I LOVE MONDAY

Thanks God3

 

I LOVE MONDAY

(Baca: I Korintus 1:4-5)

Thanks God3

 

 

       Kapan saat yang tepat mengucap syukur? Apakah mengucap syukur itu hanya dilakukan pada saat lancar dan merayakan keberhasilan? Bagaimana apabila kita menghadapi kesulitan dan masalah besar? Masihkah orang percaya perlu mengucap syukur?

       Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus tidak hentinya mengucap syukur kepada Tuhan. Padahal pada saat itu jemaat Korintus hidup ditengah-tengah kota sekuler yang makmur tetapi jauh dari kebiasaan takut akan Tuhan. Lebih mengejutkan bahwa dalam surat Korintus, Paulus lebih dahulu mengetahui jemaat yang tidak sempurna ini ada yang jatuh dalam dosa, hidup dalam dosa seksual, mengkompromikan penyembahan berhala dan terjadi keributan jemaat satu dengan yang lain. Mengapa Paulus mengucap syukur dalam kondisi seperti ini?

       Tentunya Paulus tidak mengucap syukur untuk dosa yang dilakukan beberapa jemaat. Paulus juga tidak bergembira atau syukur atas konflik antar jemaat yang menimbulkan perpecahan di rumah ibadah. Paulus mengucap syukur karena Tuhan, karena masih ada harapan bahwa tidak peduli seberapa buruk keadaan seseorang apabila di bawah anugerah Tuhan maka ada hari depan yang baik.

       Mengucap syukur adalah obat yang mujarab. Dalam rasa syukur kita dihindarkan dari nafsu rakus. Dengan mengucap syukur kita diingatkan anugerah Tuhan yang melimpah dalam hidup kita. Oleh rasa syukur kita diingatkan bahwa hanya oleh anugerah-Nya kita dapat menjadi kaya dalam segala hal.

       Mari belajar mengucap syukur pagi ini di hadapan Tuhan. Kalau kita sering dengar, “I don’t like monday.” Mari kita ganti dengan, “Thanks God. I love monday” Tidak ada hari yang lebih berarti kecuali menjalani hidup bersama Tuhan. Amin.

DUNIA BOLEH BERKATA, “I HATE MONDAY”, TETAPI ORANG YANG MAU HIDUP DALAM ANUGERAH TUHAN DAPAT BERKATA, “THANKS GOD! I LOVE MONDAY”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *