TENGGELAM

drowning

TENGGELAM
(Baca:Yunus 2:1-10)
Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar.  Keselamatan adalah dari  TUHAN !” (Yunus 2:10)
 Pernakah Anda tenggelam di dalam air?  Saya pernah! Sewaktu berlajar berenang bersama ayah.  Semula berpikir pasti ditolong, tetapi ketika sudah sampai di dasar kolam dan tidak dapat menahan nafas akhirnya mulai merasakan takut, tidak berdaya, dan berpikir akan mati.  Perasaan menghadapi hidup dan mati membuat saya bergerak dan berusaha keras hingga ke tepian sendiri.  Saat itu perasaan jengkel, marah, ditinggalkan.  Tetapi hasil dari pengalaman berharga itu adalah sekarang bisa berenang. Sebuah berkat di tengah pembelajaran.
Tentu saja perasaan dan keadaan Yunus jauh lebih mengerikan ketika tenggelam dalam lautan ganas, apalagi ditelan ikan raksasa.  Di sana Yunus bukan saja belajar menerima tanggung jawabnya sebagai orang yang dipanggil Tuhan, tetapi ia belajar bahwa anugerah Tuhan nyata bahkan di tengah badai kehidupan sekalipun.
Doa Yunus tentang syukur atas keselamatan Tuhan adalah doa yang lahir dari hati yang sangat lega dan bersyukur luar biasa dan diakhir dengan komitmen untuk menjalankan panggilan Tuhan.  Di titik inilah Tuhan memerintahkan ikan raksasa menggembalikan Yunus kepada kehidupan nyata yakni panggilan pelayanan di Niniwe.
Ada kalanya Tuhan ijinkan kita “tenggelam” agar kita keluar dari zona nyaman dan bahkan ketidakberdayaan untuk bersandar dan berjalan bersama Dia saja.  Hari ini, apakah Anda mengambil keputusan untuk berjalan bersama Dia? Ia akan membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya.  
ADA KALANYA TUHAN IJINKAN “TENGGELAM” BUKAN  UNTUK MENYAKITI TETAPI UNTUK MEMBERKATI UMAT-NYA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *