Penjahat Samping Yesus

penjahat-di-samping-yesus

Tanya:

(Dari RK): Ko Jef, mau nanya, katanya penjahat yang di samping kanan Yesus yang percaya sebelum meninggal masuk surga, tapi cuma di tempat yang gelap dan kertakan gigi, karena dia tidak memiliki upah. Karena setelah percaya dia langsung meninggal. Betul kah itu????

Jawab:

       Penjahat yang di samping Tuhan Yesus waktu di salib, keduanya adalah orang berdosa yang memang sedang dihukum mati karena dosa-dosanya. Hanya saja, yang satu mengakui dosanya dan bertobat, dan  kemudian meresponi Yesus sebagai Tuhan. Penjahat itu masuk surga karena firman Tuhan berkata, “Hari ini juga engkau akan bersama sama dengan Aku di firdaus“.

       Pernyataan Yesus untuk menerima orang berdosa yang bertobat adalah uluran tangan Allah yang disambut tangan manusia melalui iman. So, hanya berdasarkan anugerah Allah yang kita terima dengan iman-lah yang menyelamatkan dan bukan perbuatan baik kita sehingga kita layak masuk surga. (lihat.Efesus 2:8-9; Roma 10:9-10, Roma 3:23; 6:23).

       Jadi salah banget kalau dikatakan karena dia tidak memiliki upah maka di berada di tempat yang gelap dan kertak gigi. Di satu sisi jangan juga diabaikan, bahwa orang yang telah selamat karena percaya dan beriman pada Yesus adalah orang yang mengikut Yesus. Artinya, iman itu dengan perbuatan setangkai. Bila orang sudah percaya Yesus, ia harus mengerjakan hidupnya di dalam Tuhan Yesus. Sebab untuk inilah ia diciptakan: menggenapi rencana Allah dalam hidup kita sejak permulaan jaman. Tuhan mau kita hidup di dalam rencana-Nya (Efesus 2:10).

penjahat-di-samping-yesus

DIDIK ANAK JADI SUKSES

ams

DIDIK ANAK JADI SUKSES

(Baca: Amsal 22:6)

ams

       Bagaimana mendidik anak jadi sukses di masa depan? Apakah ada korelasi antara perilaku anak di Taman Kanak-kanak dengan sukses di masa depan? Penelitian yang dipublikasikan oleh American Journal of Public Health (November 2016) mengungkapkan sebuah studi komprehensif dari 800 anak selama rentang waktu 20 tahun mulai dari usia Taman Kanak-kanak hingga usia kerja, bahwa mereka yang memiliki kemampuan sosial dan psikis yang baik cenderung lebih berhasil dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan dalam keadaan tidak biasa berbagi, sulit bekerjasama dengan orang lain, enggan mendengarkan orang lain dan tidak terlatih menyelesaikan masalah.

       Penelitian ini hendak menekankan ulang bahwa pendidikan bukan melulu kepada hasil prestasi akademis. Sebaiknya anak diberi wadah untuk mengungkapkan perasaan (sharing and learning how to manage emotions) dan belajar berbagi dengan orang lain baik itu lewat pendidikan di rumah, dalam perjalanan, sedang makan malam bersama keluarga, di tempat ibadah ataupun di sekolah.

       Apabila kita mengamati ulasan singkat dari penemuan penelitian terbaru dengan apa yang dikatakan dalam Alkitab, maka kita akan menemukan bahwa jauh sebelum penelitian demi penelitian tentang perkembangan anak dilakukan, Firman Tuhan telah memberikan arahan yang mendasar dan sangat penting bagi keberhasilan masa depan anak dan generasi muda. Kalau boleh saya simpulkan secara sederhana, yang paling utama adalah mendidik anak mengenal dan menghormati Tuhan. Anak yang hidup tanpa takut akan Tuhan adalah seperti manusia hidup tanpa dasar, setiap saat bisa hancur oleh fondasi hidup lain yang tidak menentu. Kedua, seperti kata Amsal bahwa anak yang di didik (berarti ada usaha dan kerja keras dari kita tentunya sebagai orang tua dan pendidik) di jalan yang benar dan sehat (dalam hal ini termasuk mental kepribadian dan pergaulan yang sehat) maka anak tersebut siap untuk menjadi berhasil dan menghadapi hidup di dunia ini.

       Menurut Anda, bagaimana cara terbaik mendidik anak memiliki kemampuan sosial dan emosional yang kuat? Anda diundang memberikan komentar praktis. Salam pendidikan.

DIDIKLAH ORANG MUDA MENURUT JALAN YANG PATUT BAGINYA, MAKA PADA MASA TUANYA PUN IA TIDAK AKAN MENYIMPANG DARI PADA JALAN ITU

BELAJAR MEMPERCAYAI AGENDA TUHAN

hidup

BELAJAR MEMPERCAYAI AGENDA TUHAN

(Amsal 3:5)

hidup

 

       Seorang bapak datang kepada saya untuk konsultasi. Ia begitu cemas dengan masalah kesehatannya dan mulai tergoda untuk mendatangi dukun modern. Disebut dukun modern karena meskipun mengaku sebagai dokter tetapi ketika operasi sekali usap penyakit dan darah bekas operasi  hilang sekejap. “Bolehkah saya  ke sana? Saya tetap percaya Tuhan.

       Tidak jauh dari peristiwa itu, seorang ibu kuatir karena gwamia bahwa suaminya akan meninggal dalam beberapa tahun. Suaminya begitu percaya ramalan tersebut dan mempersiapkan segala sesuatunya termasuk surat wasiat. “Bagaimana sikap saya?

       Kitab Amsal sungguh memberikan arahan dan bimbingan mengenai hidup di dalam Tuhan. Kata “percaya” yang dipakai dalam ayat ini bukan sekedar persetujuan atau pengakuan bahwa Tuhan ada, tetapi lebih kepada penyerahan total dan kemauan sepenuh hati mengikut Tuhan ketimbang mengandalkan pikiran diri sendiri.

       Adalah mudah bagi kita untuk membuat segala sesuatu “rasional” dengan mencari jalur alternatif. Itulah kecenderungan manusia mandiri di era modern. Dalam hidup ini ada banyak  hal yang melampaui pengertian kita. Di saat seperti itu iman dan rasio bukan bertentangan tetapi justru bekerja sama melampaui akal untuk mencapai kebenaran Firman Tuhan.

       Bagi kita yang tidak bergumul dalam masalah di atas adalah sangat mudah mengatakan,”Jangan ke dukun atau jangan percaya ramalan”.  Saya lebih memilih mengatakan, Tuhan mengerti. Tuhan peduli. Hidup mati manusia ada di tangan Tuhan. Mari andalkan cara Tuhan. Ubah energi negatif kepada energi positif. Dari pada tenaga habis untuk pikiran negatif, cemas, kuatir lebih baik menghabiskan pikiran, tenaga untuk mengasihi orang-orang di sekitar kita. Apabila kita mendengarkan dan mengikuti Firman Tuhan, maka IA sanggup menjaga hidup kita pada trek yang seharusnya. Oh ya, Puji Tuhan! Akhirnya bapak tersebut tidak jadi ke dukun. Demikian dengan ibu tersebut dikuatkan oleh Firman Tuhan untuk menkonversi dari energi negatif ke positif.

KETIKA KITA BELAJAR MENGHORMATI TUHAN, IA SANGGUP MENUNTUN DI JALAN KEHIDUPAN

GELAP… GUBRAAKKK…!

terang

GELAP! “GUBRAAK..!”

(Baca: Yohanes 8:12)

light-of-world

 

       Berjalan dalam gelap itu memang tidak enak. Malam itu saya terbangun hendak buang air kecil. Berhubung semua lampu sudah dimatikan, maka saya meraba-raba untuk mencari pintu dan tiba-tiba, “gubraak…!” benturan pintu dengan kepala membuat badan yang setengah sadar langsung bangun. Akhirnya sejak saat itu kami memasang lampu kecil yang otomatis menyala apabila gelap. Meskipun lampu secuil, betapa indahnya makna terang di tengah kegelapan.

       Berjalan dalam gelap itu memang tidak enak. Terang adalah satu-satunya harapan ketika kita menyadari arti hidup dalam kegelapan. Inilah yang disampaikan Yesus pada saat itu, bahwa orang yang berjalan dalam terang tidak akan terjatuh di dalam kegelapan. Yesus bukan menyediakan terang secuil atau redup-redup, tetapi terang secara berlimpah agar kegelapan itu sirna.

       Banyak orang hidup dalam kegelapan dan membentur ke kiri dan ke kanan. Kebencian, iri hati, balas dendam dan saling menjatuhkan adalah ciri dari orang yang hidup dalam kegelapan. Kegelapan lah yang membuat manusia tidak melihat kebenaran dan hidup dalam kehancuran. Sebaliknya, hidup dalam terang lah yang membuat manusia melihat kebenaran dan kebenaran itu memerdekakannya. Orang yang hidup dalam terang memancarkan perbuatan yang benar dan bukan hanya baik, kasih dan bukan hanya adil.

       Saya pikir standar orang sukses bukan orang kaya, pandai atau banyak prestasi dan besar pengaruhnya. Orang yang sukses adalah orang yang memahami apa tujuan ia ada di dunia dan mengetahui dengan pasti kemana ia akan pergi. Orang yang berhasil tidak akan hidup di dalam kegelapan, karena kegelapan berarti kegagalan. Orang yang hidup dalam terang dari dalam hatinya memancarkan aliran kehidupan. Anda ingin mengisi hari-hari dengan keberhasilan? Hiduplah dalam Terang! Amin.

JESUS ONCE AGAIN ADDRESSED THEM: “I AM THE WORLD’S LIGHT. NO ONE WHO FOLLOWS ME STUMBLES SAROUND IN THE DARKNESS. I PROVIDE PLENTY OF LIGHT TO LIVE IN.”

terang