SADARKAH, TUHAN SEDANG MENJUMPAIMU?

1


SADARKAH, TUHAN SEDANG MENJUMPAIMU?
(Baca: Kejadian 28:10-22)
Suara TUHAN di atas air Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak.
Mazmur 29:3-4
 Ketika memimpin doa pagi, saya mengambil Mazmur 29 sebagai bacaan Alkitab.  Hal yang menggembirakan hati ketika persiapan pelayanan ini adalah kesadaran bahwa Tuhan sedang berbicara. Ini adalah berkat spesial buat saya.
 Yakub yang baru saja lari meninggalkan keluarganya; sedang menghindari konsekuensi dari perbuatan curangnya terhadap Esau.  Kendati demikian Tuhan tetap menjumpai Yakub bukan karena kebaikannya  tetapi karena kasih karuniaNya semata.  Tuhan memanggil dan memberi Yakub janji penyertaan dan melibatkannya dalam rangkaian karya Tuhan yang maha dahsyat dalam sejarah dan masa depan. 
Apakah Anda merasa Tuhan berbicara kepada Anda?  Ada kalanya Tuhan tidak berbicara apapun kepada manusia karena manusia mengeraskan hati dan tidak percaya.  Ada kalanya Tuhan tidak berbicara karena dosa yang belum dibereskan.  Ada kalanya Tuhan berbicara lewat peristiwa menakjubkan seperti Yakub yang lihat malaikat naik turun tangga.  Ada kalanya Tuhan berbicara lewat peristiwa sederhana dan sehari-hari yang mencerahkan pemikiran kita.
Renungkan sejenak apa yang menjadi sapaan Tuhan kepada Anda hari ini? Bisa jadi itu suara sepoi-sepoi angin, suara burung berkicau atau bahkan lewat kebaikan orang di sekitar Anda.  Bisa jadi sapaan Tuhan datang lewat mimpi untuk membawa Anda bertobat dari jalan dosa, atau sebuah langkah kecil untuk keluar dari rutinitas akan menolong kita mendengarkan suara Tuhan ketimbang suara kebisingan duniawi. 
ADA KALANYA KITA TULI MENDENGAR SAPAAN TUHAN SAMPAI KITA BERANI MENGAMBIL LANGKAH KELUAR DARI KEBISINGAN DUNIAWI.

ANTARA IS, AKHIR ZAMAN DAN SIKAP NASRANI

end



Antara IS, Akhir Zaman dan Sikap Nasrani
(Baca: I Petrus 4:12-19)
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.  I Petrus 4:7
Apakah Anda mendengar atau melihat clip video pembantaian IS (Islamic State) di Iraq dan Siria? Respon manusia pada umumnya: ngeri, sedih, dan tidak habis pikir bagaimana orang merampok tanah dan harta orang lain, membunuhi dengan sadis sambil berseru menyebut nama “Allahu Akbar” (Tuhan Maha Besar).   
Ketika mencermati situasi terkini, saya teringat apa yang dikatakan Tuhan Yesus mengenai akhir zaman, “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji… di mana ada bangkai, di situ ada burung nazar berkerumun.” (Matius 24:15-28). Bukan hanya peperangan, siksaan berat, penyesatan, bencana alam tetapi juga dengan jelas Tuhan Yesus mengingatkan bahwa akan datang hari-hari di mana orang melakukan kekejaman atas nama Tuhan dan yang paling diwaspadai adalah adanya penyesatan pada ajaran kebenaran.
Surat Petrus kepada orang-orang perantauan Nasrani jaman itu juga menegaskan apa yang telah dinubuatkan Yesus, bahwa orang-orang percaya harus berjaga-jaga saat masa penganiayaan datang. Petrus mengingatkan agar kalaupun menderita jangan karena berbuat jahat, membunuh, mengacau, mencuri tetapi berada dalam kondisi senantiasa berbuat baik, sehingga penderitaan karena Kristus adalah kehormatan bagi pengikut-Nya.
Apakah ISIS ada di Indonesia? Jawabannya jelas “TIDAK..!”, tetapi pengikut IS (Islamic State) banyak!  Bagaimana sikap kita sebagai pengikut Kristus? Jangan berdiam diri. Jangan hanyut dalam kecemasan dan ketakutan.  Tetap berbuah dalam perbuatan baik, tetap mengikut Kristus karena akan datang hari penghakiman Tuhan.  Kedatangan Kristus semakin dekat!
JANGAN TERJEBAK DALAM LINGKARAN SETAN, TETAPKANLAH HATI BERBUAH PERBUATAN BAIK BAGI KRISTUS

COCOK DENGAN UMURNYA

11

COCOK DENGAN UMURNYA
(Baca: I Korintus 14:1-40)
Saudara-saudaraku, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu! I Korintus 14:20
 
