SEKSUALITAS YANG ABNORMAL

Seksualitas yang Abnormal
(Baca: Kejadian 2:18-20)
 
Jaman ini banyak orang yang hidup secara abnormal dalam perilaku seksnya.  Laki-laki kawin dengan laki-laki dan perempuan kawin dengan perempuan.  Di beberapa negara bagian di Amerika Serikat dan di beberapa negara barat sudah mensahkan perkawinan mereka secara hukum bahkan dilakukan di gereja!  Tidak lama lagi setelah Barrack Obama (yang notabene mendukung pernikahan gay), kemungkinan besar kawin sesama jenis akan dilegalkan di seluruh negara bagian Amerika Serikat.

Penyimpangan seksual terjadi pula antara seorang manusia dengan hewan dan tidak jarang kemudian menimbulkan banyak penyakit.  Sebenarnya peristiwa ini sudah terjadi jauh sejak peristiwa Sodom dan Gomora (Kejadian 13) dan masih saja ada penyimpangannya hingga sekarang.
Bila melihat kembali bagaimana Allah merancang alam semesta, termasuk relasi antara manusia dan hewan maka kita akan melihat begitu banyak penyimpangan yang telah dilakukan manusia di muka bumi.  Allah merancang manusia tidak hidup sendirian tetapi ada pendamping atau sahabat manusia lain.
Kata yang dipakai untuk menjelaskan seorang teman yang cocok memakai tulisan “admah” yang artinya perempuan.  Ketika hewan diciptakan untuk membantu kegiatan dan kehidupan manusia, maka tidak akan pernah dapat menjadi sahabat yang cocok/sepadan seperti halnya sesama manusia.  Dalam hal ini terlihat jelas bahwa hubungan seks di dalam pernikahan dirancang oleh Allah dengan menghadirkan seorang laki-laki dan perempuan.
Selama ini terjadi penyimpangan seksualitas antara pria dengan pria, wanita dengan wanita dan manusia dengan binatang adalah karena efek dosa yang dibiarkan mengendap dan merusak manusia sedemikian rupa.  Bukan persahabatan dan pendampingan yang sepadan yang terjadi pada mereka, tetapi pelampiasan nafsu secara menyimpang dan semakin menyimpang hingga menimbulkan banyak kerusakan secara fisik maupun mental.
Arti kehadiran pernikahan seseorang laki-laki dengan perempuan rupanya ditujukkan untuk saling membantu dan menjadi rekan yang sepadan bukan saling memanfaatkan dan setelah itu ditinggalkan.  Pernikahan bukan semata soal hubungan seks dari pasangan berlawanan jenis, bukan pula semata soal ketertarikan fisik dan keinginan nafsu, melainkan perwujudan seksualitas yang murni dan kudus yang dirancang oleh Allah.  Pernikahan adalah persatuan satu orang laki-laki dan satu orang perempuan.  Pernikahan adalah pada hakikatnya adalah prakarsa dan inisiatif dari Tuhan sejak dari semula.
Berdasarkan hal ini, tentu jelas bahwa binatang diciptakan setingkat dibawah manusia.  Bila pecinta binatang menganggap binatang peliharaannya sama dengan manusia dan bahkan menganggap manusia lebih rendah dari binatang peliharaannya, maka orang itu sedang mengalami penyimpangan.  Keberadaan hewan, termasuk binatang peliharaan adalah bagian dari alam semesta yang ditempatkan Tuhan untuk berada dibawah kendali manusia dan dikelolah dengan bertanggung jawab.
Kesimpulan dari pendamping manusia yang sepadan adalah:Pertama,  Tuhan menciptakan seksualitas secara murni, kudus dan indah bukan kotor, tabu apalagi menyimpang.  
 Kedua, Persatuan manusia dengan pendamping sepadan bukan soal seksualitas saja, melainkan relasi tubuh jiwa dan roh yang dikerjakan untuk mencapai keserupaan dengan Kristus.   
Ketiga, Hewan bukanlah pendamping manusia meski dapat dipakai untuk menemani dan melayani manusia dalam batasan-batasan tertentu.  Manusia dirancang serupa gambar Allah dan bukan serupa gambar hewan, apalagi hewan peliharaan.  Kiranya kita boleh diingatkan kembali arti dari seksualitas dan penyimpangan seksualitas jaman ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *