANG TUHAN MAU?

Karier Seperti Apa yang Tuhan Mau?
 
(Baca: Kejadian 4:1-7 )














Saya menjumpai banyak anak muda yang bingung dengan jurusan yang hendak diambilnya.  Beberapa diantara mereka belum mengetahui karier hidup seperti apa yang menjadi panggilan hidupnya.  Beberapa orang lain masih memikirkan jurusan apa yang cocok dan tepat buat studi di jenjang kuliah mereka.  Sementara yang lain bahkan tidak tahu setelah sekolah mau ke mana dan akan berbuat apa, bahkan bakat dan keinginan hidupnya pun hampir-hampir tidak ada.
Sebenarnya apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita?  Jurusan karier apa yang Tuhan mau dari manusia ini?  Bagaimana menjalani panggilan hidup dalam berkarier?  Inilah sebagian pertanyaan yang tidak pernah usang oleh generasi muda yang mulai bertumbuh dewasa.
Belajar dari kehidupan Kain dan Habel, tentulah kita mengetahui bahwa Adam rupanya belajar banyak hal sejak dikeluarkan dari Taman Eden.  Adam belajar bertani, bercocok tanam, mengembalakan ternak dan bisa jadi keterampilan hidup (life survive)  lain yang terjadi ratusan tahun demi ratusan tahun.  Secara logis, tentunya Adam mengajarkan keterampilan hidup ini kepada anak-anaknya.
Menarik apa yang dicatat Alkitab sehubungan dengan karier yang digeluti oleh Kain dan Habel adalah berbeda satu dengan yang lain.  Kain menggeluti karier sebagai pengusaha perkebunan sementara Habel menggeluti karier sebagai pengusaha ternak.  Kedua anak Adam telah menjalankan spesifikasi masing-masing berdasarkan keinginan dan keputusan pribadi, dan bisa jadi juga spesfikasi mereka berdasarkan konsultasi dengan ayahnya.
Bila melihat rentetan kehidupan manusia ke depan, maka banyak dijumpai bahwa semakin banyak karunia lain yang Tuhan berikan dan perlengkapi untuk karier hidup manusia (Kejadian 4:20-21; I Korintus 12:1-11; Efesus 4:1-16).  Semua usaha dan karier hidup manusia bukan semata-mata membangun dan mengembangkan diri, tetapi untuk kemuliaan Tuhan.  Untuk kehidupan yang dirancang dan dipersiapkan oleh Allah-lah, manusia mengerjakan segala bentuk kariernya (Efesus 2:10).
Dalam perkembangannya, Kain dan Habel sama-sama mengetahui bahwa karena hidup ini berasal dari dan untuk Tuhan, maka sudah sepantasnyalah mereka memberikan persembahan kepada-Nya.  Rupanya Tuhan hanya menerima persembahan Habel sementara persembahan Kain tidak diterima-Nya.  Alkitab tidak menyebut secara jelas dan rinci alasan persembahan Kain tidak diterima oleh Allah.  Ada kemungkinan Kain tidak memberikan persembahan yang terbaik.  Bisa jadi Kain memberikan dengan hati yang tidak tulus dan rela kepada Tuhan.  Apapun bentuk perbuatannya, motivasi Kain adalah salah dalam memberikan persembahan.
Berdasarkan pengalaman Kain dan Habel di atas, setidaknya ada beberapa hal yang dapat kita perhatikan sehubungan dengan karier hidup manusia:  Pertama, spesifikasi adalah karier yang dicontohkan Alkitab sejak generasi pertama kehidupan.  Di masa lalu di Indonesia ada kecenderungan seseorang bisa mengerjakan semua hal adalah baik.  Tidak ada spesifikasi khusus.  Pelajaran di sekolah dengan kurikulum sebanyak mungkin dan seluas mungkin.  Sehingga banyak orang yang bisa banyak hal tetapi tidak sungguh-sungguh profesional atau terampil dalam bidang tertentu. 
Sementara di negara-negara barat sudah diarahkan sejak muda bahwa masing-masing orang harus mendalami dan mengembangkan bakatnya.  Semakin spesifik semakin baik pula kariernya.  Melalui iklim spesifikasi inilah lalu melahirkan banyak profesional di bidang masing-masing.
Memang tidak dapat dipungkiri, tidak semua keahlian dibutuhkan dan menjadi karier yang menghasilkan banyak uang.  Di negara-negara maju ada banyak bidang yang dibayar tinggi, dihargai dan dibutuhkan.  Sementara itu di negara-negara berkembang seperti Indonesia, sejumlah bidang belum dihargai dan dibayar tinggi meski sangat dibutuhkan.
Permasalahan sekarang adalah apakah hakikat dari karier itu sendiri?  Hakikat dari seseorang berkarier adalah panggilan hidup dari Tuhan untuk dia kerjakan berdasarkan talenta yang telah dibawanya sejak lahir.  Talenta atau bakat ini harus dipelajari, dikembangkan dengan maksimal oleh masing-masing pribadi.  Inilah yang Tuhan mau dari karier kita, spesifikasi.
Kedua, hal berkarier yang Tuhan mau adalah harus dikerjakan dengan motivasi yang tepat.  Banyak orang berkarier di bidang tertentu karena lagi tren dan menghasilkan banyak uang.  Padahal setiap orang diciptakan dengan bakat yang berbeda, unik dan masing-masing ada panggilannya sendiri.
Motivasilah yang menentukan karier seperti apa ditekuni dan dikembangkan.  Motivasi yang membuat hasil karya kita diterima oleh Tuhan.  Semua masalah kesuksesan berakar dari motivasi yang benar dan berujung pada persembahan bagi kemuliaan Tuhan.  
Bakat yang hanya dipendam tidak akan memberkati siapapun.  Bakat yang hanya digunakan untuk kepentingan pribadi apalagi ketamakan diri adalah mencoreng panggilan berkarier yang sesungguhnya.  Karier barulah disebut karier ketika dikerjakan dengan sungguh dan dipersembahkan untuk Tuhan, yang pada akhirnya memberkati sesama pula.
Motivasi Kain salah dan ditolak oleh Tuhan, motivasi Habel benar dan diterima oleh Tuhan.  Masalah utama buka pada tanaman atau hewan ternak tetapi dari hati yang memberi persembahan.  Baik Kain maupun Habel punya panggilan spesifikasi masing-masing, tetapi mereka harus memiliki motivasi yang sama: yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan.
Masalah berkarier tidaklah selalu semudah membalik tangan.  Mencari dan menemukan bakat yang diberikan Tuhan membutuhkan proses.  Seseorang perlu mencoba berbagai bidang, mengevaluasi  hidupnya, mengikuti tes karier/bakat, berkonsultasi dengan pakar serta menggumulkannya bersama Tuhan.
Spesifikasi adalah tingkat lanjutan dari pencarian bakat/talenta.  Seseorang mungkin saja menyukai dan berbakat di kedokteran, tetapi bukan berarti berhenti di sana.  Spesifikasi berarti menggumuli dan menindaklanjuti bakatnya dengan lebih dalam.  Bila di kedokteran, maka spesifikasi bisa di ahli bedah atau psikiatri atau penyakit dalam atau ahli saraf, dsb.
Ketika semua tengah dijalani, janganlah lupa bahwa Tuhan yang memberi dan Tuhan pula yang punya rencana yang terbaik untuk masa depan dan panggilan hidup kita.  Oleh sebab itu, selalu libatkan Tuhan di dalam doa, saat teduh maupun praktik berkarier.  Di dalam setiap usaha yang dilakukan untuk Tuhan, maka Tuhan akan memberkati dan memakai untuk kemuliaan-Nya.  Tuhan memberkati.
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

