JIKA BUKAN KITA SIAPA?

jika bukan anda

JIKA BUKAN KITA, SIAPA?

(Baca: Ulangan 6:7, Yosua 1:8)

jika bukan anda

 

       Saya terkesima melihat gambar anak-anak sedang menyusu pada seekor babi betina besar di tengah lingkungan yang kotor. Ilustrasi ini tadinya dibuat untuk sebuah badan sosial membantu anak-anak kelaparan. Hari ini bukankah ada lebih banyak anak-anak yang tidak kelaparan secara fisik, tetapi secara rohani sedang “menyusu” bacaan porno, manga sadistik, ajaran sesat, yang semuanya sama kotor dan jorok seperti Sodom dan Gomora (Kejadian 19)?

       Musa mengingatkan umat Tuhan agar orang tua, termasuk generasi yang lebih senior tidak henti-hentinya mengajarkan kebenaran Firman Tuhan kepada anak-anak. Tuhan sendiri mengkonfirmasi Yosua mengenai kunci keberhasilan adalah terus mengingat Firman Tuhan dan bertindak hati-hati berdasarkan kebenaran. Sejarah Alkitab mencatat Yosua berhasil.

       Manusia bukan sampah, dan anak-anak manusia layak mendapatkan makanan yang sehat termasuk makanan rohani. Keberlangsungan makanan rohani sehat tidak hanya di gereja, sekolah, tetapi juga di rumah bahkan di manapun berada. Jangan biarkan anak-anak Anda bertumbuh dengan sendirinya tanpa mengenal indahnya Firman Tuhan. Ini dimulai dari kita bersama. Berikut alternatif praktis: menceritakan kisah Alkitab, menjadi guru Sekolah Minggu, memutar lagu rohani, membaca buku-buku rohani, berdoa bersama, dst. Jika bukan kita bersama, siapa lagi? Jika bukan sekarang, kapan lagi?

 

JIKA BUKAN KITA BERSAMA, SIAPA LAGI YANG AKAN MENGAJARKAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN KEPADA MEREKA?

APA ISTIMEWA SUNGAI JORDAN?

jordan river

APA ISTIMEWANYA SUNGAI YORDAN?

(Baca: II Korintus 5:7)

jordan river

 

       Apa sich istimewanya Sungai Yordan? Bukankah Naaman, Panglima Aram mengatakan bahwa Sungai Abarna dan Parpar (di Siria) jauh lebih bersih dan bagus? (II Raja-raja 5). Sebelumnya, panglima Aram ini menderita kusta dan setelah percaya dan taat maka ia disembuhkan dengan mandi di sungai Yordan.

       Sungai Yordan menjadi ikon spesial karena di sinilah, Yesus Kristus dibaptis oleh Yohanes dan disertai dengan tanda langit terbuka, suara Tuhan dan penampakan burung merpati (Matius 3:13-17). Di sungai ini, Yosua dan orang-orang Israel melihat mujizat Tuhan membelah air sungai Yordan hingga kering sebelum pertempuran Yerikho (Yosua 3). Di  aliran Sungai Yordan-lah Elia dipelihara Tuhan dengan air dan makanan yang dikirim burung gagak meski Israel dilanda kekeringan dan kelaparan hebat (I Raja-raja 17:3) seperti di zaman Musa tetapi dilakukan oleh Elia dengan membela sungai Yordan dengan sebagai saksinya Elisa (II Raja-raja 2:8). Tidak jauh dari sungai Yordan menjadi legenda penduduk setempat bagaimana Elia naik ke surga oleh kereta kuda api disertai angin badai (II Raja-raja 2:11).

       Kecuali Yesus, mereka yang melihat, merasakan dan mengadakan mujizat Tuhan adalah orang-orang biasa yang memiliki kelemahan dan kekurangan. Apa yang membuat mereka begitu hebat dan dipakai Tuhan secara ajaib? Jawabannya adalah karena mereka mau percaya dan taat Firman Tuhan. Hari ini Anda dan saya sekali lagi dipanggil untuk percaya dan taat kepada kehendak Tuhan sebab itulah yang terbaik bagi masa depan kita. Bisa jadi ketaatan itu berupa tidak ikutan korupsi pada saat semua yang lain melakukannya. Mungkin hal itu adalah berani tetap berdoa dan bersaksi tentang kebaikan Tuhan walau orang di sekitar bukan Nasrani. Tidak jarang sikap ketaatan dinyatakan dalam persembahan, ambil bagian dalam pekerjaan pelayanan atau jadi teladan hidup.

       Paulus mengingatkan jemaat di Korintus agar menjalani hidup iman percaya kepada Kristus Yesus bukan menunggu ada mujizat dulu baru percaya, tetapi sebaliknya percaya dan taat Firman Tuhan saja. Apabila Tuhan berkenan maka Ia akan mempelihatkan dan memakai kita sebagai bagian dari mujizat-Nya. Maukah Anda mengalami Tuhan dan hidup di dalam anugerah-Nya? Tidak perlu harus dibaptis dan mengunjungi Sungai Yordan dulu baru percaya dan taat. Penyerahan hidup kepada Tuhan dapat dimulai saat ini dan sekarang juga. Amin.

