TUHAN YESUS TERIMA KASIH

“TUHAN YESUS… TERIMA KASIH.. SUDAH MENYERTAI.. AMIN.”
Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
I Timotius 6:6
  
Mengajarkan anak sendiri untuk berdoa adalah salah satu bagian hidup rohani yang indah.  Kami senang ketika mengajak Jonas untuk belajar berdoa.  Mulanya Jonas hanya mendengar, kemudian lama kelamaan dia mengikuti doa kami.  Hal yang menggembirakan saya adalah ketika malam itu sebelum tidur, saya menanyakan: “Apakah Jonas mau berdoa?” dan dijawabnya, “No”.  Saya lanjutkan lagi pertanyaan, “Apakah Jonas mau papa berdoa?” dijawabnya lagi, “No”.  Kemudian saya bertanya sekali lagi, “Apakah Jonas mau berdoa sendiri?”  Dia langsung menjawab, “Yes.”
Belum selesai dengan rasa gembira di hati saya, tiba-tiba Jonas berdoa, “Tuhan Yesus.. Terima Kasih… Sudah menyertai.. Amin.”  Saya begitu terharu mendengar doa pertama kalinya dan memujinya, “Good Job!  Excellent!”.  Sembari menemani anak saya tidur, saya seperti terngiang oleh doanya yang singkat dan tulus ini.  Doa anak ini sederhana, tulus dan sangat wajar.
Jonas belum mengetahui banyak tentang Teologi Berdoa, doktrin apalagi pengajaran-pengajaran seputar Citra Diri Allah.  Namun, doanya yang singkat ini seperti berbicara banyak kepada saya.  Pertama, kalimat doa yang singkat itu sarat dengan ungkapan syukur.  Suatu rasa dan pengakuan yang sadar akan pemeliharaan Tuhan.  Mengucap syukur bisa menjadi hal yang biasa teramat biasa (rutin) dan tidak lagi bermakna. 
Saya sangat diberkati oleh doa sederhana Jonas.  Suatu pernyataan tahu diri terhadap kebaikan Tuhan sepanjang hari ini.  Mengucap syukur adalah bentuk keindahan doa bila diserapi dan dimengerti dalam dimensi manusia yang menyadari keberadaan dan kasih Allah.  Tentu doa ini terasa hambar bila diucapkan dengan motif keraguan, kemarahan, kekecewaan serta kesalahpahaman terhadap Allah.
Kedua, doa singkat itu mengingatkan akan kata contentment.  Kata ini dalam kamus Oxford  Tenth Edition didefinisikan sebagai suatu keadaan damai dan puas.  Surat Paulus kepada Timotius mengungkapkan dalam beribadah bila disertai dengan rasa puas (contentment) akan memberikan faedah yang sangat besar. 
Doa adalah bagian dari hidup beribadah.  Hidup yang disyukuri dan disikapi dengan rasa contentment di hadapan Tuhan memang memberikan untung yang besar.  Ini bukan tentang harta atau barang tertentu yang mahal, tetapi tentang rasa sukacita dan damai sejahtera yang diberikan sebagai anugerah Allah.
Ketiga, doa Jonas yang singkat dengan perkataan, “… sudah menyertai”mengandung makna yang sangat dalam bagi saya.  Frasa ini memperlihatkan suatu keadaan yang sudah pernah di tolong oleh Tuhan.  Suatu bentuk past tense untuk menggambarkan sudah berlalu dan diingat sebagai bentuk rasa terima kasih.  Frasa ini sekaligus mengingatkan suatu pengharapan dan kepercayaan yang sangat dalam kepada Tuhan yang sanggup memelihara hidup kita.  
Doa kita sering kali diikuti dengan permohonan, permintaan, dan juga harapan agar Tuhan berbuat ini dan itu di masa yang akan datang.  Doa yang dipanjatkan Jonas, seolah Tuhan bicara kepada saya: “Tuhan sudah memelihara hidupmu secara perfect.  Tidak ada yang kamu perlu kuatirkan.”  Seolah doa ini sekaligus mewakili suatu keyakinan dan sikap mempercayakan diri akan hari depan kepada Tuhan (submissive).
Anda ingin memetik keuntungan dan kenikmatan berdoa?  Mulai dari hati dan diucapkan dengan kesungguhan.  Tidak perlu bertele-tele atau memakai kata-kata yang dalam dan rumit (yang pernah saya lakukan J ).  Doa yang sederhana dari seorang anak bila diucapkan dengan tulus dapat besar kuasanya.  Seperti ada tertulis, “… Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya.“ (Yakobus 5:16b).  Kiranya Tuhan menolong kita berdoa.  Amin.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *