CIRI CIRI ORANG MERDEKA

merah-putih-di-puncak
CIRI-CIRI ORANG MERDEKA
Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit.  Nehemiah 1:4






Banyak orang sangat merindukan kemerdekaan di kala berada di masa penjajahan, namun bila masa itu telah tiba kemerdekaan berubah menjadi tindakan semau gue.   Lihat saja orang-orang yang tadinya sulit berusaha dan kemudian bebas berusaha sampai kelewatan menjadi penguasa yang menginjak-injak saingannya.
Arti kemerdekaan yang sesungguhnya terletak dari hati yang diperbaharui.  Kemerdekaan sejati tidak ditentukan dari kebebasan fisik saja, melainkan pembaharuan hati yang tidak dibelenggu oleh kejahatan.
Nehemiah adalah salah satu contoh orang yang merdeka walaupun hidup di dalam penjajahan.  Masa yang sukar yang dihadapi bangsa Israel di dalam pembuangan di Babel telah berangsur menjadi jaman anugerah Allah yang memimpin kepada pemulihan dan pembangunan kembali Yerusalem.
Nehemiah disebut sebagai orang merdeka karena memiliki hati yang merdeka.  Mengapa di katakan demikian?  Pertama, Nehemiah memiliki kesedihan yang sangat dalam atas kerusakan tembok Yerusalem.  Banyak  puing-puing sepanjang kota Yerusalem menunjukkan kehancuran kota itu.  Seharusnya kota Yerusalem menjadi kota yang merdeka dan dibangunkan kembali.
Bukankah keutuhan tembok Yerusalem dapat disimpulkan sebagai lambang keberadaan rumah Allah yang pernah ditinggali Allah?  Yerusalem yang dulunya menjadi kota kemuliaan Allah kemudian dinistakan karena umat Allah yang meninggalkan Tuhannya.
Setiap orang yang merindukan kehadiran Allah, setiap orang yang merasa gelisah bahkan berduka sangat amat dalam atas ketidakhadiran Allah dalam hidupnya menunjukkan bahwa dirinya sudah merdeka di dalam Tuhan.
Ke dua, Nehemiah menyadari setiap keberhasilan dalam hidupnya adalah anugerah Tuhan.  Ketika ia mendapat kesempatan bahkan keistimewaan dari raja Artahsasta untuk kembali bahkan mendapat dukungan membangun tembok Yerusalem, Nehemiah menyadari adanya campur tangan Tuhan.
Hidup yang didasari dengan suatu kesadaran bahwa segala yang baik adalah campur tangan Tuhan semata adalah hidup yang merdeka.  Kemerdekaan orang percaya dimulai dengan suatu penglihatan dan bukan kebutaan atas realita hidup.  Kenyataan yang sesungguhnya, apabila seseorang dapat berhasil mengerjakan sesuatu yang baik dan benar dalam hidupnya tidak pernah semata-mata karena usaha dan kehebatannya pribadi.  Ada tangan Ilahi yang bekerja di balik kesuksesan seseorang.
Kemerdekaan dapat didengungkan setiap orang, tetapi belum tentu setiap orang telah merdeka.  Ada yang masih dijajah di dalam kebencian, kemarahan, bahkan pikiran sempit.  Ciri-ciri kemerdekaan yang dimiliki Nehemiah pun dapat kita miliki bila kita menyerahkan hidup kepada Tuhan.  Ciri-ciri kemerdekaan itu adalah hati yang rindu kehadiran Allah dalam hidup dan hidup yang sadar adanya campur tangan Allah dalam setiap keberhasilan.  Selamat Merdeka!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *