TRAGEDI AIR ASIA 8501


TRAGEDI AIR ASIA 8501
Baca Lukas 13:1-5
Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku (Lukas 7:23).
Tragedi kecelakaan pesawat Air Asia 8501 dari Surabaya menuju Singapura terjadi pada tanggal 28 Desember 2014. Ajal menjemput orang-orang yang berada dalam pesawat dengan registrasi PK-AXC di teluk selat Karimata di Laut Jawa antara Kalimantan dan Belitung.
Peristiwa ini sungguh menyisahkan kisah duka mendalam dan beribu misteri kehidupan yang sulit untuk dijawab. Berhubung sebagian penumpang korban kecelakaan Air Asia 8501 tersebut adalah orang Nasrani dari berbagai gereja, saya sempat membaca komentar orang dari agama seberang yang pikirannya sudah disusupi kebencian dan paham yang sesat dengan mengatakan bahwa ia gembira karena kematian pendeta dan orang-orang percaya akan mengurangi populasi orang Nasrani di Indonesia.
Mengapa ini harus terjadi sekarang? Apakah Tuhan tidak perduli dan tidak adil? Apa pandangan Yesus tentang tragedi dan musibah-musibah mengerikan ini? Apa kata Firman Tuhan? Ketika Yesus mendengar bagaimana orang-orang Galilea meninggal secara mengerikan pada jaman itu, Yesus menegur komentar negatif dan tidak berperasaan yang dilontarkan oleh sejumlah orang. Jangan berkomentar negatif, menghakimi atau mempadankan dengan takhayul, karena setiap orang siapapun, apapun agama suku dan latar belakangnya dapat mengalami musibah.
Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa hidup dan mati seseorang ada di tangan Tuhan dan tidak ditentukan karena ia beragama tertentu. Tuhan adalah hakim dan standar keadilan tidak ditentukan apa yang menjadi pikiran dan keinginan manusia. Ikut Tuhan ataupun tidak, manusia akan mengalami kelancaran dan kesulitan sama seperti hujan dan terik matahari bagi orang jahat maupun baik. Bedanya, bila manusia ikut Tuhan Yesus maka ia tidak sendirian di dunia maupun di alam kekekalan.
Teguran Yesus ditujukan bukan hanya bagi orang yang menertawakan musibah tetapi juga bagi setiap orang yang belum pasti akhir hidupnya menuju ke surga atau neraka. Apa yang menjadi keadaan akhir manusia meninggal karena entah sakit, kecelakaan ataupun tidur nyenyak hanya Tuhan yang tahu. Panggilan manusia adalah bertobat dan menjalani hidup di dalam Tuhan dengan sebaik mungkin.
Konon diperkirakan pesawat QZ 8501 hilang kontak dan kemudian naik dan meluncur tajam hingga ke lautan yang didengar oleh nelayan. Bila ini yang terjadi, maka semua orang di dalam pesawat kemungkinan besar pingsan/tidak sadar sebelum crash karena beban besar G-Force (gaya tekanan gravitasi) membuat korban seperti tertidur. Mereka ada dalam pelukan Tuhan. Apapun yang terjadi, Tuhan lebih (care) perduli dari pada manusia, lebih menangis dari pada tangisan kita. Pastikan Anda bukan pada pihak yang mempercayai takhayul, pihak yang menertawai musibah tetapi orang-orang yang turut mendoakan sambil refleksi diri apa arti hidup dan bagaimana menggunakannya dengan baik. Doaku untuk Air Asia QZ 8501. 
APAPUN YANG TERJADI, TUHAN LEBIH PERDULI DARI YANG KITA KIRA SEBAB IA SESUNGGUHNYA TIDAK PERNAH MENINGGALKAN KITA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *