TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

potw_01

TAK KENAL MAKA TAK SAYAG
Sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN.
Yesaya 45:24a

Pernah dengar pepatah: “tak kenal maka tak sayang” ?  Seseorang mempunyai kepedulian lebih bila mengenal orang lain dan latar belakangnya.  Sebagai contoh, seorang pemuda merasa jengkel melihat ibu yang membiarkan anak kecilnya berbuat onar di atas kereta api yang mereka naiki.  Setelah pemuda ini menegur ibu itu, barulah terjadi percakapan: ternyata ayah dari anak itu baru saja meninggal dan jenasahnya ada di belakang gerbong kereta.  Ibu ini begitu sedih hingga lupa memperhatikan sopan santun anak itu.  Pemuda yang tadinya marah, justru iba dan merasa malu telah mengeluarkan perkataan kasar.
Mengenal berarti mengetahui bukan sekedar dari penampilan luar, tetapi juga latar belakang keluarga, kehidupan pribadi, karakter, bahkan isi hati.  Hidup ini sungguh jauh lebih baik bila dikenal dan disayang.  Itulah yang dilakukan Kristus Yesus dalam nubuatan nabi Yesaya mengenai datangnya Juruselamat.
Tuhan Yesus mengenal dan mengasihi kita. Kitab Yesaya 45:4a mengatakan: “Aku memanggil engkau dengan namamu.”  Menunjukkan pengenalan yang sangat dalam bahkan sempurna dari Tuhan kepada diri kita.
Manusia tidak akan mungkin dapat mengenal Tuhan apabila bukan Tuhan yang terlebih dulu mengambil inisiatif mendatangi manusia dan menyatakan diri-Nya.  Manusia berdosa, terbatas dan tidak sempurna, sementara Tuhan suci, tidak dibatasi waktu dan ruang serta sempurna.
Tuhan menyatakan diri sebagai satu-satunya pribadi yang menciptakan gelap dan terang, bumi dan semesta alam, penguasa waktu baik dan tidak baik serta penguasa atas jalan pikiran dan tindakan orang-orang berkuasa di bumi.  Kenyataan ini cukup untuk menunjukkan ego eimi: Akulah… yang dinyatakan di kitab Yohanes mengenai Yesus adalah Roti Hidup, Pokok Anggur, Kebangkitan Hidup, Pintu, dst.
Tuhan mengenal kita dan sayang kepada kita, itulah sebabnya Ia mengijinkan semua peristiwa membentuk kita untuk mengenal dan mengasihi Dia (Hos.6:6).  Tuhan ijinkan peristiwa baik agar kita mensyukuri rahmat Tuhan.  Tuhan mengijinkan peristiwa buruk menimpa hidup kita agar kita belajar dan dibentuk makin dewasa secara rohani.
Manusia tidak akan dapat memahami pekerjaan Tuhan yang unik dan misterius karena keterbatasannya pada ruang dan waktu.  Tuhan Yesus Kristus bukan saja memahami sejarah dan masa depan, tetapi juga pribadi-pribadi yang hadir dari masa ke masa.
Sekarang tinggallah bagaimana dengan kita sebagai orang percaya menyikapi hidup ini?  Bila kita meyakini hidup ini bukan sebagai suatu kebetulan semata, maka kita akan menjalani hidup ini dengan mengandalkan Tuhan sebagai sumber kekuatan dan kebenaran. 

Bukankah bila Tuhan mengenal kita secara sempurna lebih dari orang lain mengenal kita maupun kita mengenal diri sendiri, maka sudah sepatutnyalah kita mencari arti hidup dan mengerjakan hidup itu di dalam Tuhan?  Tak kenal maka tak sayang.  Sudahkah kita mengenal-Nya lebih baik?  Sudahkah kita sayang Dia lebih lagi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *