KETIKA YANG DIHARAPKAN TIDAK KUNJUNG DATANG

empty


KETIKA YANG DIHARAPKAN TIDAK KUNJUNG DATANG
(Baca: Kejadian 23:1-20)
Faith makes us sure of what we hope for and gives us proof of what we cannot see. Hebrew 1:1
Pernakah Anda menantikan sesuatu dan Kemudian apa yang diharapkan ternyata tidak terwujud?  Bagaimana perasaan Anda?  Kecewa? Marah? Putus asa? Atau bahkan Anda kehilangan kepercayaan?  Kurang lebih seperti inilah yang terjadi dalam kehidupan Sara istri Abraham.
Jalan cerita kehidupan yang panjang dan berliku dari seorang wanita bernama Sara dimulai jauh sebelum Ur-Kasdim.  Wanita ini boleh dikatakan hampir memiliki segala yang diinginkan manusia pada umumnya.  Suaminya seorang yang kaya, pandai, berpengaruh, penting dan berhikmat.  Ia memiliki banyak budak yang siap melayaninya.  Hanya satu yang tidak dipunyai waktu itu: seorang anak kandung.  Yang menarik dari peristiwa kehidupannya adalah Tuhan berjanji memberikan anak dan menjadikannya bangsa yang besar dari keturunan Abraham.
Puluhan tahun menanti, akhirnya anak kandung yang bernama Ishak dilahirkan dari rahim Sara (Kejadian 21:1-7).  Di umur 127 tahun Sara meninggal tanpa melihat cucu dan cicit yang dijanjikan Tuhan.  Bukankah Tuhan menjajikan keturunan Abraham seperti pasir di laut dan bintang di langit (Kejadian 22:17)?  Di saat Sara tutup usia, ia bahkan belum melihat Ishak menikah apalagi memiliki anak.  Apa yang dipercaya Sara tentang janji Tuhan tidaklah dilihat sepenuhnya.  Sara tidak melihat apa yang diharapkannya.
Hari ini ketika kita percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan Yesus Kristus, bisa jadi apa yang kita harapkan di dalam Tuhan itu belum terwujud sepenuhnya.  Ada orang berpikir bahwa berkat Tuhan hanya sebatas kesembuhan dan hal-hal lain yang kelihatan mata.  Bagaimana bila ia tidak sembuh dan meninggal dalam sakitnya?  Apakah bila demikian Tuhan tidak bisa dipercayai?  Bagaimana bila kita berharap kepada Tuhan atas sesuatu dan ternyata tidak dikabulkan?  Pada saat seperti inilah sebenarnya seseorang yang bergumul itu menunjukkan kualitas apakah tetap beriman atau menyangkal Tuhan.  Orang yang hidup hanya dengan mujizat hanya akan percaya dan menantikan yang kelihatan.  Orang yang hidup dengan iman, tetap mempercayai dan mengikut Tuhan walaupun tidak melihat dan mendapatkan apa yang diharapkannya.
Hari ini ketika kita sekolah dan tidak menyontek seperti seisi kelas dan nilai mereka semua bagus.  Sementara nilai kita yang sudah belajar sungguh-sungguh dapat minim angkanya, apakah kita masih mau mempercayai dan mengikut jalan-Nya Tuhan?
Ketika Kita bekerja dan melayani dan kemudian tidak ikut-ikutan menggelapkan uang, korupsi ataupun cara-cara yang tidak benar, lalu dari pihak atasan atau manajemen mengebiri kita, adakah kita masih mau beriman dan mengikut Yesus?
Pada saat kita buka usaha, mengadakan tender dan memakai cara sebaik mungkin dengan prinsip Tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular, tetap saja kemudian kita untung sedikit atau bahkan ditinggalkan oleh rekan bisnisyang menganggap kita konyol; Apakah pada saat itu kita masih serius dan sungguh-sungguh mengikut Yesus?
Apabila Anda mengalami hal-hal seperti di atas, maka Anda tidak sendiri.  Abraham, Sarah, Habel, Henokh, Musa, Yosua, Daud, dst. Adalah orang-orang yang mengalami hal serupa dengan cara dan situasi masalah yang berbeda.  Mereka menunjukkan kualitas tetap beriman dan memperoleh kekuatannya di dalam harapan kepada Tuhan.  Mereka menantikan suatu kota surgawi (city of God) di mana apa yang mereka percayai sebagai iman kepada Yesus Kristus terwujud suatu saat.  Mereka tetap melangkah di saat yang tidak pasti dan kelam.  Mereka tetap beriman dan menyadari bahwa di dunia ini sementara saja adanya (Ibrani 11:13-16).
Ketika Anda tidak melihat yang diharapkan, ketika pergumulan dan beban menjadi berat justru di dalam jalan yang benar, dikala semua yang ada lenyap tersisa iman; maka pada saat itulah kita diperhadapkan pada istilah “IMAN”.  Iman adalah adalah dasar bahwa kita mempercayai Tuhan dan tetap mengikut Tuhan walaupun realitas buruk dan harapan tidak menentu. 
Beriman menurut Alkitab adalah kita menaruh kesadaran bahwa kita semua sedang transit di bumi dan suatu saat menuju kekekalan.  Iman menjadi tiket untuk melihat, mengantar dan memimpin  kenyataan kehidupan yang sesungguhnya di dalam rana kekekalan.  Ketika Anda tidak melihat yang diharapkan di dalam Tuhan, lihatlah kekekalan.  Biarlah Tuhan menuntun Anda lewat iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.  Mintalah Tuhan menguatkan Anda melewati hal yang buruk, mintalah hikmat menjalani hal yang baik.  Ijinkan Roh Kudus menguasai dan bekerja dalam hidup Anda.  Doa saya, Tuhan menolong Anda!  Amin.
SEPERTI GELAS SETENGAH PENUH, DEMIKIAN IMAN PADA TUHAN ADALAH PENGHARAPAN YANG MENGHIDUPKAN

APAKAH ANDA MENYESAL MASUK NASRANI?

leaving


APAKAH ANDA MENYESAL MASUK NASRANI?
(Baca: Kejadian 22:1-24)
Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.  Amsal 30:9
Pernakah Anda menyesal masuk Nasrani?  Ada seorang pengunjung Gereja yang rajin datang setiap minggu untuk mengikuti ibadah.  Ia kemudian ikut katekisasi dan dibaptis.  Setelah dibaptis, seorang pengurus Gereja memberikan satu paket amplop perpuluhan untuk setahun.  Karena belum mengerti dengan jelas makna, kesadaran dan kesiapan hati; orang yang baru masuk Nasrani ini terkejut, marah, kecewa dan akhirnya tidak pernah lagi mau ke Gereja.  Ia merasa “ditodong” dengan sejumlah tagihan dan harus membayar.
Ada seorang pemuda berdoa kepada Tuhan mencari pekerjaan yang didambakan dengan kedudukan tinggi.  Waktu berjalan dan ia masih belum mendapatkan pekerjaan alias menganggur.  Ia begitu kecewa menjadi Nasrani.  “Kenapa Tuhan tidak mendengar doaku?  Bukankah saya sudah sungguh-sungguh berdoa dan berusaha melakukan Firman Tuhan?”  Keluhnya saat itu.
Pertanyaan kebingungan dan dalam pergumulan berat yang lebih besar muncul juga dalam kehidupan Abraham ketika harus mempersembahkan anaknya yang tunggal Ishak.  Abraham sudah puluhan tahun menantikan datangnya seorang anak dari istrinya Sara.  Puji Tuhan! Doanya terkabul!   Ketika anak yang diharapkan menjadi ahli waris mulai bertumbuh remaja, Tuhan mau mengambilnya.  Sungguh sulit untuk diterima apalagi dimengerti oleh Abraham.  Masuk akal apabila Abraham berkata, “Tuhan apa maksudmu?!  Mengapa Tuhan mau mengambil anakku?”
Kenyataan menunjukkan bahwa orang yang mau belajar mengikut Tuhan tidak kebal dari sejumlah kesulitan dan penderitaan manusia seperti orang-orang lain.  Mengikut Tuhan bukan berarti menyogok dengan sejumlah perbuatan baik, korban, dan persembahan lainnya agar kita dijauhkan dari marabahaya.  Mengikut Tuhan juga bukan perkara hitung-hitungan, kalau saya memberi apa dan Tuhan akan membalas apa (seperti transaksi bisnis).  Mengikut Tuhan adalah sebuah panggilan atas anugerah Tuhan yang mau berperkara dengan kita.
Hal utama di dalam kehidupan ini bukan apa yang Surga minta dari kita, tetapi apa yang sebenarnya Tuhan ingin berikan kepada kita.  Banyak orang tersesat di dalam pengajaran hikmat duniawi dan sejumlah teori filsafat alih-alih melihat dan menyadari hikmat Allah di dalam Alkitab.  Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia, mati disalibkan dan bangkit dari maut untuk memberikan anugerah keselamatan dari Tuhan.  Apabila seseorang menjadi Nasrani berarti dia menjadi pengikut Kristus yang mau terus belajar, mendengarkan, mendalami, melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan.  Kenyataan banyak orang mengaku Nasrani tetapi hanya agamawi belaka, sepanjang minggu kehidupannya lebih menyerupai iblis dari pada Tuhan.
Tuhan memanggil setiap orang untuk menerima keselamatan yang sudah dikerjakan Kristus Yesus dengan iman percaya.  Tuhan memanggil setiap orang percaya untuk mengikut Yesus dengan mempersembahkan hidup di mezbah Allah.  Ini bukan apa yang Tuhan mau minta dari kita tetapi apa yang Tuhan mau kerjakan untuk semakin memberkati kehidupan kita.
