DASAR KEHIDUPAN YANG TEPAT

DASAR KEHIDUPAN YANG TEPAT
Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.  II Tawarikh 7:14
Pagi hari itu, ketika saya bangun dan mendengarkan siaran BBC, dikabarkan bahwa telah terjadi kerusuhan di Uganda pasca meninggalnya wakil presiden negara itu.  Kemudian saya teringat film “Hotel Wranda” yang peristiwa kerusuhannya dipicu oleh meninggalnya seorang pemimpin negara.
Sebelum peristiwa banjir darah ini, banyak orang optimis terjadi pemulihan dan bahkan didengungkan oleh pasukan PBB sudah terjadi pendamaian dari pihak bertikai.  Kenyataan, pendamaian apalagi pemulihan berubah menjadi kerusuhan dan kekacauan.
Banyak orang menginginkan adanya pemulihan dan perdamaian, bahkan sejumlah diantara mereka meyakini terjadinya hal itu.  Benarkah pemulihan dapat terjadi?  Bagaimana pendamaian diwujudkan?
Firman Tuhan kepada bangsa Israel, khususnya kepada Salomo dapat menjadi petik pelajaran untuk setiap orang percaya.  Ketika Salomo memiliki hati dan hikmat untuk Tuhan, maka segala hal yang dikerjakan adalah untuk kemuliaan Tuhan.  Salomo mempersiapkan pembangunan bait Allah secara megah dan besar karena memang yang terbaik dan termahal haruslah untuk Tuhan.
Perayaan peresmian bait Allah yang sudah jadi dengan berbagai persembahan, pujian dan penyembahan mendapat perkenan Tuhan dan sekaligus Firman-Nya yang berharga.  Perkataan Tuhan ini menjadi kunci dasar hidup manusia yang tepat, kuat dan benar.
Pemulihan dan pendamaian sejati baru terjadi setelah adanya pertobatan.  Jikalau orang-orang yang ingin mendapat pemulihan dan pendamaian di dalam hidup, maka haruslah merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan dan bertobat.
Banyak orang mengaku beragama, banyak orang Kristen mengaku melayani tetapi hidupnya kosong dan rapuh.  Sekalipun banyak kegiatan pelayanan tidaklah menjamin memiliki kerohanian yang sehat.  Sekalipun banyak harta dan kariernya berhasil tidak menjamin sebagai perkenan dan berkat Tuhan.  Jikalau ada dosa yang belum dibereskan di hadapan Tuhan, maka segala upaya dan usaha manusia adalah sia-sia dan menuju kehancuran.
Salomo di dalam kekayaan dan ketenaran dan kebesaran, pada akhirnya jatuh dan tidak lagi menempatkan Tuhan sebagai yang pertama dan utama dan satu-satunya.  Kekayaan Israel dan bait Allah menjadi timbunan puing sejalan dengan bangsa yang tidak bertobat dan berbalik kepada Tuhan.
Hari ini banyak orang tengah membangun masa depannya.  Ada yang menyusun strategi untuk memenangkan pertempuran.  Ada yang mempersiapkan diri untuk karier.  Ada yang mengumpulkan harta dan membangun gudang-gudang menyimpang kelebihan penghasilannya.  Bahkan banyak orang saat ini sedang berkarya untuk mengerjakan kehidupan yang lebih baik dan lebih mapan.  Pertanyaannya adalah sudahkah kita meletakkan dasar hidup yang tepat?  Sudahkah pertobatan dan menemukan kehendak Tuhan menjadi dasar kita melangkah?  Kiranya Tuhan menolong kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *