APAKAH ANDA BERGUNA?

Acts

APAKAH ANDA BERGUNA?

Baca: Kisah Para Rasul 18:24-28

“… Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorangyang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya.” Kisah Para Rasul 18:27b.

 Acts

 

       Kalau seandainya Anda ditanya dalam sebuah survei: Apakah menurut Anda, wakil rakyat Indonesia saat ini berguna bagi pembangunan bangsa atau lebih banyak mudaratnya? Apakah jawab Anda? Saya sering mendengar di media massa terkhusus banyak komentar pembaca yang menyatakan bahwa lebih baik wakil rakyat dibubarkan karena terlalu banyak minta “jatah”, kritik, komentar, ribut tetapi kurang dirasakan berguna bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat secara benar.

       Menjadi berguna dalam hidup ini adalah cita-cita dari hakikat manusia sejak awal (Kejadian 1:28). Menjadi tidak berguna adalah sebuah pembiaran waktu, kerugian dan kegagalan. Tidak terluput dengan pengikut Kristus, pun dipanggil untuk berguna bagi sesama demi kemuliaan Tuhan.

       Inilah yang terjadi kepada Apolos, seorang yang dirasakan sangat berguna bagi jemaat Akhaya (Kisah Para Rasul 18:27). Apolos menyemangati kerohanian jemaat dan meyakinkan banyak orang bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Ia memiliki kelebihan: fasih berbicara, mengenal baik budaya Yahudi dan memahami Firman Tuhan (bdk.ay.24 dan 26). Apolos dipakai Tuhan luar biasa oleh anugerah-Nya sehingga umat Tuhan di Akhaya semangat menjalani hidup sebagai amanah dari Tuhan.

       Hari ini banyak umat Tuhan kurang berguna di tengah-tengah Gereja-Nya. Mereka hanya pengunjung keagamaan yang datang, duduk, dengar dan pulang dalam liturgi rutinitas. Padahal kedahsyatan pengalaman berjalan dengan Tuhan seringkali tidak didapatkan di dalam gedung dan tembok organisasi. Itu terjadi ketika hidup untuk Tuhan dan menggunakan keunikannya untuk jadi berkat bagi sesama. Apakah Anda sudah berguna bagi Tuha dan sesama? Bila belum, kini saatnya mulai memikirkan dan mempraktikkan Firman Tuhan. Bila sudah dan sedang dilakukan, kini saatnya evaluasi: waspada kesombongan dan sadar hanya anugerah Tuhan saja bila kita boleh berguna bagi-Nya.

 

MENJADI BERGUNA ADALAH CITA-CITA DARI HAKIKAT MANUSIA SEJAK AWAL PENCIPTAAN

encourage

 

 

(Anda boleh mengisi pertanyaan di bawah ini untuk menolong aplikasi renungan Firman Tuhan)

Saya berguna bagi Tuhan dan sesama dalam hal:

  • (contoh) mendoakan kerabat/teman yang berada di Rumah Sakit.
  • (contoh) saya penjual bunga dan ingin mempersembahkan satu buket di depan mimbar gereja.
  • (contoh) saya ingin menyisihkan uang saku untuk membeli Alkitab Kabar Baik bagi orang-orang di pedalaman.
  • (contoh) suaraku lumayan baik, maka saya ingin ikut paduan suara agar dapat menyanyi dengan sepenuh hati sambil berdoa ada orang-orang boleh dilawat Tuhan lewat pujian.
  • Anda dapat menambahkan: ….
  • …………………………………………………
  • …………………………………………………

 

 

BERANI TAMPIL BEDA

hidup suci itu

BERANI TAMPIL BEDA

(Baca: I Petrus 1:13-16)

“Kuduslah kamu, sebab Aku Kudus” I Petrus 1:16.

hidup suci itu

 

 

       Apakah Anda pernah naik lift? Ada sebuah penelitian menarik tentang “Konformitas” (manusia cenderung menyesuaikan berdasarkan penguatan) dengan mengkondisikan sekelompok orang sudah berada di dalam lift. Ketika orang asing (subjek yang hendak diteliti) masuk, kelompok ini yang berjumlah sekitar 6-7 orang langsung ramai-ramai menghadap ke selatan. Orang yang baru datang bingung dan dalam beberapa detik kemudian ikut menghadap ke selatan. Setelah sekitar 5 detik, sekelompok orang di dalam lift tersebut menghadap ke barat semua dan dalam kebingungan orang asing ini ikut menghadap ke barat (https://youtu.be/gZ-kd0m7-Jc). Kesimpulan dari konformitas ini adalah manusia cenderung menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar alias ikut arus.

       Berani tampil beda adalah pengertian lain dari hidup kudus. Petrus mengingatkan jemaat di perantauan pada waktu itu (I Petrus 1:1) agar waspada tidak hanyut dalam kebiasaan hidup orang-orang sekuler yang tidak melibatkan Tuhan. Orang yang memperoleh anugerah Tuhan meletakkan dasar pengharapannya kepada Yesus Kristus dengan hidup kudus. Kudus/saleh/suci bukan barang aneh, langka, atau sekedar slogan, tetapi realitas hidup sehari-hari yang sadar bahwa orang percaya dipanggil dan ditebus untuk hidup di dalam Tuhan yakni berani tampil beda dengan dunia.

       Petrus belum mengenal teori Psikologi dalam Konformitas, tetapi menyadari bahwa orang percaya adalah juga manusia lemah yang perlu waspada sambil melatih terus hidup kudus. Aplikasinya seperti ini: Apakah kita berani tampil beda ketika orang-orang sekitar korupsi? Apakah kita berani tidak mencontek ketika semua teman sekelas melakukannya? Apakah kita tetap ke gereja, berdoa, membaca Alkitab ketika orang-orang sekitar tidak melakukannya? Kalau hidup di lingkungan semua orang melakukan yang baik dan benar itu lebih mudah, tetapi ceritanya bisa lain bila hidup di perantauan.

       Setuju atau tidak; percaya atau tidak, kita semua sedang hidup di perantauan kesementaraan dunia. Suatu saat semua akan berakhir, waktu akan berhenti, kesementaraan berganti menjadi kekekalan. Kalau kita masih diberi kesempatan hidup saat ini, itu artinya ada hal-hal yang Tuhan mau kita kerjakan dengan benar dan baik. Pertajam kesadaran rohani dengan belajar hidup kudus: Berani tampil beda.

 

HIDUP SALEH ITU SEPERTI MEWARNAI DUNIA ABU-ABU YANG HAMPA

called to be holly

SAKIT SEMBUH

3

SAKIT SEMBUH

Baca: II Raja-raja 20:1-11

“… Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau” (II Raja-raja 20:5b).

2

 

 

       Anda pernah sakit dan sembuh? Sakit adalah manusiawi sebab manusia hidup di dunia yang tidak sempurna, di tengah bakteri dan virus. Tetapi sakit dapat membawa kita lebih dekat atau justru jauh dari Tuhan.

       Itulah yang dialami oleh raja Hizkia, seorang pengikut Tuhan seperti Anda dan saya. Ia menyembah Tuhan, melayani, bahkan mengalami mujizat Tuhan yang luar biasa (II Raja-raja 19), tetapi juga sekaligus punya kelemahan dan kesalahan (II Raja-raja 20:12-19). Waktu itu bahkan ia sakit parah dan hampir mati (II Raja-raja 20:1). Hizkia berdoa dan Tuhan menjawab, “SEMBUH!” Dalam keadaan sakit Hizkia memilih mencari Tuhan.

       Baru-baru ini saya sakit. Otot-otot pegal, kepala berat, demam, mual dan muntah hingga berdarah tentu sangat tidak nyaman dan harus dipaksa istirahat. Ada pepatah mengatakan, “Apabilah Anda terlalu pelit mengambil waktu istirahat, maka sakit akan memaksa Anda beristirahat.” Inilah yang saya alami karena berpikiran terlalu sayang membuang waktu untuk santai sementara ada banyak hal yang bisa dilakukan.

      3 Hidup dan mati memang milik Tuhan. Sakit dan sembuh sebenarnya adalah hak Tuhan yang memberi. Manusia hanya berusaha, baik dengan obat-obatan, istirahat maupun gaya hidup sehat. Sakit mengingatkan kita untuk lebih cari Tuhan atau marah dengan Tuhan; membuat kita refleksi kebodohan diri yang kurang bisa atur waktu atau menyalahkan virus/bakteri dari orang lain. Hizkia cari Tuhan dan disembuhkan. Sebagian orang lain tidak percaya Tuhan juga Tuhan kasih kesempatan untuk sembuh. Kesembuhan tidak hanya tergantung dari kepercayaan kita sebab itupun pemberian Tuhan.

       Berbahagialah orang yang berpikir positif dan justru mengandalkan Tuhan di tengah-tengah kesulitan termasuk sakit. Doa saya Tuhan menyembuhkan Anda yang sakit, menguatkan Anda yang imannya bimbang dan menyemangati Anda yang sehat untuk menghargai anugerah Tuhan yang indah. Amin.

 

SETIAP HAL YANG TUHAN IJINKAN TERJADI MENGAJAR KITA SIAPA TUHAN DAN SIAPA KITA SESUNGGUHNYA

RAGU ITU BIASA

dice

RAGU ITU BIASA

Baca: Yohanes 20:24-29

Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Yohanes 20:29.

dice

 

       Pernah suatu kali saya hendak mengikuti pendidikan lanjutan teologi lewat kuliah online. Semula semua tampak lancar, namun ketika hendak mendaftar dengan jalur telepon internasional saya menyadari ada keraguan besar. Pasalnya orang yang mengaku sebagai kepala administrasi doktor teologi meminta nomor kartu kredit dan dibayar lunas. Singkatnya, keraguan membuat saya mencari lebih banyak lagi informasi termasuk lembaga akreditasi teologi Amerika Serikat dan Kanada. Kesimpulannya, saya hampir ditipu.

       Keraguan itu biasa karena bentuk mekanisme logika seseorang terhadap paradoksi atau kontradiksi. Bagaimana apabila ragu terhadap adanya Tuhan? Ragu dengan iman percaya kepada Tuhan Yesus? Itulah yang dialami oleh Thomas/Didimus ketika berhadapan dengan kebangkitan Yesus dari kematian pasca salib. Kalau dikuburan Yesus melarang Maria menyentuh-Nya tetapi justru di ruangan para murid berkumpul, Yesus mengajak Thomas menaruh jarinya ke tangan dan lambung Yesus (Yohanes 20:17,27). Semua itu diperbuat Yesus karena sayangNya terhadap murid peragu ini.

       never doubtDelapan hari setelah kebangkitan Yesus dan kemudian menjumpai Didimus bukan perkara deduksi atau induksi dalam rana filsafat tetapi perkara momentum Tuhan menyapa manusia. Bukan sekedar rasio dan empirisme tetapi tentang menyelesaikan keraguan menjadi keyakinan bahwa benar ada Tuhan dan setiap orang yang percaya memperoleh hidup dalam nama Tuhan Yesus Kristus (Yohanes 20:31). Anda ragu terhadap Yesus? Gunakan kesempatan indah ini untuk semakin belajar dan cari siapa Yesus itu. Ingat bukan dengan prasangka negatif/hipotesa non objektif tetapi sesuai sumber resmi Alkitab adalah Firman Tuhan.

       Ketika merenungkan perikop Alkitab ini, saya terharu betapa Tuhan tetap sayang dan mau memberikan berkat damai sejahtera bahkan terhadap orang yang ragu siapa Yesus. Berbahagialah orang yang percaya dan mengikut Yesus walau tidak melihat. Amin.

 

DAHSYATAN PERCAYA DAN MENGIKUT YESUS TIDAK DIBATASI DARI METODE DEDUKSI ATAU INDUKSI, ITU ADA KETIKA TUHAN MENYAPANYA.