Belajar dari Abraham, Tuhan mengijinkan sejumlah peristiwa ada dalam hidup kita baik itu berkat maupun kesusahan.  Kita bertanggungjawab sepenuhnya atas keputusan, pemikiran, rencana, keinginan maupun sikap perbuatan di masa sekarang maupun di masa lalu.  Apa yang kita tabur akan kita tuai.  Abraham menghormati (deep respect) Allah dengan seluruh hidupnya (Kejadian 22:12).  Abraham mendengarkan Allah dengan sepenuh hati (Kejadian 21:18).  Kata “mendengarkan” dalam bahasa Ibraninya (shama) memiliki pengertian mendengar dan mentaati; mendengar dengan menaruh perhatian; mendengar dengan kritis.  Mendengarkan Allah bukan sekedar baca Alkitab, tetapi mempelajari, mengerti, menghidupi apa yang menjadi kebenaran Allah bagi kita.
Apabila kita menjadi Nasrani dan hanya mau berkat Tuhan, maka kita akan kecewa.  Apabila kita menjadi Nasrani dan berpikir bahwa ikut Tuhan semua akan lancar, maka kita akan kecewa.  Apabila kita menjadi Nasrani dan berharap Tuhan yang menyesuaikan keinginan kita, maka kita akan kecewa dan meninggalkan Tuhan.  Apabila kita menjadi Nasrani dan berpikir metode berdagang untung rugi, maka kita akan dipermalukan oleh Tuhan yang luar biasa berkat-Nya dan akhirnya juga akan kecewa karena kesalahan cara berpikir kita.
Mempercayai dan mengikut Tuhan Yesus Kristus adalah sebuah kesempatan berharga, sebuah anugerah terbesar dalam kehidupan manusia.  Menjalani hidup yang dipersembahkan bagi Tuhan adalah sebuah kesuksesan terbesar manusia di dalam sejarah kehidupannya, di dalam rana kekekalan, di dalam tujuan manusia itu sendiri.  Bila Anda mulai ragu dan menyesal masuk Nasrani, pikirkanlah paragraf ini.  Bisa jadi Anda hanya mempercayai agama Nasrani tetapi bukan Kristus, bisa jadi Anda memiliki pikiran yang salah tentang menjadi Nasrani.  Bisa jadi Anda sedang dalam pergumulan yang besar dan menantikan iman, kesabaran dan ketaatan seperti Abraham.  Apabila Anda sedang berada di jalur keraguan dan mempertanyakan Tuhan, ingatlah Abraham!  Abraham tetap mempercayai Tuhan walaupun situasi sangat buruk.  Abraham menghormati Tuhan dengan hidupnya dan memperhatikan Firman Tuhan dengan ketaatan.
Apabila kita mengikut Tuhan walaupun sukar, kita tidak akan kehilangan pemeliharaan Tuhan.  Apabila kita mengikut Tuhan dan terus memperhatikan Firman-Nya, kita akan beroleh damai sejahtera dan bertumbuh semakin dewasa secara rohani.  Apabila kita mengikut Tuhan dan menantikan cara Tuhan dan bukan cara sendiri, maka kita akan melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan di tengah-tengah kehidupan kita.  Apabila kita mengikut Tuhan dengan pola pikir Firman Tuhan, maka kita tidak mungkin melihat Tuhan yang meminta-minta, memohon-mohon agar kita ke Gereja, melakukan Firman Tuhan, melayani ataupun persembahan.  Semuanya itu kita lakukan dengan kesadaran karena kita tahu dengan berbuat apa yang menjadi kehendak Tuhan sebenarnya Tuhan sedang membentuk dan memberkati kita secara berlimpah-limpah.  Seperti yang pernah dijanjikan-Nya kepada Abraham, “maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah…” Kejadian 22:17.  Kiranya Tuhan menolong kita tetap taat dan setia di saat lancar dan sulitnya hidup ini.  Amin.

