100.000 PEMBACA

100.000

_Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung (_Yosua 1:8).

100000

     

       Dengan sukacita pada hari ini 03 Maret 2015, Serambi Jeffry Sudirgo telah dikunjungi lebih dari 100.000 Klikers. Ini adalah kabar gembira karena Kabar Baik Firman Tuhan boleh memberkati banyak orang di banyak tempat. Angka 100.000 bukan angka magis dari pesulap yang tiba-tiba ada dalam sekejap. Angka ini tidak dibuat-buat dan juga tidak dapat ditebak sebelumnya karena memang tidak pernah diketahui siapa dan kapan pengunjung akan datang membaca, menyimak dan diberkati oleh Firman Tuhan.

       Serambi Jeffry Sudirgo dirintis secara serius sejak tahun 2010 dan bulan demi bulan terus bertambah secara bertahap. Menurut statistik google, banyak orang-orang Indonesia dari berbagai kota dan daerah maupun pembaca berbahasa Indonesia dan melayu yang berada di luar negeri seperti Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Australia, Japan, dan terkhusus akhir-akhir ini banyak pula dikunjungi dari benua Eropa.

       Terima Kasih untuk para pengunjung, terkhusus orang-orang yang setia mengunjungi dan menggunakan waktu untuk membaca dan berefleksi diri di renungan serambi ini. Selain mulai dikembangkan dalam buku digital di google play, juga terus diusahakan jadi berkat bahkan bagi orang-orang yang tidak dapat menikmati akses internet di pelosok, desa dan pedalaman di Indonesia. Kami mengumpulkan dana dari kocek sendiri dan bantuan teman-teman untuk mencetak dan membagikan secara gratis kepada saudara-saudari seiman di tempat-tempat yang jauh dan sulit dijangkau. Semua dengan satu kerinduan: Firman Tuhan boleh memberkati banyak orang dalam menjalani hidup ini.

       Yosua Tuhan buat berhasil bukan karena ia hebat, tetapi karena ia mau mendengar Firman Tuhan dan melakukan dengan setia apa yang dibaca, renung dan lakukan. Yosua memodali kegesitan mengatur strategi, memimpin, mem-follow up, hingga me-_maintanance_ apa yang dicapainya dengan Firman Tuhan (Yosua 1:8). Perjalanan hidup Yosua berhasil dan Tuhan membuat sukses karena anugerah Tuhan.

       Tuhan punya rencana yang dahsyat dan ajaib kepada setiap kita, bukan karena kita hebat tetapi karena Tuhan hebat. Bukan karena sikap “saya sudah tahu” tetapi “saya mau belajar”. Dibalik setiap konteks, perikop dan uraian Alkitab terdapat renungan yang sarat dengan percikan Ilahi yang siap memberkati, mengajar dan menuntun hidup kita menuju keberhasilan. Jangan lupa sarapan rohani agar ada nutrisi yang memberikan kekuatan menjalani hidup.

       Terima Kasih atas anugerah Tuhan yang indah ini. Terima Kasih para Pembaca. Tuhan Yesus memberkati. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.

BEGAL OH BEGAL ...

BEGAL OH BEGAL..

Baca: Kejadian 6:1-22

Allah menilik bumi dan sungguh rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi (Kejadian 6:12).

police line

 

       Akhir akhir ini Indonesia populer dengan istilah “begal”. Apa itu? Definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia mengenai “begal” adalah penyamun yang melakukan perbuatan; proses; cara dengan merampas. Begal jalanan kerap diikuti dengan tindakan sadis merenggut nyawa. Begal elit kerap diikuti dengan “dana siluman” triliunan yang merampas hak kesejahteraan rakyat. Mengapa hal ini dapat terjadi? Fungsi aparat dan komunitas tidak berjalan dengan baik.

       Begal bukan barang baru di jaman Nuh. Kejahatan manusia di jaman itu sudah kelewatan batas, bukan hanya kasar tetapi juga kejam dan brutal. “kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,” (Kejadian 6:5b). Kata yang dipakai Alkitab bahasa Inggris The Message bermakna hidup manusia rusak karena sudah korupsi sampai akar-akarnya (Kejadian 6:11). Kanker dosa merambat dari “ semau gue ” meninggalkan “ semau Tuhan ” kepada kebinasaan.

       Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa Tuhan MELIHAT dan SANGAT SEDIH. Ia berbicara kepada Nuh sebelum bertindak menurut waktu-Nya. Nuh berani tampil beda dibandingkan sikap hidup komunitasnya. Nuh sungguh percaya Firman Tuhan dan hidup berjalan bersama Tuhan.

       bedaSeperti halnya Nuh dan air bah, dunia ini akan binasa tetapi orang-orang yang taat Firman Tuhan mendapat anugerah keselamatan (Lukas 16:26-30). Hari ini kita dipanggil untuk tampil beda ditengah dunia yang membusuk. Mungkin tidak berlebihan bila dikatakan Nuh-nya Indonesia jaman sekarang seperti Gubernur Jakarta Ahok: berani mengatakan yang benar, mau memikirkan yang benar, berusahan mengatakan yang benar. Nuh, Ahok adalah deretan manusia biasa yang jadi luar biasa karena mau berjalan “ semau Tuhan ”. Mari sama-sama berdiri dengan mereka dan membuat Indonesia yang lebih baik.

