DIBALIK SETIAP BERKAT YANG KITA TERIMA

DI BALIK SETIAP BERKAT YANG KITA TERIMA
(Baca: Kejadian 25:1-18)
 “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita.  Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.” Kolose 6:1
Jaman ini banyak terjadi peristiwa keluarga-keluarga yang konflik karena harta warisan.  Bila orang tua punya banyak harta dan keturunannya tidak akur, apalagi ditambah hidup dengan cara duniawi, maka besar kemungkinan akan terjadi pertengkaran.  Tidak menjamin apakah orang tersebut rajin ke tempat ibadah, rajin berdoa, tetapi bila hatinya tamak maka berpotensi terjadi keributan. 
Abraham ternyata memiliki sejumlah istri dan anak-anak semasa hidupnya (bdk.Kejadian 25:1-3).  Potensi konflik harta warisan dapat terjadi pun dalam keluarga Abraham.  Konflik tidak terjadi pada keluarga Abraham sebelum meninggal, sebab ia sudah menetapkan bahwa semua anak-anaknya, kecuali Ishak hanya mendapatkan pemberian. 
Pada waktu itu Ishak tidak mendapat apa-apa sampai Abraham meninggal barulah mendapat semua warisan (Kejadian 25:5).  Terjemahan Alkitab LAI tidak menyebutkan hal ini dengan jelas, tetapi Alkitab terjemahan contemporery English Version meyebutkan bahwa semua anak-anak Abraham dapat pemberian/hadiah sementara Ishak mendapat seluruh harta.  Inilah yang disebut warisan, ketika seseorang meninggal dan memberikannya kepada ahli waris.
Anak-anak Abraham bisa saja merasa diperlakukan tidak adil.  Dalam hati mereka mungkin saja bertanya, “Kenapa Ishak dapat semua warisan sementara kita diberikan hanya hadiah?  Kenapa hanya Ishak yang dipilih (the choosen one ) sementara kita tidak pakai Tuhan dalam sejarah keselamatan Allah?
Apapun yang menjadi pertanyaan mereka maupun pertanyaan kita saat ini, Alkitab dengan jelas memaparkan akan apa yang menjadi kehendak, kedaulatan dan hikmat Tuhan di dalam memilih siapa dan bagaimana orang tersebut dipakai Tuhan (bdk.Kejadian 21:12; Roma 8:28-29; 9-10).  Pemilihan Tuhan bukan berdasarkan pemikiran dan pertimbangan manusia, bukan pula berdasarkan suka atau tidak suka menurut standar manusia, tetapi berdasarkan waktu dan rencana Tuhan.
Saat ini bagaimana kehidupan Anda dan saya?  Apapun keadaan kita, Tuhan punya rencana dan maksud agar kita tidak melupakan dan tetap mengerjakan kehendak Tuhan.  Bila kita berhasil dan diberkati, maka dibalik semua itu ada hal yang Tuhan mau kita kerjakan untuk rencana-Nya.  Ketika kita dalam kesulitan dan kesusahan, ada hal yang Tuhan mau kerjakan pula dalam rencana-Nya yang jauh lebih besar dari pada apa yang sanggup kita pikirkan.  Tahukah Anda bahwa keadaan itupun, Tuhan tengah mengatur dan mempersiapkan berkat-Nya?
Belajar dari sejarah Abraham dan Ishak, marilah kita kembali menetapkan langkah dan berusaha terus menyesuaikan diri agar tetap di dalam Dia.  Inilah panggilan hidup kita semua.  Apapun pekerjaan kita, apapun pelayanan kita, siapapun dan bagaimanapun keluarga dan keadaan kita, Tuhan mau kita tetap di dalam Dia.  Tuhan mau agar dibalik setiap berkat yang kita terima, kita ingat dan mencari kehendak Tuhan.  Kiranya Tuhan menolong kita.  Amin.
TUHAN MAU AGAR DIBALIK SETIAP BERKAT YANG KITA TERIMA, KITA INGAT DAN MENCARI TUHAN!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *