PERJALANANKU DI HIROSHIMA

21


PERJALANANKU DI HIROSHIMA
Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.  Markus 9:50b
Tidak pernah terbayang bahwa akhirnya saya menjejakkan kaki di Hiroshima, Jepang.  Hiroshima adalah salah satu sasaran bom atom Amerika Serikat sebagai rentetan konflik perang dunia II. Dari lebih dari 350.000 orang pada waktu itu, setidaknya ada sekitar 200.000 orang terkena dampak mengerikan dari bom atom. Mulai dari radiasi yang menyebabkan gatal, panas terbakar, kulit hancur hingga bentuk tubuh yang meleleh dan sulit dikenali apakah mahkluk berjalan itu laki-laki atau perempuan.
Di wilayah sekitar “Memorial Dome”; museum hingga titik nol bom atom, saya merasakan suasana hening, mencekam dan mengerikan.  Pasalnya bukan hanya foto-foto korban, kesaksian hidup yang ditulis dan disuarakan tetapi ribuan bukti akibat kekejaman perang manusia dipamerkan sebagai peringatan bahwa perang itu mahal harganya.  Lebih baik berusaha menjaga perdamaian dari pada terjebak dalam lingkaran setan “balas dendam” yang menghancurkan satu dengan yang lain.
Itulah yang dimaksud Tuhan Yesus ketika menyampaikan sebuah panggilan hidup menjadi garam dan terang dunia (Matius 5:13; Lukas 14:34-35).  Manusia diciptakan bukan untuk saling menghancurkan tetapi saling memberkati.  Kenyataan menunjukkan tidak semua orang mau berdamai dengan kita, tidak semua orang mau jadi berkat dan wajar tidak semua orang menyukai kita.  Panggilan Tuhan Yesus kepada umat manusia adalah berusaha menjaga perdamaian (shalom) sehingga orang tetap melihat dan merasakan manfaat (bukan sekedar) baik tetapi juga benar.
Saat ini Hiroshima adalah kota besar dengan penduduk lebih dari 1 juta jiwa.  Kota yang sangat maju, modern, bersih dan indah. Sejarah kota ini tetap berdengung di denyut nadi dunia seolah mengingatkan bahwa sebisa mungkin jaga dan usahakanlah perdamaian. Jangan membiarkan diri tenggelam dalam prasangka negatif tentang suku, agama, atau bangsa tertentu. Ketika mendengar berita dari orang atau media massa yang sifatnya provokatif, jangan terburu-buru panas hati tetapi berhenti sejenak, berpikir dan bertanya: Apakah hal ini baik? Apakah informasi ini berguna untuk kebaikan saya atau saya sedang dipermainkan oleh oknum tertentu? Apakah kata Firman Tuhan? Doa saya, kiranya kita tetap menjadi garam dan terang Tuhan di manapun kita berada.
ORANG YANG MENYADARI PERANG ITU SANGAT MAHAL AKIBATNYA, AKAN BERUSAHA MENJAGA PERDAMAIAN DAN MELEPASKAN DIRI DARI LINGKARAN SETAN KEBENCIAN.

2 Comments

  1. Renungan yg menyadarkan kita bhw apa yg kita rasa baik utk sesaat tetapi memiliki nilai kehancuran, kesedihan, kerugian kemudian yg dikenang sepanjang masa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *