WINTER IS COMING

WINTER IS COMING

(Baca: Kejadian 41:46-49)

 

       Dalam pidato pertemuan IMF(Bank Dunia) di Bali Oktober 2018, Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo mengingatkan agar dunia waspada memasuki musim dingin (Winter is Coming) alias krisis keuangan global. Pidato Jokowi bukan untuk menakuti tetapi mengajak siap menghadapi perubahan global. Seperti lingkaran spiral yang terulang di atas dan ke bawah namun tidak pernah benar-benar sama; demikian realitas kehidupan.

       24 Oktober 1929, resesi dunia ditandai dengan  kejatuhan harga saham Amerika dan mulai beranjak pulih sekitar 1936 (7 tahun kemudian). Tahun 1998 Indonesia mengalami krisis moneter hebat akibat kerusuhan dan mulai pulih 2005 (7 tahun kemudian) ditandai berdirinya LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Di jaman Yusuf pun juga mengalami krisis ekonomi global selama 7 tahun! Kabar baiknya: Tuhan tidak tinggal diam dan tahu menjaga umat-Nya!

   Bagaimana kita menanggapi fenomena ekonomi dunia saat ini? Pelajaran apa yang dapat kita petik dari Firman Tuhan tentang perubahan jaman?

  1. Memegang Erat Iman Percayanya kepada Tuhan.

       Yusuf memegang erat imannya kepada Tuhan walaupun dibuang, diftinah dan diabaikan. Kabar gembiranya, Tuhan tidak melupakan bahkan merajut keberhasilan lewat hati yang takut akan Tuhan. Jangan ragukan Firman Tuhan yang Anda terima di tempat terang ketika Anda berada dalam masa suram.

  1. Investasi…! Investasi…! Investasi…!

       Yusuf diberikan hikmat Tuhan untuk mengetahui 7 tahun masa kelimpahan dan 7 tahun masa paceklik. Bahasa modern yang dilakukan Yusuf adalah menabung, menyiapkan Emergency Fund, Investasi dalam sejumlah porto folio dengan motto, “Never put your all eggs in one basket”.

  1. Rajut Hubungan Anda dengan Baik.

       Meskipun Yusuf punya kepahitan dan trauma di masa lalu. Ia memilih berdamai dengan dirinya dan kemudian mengambil langkah memperbaiki hubungan dengan keluarganya meski sulit dan berat. Pastikan hubungan suami, istri, anak, mertua dan menantu dalam terang Firman Tuhan.

       Kitab Suci memuat prinsip kebenaran penting dan isi hati Tuhan yang dengan pertolongan Roh Kudus menuntun umat Allah mengalami pemeliharaan-Nya. Imanuel, Tuhan beserta kita. Amin.  

WINTER IS COMING, PREPARE YOURSELF IN HIM…!

MENGGALI BERKAT TUHAN

MENGGALI BERKAT TUHAN

(Baca: II Raja-raja 3:17)

Menggali

       Pernakah Anda merasa hidup ini sangat berat untuk dihadapi? Jangankan memikirkan tujuan yang hedak dicapai, melalui masa sekarang saja serasa rumit dan sulit. Itulah yang dirasakan oleh barisan tentara Yoram dan Yosafat. Rencananya mau berperang dengan Moab, tetapi ketika mengambil taktik lewat selatan padang gurun, mereka tidak siap dengan logistik air dan medan yang sukar. Jangankan berpikir untuk mencapai tujuan, bertahan hidup saja sudah syukur.

       Yosafat mencari cara Tuhan dengan mendengarkan-Nya lewat Elisa. Mereka menggali tanah menjadi kubangan-kubangan besar untuk menampung air segar. Tuhan kirim banjir air! Barisan tentara Israel bersama dengan segala ternak disegarkan kembali dan siap untuk mencapai satu tujuan: menang!

       Kalau Tuhan beperkara, maka strateginya sangat dahsyat dan tepat pada waktu-Nya! Sapuan air belimpah itu sampai di depan barisan tentara Moab. Entah karena sinar matahari yang menyilaukan atau bersentuhan dengan sejumlah jenis tanaman sehingga akhirnya air tampak merah. Orang-orang Moab berpikir itu darah dari barisan Yoram dan Yosafat yang saling bunuh karena bertengkar, lalu mereka terhasut nafsu menjarah yang bukan miliknya. Singkat cerita, Tuhan memberikan kemenangan kepada Israel atas Moab.

       Lalu kenapa Prasasti Batu Moab (Messa Stele) yang dibuat sekitar tahun 840 SM ini menceritakan dewa Kamos menolong Moab dari Israel? Apakah Kamos lebih hebat dari Tuhan? Apakah Kamos mengalahkan Israel? Batu ini pertama kali ditemukan tahun 1868. Apa yang sebenarnya terjadi? Berkaca dari II Raja-raja 3:1-27, Israel sudah menang dan tinggal menangkap raja Mesa.  Pada saat keadaan terjepit, Mesa membunuh anaknya sendiri dengan keji untuk dipersembahkan kepada Kamos. Pada saat itu barisan tentara Israel merasa ngeri atas kesadisan mesa, maka mereka pergi. Nah, prasasti yang terawat baik di musium Louvre-Paris, Perancis ini adalah penggalan sebagian kisah yang terjadi.

       Hari ini Anda dan saya apabila ingin berhasil dalam hidup ini, maka kita juga dipanggil untuk ambil bagian dalam cara Tuhan. Cara itu tidak dibatasi oleh pemikiran kita yang sempit, atau keangkuhan logika semata. Tuhan punya cara melampaui hitungan matematika manusia. Bagian kita adalah menggali dengan penuh ketaatan pada Firman Tuhan. Sikap yang terbaik bukan bersungut apalagi meragukan cara Tuhan, tetapi terbuka dengan agenda-Nya sambil melakukan apa yang baik dan benar. Amin.

MENGGALI BERKAT TUHAN DIMULAI DARI IMAN YANG TERBUKA PADA CARA DAN RENCANA-NYA