PAPA JANGAN MINTA KBRI JEMPUT!

Mendidik Anak

ANAK: “PAPA JANGAN MINTA KBRI JEMPUT!

(Baca: Amsal 22:6)

transfer

 

       Baru-baru ini dunia media massa digegerkan dengan ulah oknum wakil rakyat yang minta “jatah” layanan fasilitas transport dan tempat tinggal dari KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di luar negeri untuk kepentingan pribadi anaknya.  Inilah potret carut marut antara penyalah gunaan kekuasaan dengan kekuatiran berlebihan dari orang tua kepada anaknya.

       Apa kata Firman Tuhan mengenai mendidik anak/generasi muda? Tuhan mengasihi dan perduli dengan anak-anak sebagai pribadi yang berharga. Ketulusan, keterbukaan dan kemauan untuk diajar di dalam kebenaran adalah modal dasar menjadi pribadi yang utuh dan sehat. Di sinilah pentingnya peran orang tua mengajar, mengingatkan Firman Tuhan dan mendoakan.

       Mendidik anak atau generasi muda bukan perkara gampang. Dibutuhkan keseimbangan dan dasar yang kuat untuk mendampingi pribadi menjadi dewasa. Seorang anak tidak akan tumbuh memiliki mental dan kepribadian yang baik hanya dengan fasilitas makanan, uang dan pakaian.

       Seorang dosen di universitas ternama di Indonesia mengambil resiko menugaskan mahasiswa/i-nya ke luar negeri tanpa ikut tour, tanpa dijemput alias semuanya urus sendiri dan pergi sendirian. Bagi banyak orang tua tentu kuatir tetapi kurikulum ini sebenarnya membentuk rasa percaya diri, membuka wawasan lebih luas, mengajar dinamis dalam perkembangan jaman.

       Berlebihan kasih sayang, perhatian dan terlalu dimanja akan merusak pribadi anak.  Sebaliknya, anak-anak yang terlalu dibiarkan bertumbuh dengan sendirinya tanpa kehangatan kasih sayang orang tua, keteladanan dan pendampingan akan menjadi sasaran empuk predator dunia.

       Hari ini selagi masih ada kesempatan, doakan anak/generasi muda Anda. Ajar mereka tentang kebenaran Firman Tuhan. Berikan teladan dan dampingi bagaimana menghadapi lika liku kehidupan. Jika waktunya sudah tiba, relakan mereka untuk lepas “terbang” mandiri. Spontan anak  berkata, “Papa, jangan minta KBRI jemput saya!”

 

ORANG TUA YANG BEKERJA KERAS MENDIDIK ANAKNYA DI DALAM TUHAN SEDANG MEMBERI HAL YANG LEBIH BAIK DARI FASILITAS UANG DAN HARTA

Mendidik Anak

TETAP LAKUKAN

keep

TETAP LAKUKAN

(Baca:II Raja-raja 4:8-37 )

keep

       Pernahkah Anda berdoa, tetapi jawaban tidak kunjung datang? Pergumulan begitu sulit, air mata serasa kering dan lelah tak terperihkan. Inilah perjalanan hidup orang percaya wanita Sunem. Ia dan suaminya percaya dan mengasihi Tuhan. Tuhan memberikan kekayaan berlimpah atas usahanya. Besar kemungkinan ia rajin memberikan persembahan untuk pekerjaan Tuhan.

       Alkitab mencatat ia membangun kamar khusus lengkap dengan fasilitas dasar untuk ditinggali oleh hamba Tuhan Elisa setiap kali singgah dalam perjalanan pelayanan. Wanita Sunem ini tidak suka minta-minta dan belajar mencukupkan diri. Ketika Elisa tau bahwa keluarga cinta Tuhan ini belum punya anak, maka ia mendoakan. Tahun depannya seorang anak lahir dari wanita Sunem ini, waktu terus berjalan hingga anak ini besar.

       Di kemudian hari anak wanita Sunem ini sakit mendadak dan meninggal. Wanita Sunem yang sangat sedih ini sempat berpikir bahwa Tuhan memberinya janji kosong. Ia terus berusaha dengan segala cara hingga cerita Elisa dipakai Tuhan membangkitkan anak wanita Sunem dari kematian. Apa yang dialami wanita Sunem adalah kasus khusus dan tidak berlaku bagi semua orang. Kendati demikian ada prinsip kebenaran penting yang berlaku universal bagi kita semua: Tetap berusaha, Tetap berjalan, Tetap Berdoa.

       Ada kalanya hidup terjadi tidak seperti yang kita harapkan. Tuhan punya cara yang misterius baik bagi wanita Sunem maupun bagi hamba Tuhan Elisa sendiri. Elisa sudah mengutus bujangnya, sudah memberikan tongkatnya yang ajaib, bahkan datang langsung ke rumah anak yang meninggal itu. Wanita Sunem ini ijin suaminya untuk menemui Elisa, tetap bersikeras minta Elisa datang dan tetap berharap Tuhan menolong. Inti dari apa yang dinyatakan Alkitab bagian ini bukan sekedar mati dan hidup kembali, tetapi orang percaya melakukan bagiannya: berdoa, berusaha dan tetap menjalani hidup. Tuhan melakukan bagian-Nya: sakit sembuh dan mati dibangkitkan. Amin.

