MERDEKA … !!!

merdeka

MERDEKA …!!!

(Baca: Galatia 5:1)

merdeka

       Beberapa waktu lalu, putri bungsu saya tiba-tiba menyanyikan lagu kemerdekaan “Pantang Mundur”. Saya cukup terkejut dan gembira karena semangat cinta kebangsaan ditanamkan oleh guru sejak masa kecil.  Di sekolah ia sudah diajari lagu “Indonesia Raya”, “17 Agustus”, dan sejumlah lagu lain. Miris melihat sejumlah kaum muda yang dicekokin untuk mengganti dasar negara Indonesia dengan asas negara baru yang doktrinnya diimpor dari belahan negara lain. Apa iya Indonesia masih merdeka? Apa Indonesia hanya milik agama  tertentu?

       Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah anugerah Tuhan. Seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus bahwa ketika Tuhan Yesus Kristus memerdekakan kita, maka kita benar-benar merdeka. Merdeka dari belenggu dosa lewat pengampunanNya. Merdeka untuk memilih jalan keselamatan surgawi. Merdeka untuk menjalani hidup ini secara bertanggung jawab. Merdeka untuk jadi saluran berkat tanpa mengharapkan pamrih. Kemerdekaan yang sesungguhnya lahir dari kasihNya yang bekorban.  

       Kalau kemerdekaan di masa lalu mengangkat senjata melawan penjajah, maka di masa sekarang kemerdekaan harus dipertahankan dengan sikap perlawanan terhadap korupsi, kolusi dan nepotisme; menjadi teladan dalam hidup benar dan turut membangun kesejahteraan bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi sebenarnya kalau dikatakan apakah kita benar-benar merdeka? Jawabannya bergantung dari cara kita memandang kehidupan berbangsa dan bernegera. Bagi orang Nasrani, kemerdekaan sejati itu sudah diperoleh dari Tuhan. Bagi kita, saat ini adalah masa untuk terus menerus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang baik, benar dan membangun.

       Tak terasa kami menikmati lagu-lagu kemerdekaan, jam sudah menunjukkan pukul 21.00. Waktunya kami sebagai orang tua mendampingi anak-anak tidur malam. Kemerdekaan malam itu kami isi dengan doa dan cerita Firman Tuhan. Dalam hati saya bergumam, “Selagi masih ada waktu, kemerdekaan itu harus terus diisi. MERDEKA…!!!”

SELAGI TUHAN MEMBERI KITA WAKTU, MAKA KEMERDEKAAN ITU HARUS DIISI DENGAN BENAR

KASIH YANG BEKORBAN

kasih yang bekorban

KASIH YANG BEKORBAN

(Yesaya 53:5)

kasih yang bekorban

       Lilin adalah ilustrasi yang tepat untuk menggambarkan arti dari sebuah pengorbanan. Ketika lilin dinyalakan dengan api, ia berfungsi penuh sebagai penerang di sekelilingnya. Gelap tidak dapat disingkirkan dengan gelap, tetapi hanya terang lah yang sanggup memusnahkan kegelapan. Hanya saja, ketika lilin itu menyala, maka ia sedang mengorbankan dirinya hingga habis total.

       Itulah yang dilakukan oleh Tuhan Pencipta alam semesta dan isinya agar manusia beroleh harapan hidupan yang sesungguhnya. Nubuatan Yesaya di dalam Pasal 53 mengetengahkan dua fakta nyata: Pertama, manusia berdosa dan tersesat menuju kehancuran. Dunia menyebutnya kebebasan tanpa batas, kitab suci menyebutnya sebagai kesesatan yang membinasakan.

       Kedua, Tuhan memiliki rencana pemulihan manusia kembali kepada hidup yang sesungguhnya. Tuhan datang ke dalam dunia yang gelap, mengorbankan diri di atas kayu salib agar manusia yang berdosa dipulihkan dan menghidupi tujuan ia ada diciptakan di dunia ini. Orang yang menghidupi hal ini tengah mengerjakan keberhasilan hidupnya. 

       Beberapa waktu lalu saya mendapatkan sebuah gambar seorang anak dan seorang ayah berdiri berhadapan. Si anak tampak menerima potongan kotak dari bagian ayahnya. Gambar ini hendak menunjukkan seorang ayah yang mengasihi anaknya dengan terus menerus memberi bagian dari dirinya.  Inilah yang dilakukan oleh orang tua kepada anak yang dikasihinya. Setiap potongan kotak itu dapat berupa menyediakan waktu bermain bersama, mendampingi belajar,  mengajak ibadah keluarga bersama, menyediakan makanan sehat hingga menyertai ke dokter ketika sakit hingga sembuh. Inilah yang disebut sebagai pengorbanan karena kasih.

dad to son

       Seperti halnya orang tua mengasihi anaknya, terlebih pula Tuhan mengasihi manusia. Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus datang ke dunia, berkorban di kayu salib agar terbuka  jalan menuju pemulihan dengan Allah, alam semesta dan sesama manusia. Hidup yang dipulihkan Tuhan tersedia bagi setiap orang yang mau percaya dan mengikut Dia. Maukah Anda hidup dalam rencana-Nya yang mengagumkan ini? Kiranya Tuhan menolong kita memiliki hidup yang penuh bersama Dia. Amin.