 

IMAN ADALAH MENJALANI APA YANG KITA PERCAYAI DAN MEMPERCAYAI JALAN IKUT TUHAN ADALAH YANG TERBAIK DALAM HIDUP INI

Jalani Percaya

ZAMZUMIM

Titan6

ZAMZUMIM

(Baca: Mazmur 110:1)

ammanpic

 

       Coba tebak foto tersebut ada di kota apa? Ya, inilah kota Amman atau yang disebut Amon, rabbath/rabbah Amman. Kota yang dahulunya didirikan pertama kali oleh anak Lot yang bernama Amon (Ulangan 2:16-21).

       Bisakah Anda membayangkan puluhan ribu tahun yang lalu di sini berdiri bangsa raksasa Zamzumim? Tanah itu adalah anugerah Tuhan kepada keturunan Lot, yakni bangsa Amon. Secara pemikiran dan perhitungan manusia tampaknya mustahil bangsa yang kecil dan sedikit dapat mengalahkan bangsa raksasa yang jumlahnya banyak. Tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil! Kalau Tuhan membuka pintu, tidak ada yang dapat menutup pintu. Kalau Tuhan yang menutup pintu, tidak ada yang dapat membuka pintu.  

Titan6

       Peristiwa ini mengingatkan saya pada 2 peristiwa serupa: Ketika orang Israel hendak memperoleh Tanah Perjanjian di Kanaan, yang pada waktu itu ditinggali oleh orang-orang Enak yang berbadan raksasa. Orang-orang Israel yang pesimis menggambarkan dirinya seperti kawanan belalang di tangan raksasa. Buah anggur dan penghasilan alamnya pun sangat besar dan raksasa. Sangat nikmat dengan berlimpahnya susu dan madu yang mewah itu. Hanya Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun yang percaya bahwa Tuhan sanggup menolong meskipun semua orang Israel lainnya pesimis dan merasa tidak mungkin.

       Peristiwa kedua adalah ketika tentara Israel bersama dengan Saul berperang melawan Filistin. Mereka tidak menyangka bahwa akan tampil raksasa tentara! Bukan sekedar raksasa tetapi tentara yang sangat berpengalaman dan terlatih. Bagi orang-orang Israel seolah mustahil Tuhan bisa menolong, merekapun gelisah, takut dan gemetaran tetapi hanya Daud yang sungguh percaya Tuhan sanggup menolong dengan cara melampaui pemikiran manusia. Daud merobohkan raksasa Goliath.  

enak

       Tuhan sanggup menolong bangsa Amon dari rakasasa Zamzumim, Tuhan sanggup menolong Israel merebut Kanaan dari raksasa Enak, Tuhan sanggup menolong Daud dari raksasa Goliath. Raksasa masalah apa yang Anda hadapi saat ini?  Tuhan yang menolong mereka adalah Tuhan yang sama yang juga sanggup menolong Anda dan saya!

 

TUHAN YANG SAMA MENOLONG AMON, ISRAEL, DAN DAUD DARI RAKSASA,  SANGGUP MENOLONG ANDA DAN SAYA DARI MASALAH RAKSASA APAPUN

TAWAR HATI

Selalu ada jalan

TAWAR HATI

(Baca: Yosua 7:3-13)

Selalu ada jalan

 

       Tawar hati adalah keadaan yang tidak diinginkan oleh semua orang. Tawar hati membuat orang ragu dan tidak dapat melihat potensi diri yang sesungguhnya. Inilah keadaan umat Allah di jaman Yosua ketika berhadapan dengan bangsa Ai. Keadaan tidak semudah seperti kelihatannya. Mereka kalah perang, ketakutan dan dipermalukan karena menganggap enteng keberhasilan.

       Bagaimana menghadapi tawar hati versi Yosua di Ai? Pertama jelas jangan menganggap remeh apa yang kelihatannya mudah. Yosua memakai strategi untuk mendapatkan keberhasilan (Yosua 8:5-8). Kedua, Yosua menjaga kekudusan hidup di hadapan Tuhan dan membereskan dosa yang masih tersisa dari umat Allah. Ia percaya bahwa keberhasilan itu dari Tuhan (Lihat Yosua 1:8) yang patut diusahakan dengan kerja keras dan prinsip kebenaran yang bijaksana. Ketiga, Yosua tidak alergi dengan kegagalan karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Yosua alergi dengan tidak membereskan akar masalah yakni dosa. Ia mencari solusi dari akar permasalahan dan menemukan bahwa ada korupsi yang harus diberantas

Akhan korupsi

       Alkitab berani terus terang mengenai kegagalan dan kerapuhan umat Allah karena memang yang hendak disorot bukan kehebatan manusia tertentu tetapi kehebatan Tuhan. Tawar hati bisa menghinggapi siapa saja dan membuat terkapar mangsanya secara mengenaskan, tetapi bukan berarti tidak ada jalan keluar dan harapan. Ketika kita belajar hidup berjalan bersama Tuhan, kita akan menemukan betapa diri sendiri lemah, rapuh dan banyak kekurangan. Kiranya Tuhan menolong kita boleh belajar dari Yosua dan mengalami semangat dan kemenangan hidup dari Allahnya Yosua. Amin.

 

 

KEKALAHAN TERBESAR SESEORANG BUKAN KETIKA TIDAK ADA UANG ATAU SENJATA, TETAPI KETIKA KEHILANGAN SEMANGAT HIDUP