MENIKAH BUTUH BIAYA BESAR

Tuhan atur

MENIKAH BUTUH BIAYA BESAR

(Yohanes 2:1-11)

Tuhan atur

       Menikah itu butuh banyak biaya. Setidaknya biaya tersebut meliputi: make up, gaun pengantin, akta nikah, foto pre- wedding, cetak undangan, hingga resepsi tempat syukuran dilaksanakan. Tidak dapat dipungkiri bahwa bagi orang yang memutuskan menikah, maka ada kebutuhan besar yang harus dipersiapkan baik secara rohani maupun jasmani. Tidak terkecuali halnya dengan perkawinan di Kana.

       Syukurnya, acara pernikahan di desa Kana dihadiri oleh Yesus. Pihak keluarga yang sedang melangsungkan pernikahan pada waktu itu mengundang Yesus dan para murid. Ada kemungkinan yang menikah masih ada hubungan keluarga dengan Maria ibu Yesus. Tidaklah heran Maria memerintahkan para pelayan untuk melakukan apa yang Yesus perintahkan. Air diubah menjadi anggur (Klik: Berapa ratus liter air diubah jadi anggur?) adalah mujizat pertama yang dilakukan Yesus untuk menunjukkan bahwa Tuhan itu peduli dan tidak tinggal diam dengan keadaan kita.

       Mujizat air menjadi anggur bukan bertujuan supaya manusia bisa mengatur Tuhan tetapi sebaliknya supaya Tuhan mengatur hidup manusia. Banyak orang berpikir, “Kalau saya melakukan sesuatu, maka Tuhan bisa dikontrol untuk mewujudkan keinginanku”. Pemikiran ini adalah salah besar. Ketika manusia melakukan bagiannya di dalam Tuhan dan melibatkan Tuhan melakukan bagianNya, maka Tuhan akan menyatakan yang terbaik dalam hidupnya apapun yang terjadi.

       Seekor capung masuk ke rumah saya. Ia berusaha terbang keluar tetapi selalu membentur kaca transparan. Capung ini tidak menyadari apabila ia turun tiga meter ke bawah maka ia dapat terbang ke alam bebas. Bagi saya yang melihat dari kejauhan, solusinya sangat gampang tetapi tidak halnya bagi capung tersebut. Ia melihat sekeliling kaca dan selalu terbentur. Bukankah hidup ini sering kali seperti itu? Kita membentur tembok kesulitan. Kerap kita mengomel dan frustasi, “Kenapa Tuhan?” Akhirnya kita berdoa dan memohon pertolongan-Nya. Tuhan menyediakan solusi ada kalanya “turun ke bawah”. Kita bak seekor capung tersebut yang hanya melihat apa yang ada di sekeliling kita tanpa menyadari bahwa solusi terbaik adalah “turun ke bawah” dalam kerendahan hati dan terbuka berjalan bersama Tuhan. Amin.

BUKAN KITA YANG MENGATUR TUHAN, TETAPI TUHANLAH YANG MENGATUR HIDUP KITA: ITULAH RESEP MUJIZAT TUHAN.

BAHAYA SOMBONG ROHANI

merunduk

BAHAYA SOMBONG ROHANI

(Baca: Lukas 9:51-56)

merunduk

       Anda pernah dengar pepatah, “Padi semakin berisi, semakin meruduk”? Inilah yang dapat saya simpulkan dari pengalaman beberapa waktu yang lalu. Saya sangat gembira Tuhan mempertemukan dengan dua orang guru yang memiliki sikap (attitude) berbeda. Guru pertama tidak terlalu senior tetapi bersikap sebagai pejabat yang harus dilayani dan dihormati. Guru kedua adalah seorang profesor, membawahi banyak guru dan sangat berpengalaman. Herannya guru kedua justru sangat rendah hati, tidak gila hormat dan perkataan begitu ramah dan menguatkan kebaikan orang lain.

       Peristiwa serupa terjadi ketika Yesus dan para murid berhadapan dengan orang Samaria yang menolak mereka. Murid Yakobus dan Yohanes yang begitu percaya diri bahwa Tuhan memberi kuasa dan otoritas, hendak merespon penolakan orang Samaria ini dengan pukulan maut api dari surga. Yesus menegur murid yang sok rohani tetapi bergaya mafia ini dan kemudian melanjutkan lawatan ke desa lain. Ada sebuah sikap kesombongan rohani dari Yakobus dan Yohanes. Sebenarnya sombong tidak rohani dan rohani tidak sombong. Mengerti banyak tentang ayat kitab suci tanpa memahami isi hati Tuhan dapat menjadikan kita sombong rohani (Raja-raja 1:9-16 ).

