KANKER IRI HATI

contentment


KANKER IRI HATI
(Baca: Markus 3:1-6)
“Ulurkanlah tangamu!“  Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Markus 3:5b
Kamus Oxford mendefinisikan kata “kanker“ sebagai penyakit tidak terkontrol dari sel-sel yang abnormal di dalam tubuh.  Kanker berasal dari kata Yunani karkinos yang artinya merayap, menjalar ke seluruhnya.  Iri hati boleh disebut sebagai kanker ketika dosa yang satu ini tidak dibereskan.
Fakta menunjukkan bahwa di lingkungan agamawi dapat muncul kanker iri hati seperti yang tampak para pemuka agama yang disebut Farisi dan Herodian (Markus 3:6, bdk.Matius 27:18)).  Sekilas telisik  mengungkapkan bagaimana Kain membunuh Habel karena iri hati (Kejadian 4); Yusuf dijual saudara-saudarnya karena iri hati (Kejadian 37); Musa dimosi tidak percaya kepemimpinannya  oleh Harun dan Miryam karena iri hati (Bilangan 12); Saul berulang kali hendak membunuh Daud karena iri (I Samuel 18); Nabot mati keji karena iri hati raja Ahab (I Raja-raja 21) bahkan Yesus disalib pun karena iri hati oleh tokoh masyarakat, Ahli Taurat (Matius 27:18).  Rupanya kanker iri hati bukan hanya menjangkiti orang miskin dan “kecil“ tetapi juga dapat menggerogoti orang dekat maupun “besar“.
Iri hati bermula dari sejarah manusia Adam dan Hawa ketika merasa berhak memiliki apa yang bukan miliknya (Kejadian 4). Iri hati yang terus dipupuk dan tidak dibereskan dalam pertobatan akan menghasilkan dengki dan membuahkan kejahatan mulai dari trik politik keji hingga pembunuhan sadis.  Anda dan saya sama sekali tidak kebal terhadap kanker dosa ini. Waspada dengan pikiran membandingkan, “kenapa orang lain punya atau lebih dari saya?“ dari pada belajar bersyukur dan bekerja dengan jujur dan smart. Kiranya hati ini terus di cek up oleh Dokter Ilahi. AWAS KANKER IRI HATI!
BELAJAR MENGUCAP SYUKUR ADALAH VITAMIN YANG KUAT DAN BERDOSIS TINGGI

ROTI JAMURAN

3


ROTI JAMURAN
(Baca: Markus 8:14-21)
“Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” (Markus 8:15).
Pernakah Anda makan roti jamuran?  Roti yang sudah tidak segar dapat ditumbuhi berbagai macam bakteri.  Dokter Michael P.Doyle, PhD (Direktur Centre for Food Safety dari Univeristas Georgia, Amerika Serikat) menyatakan bahwa memang ada makanan berjamur yang tidak beracun dan beracun.  Makanan yang jamuran dapat menyebabkan reaksi alergi dan keracunan yang disebut mycotoxinsdan aflatoxins.
Ketika murid-murid lupa bawa bekal makan siang di atas perahu, Yesus mengatakan, “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” (Markus 8:15).  Apa maksud Yesus.  Apakah ini yang disebut roti jamuran dan beracun?  
Roti tak beragi berkaitan dengan perayaan Paskah di Perjanjian Lama yakni bergegas makan roti tanpa difermentasi oleh ragi mengingatkan umat yang dibebaskan Allah dari penjajahan Mesir.  Roti tak beragi lambang kekudusan hidup.  Ragi Farisi dan Herodes adalah lambang hidup yang munafik dan gila harta, jabatan dan kekuasaan.  Yesus tidak bicara tentang teknis logistik tetapi bicara waspada akan hati yang beracun.
Godaan berbohong, mencuri, korupsi, termasuk semua usaha yang kelihatan baik bisa jadi lahir dari ketakutan, kekuatiran dan kurang percaya pada pemeliharaan Tuhan.  Ingat! Pengikut Kristus adalah densus 5512 dan densus 747.  Maksudnya orang-orang percaya adalah satu khusus dari Kristus yang  jadi berkat dari 5 roti untuk 5000 orang, sisa 12 bakul (5512) dan 7 roti untuk 4000 orang lebih 7 bakul (747).  Tuhan sanggup koq memberkati Anda dan saya secara berlimpah bahkan memberkati banyak orang lewat keterbatasan kita.  Jangan makan roti yang sudah jamuran!  Makan roti sehat berkat Tuhan saja!
INGAT KITA ADALAH DENSUSNYA ALLAH.  TUHAN SANGGUP MEMBERKATI BAHKAN LEWAT KETERBATASAN KITA. MARI GUNAKAN CARA HIDUP YANG TUHAN MAU.

WANI PIRO?

wani-piro

WANI PIRO ?
(Baca: Markus 1:16-20)
Ketika merenungkan Markus 1:16-20, saya teringat pada frasa bahasa Jawa, “wani piro?” (artinya: Berani bayar berapa?)  Apakah ikut Yesus itu nekad-nekadan?  Apa sebanding dengan masa depan yang didapatkan?  Kampanye Capres saja berani beri Rp.50.000 untuk  puluhan ribu orang,  bagi-bagi becak, motor, banyak hadiah, asuransi gratis, ditambah makan siang dan itu belum termasuk “kursi panas” & proyek besar.  Capres kampanye naik helikopter, pesawat dan jet pribadi.  Yesus jalan kaki, tidak pegang uang, sesekali naik keledai. Bisa jadi orang akan bertanya, ”Yesus berani bayar berapa untuk “kampanye” kerajaan Allah?”
 Yesus memanggil Simon, Andreas, Zebedeus dan Yohanes untuk menjadi penjala manusia dan meninggalkan pekerjaannya sebagai penjala ikan dibilangan Danau Galilea.  Sebelumnya Alkitab mencatat mujizat Yesus lewat ikan berlimpah di perahu  (bandingkan Matius 4:18-22 dan Lukas 5:1-11).  Mereka bukan saja kagum, gembira, tetapi juga meninggalkan segala sesuatu dan keliling pelayanan mengikut Yesus. Kenapa? Karena Yesus adalah Tuhan, yang sakit sembuh, yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang lapar dikenyangkan, mati dibangkitkan, dosa diampuni dan Yesus bayar harga total dirinya sampai mati di kayu salib.
Jelas mengikut Yesus bukan tentang uang, harta apalagi jabatan, tetapi tentang hidup yang penuh, sukacita, damai sejahtera, menjadi manusia yang sesungguhnya dan kebemermaknaan yang kekal. Ketika dunia mengatakan, Wani piro? Yesus menjawab, “Total!”  Ketika Yesus bertanya, Wani piro?  Apa jawab Anda?
KETIKA DUNIA MENGATAKAN “WANI PIRO”? YESUS MENJAWAB, “TOTAL!”.  KETIKA YESUS BERTANYA, “WANI PIRO?” APA JAWAB ANDA?