PANSUI/ MATI SETENGAH

Pansui/Mati Setengah
(Baca: Kejadian 3:21-24)
Pernakah Anda mengetahui orang yang terkena Pansui/stroke?  Suatu pukulan kehidupan yang sangat berat yang membuat hidup seseorang lumpuh.  Stroke adalah kerusakan permanen dari jalannya fungsi otak yang menggerakan sebagian tubuh.  Orang yang terkena stroke bisa sulit bicara, tidak dapat berjalan, sulit makan, mandi, dan mengalami depresi. 
Stroke biasanya membuat perubahan yang sangat besar bagi seseorang dan keluarganya.  Orang yang terkena pansui bisa tidak ingin hidup, sangat amat frustasi dengan kelumpuhannya, minder (perasaan rendah diri), ingin bunuh diri, sering marah dan bahkan curiga.  Tidaklah heran kemudian nama keadaan ini disebut mati setengah.  Hidup segan, matipun tak mau.
Kehidupan Adam dan Hawa pada waktu jatuh dalam dosa bak terkena stroke rohani.  Manusia mati secara rohani tetapi masih hidup dan fisiknya pun juga hidup.  Manusia diusir dari taman Eden, harus bersusah payah untuk mendapat kesejahteraannya.
Stroke rohani yang dialami manusia adalah keadaan bahwa manusia sudah mati secara rohani dan sedang menuju kematian fisik.  Hidupnya tidak lagi enak seperti di taman Eden, tidak lagi damai dengan alam dan isinya, dan tidak lagi serasa di surga.  Kematian rohani membuat dosa memasuki dunia dan terjadilah semua hal yang rusak, bencana, sakit, hingga kehancuran manusia sendiri. 
Syukur kepada Tuhan, di tengah-tengah kejatuhan dosa manusia Tuhan Allah membuat korban hewan dan memakaikan kulitnya untuk menutupi ketelanjangan manusia.  Korban inilah yang mendamaikan dan menebus manusia.  Gambaran korban pada mulanya adalah hewan, namun untuk membuat manusia selamat dan memperoleh hidup yang kekal dibutuhkan lebih dari korban hewan, yakni : Tuhan Yesus Kristus.
Manusia yang setengah hidup dapat memperoleh pemulihan dan jaminan hidup kembali di surga melalui Yesus Kristus.  Manusia harus bertobat dari dosa-dosanya, percaya kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan mengikut Dia.
Sejak pohon kehidupan disebutkan di taman Eden, Alkitab tidak banyak menyebutkan lagi kecuali di kitab Wahyu.  Manusia akan memperoleh kembali dan bahkan menikmati semua isi pohon kehidupan ketika berjumpa dengan Allah.  Inilah pengharapan manusia boleh hidup kembali.
Hari ini banyak orang terkena stroke dan lebih banyak orang lagi terkena stroke rohani.  Bila orang terkena stroke, dia membutuhkan penerimaan dan kesabaran dari keluarga yang merawatnya (caregiver).  Masa yang dilalui oleh orang yang terkena stroke dan keluarganya tidak mudah dan membutuhkan dukungan masyarakat di sekitarnya.  Orang yang terkena stroke perlu dipulihkan bahwa hidupnya berarti dan mulai mencari kegiatan-kegiatan sederhana yang berarti baginya.
Orang yang terkena stroke rohani mungkin secara fisik dan penampilan terlihat baik, namun sesungguhnya mati secara rohani.  Orang-orang ini tidak mengerti aspek dimensi rohani kecuali lahir baru.  Orang-orang ini perlu mendengar Injil Kristus dan dilahirbarukan.  
Tuhan menyediakan surga, pemulihan dan pertolongan bagi mereka yang mau datang di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.  Pertolongan ini bukan memakai standar dan pengertian manusia sendiri, sebab kita telah sesat dan jatuh dalam dosa.  Hanya dengan standar Allah kita dapat kembali berhubungan baik dengan Allah.  Kiranya Tuhan menolong kita untuk menolong orang-orang yang terkena stroke jasmani maupun rohani.  Ada satu pengharapan, ada satu penghiburan, dan ada satu keselamatan dalam Yesus bagi mereka, bagi kita.  Amin.
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail

SEPERTI BOLA SALJU

Seperti Bola Salju yang Menggelinding
(Baca: Kejadian 3:14-20)
 Bila Ada sebuah bola salju kecil kemudian digelindingkan turun dari atas ke bawah, maka kira-kira apa yang terjadi?  Bola salju yang kecil itu akan dibungkus oleh hamparan salju sepanjang perjalanan dan menjadi sangat besar pada waktu tiba di dasar.  Seperti inilah kehidupan manusia akan tertimpa bencana bila manusia membiarkan dosa-dosanya tidak dibereskan di hadapan Tuhan.
Adam dan Hawa setelah jatuh dalam dosa harus merasakan akibat dari perbuatannya.  Pertama, hubungan alam dengan isinya menjadi tidak stabil, tidak harmonis dan cenderung kacau.  Lihatlah dengan ulah manusia membuat alam ini rusak, banjir, longsor, udara tercemar polusi.  Hewan memakan hewan, manusia memakan manusia.
Kedua akibat manusia jatuh dalam dosa adalah kesakitan luar biasa bila seorang ibu melahirkan bayi secara normal dan untuk menjalani hidup yang lancar di dunia ini adalah tidak mungkin.  Dalam perkembangan sejarah, dapatlah diketahui bahwa ada ibu-ibu yang meninggal sewaktu melahirkan.  Rasa sakit melahirkan normal maupun caesar  juga tidak mudah untuk dijalani. 
Jangan heran kemudian di masa lalu hingga sekarang terjadi kesulitan bagi banyak orang untuk menjalani hidupnya.  Banyak orang sulit mencari pekerjaan, apalagi yang penghasilan dan pekerjaannya cocok.  Terjadi resesi global di masa lalu dan sekarang.  Banyak orang ditipu dan saling menipu untuk mendapatkan untung berlimpah dalam usaha, sehingga banyak pula korban yang dirugikan dan hidup semakin menderita.  Sebagian orang konflik dengan keluarga, teman dan rekan kerjanya sehingga membuat hidup ini stres.  Sebagian orang dengan permasalahannya mengakibatkan gangguan kejiwaan seperti paranoid, schizophrenia, phobia,hingga depresi berkepanjangan.
Semua yang terjadi adalah bagian dari gelombang awal dosa menggelinding dari sejak Hawa dan Adam.  Hubungan manusia dengan alamnya tidak baik dan sedang menuju kehancuran.
Syukur kepada Tuhan, karena kehadiran Yesus Kristus yang meremukkan kepala ular, mengalahkan neraka dan memberikan kemenangan kepada manusia untuk diselamatkan.  Dengan percaya dan mengikut Yesus maka manusia memperoleh kembali apa yang telah dihilangkannya di Taman Eden.  Manusia yang mati secara rohani dan akan segera mati secara jasmani dapat memperoleh kehidupan rohani dan kehidupan kekal.
Hanya orang-orang yang di dalam Tuhanlah yang dapat menggarami dunia yang membusuk ini.  Terang di tengah kegelapan dapat menuntun dunia yang buta menjadi lebih baik dan lebih sadar diri.  Kehadiran Kristus Yesus memampukan manusia menjadi lebih baik dan kembali kepada tujuan penciptaannya.
Hidup di dunia ini sulit dan banyak masalah, marilah kita tidak membuatnya makin hancur dan suram.  Bersama Kristus dan di dalam Kristus kita dapat membuat dunia lebih baik dan membuat hidup kita pribadi lebih baik. 
Kiranya Tuhan menolong kita menjadi bola salju yang baik bukan bola salju dosa.  Bola salju manusia baru akan menggarami, menerangi dan mempengaruhi orang di sekitar kita menjadi lebih baik, alam lebih seimbang dan hidup lebih damai.  Hanya bersama Sang Pencipta kita dapat menyelesaikan panggilan kita di dunia ini.  Kiranya Tuhan Yesus menolong kita.  Amin.
Facebooktwitterredditpinteresttumblrmail