       Memakai baju agamis tidak membuat kita lebih hebat dari orang lain. Memiliki status pengurus lembaga keagamaan bukan berarti kita lebih tinggi dari orang lain. Menghafal ayat suci tidak membuat kita lebih rohani dari orang lain. Tolok ukur rohani tidak ditentukan tempelan luar yang dilihat orang, tetapi dari dalam hati dan mengalir keluar dalam perbuatan yang dilihat Tuhan.

       Hari ini kita belajar dari Sang Guru Agung, Yesus tentang menghadapi penolakan dan  pengampunan tanpa membalas dendam. Memiliki identitas rohani sebagai anak-anak Allah adalah dahsyat dan sangat baik, namun virus kesombongan dibalut hal rohani dapat menjauhkan kita dari hidup yang dikehendaki Tuhan. Kiranya Tuhan menolong kita belajar dari Sang Guru Agung. Amin.

PADI SEMAKIN BERISI SEMAKIN MERUNDUK, KEROHANIAN SEMAKIN TINGGI MENUNJUKKAN KERENDAHAN HATI

KERENDAHAN HATI

rendah hati

KERENDAHAN HATI

(Baca: Mazmur 22:27)

rendah hati

       Apa reaksi orang pada umumnya apabila disakiti? Saya terpikir kata, “marah”, dan  “membalas”. Mari kita melihat bagaimana respon Yesus ketika disakiti sedemikian rupa mulai dari diejek, diludahi, dicambuk hingga disalibkan.

Ada 7 perkataan Yesus ketika berada di kayu salib:

  1. Ya, Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan (Lukas 23:34)
  2. Sesungguhnya, hari ini juga kamu akan bersama Aku di dalam Firdaus Lukas (23:43)
  3. Ibu, inilah anakmu! … Inilah Ibumu! (Yohanes 19:26-27)
  4. Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46)
  5. Aku haus (Yohanes 19:28)
  6. Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawa-Ku (Lukas 23:46)
  7. Sudah Selesai (Yohanes 19:30).

       Semua perkataan ini menunjukkan teladan kerendahan hati sejati. Mengapa? Pertama, Yesus Kristus masih memikirkan orang lain ketika disakiti. Tiga perkataan pertama Yesus di kayu salib berbicara tentang: pengampunan terhadap orang yang menyakiti, penerimaan terhadap orang yang bertobat, dan pengaturan hidup sebagai keluarga Allah diantara umat percaya. Hal utama yang diucapkan Yesus bukan mengomel,  atau memerintahkan bala tentara malaikat menghabisi semua yang sudah menyakiti-Nya namun Kristus masih memikirkan kebaikan orang lain.

       Kedua, Yesus Kristus mengekspresikan keadaan diri apa adanya yang sehat. Saya bukan ahli psikologi, namun pembelajaran di mata kuliah sarjana, master dan kuliah online di sejumlah universitas Eropa dan Amerika Serikat, tidak berlebihan apabila saya menyimpulkan bahwa Yesus memiliki respon psikologis tersehat yang dimiliki oleh manusia. Yesus tidak segan meng-ekspresikan rasa gembira, sedih, menangis, marah, sakit dan perasaan sepi ditinggalkan. Ia tidak menutupi dengan topeng sikap sok jago, sok kuat, sok gagah. Yesus meneladankan mekanisme dasar konseling dan terapi kesehatan jiwa  yang paling muktahir.  Inilah kerendahan hati sejati yang menyembuhkan.

       Ketiga, Yesus Kristus menyatakan komitmen full pada kehendak Tuhan. Dua perkataan salib terakhir adalah sebuah penyerahan diri bukan pengakuan kalah. Sejak datang ke dunia, Yesus punya visi dan misi jelas untuk menggarap komitmen Allah bagi manusia. Yesus menyelesaikan dengan tuntas sehingga ada jalan keselamatan hidup sorga dan pemulihan relasi yang rusak antara manusia dengan Allah.

       Tahukah Anda, apa yang menguatkan iman percaya seseorang? Bagaimana memperoleh kehidupan yang dikuatkan Tuhan?  Jawabannya  bukan sikap merasa diri kuat, sandar diri, tetapi sikap rendah hati. Orang yang rendah hati akan makan kenyang, orang yang mencari Tuhan akan memuji-muji Dia!

SIKAP RENDAH HATI TAMPAKNYA LEMAH, TETAPI KUAT; KELIHATAN SEPERTI DIBAWAH TETAPI SESUNGGUHNYA ADA DI ATAS