   

SETIAP HARI KITA DIPERHADAPKAN PADA DUA PILIHAN: SEMAU GUE ATAU SEMAU TUHAN

UANG HILANG KEMBALI

UANG HILANG KEMBALI

Baca: Lukas 16:10-12

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar (Lukas 16:10a).

2

       Baru baru ini kepolisian Jepang melaporkan selama tahun 2014 telah menemukan uang hilang lebih dari 367 Miliar (3,34 Miliar yen), lebih 75% telah diambil oleh pemiliknya, sisanya masuk ke kas negara dan lebih dari 3,56 juta barang hilang ditemukan serta yang paling mengagumkan adalah bagaimana pihak kepolisian mengembalikan tas seseorang yang berisi uang sekitar 1,9 Miliar rupiah (18,4 juta yen ).

       Terbersit pemikiran sederhana: Bagaimana ya kalau uang sebesar itu terjadi di Indonesia? Apakah juga akan dikembalikan oleh aparat keamanan? Indonesia sedang heboh dengan polemik KPK vs.POLRI, terkhusus diikuti dengan intrik politik yang pekat.

koban       Negara yang maju rupanya tidak serta merta ditandai dengan berapa banyak kekayaan penduduknya; berapa bagus fasilitas umum masyarakatnya; berapa tinggi pendidikan warganya; tetapi terlebih adalah seberapa bertanggung jawab dan jujur rata-rata warganya dalam menjalani hidup sehari-hari.

       “Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?__” (Lukas 16:12). Itulah yang dinyatakan Tuhan Yesus ketika berbicara mengenai tanggun jawab dan kejujuran. Hidup mengikut Yesus bukan ikut arus dunia yang menyukai kegelapan dan sisi abu-abu. Hidup mengikut Yesus adalah sebuah keputusan cerdas untuk menjadi cerdik seperti ular tetapi tetap tulus seperti merpati.

       Tidak usah jauh-jauh menunjuk si A, atau aparat B atau bahkan kelompok atau suku C tertentu sebagai biang keladi tukang tipu; tetapi marilah dimulai dari kita. Menghadirkan surga di bumi dimulai dari sikap tanggung jawab dan jujur. Belajar jujur terhadap diri sendiri. Belajar jujur terhadap orang lain. Memang sikap ini tidak mudah tetapi sungguh mempersiapkan benih berkat Tuhan bagi orang yang menghidupinya. Selamat mengiring Yesus. Amin.

 

KESETIAAN DAN BERANI JUJUR ADALAH BENIH DARI HIDUP YANG DIBERKATI

1

ANTARA IMLEK DAN TAHUN BARU DI ALKITAB

ANTARA IMLEK DAN TAHUN BARU DI ALKITAB

Jikau engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaah Allah (I Korintus 10:31).

1

 

       Apa yang berkesan atau yang paling Anda inginkan pada saat menyambut Tahun Baru Tionghoa (Imlek)? Makanan yang enak? Angpao? Atau bahkan kesempatan emas bisa berkumpul dengan sanak keluarga besar? Tahun Baru Tionghoa kali ini jatuh pada tanggal 19 Februari 2015 atau berdasarkan pengukuran kalender bulan adalah 2566. Kebanyakan orang-orang Tionghoa akan berkumpul atau pulang ke kampung orang tuanya (seperti lebaran kalau di Indonesia).

       Tahun baru imlek ditandai dengan warna merah sebagai lambang gembira, sukacita dan harapan yang baik di tahun yang baru yang dijelang. Perayaan di musim semi ini dilengkapkan dengan makan bersama dan tidak ketinggalan angpao atau amplop merah berisi uang dari orang tua kepada anak-anak. Sebagian orang percaya dengan menyapu rumah dan menyalahkan kembang api atau petasan pada saat menyambut tahun baru adalah untuk mengusir sial dan menyambut untung.

       Bagaimana dengan Tahun Baru di Alkitab? Imamat 23:23-25 & Bilangan 29:1-6 yang disebut sebagai tahun baru memiliki latar belakang yang berakar dari budaya Ibrani, yakni perayaan tahun baru dari kalender Israel yang dirayakan pada 1 & 2 Tishri 5776 (14 September 2015). Tahun baru Israel disebut Rosh Hashanah dan dirayakan dengan makanan yang manis-manis sama dengan Imlek, hanya saja maknanya adalah lambang janji Tuhan yang manis di tahun yang baru. Mereka biasa meniupkan shofar (sangkakala) sebagai lambang pertobatan dan komitmen total ikut Tuhan. Kebiasaan sebagian orang merayakan Tahun Baru Rosh Hashanah adalah dengan makan madu, apel dan roti seperti halnya perayaan Imlek dengan kue keranjangnya.

       Kedua budaya Israel dan tionghoa memiliki kesamaan dalam hal menyambut tahun baru, yakni mengharapkan hal yang sejahtera di masa pengkalenderan baru. Terlepas dari kepercayaan sial dan untung atau berkat dan kutuk; setiap orang yang menyambut tahun baru haruslah menyadari bahwa itupun adalah kasih karunia Tuhan. Prinsip Alkitab tidak mengajarkan “kebetulan” dan “takhayul”, namun mengajak setiap orang percaya Tuhan untuk ingat dan melibatkan Tuhan di tahun yang baru. Selamat menyambut tahun baru Imlek! 新年快樂 万事如意。

ORANG YANG MELIBATKAN TUHAN DALAM HIDUPNYA, TIDAK AKAN KEKURANGAN PENYERTAAN TUHAN

3