.

DUNIA MENYEBUT KETERSESATAN YANG MEMBINASAKAN SEBAGAI KEBEBASAN TANPA BATAS, FIRMAN TUHAN PENGORBANAN ADALAH KASIH YANG MENYELAMATKAN

Penjahat Samping Yesus

penjahat-di-samping-yesus

Tanya:

(Dari RK): Ko Jef, mau nanya, katanya penjahat yang di samping kanan Yesus yang percaya sebelum meninggal masuk surga, tapi cuma di tempat yang gelap dan kertakan gigi, karena dia tidak memiliki upah. Karena setelah percaya dia langsung meninggal. Betul kah itu????

Jawab:

       Penjahat yang di samping Tuhan Yesus waktu di salib, keduanya adalah orang berdosa yang memang sedang dihukum mati karena dosa-dosanya. Hanya saja, yang satu mengakui dosanya dan bertobat, dan  kemudian meresponi Yesus sebagai Tuhan. Penjahat itu masuk surga karena firman Tuhan berkata, “Hari ini juga engkau akan bersama sama dengan Aku di firdaus“.

       Pernyataan Yesus untuk menerima orang berdosa yang bertobat adalah uluran tangan Allah yang disambut tangan manusia melalui iman. So, hanya berdasarkan anugerah Allah yang kita terima dengan iman-lah yang menyelamatkan dan bukan perbuatan baik kita sehingga kita layak masuk surga. (lihat.Efesus 2:8-9; Roma 10:9-10, Roma 3:23; 6:23).

       Jadi salah banget kalau dikatakan karena dia tidak memiliki upah maka di berada di tempat yang gelap dan kertak gigi. Di satu sisi jangan juga diabaikan, bahwa orang yang telah selamat karena percaya dan beriman pada Yesus adalah orang yang mengikut Yesus. Artinya, iman itu dengan perbuatan setangkai. Bila orang sudah percaya Yesus, ia harus mengerjakan hidupnya di dalam Tuhan Yesus. Sebab untuk inilah ia diciptakan: menggenapi rencana Allah dalam hidup kita sejak permulaan jaman. Tuhan mau kita hidup di dalam rencana-Nya (Efesus 2:10).

penjahat-di-samping-yesus

RACUN MEMANG MEMATIKAN

racun

RACUN ITU MEMANG MEMATIKAN

(Baca:II Raja-raja 4:38-41 )

racun

       Apakah Anda pernah keracunan makanan? Saya pernah! Walau kadarnya tidak besar. Hari itu setelah pulang dari pelayanan, saya kembali ke pastori (tempat tinggal rohaniwan). Saya menggoreng makanan dari kulkas beku. Entah kadaluarsa atau memang kualitasnya jelek, setelah menyantap makanan tersebut, badan saya jadi gatal dan bintik-bintik merah pertanda reaksi penolakan tubuh terhadap benda asing. Terakhir saya mendapat informasi dari dokter bahwa saya keracunan makanan.

       Keracunan makanan itu tidak enak karena kalau dibiarkan akan tubuh lemas, mual, muntah dan bisa jadi mematikan fisik. Inilah yang dialami oleh kumpulan rohaniwan yang sedang gotong royong membangun pastorium (tempat tinggal untuk para rohaniwan). Makanan disediakan hasil dari memetik sayuran liar yang tidak dikenal oleh mereka.

       Kalau bahasa Indonesia disebut labu liar, tetapi dalam bahasa Inggris bisa memiliki makna sebagai labu liar atau kentang atau anggur, yakni semua jenis tanaman merambat yang bertumbuh dengan sendirinya. Alhasil terjadi keracunan massal akibat makanan beracun dari tanaman tersebut. Elisa mengadakan mujizat Tuhan dengan melemparkan tepung ke dalam soup beracun itu. Semua makan lagi dan semua sehat bugar.

       Makanan beracun bisa mematikan manusia. Agar manusia yang memakannya tetap sehat, makan racun tersebut harus dienyahkan entah dibuang, dinetralisir atau diganti baru. Sama halnya kehidupan orang percaya, manusia rohani yang belum membereskan racun dosa dan terus berkanjang di dalam dosa akan menghancurkan sisi rohani hingga sisi fisik.

       Dosa yang belum dibereskan adalah seperti racun yang akan menghalangi kita dipakai oleh Tuhan. Racun itu akan membuat kita menjadi batu sandungan dari pada menjadi saluran berkat. Mungkin hanya Tuhan dan diri pribadi-lah yang tahu racun apa yang perlu kita bereskan. Bukan sekedar minta ampun dalam doa, ada kalanya itu adalah mengubah gaya hidup, cara pandang dan kebiasaan seperti: menonton film porno, mendengar lelucon jorok, membaca bacaan yang sadis, dst. Kiranya Tuhan menolong kita hidup kudus dan murni di hadapan-Nya. Amin.

HIDUP KUDUS BUKAN PERKARA KONSEP TETAPI USAHA KERJA KERAS MENGHARGAI ANUGERAH TUHAN SETIAP HARI

kudus