FROZEN

frozen-characters

FROZEN
(Baca: Yohanes 3:1-21)
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” Yohanes 3:3
Sore itu saya sengaja memutarkan film “Frozen” produksi Walt Disney kepada anak-anak di rumah.  Seperti biasa, lihai-nya animasi berliuk dalam gambar, seni dan musik orkestra membuat anak-anak terfokus pada film.  Sengaja film ini diputar di rumah dengan didampingi orang tua agar dapat memberikan edukasi kasih, perduli kepada sesama terkhusus kakak dan adik dalam keluarga.  Jadi sembari menikmati hiburan juga ditanamkan unsur-unsur edukasi oleh orang tua.
Frozen yang dikeluarkan akhir november 2013 oleh Walt Disney Amerika Serikat ini berakar dari cerita karangan Hans Christian Anderson berjudul The Snow Queen.  Intinya sederhana, mengenai keperdulian dan kasih dari adik kakak yang bernama Anna dan Elsa.  Kunci dari kemampuan mengontrol kekuasaan dan pemulihan adalah kasih.
  Malamnya, anak pertama kami begitu gelisah dan ketakutan sebelum tidur.  “Kenapa Jonas?” Tanya saya, dan ia menjawab “Hiii… saya takut kalau papa dan mama meninggal dipanggil Tuhan.”  Rupanya adegan di babak awal mengetengahkan ayah dan ibu dari Anna dan Elsa meninggal dalam perjalanan di tengah lautan ganas.  Sembari setengah sadar dan ngantuk luar biasa, saya berusaha untuk gunakan kesempatan ini menjelaskan sebaik mungkin mengenai kematian dan perpisahan sesuai dengan umurnya dan tidak lupa pelukan sebagai basic need of life-nya.
Kematian adalah perpisahan yang tidak pernah diinginkan dan diharapkan apalagi diundang oleh kita diantara orang-orang yang kita kasihi, namun sekaligus kematian adalah sebuah jeda seperti tanda koma dalam tulisan.  Kematian adalah sebuah jedah “sejenak” untuk kekekalan, ada yang menuju ke surga dan ada pula yang menuju ke neraka tanpa pertobatan, percaya dan mengikut Yesus Kristus dengan sungguh.
Nikodemus seorang pandai, pemuka agama yang disebut Farisi mendatangi Yesus dan menadapatkan sebuah percakapan melampaui kasat mata, yakni surga.  Realitas surga tidak akan dijumpai oleh orang yang belum percaya dan mengundang Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.  Manusia pada umumnya lebih menyukai “kegelapan” hidup dari pada mempercayai Kristus sebagai keputusan untuk datang kepada “Terang”. 
Pembicaraan belasan menit malam itu bersama anak saya diusahakan jauh sesederhana mungkin dengan mengingatkan realitas sesungguhnya bahwa Tuhan Yesus tidak tinggal diam namun perduli, bahwa orang tua-pun juga perduli dan sayang anak-anak-nya.  Kematian, perpisahan adalah sejenak bagi orang yang percaya dan mengikut Yesus karena ada surga dan perpisahan dan kematian adalah selamanya sedih bila berada di Neraka.
Malam itu Jonas tertidur dalam pelukan bapaknya, sembari menyerap konsep surga dan neraka dalam sistematis teologi yang sangat sederhana.  Sebuah tujuan pasti, nyata dan kekal bagi setiap orang yang merindukan keluarganya tetap bersama selamanya.  Sebuah pintu ajaib kasih yang telah dibukakan oleh pencipta manusia kepada setiap kita yang membaca, mengetahui, hidup dan dengar: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya barang siapa yang percaya kepada Yesus Kristus tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal di surga kelak” (Terjemahan Bebas Yohanes 3:16).
Hari ini apa yang sudah kita tanamkan bagi anak-anak kita, anak-anak didik, anak-anak generasi mudah di bawah kita tentang Yesus dan prinsip kebenaran Firman Tuhan?  Adakah kita membeku (frozen) dan mati rasa terhadap iman percaya kita?  Adakah kesaksian dan menceritakan nilai-nilai Firman Tuhan tertinggal di Gereja pada hari minggu saja?  Mungkin kesempatan itu datang pada ponakan Anda, anak-anak les Anda, cucu tetangga yang suka bermain di rumah Anda, atau bahkan anak gembel yang sedang mengemis di toko Anda.  Seringkali lebih mudah berbicara kepada anak-anak bahkan generasi di bawah kita dari pada senior dan orang yang lebih tua mengenai Firman Tuhan, keselamatan, surga-neraka dan kesempatan untuk mengalami dan berjalan bersama Yesus.  Mungkin kesempatan itu setelah membaca renungan ini, pergunakanlah dan apa yang Anda kerjakan tidak akan pernah sia-sia.  Amin.

Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!  Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”  I Korintus 15:58.

AK-47 KALASHNIKOV DAN HAK PATENNYA

AK
AK-47 KALASHNIKOV DAN HAK PATENNYA
(Baca: Matius 16:24-28)
Apa gunanya seorang memperolah seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?  Dan apakah yang dapat diberikannya sebagi ganti nyawanya?  Matius 16:26.

 

Anda tahu senjata otomatis AK-47?  Pernah dengar atau bahkan pernah menggunakannya?  Penemu senjata AK-47 bernama Michael Kalashnikov Timofeyevick lahir 10 november 1919 dan meninggal 23 Desember 2013 pada usia 94 tahun.  Senjata otomatis buatan rusia telah terjual lebih dari 100 juta buah.  Walaupun senjata ini tidak begitu akurat di jarak jauh, namun tahan hampir di segala medan cuaca.  Mulai dari masuk di air, kena lumpur hingga debu padat dari timur tengah tetap membuat senjata otomatis menyalak dan tidak mudah macet.  Senjata ini begitu populer dan dikenal dunia lewat keberadaanya di lebih 55 negara.
Kendati demikian ada sebuah fakta miris dari Kalashnikov hingga akhir masa hidupnya, yakni lahir dan mati tetap dalam keadaan miskin.  Meski senjata buatannya sangat populer dan mendunia, tetapi Kalashnikov hanya tinggal di apartemen kecil jatah negara di Izhevsk.  Bahkan konon ketika bertemu dengan pencipta senjata M-16, Eugene Stoner pada tahun 1990an ada perbedaan sangat besar diantara kedua penemu senjata mendunia ini.  Eugene bukan saja naik pesawat, punya pesawat tetapi bahkan mengendarai pesawatnya sendiri.  Sementara itu Kalashnikov untuk beli tiket pesawat Izhevsk-Moskwa saja hampir-hampir tidak sanggup karena biaya yang terhitung mahal bagi dirinya.
Apa yang menjadi perbedaan besar diantara Kalashnikov dan Eugene?  Eugene mematenkan hasil karyanya sementara Kalashnikov tidak.  Apabila kita hitung secara kasar harga per buah senjata AK-47 dengan kualitas bagus sekitar Rp.10 juta rupiah, maka berapa banyak bila dikalikan lebih dari 100 juta buah apabila hasil ciptaanya dipatenkan?  Ada pepatah mengatakan, “Lahir dari keluarga miskin itu bukan pilihan, tetapi mati sebagai orang miskin itu pilihan”.  Entah apa yang menjadi pergumulan dan keadaan Kalashnikov sehingga ia tidak mematenkan hasil ciptaanya, yang pasti sejarah mencatat Kalashnikov tidak mematenkan AK-47 nya dan hidup pas-pas-an kalau boleh dibilang miskin hingga akhir.
Seperti halnya Kalashnikov, hari ini ada banyak orang Entah apa yang menjadi pergumulan dan keadaan Kalashnikov sehingga ia tidak mematenkan hasil ciptaanya, yang pasti sejarah mencatat Kalashnikov tidak mematenkan AK-47 nya dan hidup pas-pas-an kalau boleh dibilang miskin hingga akhir.