Ayaka Shiomura (35 tahun) duduk meneteskan air mata setelah menyuarakan kesetaraan emansipasi wanita di Tokyo Assembly Meeting.  Apa yang terjadi? Rupanya disela-sela pidatonya, ia di interupsi berbunyi, “Sudah, cepat menikah sana!” dan “Memangnya kamu bisa punya anak?” Ungkapan pelecehan ini sontak membuat reaksi publik secara ekstrim.  Kemudian Ayaka menantang laki-laki tersebut untuk maju mempertanggungjawabkan ucapannya. 
Orang yang masih muda bisa jadi menunjukkan sikap dewasa, orang yang sudah tua bisa jadi memperlihatkan sikap kekanak-kanakan. Itulah yang disampaikan Paulus agar orang-orang percaya di kota Korintus bertumbuh dewasa secara rohani.  Pikiran Nasrani yang kekanak-kanakan adalah masih percaya tahayul, kalau sakit ya Tuhan juga pegang jimat, membandingkan diri dengan orang lain dari kekayaan, status, dan jabatan.  Seharusnya setiap orang Nasrani walau berbeda tetapi harus memiliki semangat untuk saling membangun dan menguatkan dalam Kristus.
Mencela, menghakimi, merasa diri hebat adalah sikap “kanak-kanak” dan harus diganti dengan sikap  sopan, teratur dan membangun.  Dari pada menghasilkan kerusakan, lebih baik berkarya jadi berkat bagi banyak orang.  Dari pada buat kekacauan, lebih baik menghasilkan keteraturan.  Dari pada meninggikan diri, lebih baik bersikap menolong untuk kebaikan bersama. Ingat! Kemampuan dan status yang tinggi hanyalah anugerah Tuhan.
Oh ya, Akihiro Suzuki umurnya jauh lebih tua (51 tahun) tetapi sikapnya memalukan dihadapan wanita muda.  Akhirnya ia mengadakan jumpa pers dan menyatakan permintaan maaf secara langsung.  Akihira berani tanggung jawab atas perkataanya.  Kalau di Indonesia, kira-kira bagaimana ya akhirnya? Kiranya Tuhan menolong kita jadi dewasa dalam kebaikan.
 
KEDEWASAAN SESEORANG TIDAK DITENTUKAN OLEH UMUR TETAPI OLEH SIKAP & PERILAKUNYA.  DEWASA ROHANI TIDAK DIUKUR BERAPA BANYAK JABATAN PELAYANAN TETAPI SEBERAPA JAUH PERUBAHAN HIDUPNYA DALAM KRISTUS.

LIBUR HAMPIR SELESAI

600px-Ipomoea_purpurea_2400px


LIBUR HAMPIR SELESAI
(Baca: Ibrani 11:1-40)
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. 
Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada,
Dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Ibrani 11:6
Apa yang Anda lakukan selama liburan ini? Kalau kami sekeluarga lebih banyak di rumah saja.  Putra saya yang duduk di kelas 1 SD (Sekolah Dasar) mendapat tugas merawat tanaman morning glory dari sekolahnya. Tanaman dengan nama latin Ipomoea pur purea ini hanya mekar di pagi hari dan selama musim panas. Tanaman ini konon digunakan sebagai obat dan sekaligus seni hias keindahan taman.
Setiap pagi putra saya menyirami tanaman itu, menghitung dan mencatat warna yang mekar pada hari itu. Bagi saya, anak ini bukan hanya mengerjakan tugas sekolah, tetapi belajar bertanggung jawab secara sungguh-sungguh. Hasilnya? Sudah lebih puluhan bunga morning glory mekar!
Mengerjakan tanggung jawab secara sungguh-sungguh bukan sekedar “Iya!” tetapi harus dilakukan terus hingga ada hasilnya.  Hidup iman percaya kepada Kristus pun demikian, bukan sekedar “Ya dan amin!” di depan Tuhan dan umat-Nya tetapi diri ini harus terus disirami Firman Tuhan dan kemudian orang percaya berbuah terus menjadi berkat entah dihargai/diejek, entah diterima/ disalahpahami, entah dibalas berkat/disakiti oleh orang lain.  Tujuan perbuatan baik berakar dalam Kristus dan bukan karena dilihat manusia.
Penulis Ibrani memaparkan kesaksian hidup para tokoh Alkitab karena iman.  Ada kalanya ketekunan menghidupi iman Nasrani menghasilkan berkat luar biasa seperti Abraham dengan banyak hartanya, seperti Daud dengan banyak kemenangannya; tetapi ada kalanya harus melewati penderitaan diejek, didera, dibelenggu, dipenjara, dilempari, digergaji dan dibunuh dengan pedang (Ibrani 11:35-38).  Mari selagi masih ada hari, kita sungguh-sungguh mencari-Nya dan menyirami kerohanian dengan Firman Tuhan. Berbuah jadi berkat adalah konsekuensi logis dari hidup orang percaya. Soli Deo Gloria.
SEPERTI TANAMAN YANG DISIRAM DAN MENGHASILKAN BUAH, DEMIKIAN ORANG NASRANI PERLU SIRAMAN ROHANI DAN WAJIB MENGHASILKAN BUAH BAGI KEHIDUPAN.