KEEP PRAYING, KEEP TRYING, KEEP GOING

tepat janji

PESAWAT KERTAS 365 HARI

pswt kertas

PESAWAT KERTAS 365 HARI

Mazmur 90:12

pswt kertas

       Anda tahu lagu berjudul 365日の紙飛行機 (pesawat kertas 365 hari)? Lagu yang dipopulerkan oleh AKB48 ini sebenarnya ditulis oleh Yasushi Akimoto dan dirilis pertama kali lewat siaran televisi NHK september 2015 lalu. Lagu ini memiliki tema utama yang sangat jelas yakni hidup ini bagaikan pesawat kertas yang terbang karena memiliki harapan.

365

       Apakah hidup ini mudah? Apakah hidup ini selalu lancar seperti yang kita harapkan? Musa dalam doanya kepada Tuhan menyadari bahwa perjalanan hidup diwarnai kesulitan dan rintangan. Ketika manusia ingat keterbatasan dirinya dan siapa Tuhan maka ia belajar hidup bersandar kepada Tuhan dengan menjalani hidup sebaik mungkin.

       Walaupun tidak semua kalimatnya saya setuju, namun saya menyukai semangat lagu ini, yakni menghadapi hari depan dengan harapan dan senyum. Musa menutup doanya dengan harapan yang positif bahwa ia tidak sendiri dan Tuhan tidak meninggalkannya. Sebuah harapan bagi orang yang mencari dan mengandalkan Tuhan akan dikenyangkan dengan kasih Tuhan. Ya, Tuhan teguhkanlah perbuatan baik yang kami lakukan hari ini. Amin.

HIDUP BAK PESAWAT KERTAS YANG TERBANG DENGAN HARAPAN BERSAMA TUHAN

APA ISTIMEWA SUNGAI JORDAN?

jordan river

APA ISTIMEWANYA SUNGAI YORDAN?

(Baca: II Korintus 5:7)

jordan river

 

       Apa sich istimewanya Sungai Yordan? Bukankah Naaman, Panglima Aram mengatakan bahwa Sungai Abarna dan Parpar (di Siria) jauh lebih bersih dan bagus? (II Raja-raja 5). Sebelumnya, panglima Aram ini menderita kusta dan setelah percaya dan taat maka ia disembuhkan dengan mandi di sungai Yordan.

       Sungai Yordan menjadi ikon spesial karena di sinilah, Yesus Kristus dibaptis oleh Yohanes dan disertai dengan tanda langit terbuka, suara Tuhan dan penampakan burung merpati (Matius 3:13-17). Di sungai ini, Yosua dan orang-orang Israel melihat mujizat Tuhan membelah air sungai Yordan hingga kering sebelum pertempuran Yerikho (Yosua 3). Di  aliran Sungai Yordan-lah Elia dipelihara Tuhan dengan air dan makanan yang dikirim burung gagak meski Israel dilanda kekeringan dan kelaparan hebat (I Raja-raja 17:3) seperti di zaman Musa tetapi dilakukan oleh Elia dengan membela sungai Yordan dengan sebagai saksinya Elisa (II Raja-raja 2:8). Tidak jauh dari sungai Yordan menjadi legenda penduduk setempat bagaimana Elia naik ke surga oleh kereta kuda api disertai angin badai (II Raja-raja 2:11).

       Kecuali Yesus, mereka yang melihat, merasakan dan mengadakan mujizat Tuhan adalah orang-orang biasa yang memiliki kelemahan dan kekurangan. Apa yang membuat mereka begitu hebat dan dipakai Tuhan secara ajaib? Jawabannya adalah karena mereka mau percaya dan taat Firman Tuhan. Hari ini Anda dan saya sekali lagi dipanggil untuk percaya dan taat kepada kehendak Tuhan sebab itulah yang terbaik bagi masa depan kita. Bisa jadi ketaatan itu berupa tidak ikutan korupsi pada saat semua yang lain melakukannya. Mungkin hal itu adalah berani tetap berdoa dan bersaksi tentang kebaikan Tuhan walau orang di sekitar bukan Nasrani. Tidak jarang sikap ketaatan dinyatakan dalam persembahan, ambil bagian dalam pekerjaan pelayanan atau jadi teladan hidup.

       Paulus mengingatkan jemaat di Korintus agar menjalani hidup iman percaya kepada Kristus Yesus bukan menunggu ada mujizat dulu baru percaya, tetapi sebaliknya percaya dan taat Firman Tuhan saja. Apabila Tuhan berkenan maka Ia akan mempelihatkan dan memakai kita sebagai bagian dari mujizat-Nya. Maukah Anda mengalami Tuhan dan hidup di dalam anugerah-Nya? Tidak perlu harus dibaptis dan mengunjungi Sungai Yordan dulu baru percaya dan taat. Penyerahan hidup kepada Tuhan dapat dimulai saat ini dan sekarang juga. Amin.

 

IMAN ADALAH MENJALANI APA YANG KITA PERCAYAI DAN MEMPERCAYAI JALAN IKUT TUHAN ADALAH YANG TERBAIK DALAM HIDUP INI

Jalani Percaya