PANDEMI KACAMATA

PANDEMI KACAMATA

(Baca: Matius 6:22)

 

 

 

       Saya gembira mendapat kesempatan melihat dan mendengarkan ulasan para pakar tentang rabun jauh (myopia). Berdasarkan statistik yang mereka paparkan, di Amerika Serikat ada 50% penduduknya diprediksi menderita rabun jauh; Rusia 50%, Australia 16%, dan China menduduki tingkat pertama dunia dengan 80% miopi. Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia setidaknya ada 20% penduduknya yang rabun jauh alias harus berkacamata minus. Inilah perhatian yang tengah digeluti para pakar mata dunia menghadapi pandemi rabun jauh/miopi.

       Bagi sebagian orang, operasi mata atau lasik bisa menjadi jalan keluar miopi tetapi bagi kebanyakan orang di dunia mengandalkan obat tetes mata yang dapat menolong kelenturan bola mata dalam mengadaptasi fokus pengelihatan. Konon ditemukan hasil riset dengan 2 jam sehari di udara terbuka mampu menolong orang dengan rabun jauh. Penelitian lebih dalam, menyoroti bahwa yang membuat berada di udara terbuka menolong kesehatan mata adalah warna biru langit yang memberikan efek dopamin pada mata.

       Terlepas dari apa dan bagaimana cara penanganan mata rabun jauh, tidak bisa dipungkiri mata itu penting bagi manusia. Lewat mata, manusia dapat melihat terang dan gelap; mengenali diri dan orang lain serta menjadi bahan penting dalam pusat informasi dan komunikasi visual. Alkitab dengan jelas mengingatkan manusia betapa rugi besar orang yang buta dan lebih menghancurkan ketika manusia buta huruf, buta mata bahkan buta hati. Inilah esensi kehidupan yang Tuhan berikan yakni melek alias melihat kebenaran dan jauh dari kebutaan hati.

       Saat ini mungkin Anda menggunakan kaca mata untuk dapat melihat dengan jelas. Apapun kaca mata yang Anda pakai, ada sebuah kaca mata penting dalam hidup. Kaca mata yang membantu manusia melihat hidup lebih jelas di sebut Firman Tuhan.  Sediakan waktu membaca Kitab Suci dan berdoa. Simak warna kasih yang disediakanNya di ruangan terbuka kebenaran agar menolong hidup  yang penat di ruang tertutup masalah. Niscaya mata rohani kita lebih sehat. Tuhan memberkati.

KACAMATA YANG MEMBANTU MANUSIA MELIHAT HIDUP LEBIH JELAS DISEBUT FIRMAN TUHAN.

TERANG HIDUP

TERANG HIDUP

(Baca: Lukas 11:33-36)

terangh

       Bagaimana reaksi Anda ketika PLN (Perusahaan Listrik Negara) memadamkan listrik? Dari informasi yang saya dapat, di Medan, bisa sampai berjam jam dan bahkan ada daerah di Papua bisa sampai 12 jam. Listrik mati secara tiba-tiba dan dalam waktu lama sungguh mengganggu aktivitas kebanyakan kita. Karena tanpa penerangan, pekerjaan dapat terhenti. Itulah yang saya alami ketika listrik padam, ruangan jadi gelap di malam hari, udara semakin panas dan semua aktivitas terhenti. Tidak dapat dipungkiri penerangan sangat bermanfaat dalam hidup kita.

       Seperti halnya terang bermanfaat bagi kehidupan, demikian juga orang percaya memiliki peran yang sangat penting menjadi terang dunia. Alkitab menyebutnya pelita tubuh. Artinya cara kita memandang kehidupan akan menentukan kehidupan seperti apa yang kita jalani. Apabila kita suka berpikiran negatif dan berprasangka buruk maka akan mudah terjadi perpecahan dan pertengkaran. Apabila pikiran kita diisi dengan hal bijaksana dengan  terbuka dan percaya pada pimpinan Tuhan, maka kita akan menjadi berkat bagi orang lain sama seperti terang lampu bermanfaat bagi orang sekitar.

       Malam itu kami semua lebih cepat tidur karena kegelapan membuat banyak aktivitas tidak dapat terlaksana. Kisaran sejam sementara anak-anak sudah tertidur, tiba-tiba lampu menyala. “Horee!”, gumam saya. Oh betapa indahnya terang semakin dirasakan ketika terang itu absen. Oh betapa dibutuhkannya kehadiran anak-anak Tuhan di dalam Terang ketika dunia dipenuhi dengan kegelapan dan kebusukan.    

SETUJU ATAU TIDAK, SUKA ATAU TIDAK; DALAM DUNIA YANG GELAP, TERANG BERMANFAAT BAGI  HIDUP MANUSIA