Seperti halnya Kalashnikov, hari ini ada banyak orang memiliki dan sedang berada dalam ironis terbesar hidupnya.  Ada banyak orang begitu luar biasa baiknya, suka menolong, berpikiran positif, melakukan hal-hal yang berguna, membangun dan terlebih luar biasa baik.  Itu semua sangat baik dan indah, namun tanpa mematenkan hak keselamatan yang diperoleh dari Pencipta adalah ironis terbesar sepanjang hidup manusia.  Seperti Kalashnikov, mengusahakan penemuan yang mendunia tetapi tidak dapat menikmati royalti dari temuannya karena tidak ada hak paten.  Hidup manusia sebaik apapun tanpa jaminan keselamatan di surga adalah sebuah ironi mendunia.
Sebagian orang merasa dirinya jauh lebih baik dari orang-orang Nasrani, jauh lebih dari orang-orang beragama yang fanatik itu, tetapi perbuatan baiknya, bahkan sikap hidup dan cara pikir yang baik sekalipun tidak akan membawanya pada keselamatan hidup dan meaningful life seperti yang dirancang oleh Pencipta alam semesta dan isinya.
Yesus mengatakan “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” (Matius 16:26a).  Manusia bisa saja mendapatkan harta kekayaan, jabatan, kekuasaan yang berlimpah tetapi tanpa “hak paten” keselamatan yang dari Allah (Yohanes 3:16) adalah dalam keadaan rugi terbesar.  Konteks perkataan Kristus ini adalah dalam rangka orang-orang yang mau percaya (bukan sekedar setuju) dan mengiring Yesus harus sepenuhnya.
Apakah menjadi orang baik penting?  Ya, penting dan perlu!  Apakah berarti setelah percaya Tuhan Yesus dan iring Dia otomatis tidak usah lagi menjadi orang baik dan berbuat seenaknya?  Tidak.  Karena tetap berlaku apa yang ditabur orang itu jugalah yang dituainya (Galatia 6:7).  Menjadi orang baik, memiliki sesuatu bahkan dengan berlimpah itu satu hal, tetapi memiliki keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus dan berjalan bersama Allah itu segalanya. 
Seseorang tidak dapat memilih lahir dari keluarga mana, dengan keadaan seperti apa dan juga meninggal di waktu kapan, umur berapa dan pada saat kondisi seperti apa; tetapi ia dapat memilih akhir dari jalan hidupnya seperti apa.  Lahir miskin bukan sebuah pilihan, tetapi mati miskin apalagi tidak selamat di neraka adalah sebuah pilihan.
Bagi setiap pembaca yang sering atau pernah mendengar tentang Yesus tetapi belum bertobat dan sungguh-sungguh mau mengikut Dia: kalau bukan Anda siapa?  Kalau tidak sekarang, kapan?  Waktu akan cepat berlalu dan tidak pernah dapat ditebak kapan masing-masing orang jam kehidupannya akan berhenti berdetak.  Jangan tunggu nanti, putuskan saat ini untuk dapat anugerah terbesar dari Tuhan Yesus Kristus.
Bagi setiap kita yang sudah dan sedang mengiring Yesus, seringkali kita malu apabila ada orang-orang diluar yang sikap hidupnya lebih baik, lebih suka menolong, lebih berpikiran positif sementara kita masih berjuang jatuh bangun untuk bertumbuh secara rohani, bertumbuh jadi lebih baik.  Jangan menyerah!  Bangun lagi, bangkit lagi!  Belajar lebih militan, belajar lebih cerdik dan berhikmat seperti kata Sang Guru: Cerdik seperti ular dan (tetap) tulus seperti merpati.  Kiranya  Tuhan menolong kita membangun karya yang terbaik bagi peradaban manusia, bagi Kerajaan Allah, bagi kemuliaan-Nya.  Soli Deo Gloria.  Amin.