DENGAR SUARA TUHAN?

how-to-listen-to-god

Dengar Suara Tuhan?!
Di antaramu janganlah didapati seorangpun … menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati.  Ulangan 18:10-11
Pernah saya mendengar seorang ibu yang sedang frustasi berat karena suaminya mempunyai selingkuhan dengan wanita lain.  Dalam keadaan stres ini ia bertemu dengan orang Kristen yang memerintahkan untuk melakukan beberapa hal yang katanya adalah perintah langsung dari Tuhan.  Benarkah ini?  Apakah orang Kristen itu memang punya karunia dengar suara Tuhan?  Bagaimana pula dengan sejumlah “dukun” Kristen yang mengaku   perkataannya adalah didengar langsung dari Tuhan?
Praktik perdukunan dan peramalan sangat dilarang Tuhan.  Di Perjanjian lama memang banyak orang yang mendengar suara Tuhan dan itu benar.  Kendati demikian, jika tidak waspada bisa jadi tidak sungguh-sungguh dengar suara Tuhan tetapi justru suaranya sendiri dalam hati, dijadikan suara Tuhan.
Jaman Yerobeam tidak jauh beda dengan keadaan sekarang.  Banyak pembesar yang hidup di luar kebenaran dan sejumlah nabi yang mengaku mendengar suara Tuhan.  Seorang abdi dari Yehudah mendengar suara Tuhan dan pergi bernubuat tentang masa depan Mesias (I Raj.13:2).  Raja Yerobeam yang mulanya tidak percaya, menjadi takut dengan abdi itu.  Yerobeam lumpuh ketika memarahi abdi dari Yehudah.
Ketika abdi Allah itu pulang, seorang dari Betel mengaku mendengar suara Tuhan dan meminta nabi dari Yehuda itu makan dirumahnya.   Sebelumnya Tuhan berbicara agar nabi dari Yehuda itu tidak makan apapun di Betel. Permintaan bapak tua dari Betel tidak berani ditolak apalagi setelah dengar: “ini dari Tuhan lho!!”  Esoknya, sewaktu nabi dari Yehudah pulang, ia diterkam mati oleh seekor singa karena melanggar perintah Tuhan.
Apapun dan bagaimanapun keadaannya, suara Tuhan tidak pernah bertentangan dengan Firman-Nya sendiri.  Jadi, apa yang tertulis di Alkitab menjadi tolak ukur untuk mengetahui seseorang mendengar suara Tuhan atau suara hatinya sendiri.  Jangan-jangan yang didengar suara setan.
Alkitab adalah Firman Tuhan dan itu tidak boleh ditambah atau dikurangi lagi.   Yesus Kristus adalah perantara kita sehingga dapat langsung datang kepada Bapa (Ibr.4:14-16).  Dengan demikian, kita sebagai orang percaya tidak boleh mencari orang tertentu (‘dukun’ Kristen) untuk mengetahui kehendak Tuhan.
Jika ada orang mengklaim dengar suara Tuhan seperti:“semalam saya mendengar suara Tuhan, kamu harus berpacaran dengan si Q.” Atau “Saya tahu kamu sakit kanker dan suamimu hendak meninggalkanmu.  Tuhan berkata agar kamu tinggal di kota anu beberapa hari.”   Hati-hati!  Jangan sampai Anda justru lebih mencari “dukun” Kristen dari pada Tuhan Yesus.  Meski ‘peramal’ itu tahu banyak tentang Anda, jangan lugu.  Kehendak Tuhan adalah Anda mengetahui kebenaran (Alkitab) dan kebenaran itu akan memerdekakan Anda (Yoh.8:32).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *